Cari Blog Ini

Jumat, 05 Juni 2020

Kesuksesan tidak selalu terkait dengan IQ...

Foto Lena sebagai artis , presenter, bintang film dan seabrek kegiatan lainnya

Sebab TUHAN itu baik,  kasih setia-Nya untuk selama - lamanya,  dan kesetiaan-Nya  tetap turun-temurun ( Mazmur 100:5 ).

     Kesuksesan tidak selalu terkait dengan IQ dan akademik……                                                                                                              

            Magdalena nama siswa itu . Selalu ceria dan selalu mengoda setiap guru terutama guru pria yang masih lajang . Tidak berkelebihan kalau setiap saat selalu ramai seisi kelas . Celetokannya , gurauannya dan bayolannya selalu menjadi bahan setiap jam pelajaran. Saya sebagai guru yang mengajar tidak pernah marah karena tergoda oleh banyolannya . Selain cantik wajahnya , dia mempunyai group tari . Setiap ada acara selalu tampil dan selalu menang dalam setiap kompetisi . Tidak mengherankan kalau group tarinya menjadi andalan bagi sekolah kami . Secara akademik sebenarnya Magdalena biasa-biasa saja tetapi mempunyai potensi untuk menjadi seorang entertaiment . Dalam setiap acara di sekolah sering didaulat menjadi seorang Mc. Setelah lulus sekolah memang kami sebagai guru tidak pernah mengetahui kabarnya . Tetapi suatu ketika saya dikejutkan oleh kehadiran Magdalena di suatu acara di televisi . Betapa terkejutnya Lena tampil dalam acara di televisi sebagai pemandu acara di televisi tersebut . Sekarang Lena telah tampil menjadi seorang entertaiment profesional . Segala bidang ditekuninya selain menjadi presenter , artis sinetron dan bintang film .Dan sekarang menekuninya di dunia kuliner .

Ada kebanggaan saya sebagai guru , keberhasilan siswa menjadi semangat saya untuk menekuni sebuah panggilan menjadi seorang guru. Sayapun menjadi sadar bahwa talenta seorang anak tidak selalu dikaitkan dengan tingginya IQ dan prestasi akademik melainkan potensi dan talenta yang dimilikinya . Lena telah membuktikan hal itu , Saya masih ingat kata-kata Lena “ Pak nilai saya ngak ada yang bagus hanya sedang-sedang saja “ Kata – kata itu terucap ketika menerima hasil ulangan persemester. Saya yang mendengar ucapan itu hanya tersenyum dan dalam hati saya selalu mendoakan keberhasilan Lena . Sayapun disadarkan bahwa sekolah bukan untuk menghasilkan anak –anak yang cerdas dengan tingginya prestasi akademik . Sayapun disadarkan bahwa sekolah tidak melulu menyiapkan fasilitas agar siswanya mencapai prestasi akademik setinggi langit . Bagaimana nasib seorang murid dengan otak pas-pasan tetapi mempunyai potensi di bidang lain . Tentu terlalu naif kalau kita membandingkan sekolah mempunyai prestasi tinggi tetapi karena masukan siswanya sudah cukup tinggi .

 Menjadi pertanyaan yang pintar siswanya atau gurunya ? Kita sering melupakan bagaimana guru berjuang keras untuk muridnya di bidang akademik karena otaknya pas-pasan , tidak ada motivasi untuk belajar  , semangat belajarnya rendah dan tidak ada kemauan untuk belajar . Peran sekolah  menyiapkan siswa yang kecerdasannya pas-pasan namun mempunyai talenta dan kemampuan yang unik . Bagaimana sekolah menyiapkan , mengali dan mengapresiasi siswa dengan kecerdasan terbatas tersebut sehingga menjadi keberhasilan bagi siswanya ? Disinilah perlu adanya guru yang tidak hanya kompetensi dalam bidangnya namun adanya panggilan seorang guru . Saya selalu mengatakan bahwa guru adalah panggilan bukan hanya seorang profesional . Memang benar guru harus profesional tetapi yang lebih utama sebuah panggilan . Hati nurani  seorang guru selalu berdoa untuk kebaikan sang murid . Kebanggaan seorang guru tidak diukur dari gaji  tetapi pengabdiannya . Gaji merupakan berkat karunia yang diberikan oleh Tuhan kepada kita karena kita telah mengabdi .

 Saya teringat guru SD, dia selalu menyiapkan segalanya mulai dari buku , pengaris dan penghapus . Di lemarinya ada tumpukan buku dan peralatan kelas lainnya . Ketika pelajaran akan dimulai selalu bu Guru mengatakan siapa yang tidak membawa buku dan peralatan sekolah lainnya  . Kalau ada murid yang tidak membawa pasti gurunya akan marah dan muridnya akan di hukum . Tetapi bu guru ini tidak , dia akan menemui siswa tersebut dan menyerahkan peralatan sekolah yang tidak dibawa oleh murid tersebut. Perbuatan guru ini membekas dalam kehidupan saya .

Seorang guru selalu menjadi pelindung dan mengayomi muridnya .  Belajar dari Magdalena bahwa seorang murid mempunyai talenta dan keunikan tersendiri yang tidak dipunyai oleh murid lain . Sekarang menjadi tugas seorang guru untuk mengantar siswanya menuju sebuah keberhasilan…..(abc)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Organisasi Bayangan versi Nadiem

                   Nadiem dengan belajar merdeka "Pendikan adalah paspor untuk masa depan karena hari esok adalah milik mereka yang mem...