“..dari mulut yang satu keluar berkat dan
kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi “(Yakobus 3 :
10 )
Menjadi
berkat atau kutukan bagi murid…
Siapa tidak kenal
dengan France . Murid satu ini terkenal badungnya . Sejak SMPK IPEKA Tomang dikenal sebagai murid yang susah diatur . Setiap kenaikan
kelas selalu tidak naik kelas . SMP yang seharusnya bisa ditempuh tiga tahun
lalu lulus tetapi bagi France menjadi enam tahun baru lulus. Tidak mengherankan
ketika melanjutkan SMA K IPEKA Puri umurnya sudah
kedalaurwarsa . Ternyata di SMA perilakunya tidak berubah malahan semakin
menjadi-jadi . Mulai dari nyontek ,
ngomong terus di kelas atau tidur di dalam kelas saat pelajaran terakhir.
Bahkan kenakalannya sudah keterlaluan yaitu ketika ban motor seorang guru
dikempesin . Akhirnya hukuman dijatuhkan dengan skorsing berdiri di ruang Maha
Suci Kepala Sekolah . Ruang Maha Suci merupakan ruang yang dikhususkan bagi
siswa yang telah melanggar hukuman berat . Di ruang maha suci tersebut akan betemu
dengan Kepala Sekolah setiap hari . Kepala sekolah kami memang terkenal tegas dan galak , sehingga
banyak murid ketakutan kalau sudah mendengar Ruang Maha Suci tersebut .
Termasuk bagi France , setiap hari akan mendengarkan renungan pagi yang
dibawakan oleh kepala sekolah setelah itu dia akan berdiri dengan mata menatap
gambar foto presiden dan wakil presiden serta burung garuda sampai siang hari
.Namun hukuman itu tidak membuat kapok bagi France.
Sudah berapa guru
marah , menjatuhkan hukuman dan mengingatkan . Tetapi seperti masuk telingga
kanan dan keluar telingga kiri bagi
France . TIdak ada pengaruh apapun . Saat kelas III IPS 3 saya mendapat tugas menjadi wali kelasnya.
Saya sudah tahu tentang perilaku France sehingga saya mulai mengadakan
pendekatan . Orang tua saya panggil tetapi jawabannya di serahkan kepada
gurunya karena sebagai orang tua sudah tidak bisa untuk mengatur anaknya .
Kalau seperti ini jawabannya menjadi beban juga bagi saya . Karena
tanggungjawabnya semakin besar . Sayapun mulai sadar bahwa ketika anaknya sudah
diserahkan kepada sekolah maka baik – buruknya anak diserahkan kepada guru .
Padahal keluarga adalah pendidik pertama dan utama bagi anaknya. Sekolah hanya
membantu untuk membina anaknya . Peran guru hanyalah membantu anak untuk
mencapai kedewasaannya .Guru bukanlah malaikat atau dewa yang sempurna
melainkan juga manusia biasa yang mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Dengan kesabaran
sebagai seorang guru saya mulai memperhatikan France . Saya selalu
mengatakan bahwa sepuluh tahun ke depan
, engkau akan menjadi orang yang berhasil . Sekarang waktunya saya menanam dan
saya akan melihat tuaiannya di kemudian hari . Pendidikan adalah proses
seseorang menuju kedewasaan . Kata Romo Mangunwijaya pendidikan
adalah memanusiakan manusia. Perlu proses dan waktu .Bukan barang instan ,
setahun lalu jadi . Kadang kesabaran ada waktunya juga . Suatu hari saya marah
kepada France karena main walkman pada waktu pelajaran saya . Saya banting
walkman itu hingga pecah . Satu kelas diam semua , mereka tidak percaya kalau
saya marah . Sebab saya dianggap sebagai guru pendiam , penyabar dan jarang
marah . Ada guru yang mengatakan kalau saya marah berarti murid sudah
keterlaluan . Dan memang saat itu saya anggap France sudah keterlaluan ketika
saya sedang serius mengajar , dia main-main walkman . Siapa yang tidak marah ,
tentu semua orang akan melakukan hal seperti yang saya lakukan . Setelah
kejadian itu , sedikit demi sedikit France mulai menyadari kenakalannya. Dia
mulai ikut melayani di kebaktian menjadi song leader , menjadi komandan upacara
dan kegiatan positif lainnya. Sering juga membawa empek-empek buatan mamanya
untuk guru-guru . Memang orang tua France mempunyai rumah makan. Salah satu
hidangannya adalah empek-empek . Saat
itu ujian sudah dekat . Ada ketakutan dalam diri saya ,kalau France tidak lulus
ujian . Untuk itu saya mulai
mengingatkan dan mendoakan agar France belajar lebih serius. Puji Tuhan
, France akhirnya lulus.
Sepuluh tahun
kemudian ketika saya sedang menunggu
Kopaja jurusan Kebon Jeruk. Saya dikagetkan suara sepeda motor dari
belakang tubuh saya. Ketika saya lihat ke arahnya . “Masih ingat saya .
Pak “ kata orang itu sambil tangannya
menyalami saya.
“Ya …saya ingat .
Kamu France khan…” kata saya sambil menerima jabatan tangannya. France telah
berubah . Dengan berpakaian kemeja putih panjang dan celana hitam . Hati
saya mengatakan kerja kantoran nih anak .Ternyata benar France sekarang menjadi
karyawan di sebuah perusahaan . Sudah beristri dan mempunyai anak satu. Saya
teringat ketika suatu kali saya mengatakan
bahwa France akan menjadi orang
yang berhasil . Dan ternyata hal itu menjadi kenyataan . Ucapan seorang guru
seperti berkat dan kutukan . Dua hal yang berbeda
tetapi beda tipis . Seperti dua sisi uang koin yang menyatu menjadi satu .
Janganlah kamu menjadi guru karena pertanggungjawabannya besar . Ucapan menjadi
saluran berkat dan sekaligus kutukan . Berhati-hatilah dengan ucapan kita kepada murid
. Menjadi berkat ketika ucapan kita memberikan motivasi , semangat dan
ajaran kepada murid . Tetapi
menjadi kutukan ketika ucapan kita menyakitkan , menghina dan meremehkan murid
. Saya merenung diri dan bertanya dalam
hati apakah perkataan saya menjadi berkat atau kutukan bagi murid ? .(abc)
France sedang bersaksi dalam kebaktian Paskah
France sedang bersaksi dalam kebaktian Paskah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar