Cari Blog Ini

Kamis, 28 Mei 2020

Berkat atau Kutuk bagi murid


“..dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi “(Yakobus 3 : 10 )

Menjadi berkat atau kutukan bagi murid…

Siapa tidak kenal dengan France . Murid satu ini terkenal badungnya . Sejak SMPK IPEKA Tomang  dikenal sebagai  murid yang susah diatur . Setiap kenaikan kelas selalu tidak naik kelas . SMP yang seharusnya bisa ditempuh tiga tahun lalu lulus tetapi bagi France menjadi enam tahun baru lulus. Tidak mengherankan ketika melanjutkan SMA K IPEKA Puri umurnya sudah kedalaurwarsa . Ternyata di SMA perilakunya tidak berubah malahan semakin menjadi-jadi  . Mulai dari nyontek , ngomong terus di kelas atau tidur di dalam kelas saat pelajaran terakhir. Bahkan kenakalannya sudah keterlaluan yaitu ketika ban motor seorang guru dikempesin . Akhirnya hukuman dijatuhkan dengan skorsing berdiri di ruang Maha Suci Kepala Sekolah . Ruang Maha Suci merupakan ruang yang dikhususkan bagi siswa yang telah melanggar hukuman berat . Di ruang maha suci tersebut akan betemu dengan Kepala Sekolah setiap hari . Kepala sekolah kami  memang terkenal tegas dan galak , sehingga banyak murid ketakutan kalau sudah mendengar Ruang Maha Suci tersebut . Termasuk bagi France , setiap hari akan mendengarkan renungan pagi yang dibawakan oleh kepala sekolah setelah itu dia akan berdiri dengan mata menatap gambar foto presiden dan wakil presiden serta burung garuda sampai siang hari .Namun hukuman itu tidak membuat kapok bagi France.
Sudah berapa guru marah , menjatuhkan hukuman dan mengingatkan . Tetapi seperti masuk telingga kanan dan keluar telingga kiri   bagi France . TIdak ada pengaruh apapun . Saat kelas III IPS 3  saya mendapat tugas menjadi wali kelasnya. Saya sudah tahu tentang perilaku France sehingga saya mulai mengadakan pendekatan . Orang tua saya panggil tetapi jawabannya di serahkan kepada gurunya karena sebagai orang tua sudah tidak bisa untuk mengatur anaknya . Kalau seperti ini jawabannya menjadi beban juga bagi saya . Karena tanggungjawabnya semakin besar . Sayapun mulai sadar bahwa ketika anaknya sudah diserahkan kepada sekolah maka baik – buruknya anak diserahkan kepada guru . Padahal keluarga adalah pendidik pertama dan utama bagi anaknya. Sekolah hanya membantu untuk membina anaknya . Peran guru hanyalah membantu anak untuk mencapai kedewasaannya .Guru bukanlah malaikat atau dewa yang sempurna melainkan juga manusia biasa yang mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Dengan kesabaran sebagai seorang guru saya mulai memperhatikan France . Saya selalu mengatakan  bahwa sepuluh tahun ke depan , engkau akan menjadi orang yang berhasil . Sekarang waktunya saya menanam dan saya akan melihat tuaiannya di kemudian hari . Pendidikan adalah proses seseorang menuju kedewasaan . Kata Romo Mangunwijaya pendidikan adalah memanusiakan manusia. Perlu proses dan waktu .Bukan barang instan , setahun lalu jadi . Kadang kesabaran ada waktunya juga . Suatu hari saya marah kepada France karena main walkman pada waktu pelajaran saya . Saya banting walkman itu hingga pecah . Satu kelas diam semua , mereka tidak percaya kalau saya marah . Sebab saya dianggap sebagai guru pendiam , penyabar dan jarang marah . Ada guru yang mengatakan kalau saya marah berarti murid sudah keterlaluan . Dan memang saat itu saya anggap France sudah keterlaluan ketika saya sedang serius mengajar , dia main-main walkman . Siapa yang tidak marah , tentu semua orang akan melakukan hal seperti yang saya lakukan . Setelah kejadian itu , sedikit demi sedikit France mulai menyadari kenakalannya. Dia mulai ikut melayani di kebaktian menjadi song leader , menjadi komandan upacara dan kegiatan positif lainnya. Sering juga membawa empek-empek buatan mamanya untuk guru-guru . Memang orang tua France mempunyai rumah makan. Salah satu hidangannya adalah empek-empek .   Saat itu ujian sudah dekat . Ada ketakutan dalam diri saya ,kalau France tidak lulus ujian . Untuk itu saya mulai  mengingatkan dan mendoakan agar France belajar lebih serius. Puji Tuhan , France  akhirnya lulus.
Sepuluh tahun kemudian ketika saya sedang menunggu  Kopaja jurusan Kebon Jeruk. Saya dikagetkan suara sepeda motor dari belakang tubuh saya. Ketika saya lihat ke arahnya . “Masih ingat saya . Pak  “ kata orang itu sambil tangannya menyalami saya.
“Ya …saya ingat . Kamu France khan…” kata saya sambil menerima jabatan tangannya. France telah berubah . Dengan berpakaian kemeja putih panjang dan celana hitam . Hati saya mengatakan kerja kantoran nih anak .Ternyata benar France sekarang menjadi karyawan di sebuah perusahaan . Sudah beristri dan mempunyai anak satu. Saya teringat ketika suatu kali saya mengatakan  bahwa  France akan menjadi orang yang berhasil . Dan ternyata hal itu menjadi kenyataan . Ucapan seorang guru seperti berkat dan kutukan . Dua hal yang berbeda tetapi beda tipis . Seperti dua sisi uang koin yang menyatu menjadi satu . Janganlah kamu menjadi guru karena pertanggungjawabannya besar . Ucapan menjadi saluran berkat dan sekaligus kutukan .   Berhati-hatilah dengan ucapan kita  kepada murid  . Menjadi berkat ketika ucapan kita memberikan motivasi , semangat dan ajaran kepada murid . Tetapi menjadi kutukan ketika ucapan kita menyakitkan , menghina dan meremehkan murid . Saya merenung diri  dan bertanya dalam hati apakah perkataan saya menjadi berkat atau kutukan bagi murid ? .(abc)

France sedang bersaksi dalam kebaktian Paskah







































Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Organisasi Bayangan versi Nadiem

                   Nadiem dengan belajar merdeka "Pendikan adalah paspor untuk masa depan karena hari esok adalah milik mereka yang mem...