Trio kwek-kwek |
Trio kwek-kwek nama trio penyanyi tahun 90-an yang terdiri dari Leony, Alfandi dan Dhea Ananda . Tiga penyanyi cilik ini terkenal dengan lagunya yang berjudul Katanya dan Tanteku yang digandrungi oleh anak-anak se-Indonesia. Di SMA K IPEKA Tomang juga ada trio kwek-kwek yaitu saya , Bu Emy dan Bu Lidya . Tahun 2005 secara kebetulan atau sudah direncanakan Tuhan kami bertiga bertemu di SMA K IPEKA Tomang . Bertiga berasal dari kota yang sama yaitu Tangerang . Saya di Binong , Bu Emy di Gading Serpong dan Bu Lydia di Malabar Perum . Berangkat tidak pernah bersama tapi kalau pulang bersamaan terus . Hampir tiap hari kami selalu pulang bersama , dari sekolah jalan kaki lewat pintu belakang jalan ke Untar lalu berdiri di halte bis depan Trisakti . Menunggu bis AJA 104 jurusan Grogol - Tangerang atau PPD 125 jurusan Senen - Tangerang . Kalau mau dapat tempat duduk bisa jalan ke terminal Grogol atau berjalan ke depan rumah sakit Sumber Waras , kaki terasa pegal karena jaraknya hampir 1 km dari halte depan Trisakti . Karena sudah terbiasa tidak terasa kakinya pegal . Capai dan lelah akhirnya tertidur di bis dan tahu-tahu sudah sampai di Islamik Karawaci . Bu Emy turun dan naik ojek ke Gading Serpong , Bu Lydia berhenti sampai Prapatan Kantor sedangkan saya mengambil sepeda motor yang parkir di pinggir tol . Karena tertidur dan HP saya diletakkan di kantong baju , tanpa disadari hilanglah HP saya , hampir 5 kali saya kehilangan HP karena ketiduran . Memang saya tidak pernah bawa tas , hanya bawa diri saja tiap hari . Pengalaman saya bawa tas sering tertinggal di bis , hal ini pernah terjadi ketika saya bawa tas berisi hasil ulangan tertinggal di bis sehingga saya harus ke terminal di Perum , untung tas diselamatkan oleh kenek bis kalau tidak bagaimana nasib nilai ulangan siswa. Untuk itu saya kapok membawa tas . Semua urusan sekolah selalu saya selesaikan di sekolah sedangkan di rumah untuk istirahat . Itu menjadi prinsip saya sehingga kita bisa menikmati hidup.
in-action |
Ada suka-duka pulang bersama , suka kalau kita dapat tempat duduk di bis bisa langsung istirahat tetapi kalau duka terpaksa berdiri bergelantungan dan berdesakan dengan penumpang di dalam bis . Ketika banjir besar di Jakarta tahun 2011 , saat itu kami bertemu di depan gedung Untar samping Citraland di beritahu lewat HP bahwa sekolah diliburkan karena terkena banjir . Kami yang sudah berjuang melawan banjir dari Taman Anggrek ke Untar dengan berjalan kaki karena bis tidak bisa berjalan akhirnya harus menahan lelah ditengah gerimis dan derasnya banjir di jalanan .Kenapa tidak dari tadi dikabarkan melalui Hp sehingga kami tidak sia-sia datang pagi-pagi tanpa hasil. Kami bertiga duduk dipinggir halte sambil melihat lalu-lalang orang terkena banjir. Duka yang lain kalau ketinggalan bis karena kita harus menunggu cukup lama bis di belakangnya, untuk itu kami bertiga harus berlomba dengan waktu agar tidak ketinggalan bis . Caranya kita bertiga naik bajaj ke Untar , ongkosnya patungan dan tepat waktu bis sudah menunggu di halte bis . Lebih efisien bisa mengejar waktu luang .
Ceria tanpa beban |
Tahun 2007 , saya kecelakaan dan harus dioperasi dengan 12 jahitan di kepala . Ketika saya di rawat satu-persatu guru masuk ke kamar perawatan . Ternyata ketika bu Emy masuk saya tidak mengenali namanya , bu Emy menangis sedih karena tiap hari selalu pulang bersamaan tetapi tidak dikenali namanya . Saat itu otak saya tidak bisa mendeteksi ingatan saya sehingga lupa . Setelah satu minggu di rawat berangsur-angsur ingatan saya mulai pulih dan mengenali setaip guru .
Banyak cerita selama kita bertiga . Sikap , kebiasaan dan karakter telah menyatu dalam perjalanan pulang . Kadang-kadang kita bertiga satu tempat duduk di bis . Mulailah cerita tentang peristiwa di sekolah , keluarga atau cerita lainnya untuk mengisi perjalanan pulang . Sekitar tahun 2004 Bu Emy menjadi guru di SMA K IPEKA Tomang . Nama lengkapnya Valentina Emy Palmaningsih anak bungsu dari lima bersaudara lahir di Sleman empat puluh lima tahun yang lalu . Lulusan FKIP Jurusan Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma Yogyakarta mempunyai suara emas , tidak heran karena dia menjadi pemazmur di gereja . Setiap Minggu sering ketemu di gereja Santa Helena Karawaci . Dengan berbocengan naik honda megapro bersama suaminya pak Toni selalu hadir misa pagi jam 09.00 pagi . Di gereja setelah misa pagi sering istirahat makan di kantin . Nasi pecel atau mie ayam menjadi sarapan pagi , saya berserta anak dan Bu Emy dengan suami makan dengan lahapnya masakan ibu-ibu WK Santa Helena . Di SMA K IPEKA Tomang , Ibu Emy mengajar bahasa Inggris .Dengan fasihnya ibu Emy mengajar bahasa Inggris di depan kelas. Sebagai guru profesional selalu ditantang untuk mengadakan perubahan . Berbagai metode disertai media pengajaran menjadi bagian untuk memajukan pendidikan . Tidak heran siswa di sekolah menikmati pengajaran bahasa Inggris , bahkan bahasa Inggris menjadi mata pelajaran yang sangat diminati oleh siswa . Menguasai bahasa Inggris menjadi kebutuhan saat ini , hampir semua komunikasi dan teknologi menggunakan bahasa Inggris sehingga bahasa Inggris menjadi bahasa internasional dan harus dikuasai oleh semua orang . Belajar bahasa Inggris bukan menjadi orang Inggris artinya dialek daerah tidak bisa mengubah konsonan bahasa Inggris .
" Belajarlah terus bahasa Inggris dan terus gunakan setiap hari sehingga tidak lupa kata-kata dalam bahasa Inggris . Biasa karena kebiasaan " kata-kata Bu Emy ketika sedang mengajar kursus bahasa Inggris untuk guru .
Kenangan tempo doloe |
Kehidupan berjalan terus seperti roda berputar , kadang di bawah , kadang di atas dan itu sebuah misteri . Kita sebagai manusia hanya bisa menjalani rencana Tuhan Yang Maha Kuasa . Berita meninggalnya pak Toni suami Bu Emy tentu mengagetkan semua orang termasuk saya , tanpa sakit , tanpa kabar , begitu mendadak berita itu . Tentu kesedihan ada dalam diri Bu Emy , semua rencana dalam kehidupannya seolah-olah hilang tanpa bekas . Tetapi di balik itu ada rencana Tuhan , Tuhan yang memberi , Tuhan yang mengambil . Kita tidak bisa berbuat apa-apa , semua orang akan dipanggil , semua orang akan meninggalkan kita ketika tugas kita selesai di muka bumi maka Tuhan akan memanggil kita dan menyediakan tempat bagi kita .
Tepat seribu hari diadakan doa untuk mengenang almarhum pak Toni , saya datang dan tidak sengaja atau ini semua rencana Tuhan bertemu dengan pak Warso adik pak Karso .Pak Karso adalah bapak asuh istri saya karena sejak kecil istri saya ikut keluarga pak Karso . Setelah ditelusuri pak Warso menikah dengan Bu Magrid yang ternyata Bulik dari Bu Emy , pertemuan tanpa disadari yang ternyata kita masih saudara . Sekarang Bu Emy telah menjadi guru di SMAK IPEKA BSD dan tinggal di Gading Serpong bersama teman guru IPEKA BSD dan keponakannya .
Setelah berpisah ,trio kwek-kwek berbeda |
Berkenalan dengan Bu Lydia terjadi tahun 2005 ketika diterima menjadi guru di SMA K IPEKA Tomang , karena kekurangan jam mengajar sehingga mengajar juga di SMP . Nama lengkapnya Lydia Adeline Saragih , anak ke dua dari tiga saudara lahir di Tangerang empat puluh tahun yang lalu . Lulusan Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto ternyata ingin menjadi guru sehingga serius untuk berprofesi sebagai guru . Walaupun banyak teman-temannya berprofesi sebagai pengacara atau notaris tetapi pilihannya ingin menjadi guru. Kemudian saya menyarankan untuk mengambil Akta VI sebagai SIM untuk mengajar karena ibu Lydia dari Fakultas non FKIP atau bukan dari IKIP sehingga perlu dibekali materi keguruan dan pendidikan . Bu Lydia mengambil akta VI selama dua semester di UNJ dan saya sebagai pembimbing dan penguji diakhir semester. Setelah mengakhiri kuliah selama satu tahun mendapatkan sertifikat Akta IV sebagai bukti untuk mengajar . Tidak itu saja ternyata Bu Lydia ingin dibekali dengan pengetahuan pendidikan yang lebih luas maka mulailah mengambil S- 2 di UPH dan lulus mendapat gelar MPd jurusan manajemen pendidikan . Dengan latar belakang ilmu sosial tidak heran Bu Lydia mengajar beberapa ilmu sosial seperti sejarah , sosiologi dan PPkn. Walaupun sebenarnya bidang mayornya di PPkn tetapi kadang kalau ada tuntutan mengajar bidang lain maka siap untuk melayani demi anak didiknya. Sepeninggal ayahnya dipanggil Tuhan , menjadi pukulan yang berat bagi Bu Lydia . Orang yang paling dekat dan dikasihinya telah meninggalkan hidupnya. Masih teringat berjalan berdua dengan bapaknya membeli makanan di Hypermart Karawaci atau menjemput dengan sepeda motornya di Prapatan Kantor . Peristiwa itu menjadi kenangan yang tak berakhir untuk dilupakan . Hari-hari terakhir sebelum bapaknya meninggal saya dan Bu Emy menjenguk di rumah sakit Siloam Karawaci , kemudian beberapa hari saya mendapat kabar bapaknya telah dipanggil Tuhan , malam hari saya datang ke rumah untuk memberi duka cita . Kesedihan ditinggal oleh bapaknya tentu tidak bisa hilang begitu saja . Tetapi iman yang teguh menguatkan untuk melangkah ke depan . Waktu Tuhan adalah yang terbaik tinggal kita sebagai manusia percaya bahwa Tuhan telah menyediakan tempat yang baik bagi hambaNya .
Kenangan dengan orang tercinta |
Sebagai satu-satunya anak perempuan di keluarga menjadi harapan bagi mamanya dan adik bungsu laki-lakinya . Beberapa tahun yang lalu sebelum mama Bu Lydia sakit-sakitan , mengurus adik laki-laki yang mempunyai kelainan untuk mengikuti pendidikan ketrampilan di lereng Merbabu , Magelang .Namun tidak begitu lama , adiknya tidak betah sehingga sampai sekarang masih berada di rumah . Sekarang mamanya sakit-sakitan karena gula darah sehingga setiap waktu harus disuntik insulin. Waktu , pikiran dan tenaga terfokus kepada keluarga .Namun Bu Lydia tidak melupakan pelayanan kepada Tuhan . Sebagai jemaat di GBI Modernland aktif pelayanan anak-anak dan pemuda. Suatu ketika pernah ingin meninggalkan pekerjaan sebagai guru dan terfokus untuk mengurusi mama dan adik laki-lakinya . Tetapi saya menyarankan agar tidak meninggalkan sekolah karena pelayanan ibu masih dibutuhkan oleh anak-anak .Dan itu berkat Tuhan yang diberikan kepada Ibu dan tetap bersyukur kepada Tuhan karena di beri kepercayaan untuk menjalankan Amanat Agung Tuhan Yesus. Akhirnya Bu Lydia tetap melayani menjadi guru di SMA K IPEKA BSD . Tuhan akhirnya mengutus seseorang untuk membantu mengurus mama dan adik Bu Lydia sehingga pekerjaan terfokus dengan baik .
Bersama murid selalu di kenang |
Seiring waktu telah mengubah segalanya , Bu Emy ikut mobil pak Andreas pulang yang satu arah , Bu Lydia naik ojek ke stasiun kereta api menuju kota Tangerang sedangkan saya pulang sendirian , kadang - kadang naik bajaj ditemani Bu Maria . Perjumpaan beriringan dengan perpisahan , Bu Emy pindah lokasi ke SMA K IPEKA BSD beberapa tahun kemudian Bu Lydia mengikuti jejaknya , saya ditinggal oleh dua sahabat yang sudah dianggap sebagai saudara , adik maupun anak .
Di awal tahun 2022 , saya bertemu di rumah Bu Emy dan berkumpul bertiga. Namun kami sudah berbeda usia , jarak dan waktu . Saya sudah masuk usia pensiun , mereka berdua masih menikmati kehidupan di dunia pendidikan . Kami cerita masa lalu untuk dikenang sampai entah kapan…(abc).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar