Cari Blog Ini

Senin, 01 Juni 2020

Di sekolah ada kadernisasi

Bu Monik beserta guru-guru di SD IPEKA Tomang (foto.dok) 


“Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda  dan pemimpin sebagai pelayan”( Lukas 22 : 26 )

“Dulu pak Arif , Pak Rudi , Bu Mega ….adalah guru  saya . Eee… sekarang jadi teman satu guru .” suara Monik ditengah – tengah kerumunan guru-guru saat ada seminar . Lima belas tahun yang lalu Monik memang murid kami . Tetapi sekarang telah menjadi Koordinator Lokasi Sekolah  IPEKA Tomang  II . Tentu Monik sekarang beda dengan Monik jaman dulu ketika masih di  SMA K   IPEKA Puri . Sekarang statusnya sudah lebih tinggi dari   saya sebagai guru . Sayapun harus menghormati dia dengan menyebutnya Bu Monik .

Tidak terbayang oleh saya kalau Monik terpanggil menjadi seorang guru . Melihat sepak terjang Monik saat  SMA , tidak berkelebihan kalau Monik mempunyai karier menjadi Koordinator Lokasi  . Ketika itu Monik menjadi sekretaris OSIS namun dalam dirinya mempunyai talenta menulis . Saat itu ada rencana untuk menerbitkan sebuah majalah sekolah . Dengan ketekunan dan keuletan Monik mulai mencari data untuk majalah yang ingin diterbitkan . Mulailah dia wawancara , membuat artikel dan mendorong guru dan temannya untuk mengirim karyanya . Terserah mau puisi , cerpen atau pantun akan diterimanya untuk mengisi rubrik di majalahnya . Kerja keras membuahkan hasil , terbitlah majalah sekolah .

Setelah menyelesaikan SMA , Monik melanjutkan ke perguruan tinggi swasta di Jakarta . Setelah lulus lalu melamar pekerjaan menjadi guru SD . Pekerjaannya diterima karena dia memang cinta dengan anak-anak . Setelah menjadi guru ternyata masih setia belajar . Bukankah belajar seumur hidup . Itu prinsip bagi dia . Lalu dia melanjutkan program S 2 sesuai dengan cita-citanya . Karier berlanjut dari Guru menjadi Kepala Sekolah kemudian Koordinator Lokasi Sekolah IPEKA di Tomang I dan sekarang menjadi menjadi Koordinator Lokasi Sekolah IPEKA Tomang 2 .Hanya membutuhkan 19 tahun merintis karier dari guru menjadi menjadi Koordinator Lokasi Sekolah .

Kadernisasi telah terjadi ,  Monik yang dulu menjadi murid saya sekarang telah menjadi seorang guru bahkan sekarang menjadi Koordinator Lokasi  . Regenerasi sudah bertumbuh mengantikan generasi pendahulunya. Tentu hal ini membanggakan bagi saya sebagai guru  karena sang murid telah jauh melebihi gurunya .

Sepuluh tahun yang lalu , profesi guru menjadi profesi yang tidak menarik . Kalau tidak terpaksa karena tidak ada pilihan lainnya , tidak akan menjadi seorang guru . Atau mungkin hanya sebagai batu loncatan karena tidak diterima dipekerjaan lainnya . Gurupun menjadi profesi nomer dua karena gaji kecil tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup . Atau guru hanya sebagai status untuk menjadi guru les . Tidak dipungkiri penghasilan menjadi guru les sangat mengiurkan di kota Jakarta .  Teman saya yang menjadi guru les pernah mengatakan gaji sebagai guru tidak ada artinya kalau dibandingkan dengan guru les . Lebih besar penghasilannya dibandingkan   sebagai guru . Tidak mengherankan kalau guru hanya sebagai status profesi untuk menunjang kelancaran penghidupannya sebagai guru les. Hal inipun dilakukan oleh teman saya . Karena profesi guru les mengiurkan maka dia mengundurkan diri di sekolah sebagai guru dan memilih mengontrak rumahnya untuk tempat bimbingan belajar bersama temannya . Tentu ini pilihan yang tepat bila dibandingkan profesi guru menjadi satu antara guru sekolah sekaligus guru les. Sering terjadi kriminalitas pendidikan di sini . Kebocoran soal menjadi berita panas saat ulangan umum berlangsung . Kerjasama antar guru untuk mencari soal bukan lagi  menjadi rahasia  umum. Bukankah bimbingan belajar menjadi bisnis untuk mencari keuntungan sehingga apapun akan dilakukan walaupun melanggar etika dan moral .  Namun sekarang pemerintah mulai memperhatikan kesejahteraan guru . Dua puluh persen APBN untuk pendidikan yang diamanatkan UUD 1945 mulai dijalankan  . Tahun 2007 sertifikasi guru mulai dilaksanakan , semua ini tentu untuk peningkatan pendidikan di Indonesia .  

Menjadi  guru bukanlah hanya sebagai profesi semata . Hal ini yang sering dilupakan  orang . Mengajar di depan kelas secara profesional  dapat dilakukan oleh siapa saja . Seorang profesor dapat dengan mudah menjelaskan rumus-rumus matematika dan fisika di kelas . Pelatihan dan metode pengajaran dapat diseminarkan dalam seminggu . Tetapi apa itu ada artinya ketika seorang anak di kelas terdiam karena ada pergumulan di rumah . Ada seorang anak menjadi bahan bullying oleh teman-temanya . Ada seorang anak tidak mau diam karena tidak ada kepedulian oleh orang tuanya . Guru bukan hanya dilihat  dengan standart UKG ( Ujian Kompetensi Guru ) untuk menentukan standart status kepegawaiannya . Namun dibalik  semua itu  guru adalah sebuah panggilan . Rencana Tuhan untuk memanggil kita sebagai guru . Peran guru untuk membantu anak didiknya menjadi manusia yang sesungguhnya . Guru selalu dekat dengan muridnya . Peduli terhadap pergumulan muridnya . Menjadi teman ketika ada persoalan cinta dengan pacarnya . Menjadi seorang ayah atau ibu ketika ada pergumulan batin . Menjadi seorang hakim ketika ada kesalahan dan menghukumnya . Menjadi seorang guru ketika mengajar dan mendidik . Guru beragam peran , seperti aktor memerankan aktingnya untuk kesempurnaan muridnya .

Ketika kita sakit , kesusahan dan  meninggal itulah tanda bukti kita dikenal dan dikenang oleh murid-muridnya . Ada peristiwa yang meluluhkan hati saya . Dua tahun yang lalu  , adik saya yang seorang guru swasta di kota kecil Jawa Tengah dipanggil Tuhan karena mendapat serangan jantung . Umurnya baru 42 tahun  dan sudah menikah . Sudah 12 tahun mengajar di sekolah itu . Sebagai guru di daerah tentu gajinya tidak sebesar gaji di Jakarta , tunjangan sertifikasipun sering kali terlambat . Bagi guru di daerah sertifikasi menjadi tumpuan penghasilan tambahan . Berita duka mengagetkan semua orang termasuk diri saya yang ada di Jakarta. Demikian juga di sekolah , hampir semua guru menangis dan ratusan muridnya berseragam putih abu-abu mengantar ke pemakaman terakhirnya . Malam hari datang teman-teman kecilnya dan alumni muridnya yang datang dari luar kota . Dikenal dan dikenang adik saya . Begitu antusias dan merasa kehilangan dalam hati mereka . Saya merenung diri dan berkata dalam hati apakah saya bisa seperti adik saya dikenang dan dikenal oleh murid-muridnya . Selamat untuk Bu Monik menjadi KoorLok Sekolah IPEKA Tomang 2 selamat melayani dan Tuhan memberkati pelayanan Ibu . ( abc )

  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Organisasi Bayangan versi Nadiem

                   Nadiem dengan belajar merdeka "Pendikan adalah paspor untuk masa depan karena hari esok adalah milik mereka yang mem...