Cari Blog Ini

Sabtu, 16 Oktober 2021

Pak Berty dalam kenangan...

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik  , aku telah mencapai garis akhir  dan aku telah memelihara iman. ( 2 Timotius 4:7)


Pak Berty sahabat , saudara selalu kukenang

Tahun 1998 ketika saya menjadi pembina OSIS SMAK IPEKA Puri perkenalan saya dengan pak Berty cukup intens karena pak Berty menjadi pelatih tim basket SMA K IPEKA Puri . Saat itu pak Berty dengan kendaraan mobil Suzuki Carry selalu mengantar tim basket ke tempat kompetisi dimanapun berada , saya dan pak Berty selalu mendampingi tim basket sampai ke babak pertandingan selanjutnya walaupun tidak sampai ke babak final. Ngobrol sana , ngobrol sini selalu kami lakukan . Mulai dari masalah sekolah , keluarga sampai dengan siswa . Pak Berty cukup akrab dengan siswa yang dilatih , mereka menganggap pak Berty sebagai sahabat , kakak maupun bapak . Tidak ada batas dalam pergaulan tetapi kedisplinan yang diutamakan . Tidak ada jam karet , harus tepat waktu .  Latihan ketahanan phisik selalu dilakukan dan teknik permainan diberikan saat latihan berlangsung. Keterbukaan sebagai orang Manado terlihat ketika bergaul dengan pak Berty , bahasa dan mimik tubuh terlihat apa adanya , bicaranya dengan suara ceplas-ceplos   tanpa ditutupi. Itu karakter yang terlihat dalam diri pak Berty . 

Pak Berty dengan para alumni..

Pilihan sebagai guru olah raga seperti salah alamat kata pak Berty suatu ketika cerita tentang dirinya. Dia lulusan S1 Ekonomi mungkin lebih tepat mengajar mata pelajaran ekonomi tetapi Tuhan mempunyai rencana lain. Dengan hobinya berolahraga mengantar dia menjadi guru olah raga yang andal dan profesional . Sebagai guru olah raga dan pelatih banyak pengalaman , berapa banyak  piala dan piagam yang dia sumbangkan bagi sekolah. Tentu tidak bisa terhitung karena kalau melihat di lemari sekolah begitu banyak piala dan piagam terpanjang di depan gedung sekolah. Hal yang membanggakan karena pak Berty sebagai pencentus IPEKA Cup , ajang kompetisi olah raga  dua tahun sekali di SMPK IPEKA Tomang kemudian berubah menjadi IPEKA Games yang melibatkan siswa mulai dari SD sampai dengan SMA se-Jabotabek . IPEKA Games menjadi ajang kompetisi olah raga yang selalu ditunggu oleh sekolah-sekolah di DKI Jakarta , bahkan bisa disetarakan dengan Canisius Cup , Sanur Cup atau 78 Cup . Kompetisi bergengsi bagi pelajar DKI Jakarta . 

Kebersamaan penuh kenangan..

Berita duka tentang meninggalnya pak Berty di wa dari teman guru mengagetkan saya , terbayang wajah Pak Berty dengan banyolannya di pikiran saya . Begitu cepat pak Berty meninggalkan kami.Tanpa kabar dan berita tentang sakitnya pak Berty , tiba-tiba dikabarkan meninggal secara mendadak terjatuh setelah bermain badminton  . Kematian sebuah misteri bagi manusia . Sakit - penyakit , kecelakaan ataupun sedang duduk maupun tidur bisa saja terjadi. Itu hanya cara Tuhan memanggil kita . Takala ajal telah menjemput kita,  kita tak bisa berbuat apa-apa lagi . Kita sebagai manusia hanya bisa berpasrah dan beserah diri . Waktu Tuhan tepat pada waktu , pak Berty telah menyelesaikan tugasnya . Sekarang waktunya Tuhan memanggil untuk berjumpa di surga . Tentu ada kesedihan di hati kita , cepat sekali meninggalkan kita . Selamat jalan pak Berty , selalu kukenang kebaikanmu...

 

Jumat, 01 Oktober 2021

Guru Inval

 "Seorang guru yang baik dalam seumur hidup terkadang dapat mengubah seorang berandalan menjadi warga negara yang solid." - Philip Wylie


Tidak sepanjang hari , guru bisa hadir di sekolah . Bisa saja karena sakit , ada keperluan mendadak atau anaknya sedang sakit , pergi untuk tugas mewakili sekolah dan lain sebagainya. Pelajaran tidak bisa berhenti di tengah jalan , bagaikan mobil di jalan tol , tancap gas terus untuk lari kencang . Demikian juga dengan kelas tidak boleh kosong , kalau kelas kosong tanpa guru , bagaikan kereta api tanpa masinis , ramai , kacau tak terkendali. Kondisi seperti ini perlu diantisipasi dengan kehadiran guru inval . Pengertian guru inval adalah guru pengganti yang tugasnya menjaga , mengawasi atau mengajar guru yang tidak hadir di sekolah . Ketika guru tidak hadir biasanya ada tugas yang harus dikerjakan oleh siswa , mulai diskusi kelompok , mencari kasus-kasus di koran / majalah di perpustakaan atau mengerjakan soal di buku latihan . Tugas harus dikumpulkan , kalau tidak dikumpulkan bisa-bisa siswa tidak mengerjakan . Dan  harus dikumpulkan hari itu juga karena bisa saja siswa nyontek pekerjaan siswa lain kalau sampai nginep tugas tersebut. Setelah dikumpulkan cepat-cepat dikoreksi oleh guru karena siswa ingin tahu cepat hasilnya. Atau kita dapat julukan guru ingkar janji  karena hanya janji-janji melulu ke siswanya , kalau ditanya hasil tugasnya guru akan menjawab besok dengan sejuta alasan . Hal ini yang membuat siswa tidak respek kepada guru karena terlalu banyak ingkar janji. Kepercayaan menjadi modal yang penting karena ini menyangkut integritas seorang guru . Kalau janji saja tidak bisa ditepati , bagaimana kita bisa mendidik karakter siswa ? Nilai-nilai yang akan dikembangkan kepada siswa seharusnya terwujud dalam sikap dan perilaku seorang guru . Perkataan dan tindakan guru diamati setiap hari oleh siswa. Menjadi bahan cerita dan parodi di lingkungan siswa apabila ada tindakan guru yang tidak sesuai dengan sikap dan perilaku sebagai seorang guru . Digugu lan ditiru itu sebutan guru . Artinya seorang guru bisa dipercaya dan menjadi contoh bagi murid-muridnya . Tentu guru bukan malaikat yang tidak punya kesalahan , guru juga manusia punya keburukan dan kebaikan . Minta maaf kepada murid kalau ada kesalahan , itu kejujuran yang bisa kita lakukan sebagai guru.

Menjadi guru inval ketika masuk di kelas akan disambut dengan riang- gembira dan tepuk tangan oleh seluruh murid sambil berkata :" Hore ...tidak ada pelajaran , waktunya kita bebas.." Tetapi seketika wajahnya  cemberut ketika guru memberi tugas dan harus dikumpulkan hari itu juga. Sambil menggerutu mereka mulai mengerjakan tugas guru yang tidak masuk . Tetapi di sela mengerjakan tugas , ada juga murid mendekati guru merayu , tawar-menawar agar tugas di kumpulkan besok atau jumlah soal dikurangi .Mendengar rayuan siswa  , tentu guru harus tegas dan menjelaskan tentang tugas tersebut . Akhirnya dengan penjelasan guru lama-kelamaan siswa luluh dan mulai mengerjakan tugas. Namun ada kalanya guru tidak hadir tidak memberikan tugas kepada guru inval . Mungkin ada keperluan mendesak sehingga lupa untuk membuat tugas kepada siswa .Kalau hal ini terjadi , tentu harus disikapi dengan bijak . Koordinator guru piket mulai berinisiatif untuk membuat tugas kepada guru inval . Kerjasama dan koordinasi yang baik akan meningkatkan kinerja yang baik pula. Memang seringkali ada gesekan antara koordinator piket dengan anggotanya gara-gara guru inval. Lagi sibuk , ngoreksi atau persiapan mengajar itu ucapan yang sering terdengar untuk menolak tugas menjadi guru inval . Tugas guru inval memang cukup berat selain mengawasi , menjaga dan mengatur kondisi kelas agar kondusif dan tertib . Rasa bosan , capai dan pelajaran tidak diminati menjadi penyebab siswa membuat gara-gara di kelas. Kalau hal ini terjadi , tugas guru memberikan solusi agar motivasi belajar tetap semangat , paling gampang guru cerita tentang pengalamannya , biasanya siswa akan bersemangat mendengarkan dan mulai beraksi dengan berbagai pertanyaan . Disini dibutuhkan kejelian guru untuk mencari metode pembelajaran agar siswa tetap termotivasi untuk belajar . Banyak metode pembelajaran yang dapat digunakan  tetapi mencari metode pembelajaran yang tepat dan mencapai sasaran perlu pengalaman . Guru inval menjadi penting dan siap menggantikan guru yang tidak hadir agar siswa tidak dirugikan dalam belajar.(ABC)

Selasa, 07 September 2021

Pertandingan

"Anak-anak tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu." - Ki Hajar Dewantara

Usia remaja anak SMA mempunyai energi yang cukup besar , tenaganya kuat sehingga kadang-kadang tenaganya terkuras untuk hal-hal yang kurang baik . Tidak heran kelas menjadi ramai karena keisengan siswa menjadi kelas ribut bagaikan pasar malam . Melihat kondisi seperti ini guru marah , wali kelas memanggil siswa yang menjadi biang keroknya , sanksi hukuman menjadi keputusan agar perbuatan tidak terulang lagi dan ada efek jera bagi si pelanggar . Setiap kali akan terulang lagi kesalahan yang sama , penyelesaiannya dengan SOP yang sama pula. 

Berunding mencapai strategi

 Sekolah bukan tempat lembaga pemasyarakatan untuk menindak kenakalan siswa tetapi sebagai institusi pendidikan untuk mempersiapkan manusia menuju kedewasaannya. Untuk itu perlu ada solusi untuk menjawab permasalahan siswa  tersebut . Melalui rapat dewan guru diputuskan untuk mengadakan kompetisi pertandingan futsal di istirahat kedua yang cukup panjang sekitar 30 menit dan penyelenggaranya adalah OSIS . 

Pertandingan diikuti oleh setiap kelas , sehingga setiap kelas ada satu tim untuk mengikuti kompetisi futsal . Ini mungkin solusi untuk mengatasi permasalahan yang terjadi saat itu . Setelah diumumkan oleh OSIS berbondong-bondong tim mendaftar , beraneka nama tim dengan maskotnya terdaftar sebagai peserta. Saat kepala sekolah menjadi pembina upacara hari Senin diumumkan bahwa kompetisi merupakan wadah untuk mengembangkan talenta khususnya olahraga juga rasa sportif dan rekreasi . Tetapi diingatkan tentang disiplin waktu agar setelah pertandingan tetap belajar kalau tidak akan terkena sanksi . Kesepakatan ini menjadi perjanjian untuk memberi hak sekaligus kewajiban . Bagi yang telah mendapatkan haknya tentu harus memenuhi kewajibannya , kalau tidak ada sanksi bagi yang yang melanggar . 


Tendangan ke lawan

Satu minggu , dua minggu sampai satu bulan kompetisi berjalan dengan baik , siswa melakukan dengan antusias . Hiruk pikuk terdengar dengan sorak sorai penonton memberi semangat kepada timnya sedang berjuang untuk mendapat kemenangan . Atribut , kaos dan maskot setiap tim memberi kontribusi untuk memenangkan pertandingan. Ada pengaruh secara signifikan antara kompetisi dengan disiplin siswa . Ketika kompetisi sedang berlangsung pelanggaran tata-tertib sekolah semakin menurun , keisengan siswa untuk mengganggu di waktu pelajaran semakin sirna berganti dengan sibuknya belajar . Hal ini tentu membahagiakan guru untuk lebih konsentrasi terhadap pembelajaran di kelas . Waktu 30 menit setiap hari ternyata telah merubah kebiasaan siswa untuk menghargai waktu , belajar lebih serius dan meningkatkan disiplin . Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari solusi dan menjawab tantangan sendiri  menjadi obat terhadap permasalahan yang terjadi dalam kehidupan siswa . Siswa SMA sedang mengalami perkembangan menuju kedewasaan .

Berdoa sebelum bertanding

Labelisasi terhadap dirinya sebagai pengacau , susah diatur dan tidak tahu tata tertib bukanlah hal yang dibutuhkan oleh seorang siswa. Penghargaan dan pengakuan terhadap dirinya sebagai orang yang unik itulah kebutuhan sesungguhnya . Seorang guru seharusnya tahu setiap pribadi siswa , keunikan setiap siswa menjadi anugerah untuk mengembangkan bakat , talenta dan passion yang dimilikinya . Ketika guru tahu dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh siswa maka disitulah tugas guru yang sesungguhnya . Dihargai dan mendapatkan empati itu menjadi jawaban dari seorang siswa . Tidak terlalu sulit untuk mendidik siswa kalau kita saling mengerti dan memahami setiap pribadi siswa .

Banyak jalan menuju Roma , ini cerita tentang upaya mendidik siswa , masih banyak cara dan metode yang dapat kita gunakan mendisiplinkan siswa . Kreatif dan kemampuan guru diuji untuk memberikan yang terbaik bagi muridnya.


Minggu, 29 Agustus 2021

Ruang Piket

 Kita mengajarkan disiplin untuk giat, untuk bekerja, untuk kebaikan, bukan agar anak-anak menjadi loyo, pasif, atau penurut.  ( Maria Montessori 1870-1952 )

Mengawasi siswa dari ruang piket

Ruang Piket terletak di lantai dua , tempatnya cukup strategis untuk melihat kondisi aktivitas siswa baik di lantai bawah maupun atas . Ruang 3X4 meter terasa sempit , ada tiga kursi berhadapan dengan meja , diatasnya komputer dan buku jurnal piket . Setiap pagi guru piket sudah siap di ruang piket , tangan dan mata siap untuk melihat jam di dinding dan menekan bel .

 Jam 06.45 bunyi bel terdengar ,siswa mulai berbaris dan masuk satu persatu ke kelas mengikuti renungan pagi. Di ruang piket guru sudah siap untuk mencatat siswa yang terlambat di buku jurnal piket . Tepat jam 07.00 bel ditekan mulailah jam pelajaran pertama. Guru piket pun mulai memeriksa apakah ada guru yang tidak hadir , kalau ada yang tidak hadir maka dicari anggota guru piket yang lain untuk  infal  mengisi jam pelajaran . Setelah itu guru mengecek kehadiran siswa dan dicatat dalam buku jurnal , andaikata ada siswa yang tidak hadir di telpon orang tuanya untuk mengklarifikasi kehadiran siswa. Situasi dan kondisi satu hari  menjadi tanggungjawab guru piket . Untuk koordinasi , koordinator piket telah membuat jadwal di kertas dan diberikan kepada anggota guru piket lainnya . 

Guru piket siap mengawasi

Tidak terlalu berat tugas guru piket kalau semua sudah dikoordinasi dengan baik . Guru piket mempunyai job description sesuai dengan SOP nya sehingga memudahkan tugas dengan baik . Ketika ada siswa minta izin keluar sekolah karena mengikuti lomba di sekolah lain maka siswa akan menghubungi guru piket terlebih dahulu dan guru piket akan menulis surat izin yang disetujui oleh pejabat yang berwenang . Demikian juga dengan surat izin lainnya misalnya izin pulang karena sakit atau ada keperluan lainnya , izin keluar atau masuk kelas semua diketahui oleh guru piket . 

Peran guru piket menjadi sangat penting karena menjadi customer service sekolah dengan dunia luar . Kesalahan fatal kalau seandainya ada siswa yang tidak ada dalam kelas atau kabur , guru piket mempunyai tanggung jawab tentang hal tersebut . Karena begitu penting guru piket sehingga perlu ada pengawasan yang ketat dari guru piket . Jam setelah istirahat atau jam siang menjadi perhatian guru piket , jam seperti itu sering digunakan siswa untuk bergerilya dengan makan di kantin , ngumpet di WC atau main di lapangan . Ruang kelas tanpa guru menjadi perhatian bagi guru piket karena keisengan siswa , kelas bisa menjadi  ribut seperti pasar dan mengganggu kelas lain . Perlu ada kerjasama guru mata pelajaran dengan guru piket  wali kelas dan guru BK ,sehingga tanggungjawab menjadi tanggungjawab bersama untuk mendisiplinkan siswa.

 

Pengawasan menjadi tanggungjawab bersama 

Pengawasan bisa dilakukan dengan cara setiap saat berjalan keliling sekolah untuk melihat apakah ruang kelas ada gurunya , ada siswa yang masih di luar saat jam pelajaran atau masih main di lapangan sekolah . Kalau pengawasan ini dilakukan dengan baik maka ketertiban dan keamanan sekolah bisa berjalan dengan baik . Karena sering kali pengawasan kendor dan hal ini menjadi celah bagi siswa untuk melanggar tata-tertib sekolah . Begitu pentingnya guru piket seharusnya ada penghargaan dengan pemberian tunjangan bagi guru piket , misalnya guru piket dihargai dua jam pelajaran . Dengan penghargaan tersebut diharapkan kinerja guru piket bisa lebih maksimal . Karena selama ini guru piket masih dianggap kerja bakti sehingga kerjanya tidak sepenuh hati . 

Kabur dari sekolah bisa terjadi...

Waktu luang ketika guru tidak ada jam pelajaran , ruang piket menjadi tempat nongkrong bagi guru untuk ngobrol seperti di warung kopi . Obrolannya macam-macam mulai dari poltiik , kebijakan sekolah sampai gosip tentang guru dan siswa . Namanya juga ngobrol data dan fakta tidak pernah menjadi referensi , jadi ngobrol apa saja juga boleh tidak terpengaruh dengan omongan dan pendapat orang . Setiap orang dihormati hak bicara dan berpendapat sehingga tidak perlu sakit hati dan marah ketika ada obrolan tidak masuk akal . Ruang piket menjadi tempat nasehat bagi siswa yang melanggar tata tertib sekolah atau curhat bagi siswa dengan wali kelas . Sudah berapa banyak siswa yang menangis karena penyesalan atau berbicara luka hati yang di deritanya . Ruang piket juga menjadi tempat koreksi ulangan bagi guru sambil  menunggu jam pelajaran berikutnya . 

Ruang piket manjadi tempat mengajarkan disiplin untuk giat, untuk bekerja, untuk kebaikan, bukan agar anak-anak menjadi loyo, pasif, atau penurut. (abc)


Kamis, 26 Agustus 2021

Ruang Maha Kudus

 Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu. (Amsal 29:17)

Ruang kepala sekolah


Ketika pak Presno menjadi kepala sekolah tahun 1996 - 2006 ,  ada istilah Ruang Maha Kudus , sebutan ruang Kepala Sekolah untuk mendisiplinkan siswa yang terkena hukuman karena melanggar tata-tertib sekolah . Mendengar namanya membuat bulu kuduk siswa naik ketakutan apalagi merasakan kesendirian di ruang tembok ukuran 7 x 7 meter  . Setiap siswa yang menjadi terdakwa akan mendapat sanksi sedikitnya 1 hari sampai 1 minggu tergantung kesalahan yang diperbuatnya . 


Memperlakukan setiap orang secara adil. Tidak hanya mendapat haknya, namun juga harus menerima sanksi atau hukuman ketika melakukan suatu kesalahan. Hal ini menurut Aristoteles disebut dengan keadilan komutatif . Bukan semata-mata menerapkan keadilan komutatif terlebih dari itu memberikan penyadaran bahwa telah melakukan kesalahan dan tidak akan mengulang lagi melakukan kesalahan tersebut. Dalam sosiologi hukum disebut memberi efek jera bagi si pelanggar hukum  .   

Berdiri di kantor guru

Ketika siswa diskorsing , bukan dihukum tetapi diberi pembinaan oleh guru . Tetapi siswa atau pihak lain di luar sekolah sering mengatakan dihukum sampai terdengar di telinga orang tua , bad news lebih cepat terdengar dan memberi dampak  dahsyat bagi pendengarnya apalagi didramatisir seperti cerita sinetron sehingga berita tidak benar diulang-ulang pemberitaannya menjadi suatu kebenaran . Akhirnya orang tua protes sambil membawa pengacara . Ancaman dan tuduhan telah terjadi pelanggaran HAM di sekolah . Seharusnya dilihat dulu duduk persoalannya secara proporsional , baru berpendapat bukan diterima tanpa pemahaman yang jelas  langsung berpendapat terjadilah salah paham . Hal ini yang terjadi saat ini betapa mudahnya guru diancam dan di bawa ke pengadilan dengan kasus pelanggaran HAM di sekolah . 

Konseling terhadap siswa


Terhadap ancaman oleh pihak manapun , guru mempunyai hak untuk mendapat perlindungan hukum . Dalam UU N0.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 39 ayat 3 disebutkan “Perlindungan hukum sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencakup perlindungan hukum terhadap tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi, atau pihak lain “. Jadi guru tidak perlu takut ketika ada pihak-pihak yang mengancam , intimidasi dan perlakuan tidak adil . Guru juga bisa minta perlindungan kepada organisasi profesi seperti PGRI , FGII , IGI dan FSGI . Secara perundangan guru mempunyai hak perlindungan hukum ketika seorang guru sedang menjalankan profesinya yaitu sebagai pendidik .

Di ruang Maha Kudus , siswa tiap pagi mendapat renungan dipimpin langsung oleh kepala sekolah kemudian siswa menulis refleksi di buku jurnal terus ditandatangani oleh wali kelas . Setelah itu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru sesuai jam pelajaran . Kalau jam istirahat dipersilahkan untuk istirahat dan kembali lagi ke ruang maha kudus . Satu hari di ruang maha kudus terasa satu tahun menunggu kebebasan . Diam sendiri di jaga kepala sekolah tentu siksaan tiada tara . Pengalaman siswa mendapat hukuman menjadi memori yang membekas di hati siswa . Paling tidak menjadi pembelajaran tentang arti hidup bahwa seseorang bisa saja melakukan kesalahan dan memperbaiki kesalahan itu . Seorang guru memberi sanksi hukuman kepada siswa bukan berarti guru itu benci kepada muridnya tetapi dibalik itu ada kasih sayang orang tua agar nanti tidak terjerumus kepada perbuatan jahat. Bukan membenci secara  pribadi terhadap siswa tetapi perbuatan yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku. Tetapi hal ini tidak bisa dilakukan secara instan seperti membalikkan kedua telapak tangan melainkan melalui pembiasaan setiap hari dilakukan sehingga siswa tahu dan menyadari kesalahannya.

Mencapai kemandirian

Menurut Jean Piaget dalam perkembangan moral menyatakan bahwa manusia mengalami perkembangan moral secara bertahap tidak secara langsung mencapai titik perkembangan . Mulai dari bayi , anak , pra-remaja , remaja,pasca-remaja , dewasa , tua . Kematangan moral setiap masa berbeda , tidak bisa digeneralisasikan tetapi ada tahapnya .Semakin tinggi kognitif seseorang semakin berkembang moralitasnya . Itu menurut Jean Piaget sehingga pendidikan karakter menjadi hal yang penting untuk menumbuhkan kematangan moral seseorang . Tidak bisa dipungkiri pengalaman siswa menghadapi hukuman yang diterimanya memberikan dampak yang signifikan terhadap penyadaran seseorang sehingga ruang maha kudus menjadi salah satu solusi untuk mengatasi tantangan tersebut . Namun setelah pak Presno meninggalkan sekolah , ruang maha kudus lama - kelamaan menghilang . Ruang maha Kudus telah memberi jejak bagi siswa untuk merenungkan dirinya mencapai kedewasaan…(ABC)



Jumat, 20 Agustus 2021

Kuliner

 "Rahasia sukses adalah makan apa yang kamu suka dan biarkan makanan memperebutkannya." - Mark Twain

Ramainya pasar dekat sekolah


Warung makanan dekat sekolah cukup banyak dan bervariasi , segala makanan ada mulai dari China food , fast food sampai local food . Pagi hari biasanya saya mampir di jalan Tanjung Duren dekat bank Danamon , ada gerobak makanan jual sayur ketupat , Rp 15.000 satu bungkus berisi sayur ketupat dengan tahu dan telur . Atau di dekat BCA ada penjual nasi uduk ,rasanya gurih enak sehingga banyak orang bergiliran antri beli takut tidak kebagian , harganya Rp 15.000 dengan sepotong telur dan tempe goreng . Ketika saya masih naik bus umum dari rumah dan berhenti di depan Untar . Begitu turun dari bis di depan mata ada penjual jus , biasanya saya beli tanpa es atau jalan lima meter ada warung sunda , harganya murah Rp10.000 sudah cukup lengkap untuk sarapan apalagi ada sambal terasi yang cukup lezat . 

Delapan belas tahun  penjual Jus 

Kalau kesiangan biasanya saya tidak mampir dan baru beli nanti setelah di sekolah . Kalau pagi hari tidak mengajar saya keluar sebentar untuk beli di pasar kecil dekat GKY . Dulu dekat GKY ada sop kambing , biasanya dibungkus harganya Rp22.000 .

Di pasar beragam makanan , langganan saya warteg tetapi penjualnya bukan orang Tegal tetapi dari Purwodadi . Saya panggilnya mbak biasanya sudah tahu pesanan saya , jadi cepat pelayanannya . Harganya Rp 20.000 sudah mendapat sepotong ayam atau ikan dengan sayur lengkap , cukup untuk sarapan kalau kelebihan untuk makan siang . Bagi ibu-ibu bisa borong di pasar ,ada sayuran , buah-buahan maupun snack . Makanannya pun macam-macam , ada nasi hainam , nasi campur , nasi rames tetapi harganya cukup mahal untuk kantong saya , paling murah Rp25.000 . Mungkin pasarnya terletak di kawasan elite Green Ville sehingga harganya cukup mahal. 

Sayur ketupat lezat


Dekat pasar ada penjual makanan tek-tek , ada penjual cakwe dan kue bantal dari Kalimantan , gorengan dan penjual Jus yang cukup laris karena benar-benar Jus buah . Sering kita lihat banyak orang jual jus tetapi air dan esnya banyak sedangkan buahnya sedikit ditambah susu manis dan gula , rasanya manis tapi rasa buah tidak terasa. Kalau ini jus benar-benar terasa buahnya harganya juga mahal , satu gelas Rp 15.000 . Depan sekolah persis ada penjual gado-gado dan karedok .Kalau berjalan lima langkah dari penjual gado- gado ada deretan penjual makanan , mulai warteg ,bakso Siantar , mie bakso , sop iga , pecel lele dan di depan toko buku Immanuel ada warung makan milik penjaga keamanan daerah tersebut  . Ibu dan anak jualan di warung itu , gerombolan guru sering nongkrong dan makan di situ tetapi setelah anaknya menikah dan suaminya meninggal jarang para guru beli makan di situ .

Cakwe dan kue bantal...

Hampir dua tahun sampai sekarang , ada gubuk derita yang menempel dengan bangunan sekolah , jual makan dengan sayur dan lauk pauk lengkap. Tetapi kadang kala kalau sudah siang sudah habis karena banyak juga yang antri . 

Kalau sudah bosan dengan menu yang sama tiap hari maka kita cari nasi  Padang , saksang , babi panggang atau rica-rica dari Manado lewat pesan Mas Jas. Kalau yang ingin makanan dengan selera macam-macam bisa order lewat grabfood , pokoknya makan enak bikin kenyang...(ABC)


Sabtu, 14 Agustus 2021

PANCASILA


Bung Karno dan Tito
Bung Karno pernah bertanya kepada 

Presiden Yugoslavia, Josep Broz Tito, kurang lebih sebagai berikut: "Tuan Tito, jika anda meninggal nanti, bagaimana nasib bangsa anda?"

Dengan bangga, Josep berkata, "Aku memiliki tentara-tentara yang berani dan tangguh untuk melindungi bangsa kami."


Setelah menjawab pertanyaan ini, Josep ternyata gantian bertanya, "Lalu bagaimana dengan negara anda, sahabatku?"

 

Dengan tenang Bung Karno berkata, "Aku tidak khawatir, karena aku telah meninggali bangsaku dengan sebuah

'way of life', yaitu Pancasila."

Selamat Indonesia Jaya


Menurut para ahli sejarah di Serbia, di antara Indonesia dan Yugoslavia, yang paling berkemungkinan pecah atau mengalami disintegrasi seharusnya Indonesia. 

Alasannya, Yugoslavia lebih beruntung dibandingkan Indonesia, karena wilayahnya tidak terpisah-pisah dan tidak beretnis sebanyak Indonesia. 

Namun, ternyata bangsa Yugoslavia pecah menjadi 6 (enam) negara-negara kecil seperti Serbia, Kroasia, Bosnia, dan lain-lain. 


Menurut mereka, bangsa Indonesia ternyata lebih beruntung karena memiliki pegangan hidup Pancasila yang menyatukan penduduknya yang terdiri atas berbagai suku/golongan dan memeluk berbagai agama dan kepercayaan.


"Aku tidak mengatakan aku yang menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami tradisi-tradisi kami sendiri dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah."

(Bung Karno)


#KomunitasCintaPejuangIndonesiaKCPI




Organisasi Bayangan versi Nadiem

                   Nadiem dengan belajar merdeka "Pendikan adalah paspor untuk masa depan karena hari esok adalah milik mereka yang mem...