" Persahabatan ibarat sebuah gelas yang rapuh. Kau bisa memperbaikinya saat pecah, tapi bekas retakannya akan selalu ada." - Waqar Ahmed
 |
Horas... |
Siapa tak kenal bu Betty , alumni dan orang yang pernah diajar tentu akan mengenalnya . Sosok seorang guru bertemperamen keras alias galak . Kalau sedang marah , matanya merah dan orang akan ketakutan karena suaranya keras menggentarkan seisi kelas . Disiplin , tegas dan penghapus atau spidol bisa melayang kalau ada murid tidak memperhatikan , ngomel sendiri atau tertidur di saat pelajaran dalam kelas. Kelas akan sunyi seperti kuburan kalau bu Betty sedang mengajar, kadang-kadang tanpa sepengetahuan murid disuruh menyanyikan lagu wajib atau menghafal naskah proklamasi . Tentu dag-dig-dug hati sang murid takut tidak bisa menjawab karena akan dihukum berdiri di depan kelas sampai pelajaran berakhir .
 |
Berbahagia bersama... |
Namanya Betty Roulina Sidauruk , lahir di Jakarta 57 tahun yang lalu , anak sulung dari empat bersaudara dari marga Sidauruk . Sejak kecil memang sudah bercita - cita menjadi guru , setelah lulus dari SMPN 112 melanjutkan ke SPGN 6 Jakarta dan mengambil jurusan pendidikan sejarah di IKIP Jakarta . Tahun 1989 setelah lulus dari IKIP Jakarta diterima menjadi guru di SMA K IPEKA Tomang .
Perkenalan pertama di SMA K IPEKA Puri , saat itu saya melihat seorang guru berambut pendek , saya kira berasal dari Ambon ternyata berasal dari Batak . Berkulit hitam bertampang tomboy dan kalau tertawa lepas tanpa beban . Hampir lima belas tahun saya mengenal bu Betty bahkan menjadi teman akrab . Tidak berkelebihan kalau bu Betty menjadi kepala gank diantara ibu-ibu guru . Keberanian bu Betty memang bisa diancungkan jempol . “ Kalau saya benar dan sesuai prinsip saya akan perjuangkan . Saya tidak takut dan akan saya lawan untuk membela kebenaran “ kata-kata bu Betty yang saya ingat saat bertemu dengan Bu Lois Koorpus sekolah IPEKA ketika memperjuangkan nasib guru untuk menentukan status keberadaan guru . Tahun 1996 kami memperjuangkan nasib guru karena tidak ada kejelasan tentang status guru . Hampir setiap tahun status kami tidak jelas , kami hanya mendapatkan surat Surat Penetapan Dinas(SPD) yang setiap tahun harus ditandatangani untuk memperpanjang kontrak pekerjaan . Tentu hal ini tidak sesuai dengan UU ketenagakerjaan , karena dijelaskan dalam UU ketenagakerjaan setelah tiga tahun seorang pekerja dapat menjadi pekerja tetap dan mendapat tunjangan . Perjuangan kami tidak sia-sia , tahun 1999 yayasan mengeluarkan peraturan tentang status guru sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku sampai sekarang . Tentu ini perjuangan yang cukup berat karena kami harus mencari data-data untuk mempresentasikan di kantor pusat . Kami menjadi tim yang solid ketika kami berhadapan dengan pihak Koorpus . Kami harus berjuang sendirian karena guru-guru lokasi lain tidak mendukung bahkan banyak yang mencibir kami sebagai perjuangan yang sia-sia dan sok menjadi pahlawan . Padahal kami hanya berjuang untuk mencari kebenaran dan kebenaran itu harganya mahal . Akhirnya perjuangan kami dapat dirasakan oleh guru-guru dan karyawan sampai sekarang . Kami berjuang mencari kebenaran bukan mencari pembenaran ,itu yang menjadi prinsip kami sebagai guru-guru SMA saat itu .
 |
Live-in di Ciranjang |
Pengalaman bersama Bu Betty sangat banyak . Ada suka dan duka selama lima belas tahun melayani sekolah SMAK IPEKA Tomang bersama bu Betty. Live-in dan study lapangan merupakan ide Bu Betty untuk mengembangkan potensi anak untuk mengembangkan life skill dan akademik. Tahun 1996 Baduy menjadi program live- in sekaligus study lapangan bagi siswa untuk pertama kalinya . Setelah itu dilanjutkan dengan live in ke Pangandaran , Halimun , pulau Pari sampai ke Cianjur. Saya dengan Bu Betty beserta guru lain menjadi satu tim untuk survey ke tempat live-in atau studi lapangan . Saat liburan biasanya kami mengadakan survey live- in dan study lapangan kemudian baru diusulkan kepada kepala sekolah dan dibicarakan dalam dewan guru sehingga kami perlu presentasikan di depan guru . Kalau sudah disetujui oleh dewan guru baru membuat proposal untuk kegiatan live-in dan studi lapangan .
Ada kejadian lucu saat survey , kami mengajak guru baru untuk ikut survey namanya pak Andi dan pak Oktav , sebagai guru yang baru ikut survey maka ada uji mental. Saya , Bu Betty , Pak Jati dan pak Theo punya rencana untuk uji mental . Saat itu kami mau survey ke Halimun . Sebelum berangkat Bu Betty memberi tahu kepada pak Andi untuk membawa telur satu kg , minyak goreng dua liter dan Indomie 10 buah sedangkan pak Oktav disuruh membawa garam , gula dan kopi . Kata Bu Betty untuk bekal survey karena sulit untuk mencari makan . Pak Andi dan pak Oktav berfikir bahwa mereka akan camping dan menginap di tenda sehingga mereka membawa bekal. Perjalanan cukup panjang sehingga malam hari sampai juga di Halimun , ternyata kami menginap di rumah penduduk . Ini yang membuat pak Andi dan pak Oktav kaget karena mereka berfikir akan menginap di tenda , tidak tahunya di rumah penduduk . Setelah menginap satu hari , pagi hari pak Andi bertanya tentang bekalnya untuk dimasak atau diberikan kepada pak RT yang punya rumah. Akhirnya Bu Betty menjelaskan bahwa mereka lulus jadi anggota tim . Kalau jaman sekarang mereka kena prank , pak Andy hanya tersenyum tetapi pak Oktav marah tidak terima dipermainkan . Akhirnya saya mewakili teman-teman minta maaf .
 |
Nostalgia di Baduy... |
Walaupun Bu Betty keras orangnya tetapi ternyata seorang penakut dengan suasana malam hari . Saat survey tidak berani keluar sendirian , kalau malam hari keluar harus ditemani walaupun hanya ke halaman rumah . Demikian juga kalau tidur tidak mau sendirian harus ada temannya untuk menemaninya . Ini terjadi ketika kami survey ke Pangandaran , saat itu kami bertiga saya , pak Pras dan Bu Betty akan survey ke Pangandaran .Bu Betty berangkat sendiri ke Pangandaran tetapi mampir dulu ke Bandung baru malam hari berangkat dan ketemu di terminal Banjar Jawa Barat . Saya dan pak Pras berangkat hampir petang karena pak Pras harus menguji ujian praktek Biologi anak kelas 3 IPA . Kami berdua berangkat dari terminal Kampung Rambutan dan sampai di Banjar jam 12 malam .Setelah itu tidak ada lagi kendaraan menuju Pangandaran dan harus dilanjutkan esok hari . Di terminal kendaraan ternyata Bu Betty sudah menunggu , akhirnya kami menyewa dua becak untuk mencari tempat penginapan . Dua kamar kami sewa untuk tidur , tetapi ditengah tidur pintu kamar diketuk ternyata Bu Betty , dia takut tidur sendirian . Akhirnya kami sepakat Bu Betty tetap tidur di kamar tetapi pintu tetap dibuka sedangkan saya dan pak Pras tidur di ruang tamu yang dekat dengan kamar Bu Betty .Akhirnya kami bisa tidur sampai pagi hari untuk melanjutkan perjalanan menuju Pangandaran .
Setelah menjadi guru , Bu Betty diangkat menjadi asisten bagian kesiswaan , banyak hal yang dilakukan seperti membuat tim paskibra , latihan koor dengan mendatangkan pelatih bahkan meraih juara pertama broadcast yang diadakan oleh radio Prambors.
 |
Dengan alumni tak terlupakan |
Tahun 2011 , Bu Betty pamitan mengundurkan diri jadi guru di SMA K IPEKA Tomang , permintaan maaf dan terima kasih atas kerjasamanya .Itulah perkataan terakhir saat berpisah . Setelah itu saya hanya mendapat kabar menjadi guru tata boga di SMP Tiara Kasih . Memang selain menjadi guru , Bu Betty mempunyai hobi masak , pernah membuka catering diantara guru dan saya termasuk pesan catering untuk makan siang . Tidak heran tiap sore hingga malam jual kuliner di angkringan di daerah Jakarta Barat . Banyak langganan dari guru , para alumni dan pengunjung lainnya untuk mampir di Angkringan Beth untuk menikmati kuliner nasi kucing , sate jeroan , tempe , tahu dan segala makanan tersedia untuk disantap .
 |
Kecintaan dengan dunia teater |
Sepasang putranya Kezia sudah menikah dan Lukas sudah lulus dari IKJ jurusan teater. Lukas beberapa kali main di film dan pertunjukan teater . Bu Betty memang senang dengan dunia teater , setiap kali ada pertunjukan selalu menonton di TIM Jakarta.
Sudah beberapa tahun saya tidak mendengar kabar , terakhir kontak lewat FB saat Bu Betty pensiun menjadi guru di Tiara Kasih . Awal tahun 2022 saya mendapat kabar bahwa bu Betty sedang sakit , hanya doa dan teriring salam agar cepat sembuh dari penyakitnya…(abc).