Cari Blog Ini

Selasa, 05 Mei 2020

Sekolah dan kepala sekolahku 1

Pak John Santoso , saya kenal ketika pertama kali wawancara dengan saya ada pertanyaan yang tidak saya lupakan saat bertanya tentang mata pelajaran yang  saya ampu dikaitkan dengan iman Kristen.Langsung saya ingat Injil Matius 22 ayat 21 tentang pertanyaan orang Farisi kepada Yesus mengenai kepatuhan terhadap Kaisar dan kepatuhan terhadap Tuhan .Apa yang dapat kau berikan kepada Kaisar berikan dan apa yang dapat kau berikan kepada Tuhan berikan .Kita adalah warga negara didunia dan warga negara kerajaan Allah . Jadi kita mempunyai kewajiban sebagai warga untuk tunduk terhadap pemerintahan dunia seperti membayar pajak, tunduk kepada hukum dan patuh terhadap perintahnya . Tetapi disamping itu kita juga taat terhadap kerajaan Allah yaitu mentaati dan melakukan firman Tuhan .Ada keseimbangan antara perbuatan di bumi dan di surga.Saya sebagai guru mempunyai tanggungjawab untuk mendidik siswa menjadi warga negara yang baik mengerti tentang hak dan kewajiban .Ini mungkin jawaban  yang menyebabkan saya bisa langsung diterima menjadi guru.Pak John sebagai kepala sekolah mempunyai visi dan misi yang jelas , hal ini bisa dilihat dari program sekolah .Walaupun sekolah masih baru , kami dipercaya untuk mengisi perayaan ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan ke - 50 di Monas  .Menjadi  guru yang berkompeten dan profesional itu hal yang sering diucapkan oleh pak John .Secara  akademik  mulai dilakukan dengan menerapkan kurikulum dari Jerman.Hal ini terlihat dari pelajaran IPA , kurikulum disesuaikan dengan kurikulum Jerman , bahkan kemudian ada pelajaran Bahasa  Jerman diberikan kepada siswa. Sistem penilaian dilakukan secara komputerisasi yaitu kalau salah jawaban dikurangi satu .Memang penilaian ini seperti merugikan siswa karena nilai bisa minus tetapi ada nilai yang bisa diaplikasikan dalam lehidupan yaitu ketelitian , kehati-hatian dan kesabaran .Kalau nilai ini dilatih dan menjadi kebiasaan maka seorang siswa lebih disiplin dan tidak semau gue dalam bertindak.Sangat berhati-hati itu yang dilakukan oleh Pak John, hampir satu tahun sekolah kami tidak ada Pramuka , kegiatan ke luar seperti karyawisata , live in , kegiatan yang ada hanya retret , bahkan retret ada tiga kali yaitu awal kelas satu, kelas tiga dan retret OSIS .Kecuali yayasan tidak setuju dengan kegiatan yang diajukan oleh guru , yayasan masih proteksi sekali terhadap siswa .Sakit asma telah lama menyerang pak John sehingga ketika  asma datang ke tubuhnya hampir tiga bulan tidak masuk sekolah .Kebiasaan pak John berjalan dipinggir kelas sambil melihat guru mengajar atau bertanya dengan siswa kalau jam pelajaran istirahat . Setiap pagi dan menjelang sore selalu di kantor untuk melihat kedatangan dan kepulangan kami.Dengan logat Jawa timuran selalu bertanya tentang keadaan saya , kapan menikah atau bagaimana di tempat kost ? Saya yang masih bujangan malu-malu juga ditanya tentang jodoh .Ramah dan penuh perhatian itu kesan saya terhadap pak John .Satu tahun pak John jadi kepala sekolah , terlalu singkat waktu dan terakhir saya bertemu di Lippo Karawaci .Pak John pulang ke Surabaya karena kondisi kesehatannya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Organisasi Bayangan versi Nadiem

                   Nadiem dengan belajar merdeka "Pendikan adalah paspor untuk masa depan karena hari esok adalah milik mereka yang mem...