![]() |
| Pagi cerah di pantai Pangandaran |
"Sekolah memang tempat untuk belajar, tapi belajar tidak harus di sekolah. Dunia dan seluruh isinya menyimpan banyak ilmu yang masih tersembunyi."
Pantai Pangandaran merupakan pantai yang menghadap ke Samudra Hindia. Pasir putih dan pasir hitam, disertai dengan kondisi alamnya yang masih indah dan alami, ditambah lingkungannya yang bersih dan berombang tenang serta pemandangan matahari terbenam yang spektakuler.Di pantai Pangandaran ini terdapat sebuah daratan yang menjorok ke laut dikenal yang sekarang menjadi cagar alam atau hutan lindung yang dikenal sebagai Cagar Alam Pananjung seluas 530 hektar, tanjung inilah yang mengambat atau mengurangi gelombang besar untuk sampai ke pantai serta jarak antara pasang dan surut relatif lama sehingga memungkinkan orang untuk berenang dengan aman. Di dalamnya terdapat gua-gua yang terbentuk ratusan bahkan ribuan tahun. Gua alam yang terbentuk itu di dalamnya terdapat bebatuan stalagtit (endapan berbentuk batuan keras) dan batuan granit yang menggantung di langit-langit. Kondisi pantai yang menjorok ke laut membuat gelombang cukup landai sehingga banyak Nonelayan dari wilayah lain datang. Selain itu, terdapat pula menara pengawas milik bay watch atau biasa disebut life guard.
| Berpose sejenak |
Dua kali SMAK IPEKA Tomang mengadakan study lapangan di Pangandaran tahun 2003 dan 2009. Perjalanan Jakarta ke Pangandaran sejauh 340 km ditempuh 8 jam perjalanan .Dengan menggunakan 4 bis wisata mulailah perjalanan menuju ke Pangandaran . Jam tiga sore sampai di Pangandaran ,kemudian siswa mulai mencari tempat penginapan di rumah penduduk . Sengaja tidak menginap di hotel atau penginapan yang banyak terdapat di pinggir pantai tetapi ingin menyatu siswa dengan penduduk sekitar tempat tersebut . Mereka belajar kehidupan dengan masyarakat sekitar pantai tersebut. Belajar tentang kehidupan biotik di laut dan hutan cagar alam menjadi objek penelitian bagi siswa jurusan IPA .Masyarakat nelayan dengan segala aspek kehidupan dan perubahan menjadi objek penelitian bagi siswa jurusan IPS .Keindahan pantai Pangandaran menjadi daya tarik sendiri untuk menikmatinya.Pasir putih dengan gelombang laut menjadi wahana betapa agungNya ciptaan Tuhan .Cagar alam Pananjung menjadi objek penelitian untuk mengamati flora dan fauna sebagai kekayaan hayati.Berbagai tumbuhan , kicauan burung dan monyet bergelantung sekali-kali merebut makanan para pengunjung.Terdapat gua-gua kecil dengan stalagtit bisa diamati tentang riwayat bebatuan dalam bidang geologinya . Perubahan sosial-ekonomi menjadi hal yang menarik untuk dikaji karena dulu merupakan nelayan yang sekarang mulai berangsur meninggalkan mata pencaharian dengan menjadi pedagang baju , souvenir atau guide. Pariwisata menjadi industri yang mulai berkembang dan ini berdampak terhadap sosial,ekonomi dan perubahan budaya. Belajar tidak hanya di kelas tetapi setiap lingkungan bisa menjadi sumber belajar.Pangandaran menjadi wahana mengembangkan sikap berfikir untuk belajar mencari permasalahan , mengkaji,menganalisa dan mencari solusi terhadap permasalahan tersebut . Jangan melihat hasil tetapi proses bagi siswa untuk mengasah pikiran dan peduli terhadap lingkungan.
Di Pangandaran ada satu sebuah destinasi wisata menarik bernama Green Canyon atau yang juga dikenal dengan Cukang Taneuh. Layaknya Green Canyon di Amerika, keindahan alam merupakan salah satu primadona bumi Parahyangan. Terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran , hanya membutuhkan satu jam perjalanan dari pantai Pangandaran .Menikmati keindahan alam Green Canyon harus ditempuh dengan perahu yang bisa disewa seharga Rp150 ribu untuk kapasitas 5-6 orang..Setelah kita menyewa perahu kita akan diantar menjelajahi arus sungai yang berwarna jernih .Kejernihan air berwarna bening dan toska akan muncul di musim kemarau serta siap menghipnotis kalian. Beda halnya jika musim hujan ketika debit air tinggi dan berwarna kecokelatan.Selama perjalanan menyusuri Green Canyon, akan banyak batu alam yang terbentuk secara alami dan menambah kecantikan objek wisata ini. Di tengah Green Canyon terdapat jembatan tanah yang menghubungkan desa. Oleh sebab itu masyrakat sekitar menyebutnya Cukang Taneuh yang memiliki arti jembatan tanah. Keindahan Green Canyon sungguh sanggat indah dan menakjubkan untuk dinikmati setiap saat.
Empat hari tiga malam kami mengunjungi Pangandaran , ada pengalaman dan pembelajaran untuk bekal di masa depan .Malam hari ketika menikmati api unggun di tepi pantai dengan deru ombak terdengar perlahan dan angin sepoi menyapa ditengah kedinginan malam . Api yang menyala menghangatkan badan . Ikan bakar ,cumi bakar dan udang bakar menjadi santapan malam . Nyanyian dengan iringan gitar mendayu memberikan suasana keakraban dan kekeluargaan di antara kita . Sungguh kenangan terindah di Pangandaran …(abc)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar