| Teater Tomang (TETO) |
“Sebuah perjalanan ribuan mil dimulai dari langkah kecil.”
Teater Tomang (Teto) merupakan wahana apresiasi dan inspirasi siswa SMAK IPEKA Tomang dalam seni teater dan pertunjukan . Berawal ibu Mega guru Bahasa Indonesia memberikan ide untuk membuat program seni pertunjukan sebagai apresiasi siswa untuk tugas pelajaran Bahasa Indonesia .Mulailah Bu Mega dan saya bergerilya untuk mencari kelompok teater dan berbagai macam seni.Pertama tentu ke TIM sebagai pusat seni di Jakarta .Langsung saya bertemu dengan bagian sekretariat Dewan Kesenian Jakarta dan mendapat nama sutradara sekaligus pemimpin teater. Sutradara sekaligus pemimpin teater bernama Manahan Hutauruk .Berdasarkan referensi Dewan Kesenian Jakarta , Manahan merupakan sutradara dan pimpinan teater yang berkali-kali menjuarai teater yang diadakan oleh Dewan Kesenian Jakarta tingkat provinsi maupun nasional .Bahkan teater SIM yang dipimpinnya menjadi teater terbaik tingkat Jakarta .Akhirnya kami diberi alamat dan nomer HP , saat itu juga ditelpon dan sekarang sedang berada di Bulungan dekat SMA 70 Jakarta Selatan markas teater SIM. Saat itu juga kami langsung menuju ke Bulungan bertemu dengan saudara Manahan .Kamipun berbicara sampai akhirnya Apresiasi Seni diadakan di Graha Bhakti Budaya TIM Jakarta . Apresiasi Seni menampilkan berbagai seni mulai dari puisi , monolog , pantomin dan yang terakhir pertunjukan teater SIM untuk diapresiasi oleh siswa . Pertunjukan diadakan siang hari sehingga pagi hari harus ada kegiatan maka diadakan kunjungan ke gedung MPR dan DPR untuk tugas pelajaran PPKn .Sukses juga Apresiasi Seni maka kami mengusulkan untuk dijadikan program sekolah dua tahun sekali dan disetujui oleh pihak sekolah .
| Setelah tampil dengan senyuman |
Kerjasama dengan Manahan berlanjut untuk menjadi pelatih teater maka mulailah di buka kelas ekstrakurikuler di SMAK IPEKA Tomang . Bu Mega dan sayapun mulai merancang untuk mengadakan pentas seni yang melibatkan semua siswa . Kalau dua tahun yang lalu siswa hanya sebagai penonton , sekarang siswa diberi peran untuk menampilkan seluruh talenta yang dimilikinya . Bu Mega akhirnya ditunjuk sebagai ketua dan saya sebagai sekretaris .Setengah tahun mulai dipersiapkan mulai dari musik , nyanyi , paduan suara , tari dan teater . Pentas seni baru pertama kali dilaksanakan sehingga tidak ada pengalaman untuk mulai mengerjakan . Namun dengan semangat , kerja keras dan doa pentas seni berjalan dengan sukses . Pertunjukan teater pertama mendapat sambutan hangat penonton . Pentas seni diadakan dua kali pertunjukan , pertama pagi untuk siswa sedangkan malam untuk umum .Diakhir pertunjukan dipentaskan Ello sebagai pamungkas acara pentas seni .
| Terus berlatih |
Teater menjadi bunga semerbak sehingga banyak kumbang mendekat . Tanggal 4 April 2007 berdirilah Teater Tomang ( TETO ) , mulailah melangkah kaki ke depan . Banyak siswa yang menjadi anggota dan latihan mulai keras dijalankan . Manahan dengan beberapa anggota teater SIM menggembleng dengan disipin . Hasilnya setiap pementasan di GBB TIM Jakarta selalu mendapat sambutan dan pujian yang positif .Dalam perjalanannya TETO mulai mengikuti Festival Teater Pelajar se-Jabodetabek . Mengikuti Festival teater pelajar pertama tidak menghasilkan apa-apa . Tetapi ada keberanian untuk tampil di muka publik . Festival ini diselenggarakan di Bulungan Jakarta Selatan . Tempat ini sebagai wahana seniman Jakarta untuk mengekspresikan diri .
| Kerja keras menghasilkan prestasi |
Tahun 2011 , TETO mulai unjuk gigi . Semua kategori penilaian juri disabet bersih sehingga menjadikan TETO mendapat predikat teater pelajar terbaik se-Jabodetabek . Perjalanan empat tahun , sejak 2007 ternyata tidaklah sia-sia . Selama itulah TETO menjadi trade mark sekolah kami . Ketika orang luar mengatakan TETO maka yang ada dibenak mereka adalah SMAK IPEKA Tomang . Inilah bagian dari promosi untuk menjaring siswa.
| Kak Aan guru , sahabat dan kakak telah dipanggil Tuhan |
Hari Minggu , 8 November 2015 Manahan Hutauruk dipanggil Tuhan . Dunia seni Tanah Air kembali berduka di awal November. Pendiri Teater SIM (Suara Inspirasi Muda) yang berdiri pada 17 Agustus 1993, Manahan Hutauruk tutup usia. Pria kelahiran 8 Juli 1973 itu meninggal dunia karena penyakit jantung.
"Telah berpulang seniman Teater indonesia manahan hutauruk pendiri Teater SIM, meninggal pada hari Minggu dini hari karena terkena serangan jantung dan disemayamkan di TPU PONDOK RANGGON jam 14.00," demikian keterangan dari salah seorang sahabat, Teguh Priahanto kepada detikHOT, Senin (9/11/2015). Berita ini tentu menyedihkan semua orang termasuk TETO yang telah dibimbing sejak awal sampai tutup usia . Bertahun-tahun kak Aan sebutan anak-anak anggota TETO telah menjadi pembimbing , pelatih ,kakak dan guru . Terdengar lengkingan suara keras bang Manahan kalau marah atau pujian menepuk pundak karena puas dengan pementasan menjadi kenangan yang tidak bisa dilupakan oleh para anggota TETO.
Penampilan di festival teater SMA
Sepeninggalnya Manahan almarhum , tentu belum ada pelatih pengganti tetapi ada teman-temanya yang seperti Deo assisten sutradara dan Grace alumni yang mendampingi TETO untuk tetap berlatih . Untuk mengenang almarhum Manahan dipentaskan acara TRIBUTE TO MANAHAN ! Acara ini dipersembahkan oleh Teater SIM & Teater Teladan dalam bentuk gabungan kolase dari karya alm. Manahan Hutauruk yang dibawakan oleh teater-teater SLTA yang dibimbing beliau. Persembahan ini dalam rangka mengenang karya dan jasa guru tercinta dengan naskah-naskah terbaik dalam tajuk -TAWA MANAHAN- Diikuti oleh 5 teater SLTA di Jakarta yaitu Teater Atella,Teater Bias,Teater Nalatar , Teater Patlapiti dan Teater Teto .Acara Sabtu , 9 April 2016 di GRJS Bulungan , Jakarta Selatan .Saat itu saya,ibu Lydia,ibu Mega dan ibu Eunike nonton teater Teto sepeninggalnya almarhum Manahan.
| Penampilan terakhir Teto ,kapan pentas lagi |
Tanggal 1 Juni 2018 , TETO pentas di GBB TIM Jakarta , entah generasi ke berapa mereka manggung tetapi bisa mengobati kerinduan pencinta TETO. Banyak juga alumni anggota TETO yang hadir untuk bernostalgia kejayaan TETO di masa lalu …(ABC)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar