Cari Blog Ini

Selasa, 02 Juni 2020

Belajar dari kegagalan


Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, 
(2 Korintus 10:3 )

Belajar dari kegagalan…
Lagu Kangen yang dinyanyikan oleh Ari Lasso penyanyi DEWA 19 menjadi lagu populer saat itu . Tidak berlebihan kalau siswa SMA K IPEKA Puri   mengandrungi lagu tersebut . Termasuk yang dinyanyikan oleh Ari siswa kelas 1 menyanyikan dengan suara melengking hampir sama dengan suara Ari Lasso yang kebetulan namanya sama dengan penyanyinya.  Tidak mengherankan kalau band itu menjadi sanjungan di SMA . Salah satu pemain band adalah Silas , dia memainkan bas . Dalam pelajaran termasuk siswa yang lemah namun dalam hal seni dia menonjol . Tidak hanya mahir main bas , dia juga mempunyai talenta main drama , melawak dan mc . Ada rasa kasihan kalau saya sebagai guru melihat ulangan harian Silas  nilainya do – re – mi – fa – sol  . Lebih menyedihkan kalau ulangan essay tidak pernah ada jawaban , kalau ada hanya kalimat yang tidak jelas penalarannya . Bahkan sulit untuk membedakan mana bentuk frase maupun bentuk kalimat. Semuanya sama seperti kumpulan kata-kata yang tidak jelas artinya .  Karena tidak memenuhi persyaratan naik kelas akhirnya dia tinggal kelas . Ada perasaan malu karena dia sekarang bersamaan dengan adiknya . Walaupun adiknya di jurusan IPA sedangkan dia di jurusan IPS. Kegagalan menjadi pemincu untuk belajar lebih baik . Saat kelas tiga terlihat serius dalam belajar terutama pelajaran IPA , matematika dan bahasa Inggris . Hal ini dilakukan  karena setelah lulus akan melanjutkan kuliah di Amerika. Tidak mengherankan kalau diapun les tiap hari dengan tekun dan serius. Akhirnya Silas lulus dengan nilai yang cukup baik dan terbang ke Amerika untuk melanjutkan kuliah . Aneh juga ternyata di Amerika mengambil jurusan teknik yang 180 derajat beda ketika sekolah di Indonesia yang jurusan IPS .
Empat belas tahun kemudian , Silas datang ke sekolah kami . Sekarang Silas sudah berubah menjadi seorang bisnisman yang berhasil.  Sekarang dia mempunyai store HP dan sudah berkeluarga . Sering dia mengirimkan foto anaknya di FB dan menceritakan tentang kehidupan di Amerika . Anaknya sekarang sedang senang-senangnya bermain kareta. Tidak mengherankan menjadi juara . Sungguh membahagiakan mempunyai anak yang berprestasi. Itu kata-kata yang tertulis dalam FB . Terakhir dia sekarang aktif di komunitas diaspora untuk wilayah Wansingthon D.C . Saya sebagai guru tentu bahagia melihat kehidupan murid kami . Belajar dari kegagalan Silas selama di sekolah memberikan motivasi bagi dirinya untuk berubah . Kegagalan bukan sesuatu yang harus ditakuti melainkan menjadi pengalaman untuk berbuat lebih baik . Kegagalan adalah kesuksesan yang tertinggal . Kegagalan tidak perlu disesali tetapi merupakan cara untuk memperbaiki  diri . Belajar dari kegagalan seperti Thomas Alfa Edison seorang ilmuwan telah melakukan 1000 kali percobaan dan ke 1000 percobaan baru ditemukan pijar listrik. Sebagai seorang  guru , saya belajar tentang kegagalan Silas sebagai  motivasi untuk mencapai tujuan .  Marilah belajar dari kegagalan….(abc)

Foto Silas presentasi bussiness di depan     
Pak Dubes ,Pak Mahendra Siregar(sekarang
Wakil Menteri Luar Negeri RI )di Wisma
KJRI SF                                                         Foto Silas dengan keluarga
   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Organisasi Bayangan versi Nadiem

                   Nadiem dengan belajar merdeka "Pendikan adalah paspor untuk masa depan karena hari esok adalah milik mereka yang mem...