Lama sesudah itu pulanglah tuan
hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba
yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta,
katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh
laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali
perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam
perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung
jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. (Matius 25 : 19 – 21)
Biarlah
talenta bersemi….
Grace nama anak
itu . Anaknya tidak pernah diam .Selalu aktif dimanapun berada. Sejak SMPK IPEKA Tomang sudah memiliki talenta dan bakat dalam bidang
seni . Tidak mengherankan kalau istirahat disuruh ngamen di ruang guru.
Suaranya merdu dengan petikan gitarnya membuat riuh tepuk tangan seisi ruang
guru . Ketika melanjutkan di SMA K IPEKA Tomang , bakat Grace
semakin terasah .Suatu ketika sekolah kami
akan mementaskan pertunjukan teater di TIM Jakarta. Pementasan ini dalam
rangka apresiasi seni bagi siswa . Untuk mempersiapkan pementasan diadakan
audisi bagi para pemain . Namun masih ada kekurangan pemain , ketika sutradara
mencari peran tersebut belum ditemukan . Sampai akhirnya saya memberanikan
diri agar Grace ikut audisi tersebut.
Ternyata Grace ragu akan kemampuannya tetapi saya memberi semangat dan motivasi
untuk ikut audisi . Ternyata audisi di terima dan Grace menjadi peran utama
dalam pementasan tersebut. Pementasan sukses dan mendapat aprisiasi dari
berbagai pihak .
Dua tahun sekali
sekolah kami mengadakan pementasan
pertunjukan di Taman Ismail Marzuki
Jakarta. Pementasan ini berawal ketika bu Mega guru bahasa Indonesia
menginginkan adanya program yang mengkaitkan pelajaran bahasa Indonesia dengan
aprisiasi seni melalui pertunjukan . Sebagai awal perencanaan maka bu Mega dan
saya mencari kelompok teater di Institut Kesenian Jakarta
, ternyata kami tidak menemukan . Baru kami
menemukan setelah bergerilya di Bulungan Jakarta
Selatan dan bertemu dengan saudara Manahan sebagai
sutradara dan pimpinan teater SIM . Bukan suatu kebetulan ketika kami
membicarakan tentang kerjasama itu , ternyata Sdr.Manahan menyetujui dan
mendukungnya. Acara apresiasi seni berlangsung mulai dari seni pantomin ,
pembacaan puisi , monolog dan pementasan taeter oleh teater SIM . Pementasan
ini baru pertama digelar , kamipun hanya sebagai penonton untuk mengapresiasi
seni tersebut . Tidak berlebihan kalau kami berdecak kagum menikmati
pertunjukan teater SIM . Karena teater SIM menjuarai teater terbaik se-DKI dan
Sdr. Manahan bertindak sebagai sutradara terbaik penilaian Dewan Kesenian
Jakarta . Kerjasamapun berlanjut Sdr. Manahan menjadi pelatih teater di sekolah
kami .
Perjalananpun berlanjut , dua tahun sekali sekolah kami mengadakan pementasan di TIM . Ada pergeseran
peran dalam pementasan tersebut . Kalau dulu siswa sebagai penonton , sekarang
siswa terlibat menjadi pemain .Membutuhkan waktu cukup lama untuk melatih siswa
, apalagi seni teater merupakan hal yang baru bagi sekolah kami . Kesabaran dan
keuletan Sdr.Manahan sebagai pelatih dan kerja keras para siswa membuahkan
hasil setiap pementasan. Hal inipun terlihat dalam diri Grace , selain menjadi
pemain utama terlibat juga sebagai koordinator para pemain .Ternyata talenta
Grace semakin mengurita , tidak hanya dalam bidang teater melainkan juga
terlibat dalam penyiaran radio . Menjadi juara pertama dalam penyiaran radio
swasta yang diselenggarakan oleh radio swasta di Jakarta . Demikian juga dengan
musik yang menjadi dasar bagi Grace , beserta teman-temannya membentuk band dan
berhasil menjadi juara kedua tingkat nasional yang diselenggarakan oleh
perusahan mie di Indonesia .
Pementasan teater
ternyata tidak hanya berlangsung untuk kalangan sendiri melainkan untuk
kalangan umum . Maka mulailah kaki melangkah ikut festival teater pelajar se-DKI Jakarta .
Lahirlah TETO ( Teater Tomang ) sebagai bentuk kemandirian menuju
kedewasaan . Mengikuti Festival teater pelajar pertama tidak menghasilkan
apa-apa . Tetapi ada keberanian untuk tampil di muka publik . Festival ini diselenggarakan di Bulungan Jakarta
Selatan . Tempat ini sebagai wahana seniman Jakarta
untuk mengekspresikan diri .
Tahun 2011 , TETO
mulai unjuk gigi . Semua kategori penilaian juri disabet bersih sehingga
menjadikan TETO mendapat predikat teater pelajar terbaik se-DKI Jakarta .
Perjalanan empat tahun , sejak 2007 ternyata tidaklah sia-sia . Selama itulah
TETO menjadi trade mark sekolah kami .
Ketika orang luar mengatakan TETO maka yang ada dibenak mereka adalah sekolah
kami . Promosi dan open house sekolah
kami sebenarnya sudah tertular melalui
TETO ini . Di kalangan pelajar se-DKI Jakarta , nama TETO sudah cukup punya
nama . Sebuah sekolah punya nama dan nilai jual , kalau sekolah itu mempunyai
karekter dan ciri tersendiri . Karakter dan ciri inilah yang membedakan dengan
sekolah lain , sehingga orang akan tertarik dan memilih sebuah sekolah. Saya
jadi teringat , anak Oom saya . Ketika saya tanya mengapa sekolah di SMA Tarakanita ? Jawabnya karena ingin menjadi
pemain drum band . Memang SMA Tarakanita terkenal dengan drum band di wilayah Jakarta .
Prestasi telah diperolehnya baik tingkat nasional maupun internasional . Anak
Oom saya akhirnya sekolah di SMA Tarakanita dan ikut drum band disekolahnya .
Menjadi anggota drum band tidaklah gampang karena nilai akademik harus baik dan
harus disiplin berlatih . Bukankah drum band hanya sebagai alat untuk
menarik murid setelah itu ada pembinaan terhadap murid tersebut . Sebenarnya bukan menjadi pemian band
tujuannya melainkan dibalik itu . Ada nilai-nilai yang ingin dikembangkan yaitu
disiplin , kerja keras , kerjasama dan keuletan . Sayapun bermimpi andaikata
TETO dikembangkan menjadi karakter dan ciri sekolah kita , mudah-mudahan banyak
anak yang tertarik . Biarkan anak-anak masuk sekolah kami hanya karena ingin bermain teater menjadi
anggota TETO ! Setelah masuk sekolah
baru kita bina sehingga siswa itu tidak hanya terlena melalui TETO tetapi lebih
dari itu menjadi siswa yang mandiri.
Suatu kebanggaan
TETO menjadi teater terbaik karena mendapat kesempatan untuk pentas di Graha
Bhakti Budaya TIM Jakarta . Pementasan ini merupakan pementasan ulang Pemenang
Festival Teater SLTA SE-JABODETABEK
Tahun 2011. Pementasan selama dua kali ini disambut tepuk meriah oleh para
penonton yang hampir memenuhi kursi
pertunjukan tersebut. Selama
hampir satu setengah jam para penonton disuguhi penampilan para pemain dengan
segala karakter secara mempesona. Grace sebagai sutradara sekaligus penulis
naskah telah mampu menciptakan karya dan membimbing adik-adiknya untuk
menampilkan pertunjukan terbaiknya.
Talenta Grace menjulang tinggi ke atas , setelah lulus dari SMA K IPEKA Tomang melanjutkan ke
sekolah musik. Pernah dipilih ke Jepang karena menjuarai permainan gitar dan sekarang sedang mengeluti menjadi komposer . Suatu ketika saya pernah melihat
Grace bersama teman-temannya sedang menyanyikan lagu di acara KICK ANDY di
Metro TV . Saya sebagai guru diingatkan melalui perjalanan Grace . Talenta
bagiakan benih yang masih kecil , perlu dipupuk , diberi air dan dirawat . Lalu
tumbuh menjadi tunas , berakar berkembang menjadi tumbuhan
, berbunga lalu berbuah . Guru hanya memberi setetes air , sejengkal pupuk
, merawat
dan akhirnya biarlah talenta bersemi , berbunga dan berbuah ..(abc)
Foto Grace dalam berbagai penampilan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar