Cari Blog Ini

Rabu, 03 Juni 2020

Biarlah talenta bersemi....


Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.  Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.  Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara  kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.  (Matius 25 : 19 – 21)

Biarlah talenta  bersemi….

Grace nama anak itu . Anaknya tidak pernah diam .Selalu aktif dimanapun berada. Sejak SMPK IPEKA Tomang  sudah memiliki talenta dan bakat dalam bidang seni . Tidak mengherankan kalau istirahat disuruh ngamen di ruang guru. Suaranya merdu dengan petikan gitarnya membuat riuh tepuk tangan seisi ruang guru . Ketika melanjutkan di SMA K IPEKA Tomang , bakat Grace semakin terasah .Suatu ketika sekolah kami  akan mementaskan pertunjukan teater di TIM Jakarta. Pementasan ini dalam rangka apresiasi seni bagi siswa . Untuk mempersiapkan pementasan diadakan audisi bagi para pemain . Namun masih ada kekurangan pemain , ketika sutradara mencari peran tersebut belum ditemukan . Sampai akhirnya saya memberanikan diri  agar Grace ikut audisi tersebut. Ternyata Grace ragu akan kemampuannya tetapi saya memberi semangat dan motivasi untuk ikut audisi . Ternyata audisi di terima dan Grace menjadi peran utama dalam pementasan tersebut. Pementasan sukses dan mendapat aprisiasi dari berbagai pihak .
Dua tahun sekali sekolah kami  mengadakan pementasan pertunjukan di Taman Ismail Marzuki Jakarta. Pementasan ini berawal ketika bu Mega guru bahasa Indonesia menginginkan adanya program yang mengkaitkan pelajaran bahasa Indonesia dengan aprisiasi seni melalui pertunjukan . Sebagai awal perencanaan maka bu Mega dan saya mencari kelompok teater di Institut Kesenian Jakarta , ternyata kami tidak menemukan . Baru kami menemukan setelah bergerilya di Bulungan Jakarta Selatan  dan bertemu dengan saudara Manahan sebagai sutradara dan pimpinan teater SIM . Bukan suatu kebetulan ketika kami membicarakan tentang kerjasama itu , ternyata Sdr.Manahan menyetujui dan mendukungnya. Acara apresiasi seni berlangsung mulai dari seni pantomin , pembacaan puisi , monolog dan pementasan taeter oleh teater SIM . Pementasan ini baru pertama digelar , kamipun hanya sebagai penonton untuk mengapresiasi seni tersebut . Tidak berlebihan kalau kami berdecak kagum menikmati pertunjukan teater SIM . Karena teater SIM menjuarai teater terbaik se-DKI dan Sdr. Manahan bertindak sebagai sutradara terbaik penilaian Dewan Kesenian Jakarta . Kerjasamapun berlanjut Sdr. Manahan menjadi pelatih teater di sekolah kami .
Perjalananpun  berlanjut , dua tahun sekali sekolah kami  mengadakan pementasan di TIM . Ada pergeseran peran dalam pementasan tersebut . Kalau dulu siswa sebagai penonton , sekarang siswa terlibat menjadi pemain .Membutuhkan waktu cukup lama untuk melatih siswa , apalagi seni teater merupakan hal yang baru bagi sekolah kami . Kesabaran dan keuletan Sdr.Manahan sebagai pelatih dan kerja keras para siswa membuahkan hasil setiap pementasan. Hal inipun terlihat dalam diri Grace , selain menjadi pemain utama terlibat juga sebagai koordinator para pemain .Ternyata talenta Grace semakin mengurita , tidak hanya dalam bidang teater melainkan juga terlibat dalam penyiaran radio . Menjadi juara pertama dalam penyiaran radio swasta yang diselenggarakan oleh radio swasta di Jakarta . Demikian juga dengan musik yang menjadi dasar bagi Grace , beserta teman-temannya membentuk band dan berhasil menjadi juara kedua tingkat nasional yang diselenggarakan oleh perusahan mie di Indonesia .
Pementasan teater ternyata tidak hanya berlangsung untuk kalangan sendiri melainkan untuk kalangan umum . Maka mulailah kaki melangkah ikut festival  teater pelajar se-DKI  Jakarta .  Lahirlah TETO ( Teater Tomang ) sebagai bentuk kemandirian menuju kedewasaan . Mengikuti Festival teater pelajar pertama tidak menghasilkan apa-apa . Tetapi ada keberanian untuk tampil di muka publik . Festival  ini diselenggarakan di Bulungan Jakarta Selatan .  Tempat ini sebagai wahana seniman Jakarta untuk mengekspresikan diri .
Tahun 2011 , TETO mulai unjuk gigi . Semua kategori penilaian juri disabet bersih sehingga menjadikan TETO mendapat predikat teater pelajar terbaik se-DKI Jakarta . Perjalanan empat tahun , sejak 2007 ternyata tidaklah sia-sia . Selama itulah TETO menjadi trade mark sekolah kami  . Ketika orang luar mengatakan TETO maka yang ada dibenak mereka adalah sekolah kami   . Promosi dan open house sekolah kami  sebenarnya sudah tertular melalui TETO ini . Di kalangan pelajar se-DKI Jakarta , nama TETO sudah cukup punya nama . Sebuah sekolah punya nama dan nilai jual , kalau sekolah itu mempunyai karekter dan ciri tersendiri . Karakter dan ciri inilah yang membedakan dengan sekolah lain , sehingga orang akan tertarik dan memilih sebuah sekolah. Saya jadi teringat , anak Oom saya . Ketika saya tanya mengapa sekolah di  SMA Tarakanita ? Jawabnya karena ingin menjadi pemain drum band . Memang SMA Tarakanita terkenal dengan drum band di wilayah Jakarta . Prestasi telah diperolehnya baik tingkat nasional maupun internasional . Anak Oom saya akhirnya sekolah di SMA Tarakanita dan ikut drum band disekolahnya . Menjadi anggota drum band tidaklah gampang karena nilai akademik harus baik dan harus disiplin  berlatih .  Bukankah drum band hanya sebagai alat untuk menarik murid setelah itu ada pembinaan terhadap murid tersebut .  Sebenarnya bukan menjadi pemian band tujuannya melainkan dibalik itu . Ada nilai-nilai yang ingin dikembangkan yaitu disiplin , kerja keras , kerjasama dan keuletan . Sayapun bermimpi andaikata TETO dikembangkan menjadi karakter dan ciri sekolah kita , mudah-mudahan banyak anak yang tertarik . Biarkan anak-anak masuk sekolah kami  hanya karena ingin bermain teater menjadi anggota  TETO ! Setelah masuk sekolah baru kita bina sehingga siswa itu tidak hanya terlena melalui TETO tetapi lebih dari itu menjadi siswa yang mandiri.
Suatu kebanggaan TETO menjadi teater terbaik karena mendapat kesempatan untuk pentas di Graha Bhakti Budaya TIM Jakarta . Pementasan ini merupakan pementasan ulang Pemenang Festival  Teater SLTA SE-JABODETABEK Tahun 2011. Pementasan selama dua kali ini disambut tepuk meriah oleh para penonton yang hampir memenuhi kursi  pertunjukan  tersebut. Selama hampir satu setengah jam para penonton disuguhi penampilan para pemain dengan segala karakter secara mempesona. Grace sebagai sutradara sekaligus penulis naskah telah mampu menciptakan karya dan membimbing adik-adiknya untuk menampilkan pertunjukan terbaiknya.  Talenta Grace menjulang tinggi ke atas , setelah lulus dari SMA  K IPEKA Tomang melanjutkan ke sekolah musik. Pernah dipilih ke Jepang karena menjuarai permainan gitar  dan sekarang sedang mengeluti menjadi  komposer . Suatu ketika saya pernah melihat Grace bersama teman-temannya sedang menyanyikan lagu di acara KICK ANDY di Metro TV . Saya sebagai guru diingatkan melalui perjalanan Grace . Talenta bagiakan benih yang masih kecil , perlu dipupuk , diberi air dan dirawat . Lalu tumbuh menjadi tunas , berakar  berkembang menjadi tumbuhan , berbunga lalu berbuah .  Guru hanya memberi  setetes air    , sejengkal pupuk , merawat dan akhirnya biarlah talenta bersemi , berbunga dan berbuah ..(abc)

Foto Grace dalam berbagai penampilan...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Organisasi Bayangan versi Nadiem

                   Nadiem dengan belajar merdeka "Pendikan adalah paspor untuk masa depan karena hari esok adalah milik mereka yang mem...