| Bu Monik beserta guru-guru di SD IPEKA Tomang (foto.dok) |
“Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan”( Lukas 22 : 26 )
“Dulu pak Arif , Pak Rudi , Bu Mega ….adalah guru saya . Eee… sekarang jadi teman satu guru .” suara Monik ditengah – tengah kerumunan guru-guru saat ada seminar . Lima belas tahun yang lalu Monik memang murid kami . Tetapi sekarang telah menjadi Koordinator Lokasi Sekolah IPEKA Tomang II . Tentu Monik sekarang beda dengan Monik jaman dulu ketika masih di SMA K IPEKA Puri . Sekarang statusnya sudah lebih tinggi dari saya sebagai guru . Sayapun harus menghormati dia dengan menyebutnya Bu Monik .
Tidak terbayang
oleh saya kalau Monik terpanggil menjadi seorang guru . Melihat sepak terjang
Monik saat SMA , tidak berkelebihan
kalau Monik mempunyai karier menjadi Koordinator Lokasi . Ketika itu Monik menjadi sekretaris OSIS
namun dalam dirinya mempunyai talenta menulis . Saat itu ada rencana untuk
menerbitkan sebuah majalah sekolah . Dengan ketekunan dan keuletan Monik mulai
mencari data untuk majalah yang ingin diterbitkan . Mulailah dia wawancara ,
membuat artikel dan mendorong guru dan temannya untuk mengirim karyanya .
Terserah mau puisi , cerpen atau pantun akan diterimanya untuk mengisi rubrik
di majalahnya . Kerja keras membuahkan hasil , terbitlah majalah sekolah .
Setelah
menyelesaikan SMA , Monik melanjutkan ke perguruan tinggi swasta di Jakarta .
Setelah lulus lalu melamar pekerjaan menjadi guru SD . Pekerjaannya diterima
karena dia memang cinta dengan anak-anak . Setelah menjadi guru ternyata masih
setia belajar . Bukankah belajar seumur hidup . Itu prinsip bagi dia . Lalu dia
melanjutkan program S 2 sesuai dengan cita-citanya . Karier berlanjut dari Guru
menjadi Kepala Sekolah kemudian Koordinator Lokasi Sekolah IPEKA di Tomang I
dan sekarang menjadi menjadi Koordinator Lokasi Sekolah IPEKA Tomang 2 .Hanya
membutuhkan 19 tahun merintis karier dari guru menjadi menjadi Koordinator
Lokasi Sekolah .
Kadernisasi telah
terjadi , Monik yang dulu menjadi murid saya sekarang
telah menjadi seorang guru bahkan sekarang menjadi Koordinator Lokasi . Regenerasi sudah bertumbuh mengantikan
generasi pendahulunya. Tentu hal ini membanggakan bagi saya sebagai guru karena sang murid telah jauh melebihi gurunya
.
Sepuluh tahun yang
lalu , profesi guru menjadi profesi yang tidak menarik . Kalau tidak terpaksa
karena tidak ada pilihan lainnya , tidak akan menjadi seorang guru . Atau
mungkin hanya sebagai batu loncatan karena tidak diterima dipekerjaan lainnya .
Gurupun menjadi profesi nomer dua karena gaji kecil tidak mencukupi untuk
kebutuhan hidup . Atau guru hanya sebagai status
untuk menjadi guru les . Tidak dipungkiri penghasilan menjadi guru les sangat
mengiurkan di kota Jakarta . Teman saya
yang menjadi guru les pernah mengatakan gaji sebagai guru tidak ada artinya
kalau dibandingkan dengan guru les . Lebih besar penghasilannya dibandingkan sebagai guru . Tidak mengherankan kalau guru
hanya sebagai status profesi untuk menunjang kelancaran penghidupannya sebagai
guru les. Hal inipun dilakukan oleh teman saya . Karena profesi guru les
mengiurkan maka dia mengundurkan diri di sekolah sebagai guru dan memilih
mengontrak rumahnya untuk tempat bimbingan belajar bersama temannya . Tentu ini pilihan yang tepat bila dibandingkan profesi guru menjadi satu antara guru
sekolah sekaligus guru les. Sering terjadi kriminalitas pendidikan di sini .
Kebocoran soal menjadi berita panas saat ulangan umum berlangsung . Kerjasama
antar guru untuk mencari soal bukan lagi
menjadi rahasia umum. Bukankah
bimbingan belajar menjadi bisnis untuk mencari keuntungan sehingga apapun akan
dilakukan walaupun melanggar etika dan moral .
Namun sekarang pemerintah mulai memperhatikan kesejahteraan guru . Dua
puluh persen APBN untuk pendidikan yang diamanatkan UUD 1945 mulai
dijalankan . Tahun 2007 sertifikasi guru
mulai dilaksanakan , semua ini tentu untuk peningkatan pendidikan di Indonesia
.
Menjadi guru bukanlah hanya sebagai
profesi semata . Hal ini yang sering dilupakan
orang . Mengajar di depan kelas secara profesional dapat dilakukan oleh siapa saja . Seorang
profesor dapat dengan mudah menjelaskan rumus-rumus matematika dan fisika di
kelas . Pelatihan dan metode pengajaran dapat diseminarkan dalam seminggu .
Tetapi apa itu ada artinya ketika seorang anak di kelas terdiam karena ada
pergumulan di rumah . Ada seorang anak menjadi bahan bullying oleh
teman-temanya . Ada seorang anak tidak mau diam karena tidak ada kepedulian
oleh orang tuanya . Guru bukan hanya dilihat dengan standart UKG ( Ujian Kompetensi Guru )
untuk menentukan standart status kepegawaiannya . Namun dibalik semua itu guru adalah sebuah panggilan . Rencana Tuhan
untuk memanggil kita sebagai guru . Peran guru untuk membantu anak didiknya
menjadi manusia yang sesungguhnya . Guru selalu dekat dengan muridnya . Peduli
terhadap pergumulan muridnya . Menjadi teman ketika ada persoalan cinta dengan
pacarnya . Menjadi seorang ayah atau ibu ketika ada pergumulan batin . Menjadi
seorang hakim ketika ada kesalahan dan menghukumnya . Menjadi seorang guru
ketika mengajar dan mendidik . Guru beragam peran , seperti aktor memerankan
aktingnya untuk kesempurnaan muridnya .
Ketika kita sakit , kesusahan dan
meninggal itulah tanda bukti kita dikenal dan dikenang oleh
murid-muridnya . Ada peristiwa yang meluluhkan hati saya . Dua tahun yang lalu , adik saya yang seorang guru swasta di kota
kecil Jawa Tengah dipanggil Tuhan karena mendapat serangan jantung . Umurnya
baru 42 tahun dan sudah menikah . Sudah
12 tahun mengajar di sekolah itu . Sebagai guru di daerah tentu gajinya tidak
sebesar gaji di Jakarta , tunjangan sertifikasipun sering kali terlambat . Bagi
guru di daerah sertifikasi menjadi tumpuan penghasilan tambahan . Berita duka
mengagetkan semua orang termasuk diri saya yang ada di Jakarta. Demikian juga
di sekolah , hampir semua guru menangis dan ratusan muridnya berseragam putih
abu-abu mengantar ke pemakaman terakhirnya . Malam hari datang teman-teman
kecilnya dan alumni muridnya yang datang dari luar kota . Dikenal dan dikenang
adik saya . Begitu antusias dan merasa kehilangan dalam hati mereka . Saya
merenung diri dan berkata dalam hati apakah saya bisa seperti adik saya
dikenang dan dikenal oleh murid-muridnya . Selamat untuk Bu Monik menjadi KoorLok
Sekolah IPEKA Tomang 2 selamat melayani dan Tuhan memberkati pelayanan Ibu . ( abc )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar