Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.
dok.pribadi
( Amsal 2 : 6 )
Kecerdasan
yang dimiliki oleh Evan memang luar biasa . Mulai dari SD sampai dengan SMA selalu menjadi juara pertama . Berbagai
piagam , mendali dan piala telah direbutnya . Kompetisi akademik dengan mudah
diraihnya . Fisika dan matematika menjadi menu belajar tiap hari . Seperti
seorang professor layaknya ketika dengan mudah menguraikan teori-teori fisika yang sulit dengan mudah dikerjakan
tanpa kesulitan apapun . Padahal kalau orang biasa-biasa saja membutuhkan waktu
yang cukup lama untuk mengerjakan soal tersebut . Itu kata guru fisika yang
membimbing Evan selama belajar .
Satu tahun saya mengajar Evan di kelas
sepuluh SMA , saat itu memang Evan beda dengan siswa lainnya . Aktif bertanya ,
berpendapat dan mengkritik gurunya . Bagi saya hal ini wajar saja karena memang siswa harus kreatif .
Pembelajaran menjadi hal yang menyenangkan kalau siswa berpartisipasi dalam
proses pembelajaran tersebut . Siswa akan tersiksa kalau belajar menjadi beban
. Metode itulah yang saya gunakan . Sekarang bukan waktunya guru dengan muka
galak mengajar siswa untuk diam terpaku karena takut . Tetapi sekarang
dibutuhkan guru yang mau mengajak siswanya belajar . Guru yang mau siswanya
benar-benar menguasai bukan hanya sekedar tahu dan memahami materi pelajaran .
Satu tahun mengenal Evan memang waktu yang cukup pendek untuk mengenal
karakternya . Karena ternyata Evan harus ikut seleksi OSN mewakili DKI Jakarta
. Setiap kali OSN diikuti , Evan selalu mendapat mendali emas . Suatu kebanggan bagi orang tua
,sekolah dan pemerintahan daerah .
Karena prestasi Evan mengantar ke tingkat kompetisi Internasional . Untuk mempersiapkan hal tersebut
maka Evan hampir dua tahun mengikuti bimbingan belajar oleh Prof.Dr. Yohanes
Surya di daerah Gading Serpong . Evan
akhirnya mendapatkan mendali emas untuk kompetisi Fisika tingkat internasional
. Kemudian Evan mendapat beasiswa di Universitas Nasional Singapura (National
University of Singapore/NUS) .
“
Ini semua merupakan anugerah Tuhan kepada kami pak “ suara mamanya Evan kepada saya ketika menghadiri acara
syukuran keberhasilan Evan . Setiap hari memang saya selalu bertemu dengan
mamanya Evan dan selalu menyalami tangannya . Kecintaannya kepada Evan memang
luar biasa . Hal inilah yang dilakukan oleh mamanya dengan menunggu tiap hari
di gerbang pintu sekolah . Mamanya setiap hari selalu menjaga anaknya . Hal ini
yang dilakukan sejak Evan berusia SD sampai SMA . Bukan suatu hal yang
berlebihan kalau hal ini dilakukan oleh mamanya . Karena Evan adalah anugerah
Tuhan yang telah sepuluh tahun dinantikan oleh kedua orang tuanya . Sepuluh
tahun mamanya menginginkan seorang anak . Kemudian dianugerahi seorang anak lalu mamanya berjanji akan menjaganya .
Pekerjaannyapun ditinggalkan untuk menjaga anaknya sampai dewasa . Pengorbanan
seorang ibu tidak sia-sia untuk keberhasilan anaknya . Kecerdasan merupakan
anugerah Tuhan yang harus diasih , diasah dan diasuh sehingga menghasilkan buah bagi
sesama . Hal itu sudah dilakukan oleh mamanya Evan. Setelah lulus dari NUS
sekarang sedang melanjutkan ke jurusan Applied Physics PhD di Stanford
University , Calivornia USA . Saya sebagai guru selalu mendoakan agar kelak
Evan menjadi ilmuwan bagi kemuliaan nama Tuhan . Amin .(abc)