Cari Blog Ini

Minggu, 27 Februari 2022

Kedai kopi pak Guru...

Menjadi seorang teman adalah pekerjaan mudah, tapi persahabatan adalah buah yang lama berbuah ( Aristoteles )

Mampir ngopi dulu
Menyiapkan masa tua di dusun yang sepi jauh dari hiruk-pikuk keramaian ibukota menjadi impian pak Theo ketika kami sedang ngobrol tentang hidup setelah masa pensiun . Dengan modal cekak satu tahun yang lalu mulai merintis kedai kopi pak guru di depan rumah yang luas di Duren Sawit Jakarta Timur . Tentu ini sah-sah saja bagi siapa saja untuk mempersiapkan di usia pensiun . Diusia pensiun memang harus merencanakan segala sesuatu dengan bijak  , secara finansial masa pensiun menjadi perhitungan sendiri. Tanpa penghasilan sedangkan pengeluaran semakin membesar akhirnya mencari ladang sebagai sumber kehidupan .
 
Nostalgia tim Hockey
Pertama kali kenal dengan pak Theo , awal tahun 1999 saat itu pak Theo menjadi guru olah raga di SMP K IPEKA Puri dan sisanya mengajar di SMAK IPEKA Puri . Ketika itu sedang terjadi perubahan secara mendadak karena ada perpindahan  SMAK IPEKA Puri ke Tomang ,  gedung di Puri akan dijadikan IPEKA High School . Perubahan ini mengakibatkan ada separuh guru yang berada di Puri sedangkan separuhnya lagi ada di Tomang . Dengan kondisi demikian , akhirnya pak Theo melayani menjadi guru  di SMAK IPEKA Tomang . Nama lengkapnya Theophilus Elwin Oktavianus anak bungsu dari empat saudara lahir lima puluh tahun yang lalu di Jakarta . Wajah tampan sekilas mirip  Armand Maulana pentolan group Gigi  atau Yosi Project Pop  , sejak remaja memang sudah catwalk walaupun ngak kesampaian jadi cover boy . Kuliah di IKIP Jakarta mengambil pendidikan olah raga , menjadi tim sepak bola dan hockey  saat kuliah di IKIP Jakarta . 
Kenangan bersamaan
Hampir dua puluh tahun saya kenal dengan pak Theo bahkan bisa dikatakan menjadi sahabat karib . Mulai dari mandi , makan sampai ngorok pernah bersamaan . Pergumulan , sharing baik sebagai guru , bapak maupun lelaki sering menjadi topik pembahasan tiap hari . Kalau lagi ngak ngajar sering ngobrol tentang kebijakan sekolah , politik atau tentang kenakalan sang murid. Terbuka , apa adanya , ceplas- ceplos tanpa tendeng aling-aling bahasa jawanya ada dalam diri pak Theo . Keras , kadang kala amarah memucak dan punya prinsip itu karakter   dalam diri pak Theo . Darah Dayak mengalir dalam tubuhnya , kadang kala suara keras memancar dalam perkataannya kalau tidak sesuai dengan hati nurani apalagi kalau tersinggung perasaannya , seisi ruang guru terdiam mendengar suara keras yang mengkagetkan suasana. Tentu sebagai seorang sahabat saya sering mengingatkan agar perbedaan pendapat atau tidak setuju tentang suatu keputusan bukan menjadi sebuah kekeliruan tetapi diambil hikmatnya .
Lenong koplak


Talenta yang dimiliki oleh pak Theo sungguh beragam , hampir semua olah raga dia kuasai . Menjadi MC di pentas seni , wisuda dan acara primodial lainnya menjadi bagian untuk mengekspresikan dirinya . Kata-kata penuh banyolan dengan humor memberikan suasana lain dalam setiap acara yang dipimpinnya. Karena darah seni dan orangnya tahan bantingan beberapa waktu yang lalu membentuk lenong koplak yang terdiri dari anggota guru . Dua kali pernah manggung di acara natal dan peran utamanya pak Theo . Tidak berkelebihan kalau pak Theo mempunyai bakat dan talenta sebagai pemain teater . Kepemimpinan pak Theo telah teruji , beberapa kali menjadi ketua IPEKA Games . Cukup berat tanggungjawab sebagai ketua , hampir dua minggu acara berlangsung dan diikuti oleh sekolah-sekolah se-Jabotabek merupakan tugas dalam pelayanannya sebagai guru . Puji Tuhan semua sudah dilalui untuk memazmurkan Kemuliaan Nama Tuhan .Sebagai guru pak Theo tidak terlepas dari ayahnya seorang dosen akutansi di IKIP Jakarta .  Ada garis keturunan sebagai seorang pendidik , ayah pak Theo seorang pendidik yang takut akan Tuhan , ketika meninggal peti jenazah di doakan di GKI Rawamangun Jakarta Timur . Ini sebuah penghormatan untuk seorang pendidik dan hamba Tuhan.

Senior SMAK  IPEKA Tomang
 Ada pengalaman lucu ketika sekolah kami mengadakan study lapangan di pulau Pari kepulauan Seribu Jakarta . Ketika itu kami sedang berjalan di pasir , tanpa sengaja kaki saya tertusuk bulu babi  . Terasa sakit dan panas telapak kaki saya . Langsung saja pak Theo mengajak saya ke perahu nelayan dan telapak kaki saya disemprot dengan air kencing . Langsung sembuh telapak kaki saya terasa adem dan rasa nyeri hilang seketika .Ternyata air kencing bisa menetralisir racun di dalam tubuh manusia .  Pengalaman lain yang berkesan ketika kami melakukan kritik terhadap kepemimpinan Pusat saat itu . Para kepala  sekolah mengadakan kritik terhadap kebijakan Pusat , tentu dalam organisasi kritik menjadi alat kontrol suatu kebijakan . Ketika Pusat mulai melenceng dari arah jalan yang sudah lurus maka diwajibkan kita mengingatkan untuk berjalan ke arah yang benar . Tentu saja ketika kepala sekolah bersuara untuk mencari kebenaran maka kami sebagai guru mendukung . Akhirnya para guru yang terwaklili oleh setiap lokasi mengadakan pertemuan untuk menindaklanjuti langkah-langkah kepala sekolah . Dibentuklah sebuah tim dan keluarlah statement bentuk keprihatinan yang ditandatangani oleh guru untuk memperjuangkan sebuah kebenaran . Saya dan pak Theo mengirim surat keprihatinan kepada Pusat  dan usulan kami diterima untuk mengadakan pertemuan guru dengan Yayasan . Dialog menjadi media untuk mencairkan sebuah komunikasi . Puji Tuhan akhirnya ada kesepakatan dan saling pengertian diakhir dialog  . Tugas sebagai orang Kristen adalah kenabian ketika tidak ada keadilan , tidak ada kebenaran dan ada rasa ketakutan maka kita harus menyuarakan suara kenabian . Tentu semua itu perlu pengorbanan dan kasih . Tidak perlu takut ketika Tuhan dipihak kita siapa lawan kita . Itu kata firman Tuhan untuk menguatkan nurani demi kebenaran bukan pembenaran . Nasib dan hak guru perlu diperjuangkan  . Hal ini  menjadi tekad pak Theo , tidak heran beberapa kali debat dengan kepala sekolah atau koorlook untuk memperjuangkan hak-hak guru yang kadang kala dilupakan . Tidak lupa pak Theo datang ke pihak organisasi guru seperti Ikatan Guru Indonesia (IGI), Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) , Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) dan Pesatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)  . Akhirnya guru SMAK IPEKA Tomang menjadi anggota PGRI dengan mengantongi setiap guru kartu anggota PGRI . Dengan demikian guru mendapat perlindungan secara organisasi dan mempunyai hak dan kewajiban sebagai anggota PGRI . 

      

Mejeng disela kesibukan
“Menjadi guru bukan suatu kebetulan tetapi rencana Tuhan untuk mempersiapkan diri menjadi berkat bagi orang lain “ kata-kata pak Theo ketika menceritakan pengalaman hidupnya di saat tidur satu kamar di acara retret guru beberapa tahun yang lalu . Hidup seperti misteri . Awal hidup pak Theo dimulai menjadi pemandu senam kebugaran dan fitnes di sebuah gym di Jakarta Selatan , kemudian menjadi guru di Tarki dan pelatih sepak bola . Tahun 1999 diterima di sekolah IPEKA Puri berlanjut sampai sekarang di SMAK IPEKA Tomang . Banyak cerita , suka dan duka silih berganti sampai akhir pensiun saya tetap bersapa ria melalui FB , WA atau messenger dengan pak Theo yang telah menjadi  sahabat ,saudara dan adik .

    

Bersama keluarga yang bahagia
    

Di sela kesibukan pak Theo sebagai guru mengajar on-line tetap setia menunggu para tamu untuk hadir di Kedai Kopi pak Guru di Duren Sawit Jakarta Timur . Di sertai  istri Januavita de Fretes gadis Ambon dan anak lelaki Edgar sekarang menikmati hidup bahagia penuh syukur sambil nyeruput kopinya…(abc)


Rabu, 23 Februari 2022

CinLok

 Sahabat mencarimu ketika yang lain mencacimuSahabat merangkulmu ketika yang lain memukulmu. - Fiersa Besari-

Guru sebuah panggilan

Cinta lokasi (cinlok) menjadi trend di dunia selebriti , Widyawati dengan Sophan Sophian merupakan artis 70-an yang berpasangan karena cinta lokasi sampai kematian yang memisahkan karena  Sophan Sophian meninggal akibat kecelakaan  . Tahun 1980-an ada Yatie Oktavia berpasangan dengan Pangky Suwito merupakan pasangan sejati sampai sekarang . Demikian juga dengan bintang sinetron tahun 1990-an , ada Jihan Fahira dengan Primus Yustisio , Dian Nitami dengan Anjasmara dan Nia Zulkarnaen dengan Ari Sihasale . Mereka pasangan yang serasi yang disatukan dalam cinta lokasi. Cinta memang tidak mengenal waktu , usia dan tempat , dimana saja , kapan saja dan siapa saja  cinta selalu berkembang dan membuahkan mezbah perkawinan .

    Di sekolahpun cinta bersemi seperti lagu kisah kasih di sekolah karangan Obbie Messakh tetapi bukan antar siswa melainkan antar guru .Tak terduga dan tak disangka cerita percintaan antara pak Doddy dengan miss Lucy terjadi di ruang guru . Mereka menjalin kasih dan meneguhkan  perjanjian perkawinan di gereja .

       

Kisah kasih di sekolah

Miss Lucy nama panggilan dari siswa untuk lebih mengakrabkan diantara mereka . Tetapi sekarang sudah berubah namanya menjadi Mam Lucy karena sudah menikah . Perkenalan dengan mam Lucy terjadi tahun 1995 di SMAK IPEKA Puri . Saat itu mam Lucy guru yang paling muda diantara kita . Saya dan mam Lucy satu angkatan sebagai guru baru . Kalau tidak salah ada lima guru baru yang satu angkatan yaitu Bu Ester, Bu Juni , Bu Mariana , Mam Lucy dan saya . Nama lengkapnya Luciana  Rachmawaty Suwandi lahir di Jakarta empat puluh sembilan tahun yang lalu dari dua bersaudara . Papanya bernama Darmawan Suwandi almarhum seorang guru SMA sedangkan mamanya bernama Farida Tanudjaja guru SD , tidak mengherankan buah tidak jatuh dari pohonnya sehingga mam Lucy mengikuti jejak kedua orangnya menjadi seorang guru . Setelah menamatkan SMAnya di SMAK Penabur 1 Jakarta melanjutkan ke Universitas Katolik Atmajaya Jakarta FKIP jurusan Bahasa Inggris . 

Awal jadi guru
Tahun 1995 lulus dan menjadi guru di SMA K IPEKA Puri . Jago main piano kelebihan dari mam Lucy sehingga setiap ada acara di sekolah selalu mengiringi baik paduan suara, vokal group maupun musik di acara kebaktian . Kedekatan dengan siswa menjadi anugerah sendiri bagi mam Lucy , tidak mengherankan nama alumni yang sudah lulus selalu diingat dan itu menjadi jalinan erat antara guru dengan siswa. Keterbukaan dan kepercayaan menjadi dasar komunikasi antara guru dengan siswa. Sudah berapa ribu siswa yang mengadu kepada mam Lucy karena broken home di rumah , tidak ada perhatian mama atau papa maupun luka batin yang sulit diobati . Demikian juga dengan orang tua yang konsultasi tentang anaknya. Dialog dan komunikasi itu menjadi solusi bagi mam Lucy untuk memecahkan pergumulan antara orang tua dengan anaknya. Guru hanya sebagai mediator untuk menghubungi antara orang tua dengan permasalahan anaknya. Jalan keluar adanya saling - mengerti dan memahami diantara dua pihak .

Jalinan kasih

Tidak mengurui dan tidak antipati menjadi dasar untuk sebuah komunikasi . Tidaklah sulit untuk mencari jalan keluar sebuah masalah kalau kita saling menghargai antara yang satu dengan lainnya . Kadang kala kita berfikir dengan kaca mata kita sendiri , sangat sulit untuk memberi kesempatan kepada orang lain untuk berbeda pendapat . Padahal beda pendapat  tidak selalu beda pandangan  tetapi justru menambah pemahaman . Dengan berbagai pendapat justru menjadi banyak peluang untuk mencari sebuah solusi.  

Alumni selalu setia
Buah yang baik akan jatuh dari pohon yang baik pula . Hukum tuai dan tanam selalu berlaku dalam kehidupan . Siapa yang menanam kebaikan akan berbuah kebajikan dan siapa yang menanam kejahatan akan menghasilkan keburukan. Berpuluh tahun kemudian terlihat hasilnya siswa yang dulu sulit kita atur atau kita didik sekarang menjadi orang yang berhasil dalam kehidupan . Ada yang menjadi pengusaha , dokter , akutan , pengacara , dosen , produser musik , guru dan lain-lain. Ada yang sudah menikah mempunyai anak atau mungkin masih jombloh sampai sekarang . Itulah kehidupan dan mam Lucy adalah bagian dari mereka . Sebagai guru mam Lucy selalu mendoakan bagi muridnya bahkan mam Lucy sebagai humas antara alumni dengan guru , kabar tentang alumni selalu terekam oleh mam Lucy dan dikabarkan di ruang guru atau lewat wa group . Kabar kesedihan , sukacita dan  permasalahan menjadi pergumulan para guru untuk saling-mendoakan . Hidup ini indah penuh kedamaian kalau kita mau menghargai sebuah kehidupan . Itu menjadi prinsip mam Lucy ketika menghimpun para alumni untuk donasi kalau ada guru yang membutuhkan untuk biaya operasi atau pengobatan . Lebih baik tangan di atas daripada di bawah atau memberi dengan tangan kanan tanpa di lihat di tangan kiri. Tentu kata-kata ini bukan hanya slogan tetapi perlu diwujudnyatakan dalam kehidupan kita . 


Mam Lucy mengajar bahasa Inggris mulai dari kelas sepuluh sampai dengan kelas dua belas. Sudah termasuk guru senior karena sudah 26 tahun berpengalaman menjadi guru . Tidak mengherankan kalau menjadi sumber pembelajaran bagi guru junior di bawahnya. Tetapi mam Lucy tetap rendah hati , tidak pernah tinggi hati tetap menghargai dan menghormati semua guru termasuk siswanya yang sekarang menjadi guru sebagai teman sekerjanya. Demikian juga dengan siswa selalu dihargai , bahasa Inggris merupakan pelajaran favorit bagi pelajar di Jakarta , hampir 90 % siswa menguasai bahasa Inggris karena menjadi bahasa komunikasi pergaulan di keluarga , perusahaan maupun sesama teman . Tetapi ada juga siswa yang merasa kesulitan berbahasa Inggris kerena tidak terbiasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi mam Lucy tetap setia melayani siswa agar menguasai bahasa Inggris karena diakhir kelas dua belas ada ujian praktek bahasa Inggris . Akhirnya selama tiga tahun siswa dapat menguasai bahasa Inggris dengan baik dan benar . 

  

Melayani Tuhan...
     

Memberi yang terbaik dan bekerja  untuk kemuliaan Tuhan itu menjadi misi hidup mam Lucy . Berilah makanan kami secukupnya itu menjadi doa bapa kami yang selalu didoakan mam Lucy setiap hari . Doa yang sederhana tetapi penuh makna , Tuhan memberi berkat secukupnya tidak lebih dan tidak kurang . Itu menjadi iman bagi orang percaya . Melayani sebagai pemusik dalam kebaktian di GKI Gading Serpong selalu dilakukan mam Lucy sedangkan pak Doddy suaminya menjadi ketua RW di tempat tinggalnya di Gading Serpong . 

   

Hidup bahagia

Menjadi guru sebuah panggilan sekaligus anugerah yang diberikan Tuhan untuk menjalankan Amanat Agung Tuhan Yesus. Kesadaran ini yang dimiliki oleh mam Lucy dan menjadi kekuatan untuk melayani siswa sampai masa  usia pensiun . Sekarang mam Lucy  hidup penuh berkat bersama Doddy Novendi suaminya dan anak semata wayang Fritz Rahuel Dwayne Novendi .(abc)


Selasa, 15 Februari 2022

Guru galak...

" Persahabatan ibarat sebuah gelas yang rapuh. Kau bisa memperbaikinya saat pecah, tapi bekas retakannya akan selalu ada." - Waqar Ahmed 


Horas...
             Siapa tak kenal bu Betty , alumni dan orang yang pernah diajar tentu akan mengenalnya . Sosok seorang guru bertemperamen keras alias galak . Kalau sedang marah , matanya merah dan orang akan ketakutan karena suaranya keras menggentarkan seisi kelas . Disiplin , tegas dan penghapus atau spidol bisa melayang kalau ada murid tidak memperhatikan , ngomel sendiri atau tertidur di saat pelajaran dalam kelas. Kelas akan sunyi seperti kuburan kalau bu Betty sedang mengajar, kadang-kadang tanpa sepengetahuan murid disuruh menyanyikan lagu wajib atau menghafal naskah proklamasi . Tentu dag-dig-dug hati sang murid takut tidak bisa menjawab karena akan dihukum 
 berdiri di depan kelas sampai pelajaran berakhir . 
      
Berbahagia bersama...


Namanya Betty Roulina Sidauruk , lahir di Jakarta 57 tahun yang lalu , anak sulung dari empat bersaudara dari marga Sidauruk . Sejak kecil memang sudah bercita - cita menjadi guru , setelah lulus dari SMPN 112 melanjutkan ke SPGN 6 Jakarta dan mengambil jurusan pendidikan sejarah di IKIP Jakarta . Tahun 1989 setelah lulus dari IKIP Jakarta diterima menjadi guru di SMA K IPEKA Tomang . Perkenalan pertama di SMA K IPEKA Puri , saat itu saya melihat seorang guru berambut pendek , saya kira berasal dari Ambon ternyata berasal dari Batak . Berkulit hitam bertampang tomboy dan kalau tertawa lepas tanpa beban . Hampir lima belas tahun saya mengenal bu Betty bahkan menjadi teman akrab . Tidak berkelebihan kalau bu Betty menjadi kepala gank diantara ibu-ibu guru . Keberanian bu Betty memang bisa diancungkan jempol . “ Kalau saya benar dan sesuai prinsip saya akan perjuangkan . Saya tidak takut dan akan saya lawan untuk membela kebenaran “ kata-kata bu Betty yang saya ingat saat bertemu dengan Bu Lois Koorpus sekolah IPEKA ketika memperjuangkan nasib guru untuk menentukan status keberadaan guru . Tahun 1996 kami memperjuangkan nasib guru karena tidak ada kejelasan tentang status guru . Hampir setiap tahun status kami tidak jelas , kami hanya mendapatkan surat Surat Penetapan Dinas(SPD) yang setiap tahun harus ditandatangani untuk memperpanjang kontrak pekerjaan . Tentu hal ini tidak sesuai dengan UU ketenagakerjaan , karena dijelaskan dalam UU ketenagakerjaan setelah tiga tahun seorang pekerja dapat menjadi pekerja tetap dan mendapat tunjangan . Perjuangan kami tidak sia-sia , tahun 1999 yayasan mengeluarkan peraturan tentang status guru sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku sampai sekarang . Tentu ini perjuangan yang cukup berat karena kami harus mencari data-data untuk mempresentasikan di kantor pusat . Kami menjadi tim yang solid ketika kami berhadapan dengan pihak Koorpus . Kami harus berjuang sendirian karena guru-guru lokasi lain tidak mendukung bahkan banyak yang mencibir kami sebagai perjuangan yang sia-sia dan sok menjadi pahlawan . Padahal kami hanya berjuang untuk mencari kebenaran dan kebenaran itu harganya mahal . Akhirnya perjuangan kami dapat dirasakan oleh guru-guru dan karyawan sampai sekarang . Kami berjuang mencari kebenaran bukan mencari pembenaran ,itu yang menjadi prinsip kami sebagai guru-guru SMA saat itu . 
        

Live-in di Ciranjang

         Pengalaman bersama Bu Betty sangat banyak . Ada suka dan duka selama lima belas tahun melayani sekolah SMAK IPEKA Tomang bersama bu Betty. Live-in dan study lapangan merupakan ide Bu Betty untuk mengembangkan potensi anak untuk mengembangkan life skill dan akademik. Tahun 1996 Baduy menjadi program live- in sekaligus study lapangan bagi siswa untuk pertama kalinya . Setelah itu dilanjutkan dengan live in ke Pangandaran , Halimun , pulau Pari sampai ke Cianjur. Saya dengan Bu Betty beserta guru lain menjadi satu tim untuk survey ke tempat live-in atau studi lapangan . Saat liburan biasanya kami mengadakan survey live- in dan study lapangan kemudian baru diusulkan kepada kepala sekolah dan dibicarakan dalam dewan guru sehingga kami perlu presentasikan di depan guru . Kalau sudah disetujui oleh dewan guru baru membuat proposal untuk kegiatan live-in dan studi lapangan . Ada kejadian lucu saat survey , kami mengajak guru baru untuk ikut survey namanya pak Andi dan pak Oktav , sebagai guru yang baru ikut survey maka ada uji mental. Saya , Bu Betty , Pak Jati dan pak Theo punya rencana untuk uji mental . Saat itu kami mau survey ke Halimun . Sebelum berangkat Bu Betty memberi tahu kepada pak Andi untuk membawa telur satu kg , minyak goreng dua liter dan Indomie 10 buah sedangkan pak Oktav disuruh membawa garam , gula dan kopi . Kata Bu Betty untuk bekal survey karena sulit untuk mencari makan . Pak Andi dan pak Oktav berfikir bahwa mereka akan camping dan menginap di tenda sehingga mereka membawa bekal. Perjalanan cukup panjang sehingga malam hari sampai juga di Halimun , ternyata kami menginap di rumah penduduk . Ini yang membuat pak Andi dan pak Oktav kaget karena mereka berfikir akan menginap di tenda , tidak tahunya di rumah penduduk . Setelah menginap satu hari , pagi hari pak Andi bertanya tentang bekalnya untuk dimasak atau diberikan kepada pak RT yang punya rumah. Akhirnya Bu Betty menjelaskan bahwa mereka lulus jadi anggota tim . Kalau jaman sekarang mereka kena prank , pak Andy hanya tersenyum tetapi pak Oktav marah tidak terima dipermainkan . Akhirnya saya mewakili teman-teman minta maaf . 
         
Nostalgia di Baduy...

           Walaupun Bu Betty keras orangnya tetapi ternyata seorang penakut dengan suasana malam hari . Saat survey tidak berani keluar sendirian , kalau malam hari keluar harus ditemani walaupun hanya ke halaman rumah . Demikian juga kalau tidur tidak mau sendirian harus ada temannya untuk menemaninya . Ini terjadi ketika kami survey ke Pangandaran , saat itu kami bertiga saya , pak Pras dan Bu Betty akan survey ke Pangandaran .Bu Betty berangkat sendiri ke Pangandaran tetapi mampir dulu ke Bandung baru malam hari berangkat dan ketemu di terminal Banjar Jawa Barat . Saya dan pak Pras berangkat hampir petang karena pak Pras harus menguji ujian praktek Biologi anak kelas 3 IPA . Kami berdua berangkat dari terminal Kampung Rambutan dan sampai di Banjar jam 12 malam .Setelah itu tidak ada lagi kendaraan menuju Pangandaran dan harus dilanjutkan esok hari . Di terminal kendaraan ternyata Bu Betty sudah menunggu , akhirnya kami menyewa dua becak untuk mencari tempat penginapan . Dua kamar kami sewa untuk tidur , tetapi ditengah tidur pintu kamar diketuk ternyata Bu Betty , dia takut tidur sendirian . Akhirnya kami sepakat Bu Betty tetap tidur di kamar tetapi pintu tetap dibuka sedangkan saya dan pak Pras tidur di ruang tamu yang dekat dengan kamar Bu Betty .Akhirnya kami bisa tidur sampai pagi hari untuk melanjutkan perjalanan menuju Pangandaran . Setelah menjadi guru , Bu Betty diangkat menjadi asisten bagian kesiswaan , banyak hal yang dilakukan seperti membuat tim paskibra , latihan koor dengan mendatangkan pelatih bahkan meraih juara pertama broadcast yang diadakan oleh radio Prambors. 
        
Dengan alumni tak terlupakan
       Tahun 2011 , Bu Betty pamitan mengundurkan diri jadi guru di SMA K IPEKA Tomang , permintaan maaf dan terima kasih atas kerjasamanya .Itulah perkataan terakhir saat berpisah . Setelah itu saya hanya mendapat kabar menjadi guru tata boga di SMP Tiara Kasih . Memang selain menjadi guru , Bu Betty mempunyai hobi masak , pernah membuka catering diantara guru dan saya termasuk pesan catering untuk makan siang . Tidak heran tiap sore hingga malam jual kuliner di angkringan di daerah Jakarta Barat . Banyak langganan dari guru , para alumni dan pengunjung lainnya untuk mampir di Angkringan Beth untuk menikmati kuliner nasi kucing , sate jeroan , tempe , tahu dan segala makanan tersedia untuk disantap . 
         
Kecintaan dengan dunia teater

            Sepasang putranya Kezia sudah menikah dan Lukas sudah lulus dari IKJ jurusan teater. Lukas beberapa kali main di film dan pertunjukan teater . Bu Betty memang senang dengan dunia teater , setiap kali ada pertunjukan selalu menonton di TIM Jakarta. Sudah beberapa tahun saya tidak mendengar kabar , terakhir kontak lewat FB saat Bu Betty pensiun menjadi guru di Tiara Kasih . Awal tahun 2022 saya mendapat kabar bahwa bu Betty sedang sakit , hanya doa dan teriring salam agar cepat sembuh dari penyakitnya…(abc).

Organisasi Bayangan versi Nadiem

                   Nadiem dengan belajar merdeka "Pendikan adalah paspor untuk masa depan karena hari esok adalah milik mereka yang mem...