Cari Blog Ini

Sabtu, 16 Mei 2020

Sekolah dan kepala sekolahku 2

Kabar tentang pergantian kepala sekolah terdengar di kalangan guru-guru sampai akhirnya pak John memperkenalkan kepala sekolah yang baru bernama Pak Presno Saragih .Tidak asing bagi guru-guru alumni IKIP Jakarta, karena pak Presno aktif sebagai ketua Persekutuan Mahasiswa Kristen IKIP Jakarta sehingga ada beberapa guru yang kenal dan memanggil bang Presno panggilan akrabnya.Serem juga melihat penampilan pak Presno karena kumis tebalnya menempel di bibirnya tetapi ternyata baik hati setelah mengenalnya.Beberapa hari datang ke sekolah dan selalu membawa makanan untuk guru-guru .Dunkins Donats sering dibawanya dan kami guru-guru menyerbu makanan tersebut.Ada perubahan ketika pak Presno menjadi kepala sekolah .Kalau dulu pak John seorang pemikir dengan berbagai gagasan tentang akademiknya sekarang pak Presno lebih pragmatis dengan berbagai program untuk pemberdayaan siswa.Terjadi perubahan dalam peraturan , dibuat peraturan secara tertulis untuk siswa.OSIS diperdayakan sehingga dibuat Aturan dasar dan Aturan rumah tangga OSIS.Untuk disiplin , setiap hari anak-anak berbaris sebelum masuk  kelas.Bagi yang  terlambat siswa mendapat hukuman berdiri di depan kelas.Kegiatan siswa dimunculkan lagi .Berbagai kegiatan ekstrakurikuler menjadi pilihan siswa , ikut kompetisi akademik maupun non akademik di tingkat kotamadya maupun propinsi digalakkan .Sistem penilaianpun diganti yang dulunya ada nilai minus bagi siswa yang salah menjawab sekarang diganti bagi siswa yang salah menjawab mendapat nilai nol.Pintar main gitar dan suara merdu , pak Presno mulai membentuk vokal group siswa dan guru-guru .Awal tahun ajaran baru diadakan camping untuk kelas 1 di Cibubur , setiap guru ikut sebagai ajang  perkenalan antara guru dengan siswa.Setelah itu kelas 1 ada kegiatan retret dan semua guru ikut melayani dan siswa kelas 2 dan 3 ikut juga melayani sebagai pemusik ,MC dan singer.
Live in memjadi program sekolah kami ,perjuangan untuk meloloskan program ini menjadi tantangan bagi guru-guru saat itu .Demikian juga dengan Pak Presno mempresentasikan program tersebut  kepada Yayasan .Di gurupun terjadi perbedaan pendapat ada yang setuju dan tidak setuju .Akhirnya diputuskan bagi guru yang tidak setuju tidak ikut dan bagi yang setuju boleh ikut.Live in berlangsung dengan baik , hal ini menjadi pengalaman yang pertama bagi kami . Suku Baduy menjadi tempat live in sekaligus penelitian bagi anak kelas 3 IPA dan IPS.Persiapan dimulai sebagai Koordinator saat itu Bu Betty dan pak Yosef .Transportasi dilakukan dengan menyewa dua gerbang kereta api jurusan kota ke Rangkas Bitung , dari Rangkas Bitung menuju Baduy naik colt Isuzu dilanjutkan jalan kaki 12 km ke perkampungan Suku Baduy Luar .Saat itu juga kami membawa ikan asin yang beli dari nelayan pasar ikan Jakarta sebagai bentuk sosial kepada suku Baduy.Pak Mica sebagai bagian SDM sekolah kami ikut dalam live in tersebut . Capai dan lelah selama tiga hari dua malam kami menikmati perjalanan tersebut . Ada suka dan duka tentang live ini .Jarak cukup jauh membuat para siswa dan guru kelelahan , maklum baru pertama kali kami melakukan kegiatan ini . Apalagi waktu pulang naik kereta api dari  Rangkas Bitung ke Stasiun   kota Jakarta  terjadi ketegangan rombongan kami yang sudah menyewa dua  gerbong dengan penumpang .Saat itu penumpang membludak sedangkan gerbong ditutup , untung ada bagian keamanan kereta yang menjaga sehingga kereta dapat berjalan menuju stasiun Kota Jakarta dengan aman.
Itu awal gebrakan pak Presno begitu menghargai aprisiasi guru.

Dewan Guru
Menjelang ujian akhir di bulan Mei terjadi kasus perkelahian antara siswa sekolah kami dengan seorang siswa sekolah lain . Perkelahian terjadi di depan sekolah sampai akhirnya dipisahkan oleh guru dan Saptam.Berdasarkan peraturan tata tertib  siswa sekolah seorang  siswa bisa dikeluarkan dari sekolah. Dewan guru dipimpin oleh kepala sekolah mengadakan rapat .Diputuskan siswa itu dikeluarkan dari sekolah dan akhirnya keputusan itu diserahkan kepada yayasan .Pihak yayasan memberikan kesempatan untuk mengevaluasi keputusan tersebut.Dewan guru tetap mempertahankan keputusan untuk mengeluarkan siswa tersebut.Integritas Dewan guru dipertaruhkan dan konsistensi menjadi dasar untuk memutuskan suatu perkara.Ini bukan kemenangan bagi Dewan guru tetapi sebuah konsekuensi bahwa hukum bukan sebatas ancaman semata tetapi memperjuangkan keadilan dan kebenaran .Keputusan ini akhirnya bisa diterima oleh orang tua dan siswa .Ada penyesalan bagi siswa tersebut karena sekolah telah menolong menjadi siswa yang baik.Sekolah tidak hanya mengeluarkan siswa tetapi
memberikan solusi untuk melanjutkan sekolah siswa tersebut untuk mengikuti ujian akhir .Keputusan mengeluarkan siswa  menjadi sejarah sekolah kami dan ini menjadi keberanian kepal sekolah yang baru untuk menegaskan sebuah peraturan.Dampak dari keputusan ini memberi pembelajaran bahwa sekolah mempunyai otoritas untuk menentukan tindakan bagi proses pendidikan itu sendiri.Dewan guru menjadi institusi yang penting dalam sekolah , keputusan dewan guru menjadi otoritas dalam pengambilan keputusan di sekolah . Kepala sekolah sebagai seorang pemimpin tentu mempunyai hak prerogatif dalam pengambilan keputusan tetapi harus juga melihat suara aspirasi dari dewan guru.Yayasan seharusnya tidak terlalu mencampuri urusan sekolah tetapi sebagai institusi koordinasi pengelolaan sekolah memang sangat dibutuhkan .Regulasi tentang keuangan dan SDM disekolah menjadi kewenangan dari Yayasan .Hal ini yang menjadi karakter sebuah sekolah dengan hak otoritas dalam pengelolaan sekolah.

Pemberdayaan sekolah
Menurut Prof.Howard Gradner dari Harvard University menjelaskan ada 8 kecerdasan manusia yaitu kecerdasan linguistik atau verbal,kecerdasan matematis atau logika,kecerdasan visual atau spasial,kecerdasan musikal,kecerdasan interpersonal , kecerdasan interpersonal , kecerdasan kinetestik atau jasmani dan kecerdasan naturalis . Dengan kecerdasan ini betapa unik manusia diciptakan , tidak ada keseragaman dalam minat dan bakat setiap siswa tetapi keragaman yang ada dalam diri siswa .Untuk itu sekolah harus menyadari adanya kebutuhan yang berbeda di antara siswa yang satu dengan lainnya.Hal ini yang akan diimplemitasikan dalam kurikulum sekolah dengan program intra kurikuler dan ekstra kurikuler oleh pak Presno Saragih sebagai  kepala sekolah .Dibantu oleh Bu Maryati sebagai asisten Kurikuler , Bu Mega sebagai asisten kesiswaan dan Pak Rudi sebagai asisten administrasi .Secara Akademik kurikulum disesuaikan dengan kurikulum nasional plus artinya ada penambahan jam pelajaran dan mata pelajaran serta ada kegiatan ekstra kurikuler untuk mengekspresikan siswa sesuai bakat dan talentanya .Berbagai program ekstra kurikuler digalakkan dari olah raga basket, volley ball,sepak bola , seni mulai seni musik , suara,vokal group , orkestra ,seni tari dan teater.Bidang kurikuler dikaitkan dengan bidang akademik meliputi bidang kerohanian ada program retret , renungan pagi , KTB ,Kebaktian , perayaan hari besar keagamaan , bidang akademik ada program karya wisata,live in dan kunjungan ke berbagai instansi .OSIS menjadi tempat pelatihan kepemimpinan siswa.Sebagai sekolah tingkat SMA yang pertama menjadi acuan bagi SMA yang baru .Hal ini terjadi ketika SMA di lokasi lain didirikan , hampir semua program kerja baik kurikulum,bidang akademik dan kesiswaan menjadi acuan bagi SMA di lokasi lain .Tidak hanya itu juga banyak guru-guru dari sekolah kami menjadi pemimpin kepala sekolah di lokasi lain.Kadernisasi mulai berjalan dan ini menjadi prioritas pengembangan SDM yang dilakukan oleh Pak Presno sebagai kepala sekolah .

Program unggulan
Sekolah kami mempunyai unggulan untuk ditawarkan kepada masyarakat.Sekolah seharusnya mempunyai ciri unik yang membedakan dengan sekolah lain.Ciri ini yang menjadi trade mark dari sekolah tersebut.Ada keunggulan pelayanan kerohanian di sekolah kami , demikian juga dengan kedisiplinan sekolah menjadi hal yang penting .Bidang akademik menjadi perhatian , kerjasama dengan universitas luar negeri melalui beasiswa menjadi pilihan bagi siswa yang berprestasi.Dalam bidang non-akademik menjadi strategi pemasaran sekolah kami.Hal ini berkaitan hampir 70 % siswa yang daftar di sekolah kami adalah dengan tingkat kecerdasan di bawah rata-rata ,tentu selain secara akademik perlu adanya pemberdayaan siswa di bidang non-akademik.Untuk itu dimulai dengan program IPEKA Games yang dilaksanakan dua tahun sekali ,IPEKA Games merupakan ajang kompetensi di bidang olah raga yang diikuti oleh siswa seJabotabek .IPEKA Games menjadi promosi bagi sekolah dan selalu ditunggu oleh sekolah-sekolah untuk menampilkan
aksinya yang terbaik.Kemudian dua tahun sekali kami mengadakan aksi kreatif di bidang seni yang meliputi musik,teater ,seni suara dan seni tari disatupadukan dalam pertunjukan panggung di Graha Bhakti Budaya TIM Jakarta.Program ini berawal dari Bu Mega sebagai guru Bahasa Indonesia untuk mengapresiasi siswa dalam bahasa Indonesia.Diajaklah saya untuk mencari pelatih teater.Kamipun mendatangi TIM Jakarta, kami dapat informasi untuk menghubungi pak Manahan di Gelanggang Bulungan Jakarta Selatan .Kami berhasil menghubungi pak Manahan untuk membicarakan program sekolah tentang apresiasi siswa terhadap dunia pertunjukan.Pak Manahan adalah penulis naskah pertunjukan teater selain itu sutradara teater SIM yang pernah menjuarai Teater tingkat DKI yang dilaksanakan oleh Dewan Kesenian Jakarta.Kemudian dibuat program oleh Bu Mega untuk memetaskan pertunjukan apresiasi bahasa.Selama satu hari siswa menikmati apresiasi bahasa di TIM Jakarta.Namun pelaksanaan apresiasi itu dilaksanakan siang jam 11.00 sedangkan pagi hari jam 08.00 pagi siswa mengunjungi gedung DPR sebagai apresiasi terhadap lembaga negara di Indonesia.Apresiasi dipentaskan melalui monolog, pembacaan puisi,pantomim dan teater ,setelah itu siswa disuruh mengapresiasi terhadap dunia pertunjukan tersebut.Dua tahun kemudian program ini menjadi kegiatan aksi pentas dalam bentuk pentas seni dengan berbagai kolabolarasi seni mulai seni suara,musik , tari dan orchestra.Pertunjukan diadakan dua kali yaitu pertunjukan siang untuk siswa dan malam hari untuk umum dengan dengan penjualan tiket.Pertujukan  sukses  karena pertama kali sekolah kami mengadakan pentas seni . Kemudian sekolah kami mendirikan teater IPTO , mulailah teater ini unjuk gigi dalam pertunjukan .Dengan tangan besi karena begitu disiplin Pak Manahan melatih teater IPTO . Setiap dua tahun Teater IPTO mengadakan pertunjukan di Graha Bakti Budaya TIM Jakarta.Sampai akhirnya Teater IPTO mengikuti kejuaraan teater se-Jabotabek dan menjadi juara pertama .Hal ini tentu perlu kerja keras karena tiap tahun teater IPTO  mengikuti perlombaan teater tingkat SLTA se - Jabotabek.Baru tahun ke tiga teater IPTO menjadi juara umum se-Jabotabek.Ada rasa bangga ,perjuangan tanpa henti membuahkan prestasi .Teater IPTO menjadi trade mark sekolah kami dan itu terdengar sampai sekolah-sekolah lain menjadi promosi bagi siswa baru.
Program lain yang tidak kalah penting adalah kegiatan yang berkaitan dengan akademik.Dibuatlah program untuk kelas satu karyawisata yang berkaitan dengan mata pelajaran tertentu .Tujuannya adalah untuk mencari informasi mengenai pengetahuan yang berkaitan dengan mata pelajaran.Misalnya ke musium, pabrik atau perusahaan ,sehingga siswa bisa mengkaitkan pengetahuan di kelas dengan dunia luar untuk mengembangkan daya pikir siswa.Kelas dua lebih kepada menganalisa kepada sebuah penelitian kecil misalnya  pelajaran Biologi berkaitan dengan keanekaragaman hayati di hutan sehingga kami mendatangi Pusat penelitian Biologi atau Sosiologi kita datang ke budaya masyarakat adat untuk melihat struktur kehidupan masyarakat .Siswa secara kelompok membuat laporan tentang hasil penelitian tersebut .Kelas 3 siswa akan mengakhiri sekolah dibuatlah program live-in di masyarakat tertentu dengan sosial ekonomi kelas menengah ke bawah.Program ini bertujuan mengasah hati siswa untuk bersosialisasi dengan masyarakat yang masih sederhana.Selama tiga hari mereka bersosialisasi dengan kehidupan masyarakat yang berbeda sekali dengan kehidupan mereka di rumah.Adaptasi dan empati menjadi dasar komunikasi dengan masyarakat.Disini kepekaan hati siswa dilatih untuk memahami dan empati terhadap orang lain.Tujuan akhir dari live-in ini adalah untuk mempersiapkan siswa yang setelah lulus nanti akan terjun dalam masyarakat sehingga mereka sudah mempunyai kesadaran untuk bersosialisasi dengan baik.Keunggulan sekolah ini yang ditawarkan oleh Pak Presno selama menjadi kepala sekolah .

Kepemimpinan Kepala Sekolah
Warren Bennis dalam bukunya "Menjadi seorang Pemimpin" membedakan antara seorang manajer dengan seorang pemimpin.Dikatakan oleh Warren ada tujuh perbedaan manajer dan pemimpin yaitu :
1. Manajer mengorganisasikan ,pemimpin menciptakan inovasi
2.Manajer memelihara,pemimpin membangun
3.Manajer fokus pada sistem dan struktur , pemimpin fokus pada manusia
4.Manajer mengandalkan kontrol pemimpin menginspirasi kepercayaan
5.Manajer bertanya bagaimana? pemimpin bertanya mengapa?
6.Manajer menjalankan status quo pemimpin menantang status quo
7.Manajer melakukan dengan benar , pemimpin melakukan yang benar.
Kepala sekolah adalah seorang pemimpin dan itulah yang ditunjukkan oleh pak Presno.Selama hampir 10 tahun Pak Presno melayani sebagai kepala sekolah di sekolah kami telah terlihat sebagai seorang pemimpin.Awal pak Presno sebagai kepala sekolah telah mencari suatu kebenaran bukan melakukan dengan benar.Ketika itu terjadi status guru dan karyawan di sekolah kami belum jelas karena setiap setahun sekali kami mendapatkan surat penetapan dinas(SPD) yang harus kami tanda tangani sebagai kontrak pekerjaan selama satu tahun.Kebijakan ini tentu meresahkan bagi kami sebagai guru dan karyawan karena tidak ada kejelasan status .Menurut UU ketenagakerjaan seorang pekerja setelah tiga tahun bisa ditetapkan sebagai pegawai tetap dan mendapat gaji dan tunjangan .Tetapi dalam pelaksanaan telah terjadi penyimpangan dengan adanya SPD yang setiap tahun harus ditandatangani oleh guru dan karyawan.Untuk itu kami guru-guru dan kepala sekolah mengundang Koorpus untuk membicarakan hal itu.Kamipun berhari-hari rapat untuk membicarakan hal ini.Hanya guru-guru SMA yang berani maju sedangkan sekolah di lokasi lain hanya menunggu saja walaupun kami sudah mengundang tetapi tidak ada respon.Cukup keras kami bersikap saat itu karena kami mengancam untuk menghentikan pembelajaran,kalau tuntutan kami tidak dihiraukan.Kami tahu bahwa kami tidak akan merugikan murid dalam proses pembelajaran.Ada satu guru yang tidak setuju dengan sikap kami sehingga kamipun tidak memaksa untuk ikut perjuangan kami.Kamipun sudah siap andaikata perjuangan kami gagal maka serentak kami akan keluar dari sekolah secara bersamaan.Saat itu Bu Linda sesama guru mempunyai koneksi dengan perusahaan emas New Mount di NTT yang membutuhkan guru sehingga kami akan diboyong bersamaan di NTT.Perjuangan akhirnya menemukan titik temu , pertemuan antara guru-guru dan kepala sekolah dengan Koorpus sekolah berlangsung sampai akhirnya diputuskan akan dibicarakan dengan yayasan mengenai peraturan status guru dan karyawan .Satu tahun kemudian lahirlah peraturan guru dan karyawan mengenai status guru dan karyawan sebagai dasar mengenai hak dan kewajiban kami sebagai guru dan karyawan.Dengan peraturan ini ada kejelasan status guru dan karyawan sehingga ada rasa tenang dan aman .Dengan peraturan ini maka guru-guru yang telah bekerja selama tiga tahun lebih secara otomatis menjadi guru dan karyawan tetap dan mendapat gaji dan tunjangan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.Peraturan ini berlaku sampai sekarang dan bisa dinikmati oleh rekan-rekan guru dan karyawan karena berkat perjuangan kami.Akhir perjuangan kami,satu persatu kami dipanggil oleh koorpus untuk mengetahui motivasi perjuangan tersebut.Kamipun sepakat bahwa perjuangan kami mencari kebenaran dan kebenaran itu harus diperjuangkan.Pak Presno telah membuktikan sebagai seorang pemimpin untuk melakukan hal yang benar.
Pak Presno seorang pemimpin yang menentang status quo, hal ini terlihat ketika terjadi perubahan kepemimpinan koorpus di tingkat kantor Pusat.Ada perubahan kepemimpinan yang sangat berpengaruh terhadap kebijakan di tingkat lokasi dan sekolah.Kepemimpinan feodalisme dan primodial terjadi di tingkat pusat.Pertemanan menjadi model kepemimpinan pada masa itu dan perluasan jabatan terjadi disetiap line .Hal inipun dikritik oleh pak Presno bersama teman kepala sekolah di lokasi lain.Tentu hal ini harus disikapi oleh guru, maka saya disuruh menjadi koordinator guru lokasi.Koordinasi dan penentuan sikap kami lakukan .Akhirnya kami merumuskan sebuah petisi untuk mengundang koorpus dan yayasan sebagai sikap kami mendukung kepala sekolah .Petisi cukup keras sehingga banyak guru yang tidak ikut menandatangani petisi itu tetapi kami yakin dengan petisi itu paling tidak ada keterbukaan komunikasi antara guru dengan pihak koorpus dan yayasan .Bahkan ada satu lokasi yang tidak setuju dengan sikap itu dan tidak mendukung kepala sekolah .Dalam perjuangan pasti ada seorang pengkhianat ,akhirnya ketika rapat saya mengeluarkan perwakilan dari lokasi sekolah yang tidak setuju dengan sikap dan dukungan terhadap kepala sekolah.Akhir dari perjuangan diadakan pertemuan antara guru dengan pihak yayasan .Pertemuan diadakan di setiap lokasi.Ada titik temu kebijakan pusat dengan lokasi .Semua aspirasi guru di lokasi akan ditampung dan dijadikan dasar untuk menentukan kebijakan.Menentang status quo menjadi nilai dan sikap sebuah perubahan. Hal ini telah dilakukan oleh pak Presno sebagai kepala sekolah.
Fokus kepada manusia itu juga dilakukan dalam masa kepemimpinannya sebagai kepala sekolah.Rasa empati terhadap murid dan guru dilakukan.Saya sebagai guru , setiap pagi saya pergi dari rumah di Tangerang dan naik bis turun di tol Kebun Jeruk .Saya kaget karena pak Presno sudah menunggu dengan motor Honda GL dan akhirnya saya bonceng tiap hari ke sekolah.Bukan itu saja ketika istri saya menunggu bayi yang di kandungannya lahir karena bayi sudah dalam keadaan meninggal sehingga kami harus menunggu kelahiran bayinya , pak Presno menemani saya dengan memberikan kekuatan dan berdoa.Suatu hari pak Presno pernah mengingatkan kepada saya bahwa keluarga adalah hal yang pertama dan utama baru pekerjaan .Inilah yang membedakan manajer yang selalu mengutamakan sistem dan struktur dengan pemimpin  yang lebih fokus kepada manusia.Bukan saja kepada guru terhadap muridpun dilakukan oleh pak Presno.Ketika itu ada ujian nasional dan ada murid yang belum hadir karena takut terlambat , pak Presno mengambil sepeda motor dan menjemput murid dari rumahnya.Sebuah pengorbanan yang dilakukan oleh seorang kepala sekolah terhadap muridnya karena begitu kasihnya seperti kepada anaknya.Disiplin terhadap tata tertib itu yang menjadi pembelajaran karakter , tamparan tangan pak Presno menempel wajah pipi seorang siswa karena siswa itu sudah kurang ajar.Ada kekerasan di sekolah dan ini selalu didengungkan atas nama HAM dan dilaporkan kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia(KPAI) sampai akhirnya ada guru yang disengketakan di pengadilan.Ini bukan tindakan kekerasan tetapi pendisiplinan terhadap tindakan siswa sehingga siswa menyadari akan kesalahannya dan akhirnya memperbaikinya.Dengan talenta main gitar dan suaranya yang merdu , pak Presno membentuk vokal group guru dan siswa.Vokal group guru maupun siswa mengiringi kebaktian dan acara-acara perayaan hari besar yang diadakan oleh yayasan atau gereja.Memberikan kepercayaan kepada guru untuk duduk sebagai asisten kepala sekolah ,kepanitian dan berbagai kegiatan dilakukan secara demokratis. Inisiatif dan kreativitas guru diberikan secara leluasa kepada guru sehingga guru bekerja tanpa beban dan menghasilkan sebuah prestasi.Pergumulan sebagai guru dalam mengajar dan keluarga kadang-kadang menjadi masalah .Kalau hal ini terjadi biasanya saya dan teman-teman guru akan berkonsultasi dengan pak Presno untuk berbicara dan mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.Membangun guru untuk mencapai karier yang lebih tinggi untuk menjadi kepala sekolah atau staf di kantor pusat dilakukan oleh pak Presno, kadernisasi sudah dilakukan dengan beberapa guru menjadi kepala sekolah di lokasi lain.Ini merupakan hasil kerja dari Pak Presno sebagai kepala sekolah.Karakter yang dimiliki pak Presno mencerminkan sebagai seorang pemimpin .Menurut kriteria Warren sebagai pemimpin ada dalam diri Pak Presno.Saya bukan sedang membanggakan pak Presno tetapi itu realita yang terjadi selama sepuluh tahun melayani sebagai kepala sekolah.Memang kepala sekolah haruslah menjadi seorang pemimpin bukan sekedar manajer.Saya bisa menyimpulkan seorang pemimpin pasti seorang manajer tetapi seorang manajer belum tentu seorang pemimpin.Sekolah membutuhkan seorang pemimpin.Memilih sekolah seperti menonton film .Ketika menonton film pertama kali akan dilihat siapa aktor dan aktris bintang utamanya.Demikian juga dengan memilih sekolah akan dilihat siapa kepala sekolahnya dan gurunya.Selama 10 tahun sekolah kami tidak pernah kekurangan siswa bahkan kadang-kadang menolak siswa.Hal ini bisa terjadi pengaruh kepala sekolah terhadap penerimaan siswa baru , ada pengaruh yang signifikan walaupun belum ada penelitian mengenai sosok kepala sekolah terhadap penerimaan siswa baru.Tetapi saya percaya kepemimpinan kepala sekolah akan berpengaruh terhadap kelanjutan sekolah tersebut.

Pada akhirnya..
Ada saat betemu ,ada saat berpisah ....
Itu penggalan lagu yang selalu dinyanyikan  kalau ada guru yang meninggalkan sekolah kami.Tahun 2006 , Pak Presno meninggalkan kami , saya tidak tahu acara perpisahannya karena saat itu saya baru kecelakaan .Tetapi saya baru tahu ketika pak Presno menelpon saya dan saya bertanya apakah pak Presno mau meninggalkan kami .Dan pak Presno menjawab dengan suara lirih ya...Saya tidak melanjutkan pertanyaan alasan pak Presno meninggalkan sekolah kami karena saya tahu pak Presno tidak akan menjawab pertanyaan saya.Dia hanya meninggalkan pesan kalau sudah sembuh dan sehat bisa ikut acara wisuda.Dengan kepala masih pusing dan ditemani oleh istri saya datang ke acara wisuda.Tiga bulan saya tidak masuk ke sekolah karena saya mengalami kecelakaan sampai 6 jahitan operasi di kepala saya. Rasa kangen dan rindu kepada guru-guru dan siswa menjadi pertemuan hari itu yang membahagiakan bagi saya.Terlebih saat itu saya menjadi wali kelas 3 IPS 2 dan memberi piagam dan plakat tanda kelulusan kepada para siswa.Sepuluh tahun pak Presno bersama kami.Waktu cukup panjang tetapi terasa pendek bagi kami.Banyak suka dan duka berganti menjadi lebaran untuk di kenang.
Tahun 2014 , pak Presno sakit dan dirawat di Rumah sakit Sari Asih Tangerang , saya ,ibu Lydia dan Bu Emy menjenguk dan bertemu dengan pak Presno didampingi istrinya.Pertemuan yang membahagiakan , cerita masa lalu menjadi kenangan yang tak terlupakan .
Tahun 2016 kami mengunjungi ke rumah pak Presno .Ada lima guru bersama kami , cerita panjang tentang masa lalu menjadi obrolan sepanjang hari dengan suguhan bakso dan asinan Betawi menemani  canda tawa kami.Satu hari tidak terasa  waktu telah berlalu,ada keinginan dari guru untuk pak Presno bisa melayani di sekolah kami .Seperti kapal sekolah kami diterpa angin dan samudra , kami membutuhkan seorang nahkoda untuk menyelamatkan kapal .Itu keinginan guru yang disampaikan oleh pak Theo.Dengan bercanda pak Presno menjawab selama ada dua P tidak pernah akan kembali.Kamipun tertawa bersama mendengar candaan pak Presno.Tetapi saya tetap berdoa untuk teman-teman guru itu pesan pak Presno kepada kami sebelum pulang.
Tahun 2019 kami bertemu dengan pak Presno , saat itu pak Presno diundang untuk berkhotbah dalam acara wisuda kelas 12 .Isi kotbah mengulang cerita pak Presno ketika menjadi kepala sekolah 13 tahun yang lalu.Saya selalu teringat ketika pak Presno berpidato tentang pertanggungjawaban sebagai kepala sekolah di hadapan wali orang tua murid.Dengan berbagai data , dilaporkan tentang keberhasilan dan kegagalan selama siswa dididik 3 tahun.Ada keinginan dalam hati saya untuk mendengarkan laporan itu setiap ada acara wisuda.Tetapi itu hanya dalam mimpi saya saja.....


2 komentar:

Organisasi Bayangan versi Nadiem

                   Nadiem dengan belajar merdeka "Pendikan adalah paspor untuk masa depan karena hari esok adalah milik mereka yang mem...