Cari Blog Ini

Senin, 03 Januari 2022

Selamat datang kurikulum baru !

 


Seseorang melihat ke belakang dengan penghargaan kepada para guru yang brilian, tetapi dengan rasa terima kasih kepada mereka yang menyentuh perasaan manusiawi kita. Kurikulum adalah bahan mentah yang sangat diperlukan, tetapi kehangatan adalah elemen penting untuk pertumbuhan tanaman dan jiwa anak. 

                                                                                                   Carl Gustav Jung

 

Kurikulum adalah bahan mentah...

Kurikulum 2022 disebut juga kurikulum prototipe menerapkan sistem penyederhanaan materi pelajaran dan membebaskan siswa untuk memilih pelajaran sesuai bakat dan minat .Mereka.dirancang untuk memberi lebih banyak ruang bagi pengembangan karakter dan kompetensi siswa. Di jenjang sekolah menengah atas (SMA),memberi kesempatan pada siswa untuk menekuni minatnya secara lebih fleksibel.  Ada kemerdekaan siswa untuk memiilih jurusan sesuai dengan talenta dan kemampuan siswa . Untuk itu di tingkat SMA tidak ada lagi jurusan IPA , IPS atau Bahasa . Di kelas XI dan XII  siswa bisa bebas memilih kombinasi mata pelajaran yang diminati, dan/atau yang mendukung cita-citanya.

Kesiapan guru menjadi penting....

Siswa yang bercita-cita menjadi arsitek, misalnya, tak perlu ikut kelas biologi. Dalam hal ini, siswa punya kesempatan yang lebih luas guna mengembangkan minat dan bakatnya masing-masing,” kata Anindito seperti dikutip dari Koran Tempo.edisi 25 Desember 2021.Dengan demikian siswa diberi pilihan untuk menentukan sesuai dengan cita-cita yang ingin dikejar sesuai bakat , talenta dan kemampuannya . Aturan mengenai kebebasan dalam memilih mata pelajaran ini lebih lanjut tertuang dalam Keputusan Mendikbud Ristek Nomor 162/M/2021 tentang Sekolah Penggerak. Di situ dijelaskan, khusus dalam kurikulum SMA, siswa yang duduk di kelas X akan mengikuti mata pelajaran seperti yang ada di SMP (mata pelajaran umum).

Dalam kemdikbud.go.id dikatakan kurikulum prototipe merupakan lanjutan dari kurikulum masa khusus pandemi Covid-19 atau kurikulum darurat pada Agustus 2020. Sehingga kurikulum prototipe ini dirancang sebagai opsi kebijakan kurikulum dalam merespons pemulihan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19. Dengan kebijakan   ini sekolah dipersilahkan untuk menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan sekolah. Alias  kurikulum prototipe dalam pelaksanaannya masih bersifat opsional. 

Beberapa waktu lalu, Kemendikbudristek mengumumkan pemberlakuan kurikulum baru. Kurikulum ini diberi nama kurikulum prototipe dan mulai diujicobakan dari Juli 2021 yang lalu dan ada sekitar kurang lebih 2500 sekolah yang lolos seleksi uji coba kurikulum anyar ini. Kurikulum prototipe menerapkan sistem penyederhanaan materi pelajaran dan membebaskan siswa untuk memilih pelajaran sesuai bakat dan minat mereka.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kementerian Pendidikan, Zulfikri Anas yang dilansir Tempo.co tanggal 1 Januari 2022  memaparkan kurikulum prototipe memiliki beberapa keunggulan. Pertama, pengembangan kemampuan non teknis. Artinya, guru dapat memberikan proyek kepada siswa yang sifatnya lintas mata pelajaran. 

Kemerdekaan dalam belajar


Kedua, berfokus pada materi esensial. Hal ini dimaksudkan, agar para siswa tidak tertinggal dalam kompetensi dasar. Ketiga, guru lebih fleksibel, yakni dalam hal mengajar yang sesuai dengan kemampuan muridnya serta melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal. Keunggulan kurikulum ini tentu bukan hanya di kertas saja tetapi bagaimana implementasi  di sekolah ? Hal ini yang menjadi pertanyaan Koordinator Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim, mengingatkan Kemendikbudristek agar mematangkan terlebih dahulu rencana penerapan kurikulum prototipe. Sebab, menurut dia, implementasi uji coba kurikulum anyar tersebut masih memiliki masalah( Tempo.Co 29/12/2021 ) Satriwan berkata banyak sekolah penggerak menemui berbagai kendala selama pelaksanaan uji coba kurikulum prototipe. Salah satu kendala yang dihadapi adalah tidak siapnya sekolah terhadap kurikulum baru itu.

“Kami belum siap secara sumber daya maupun infrastruktur. Bahkan, kami baru diikutkan pelatihan saat uji coba kurikulum sudah berjalan,” kata dia pada Rabu 29 Desember 2021.( Tempo.Co 29/12/2021)

Selain kesiapan sekolah, Satriwan juga mengatakan kurikulum baru ini belum memiliki standar operasional yang matang. Akibatnya, Satriwan berkata, banyak guru dan sekolah penggerak yang berkesempatan merasakan kurikulum prototipe sering kebingungan dalam implementasi di lapangan.(Tempo.Co 29/12/2021).

Keberhasilan bersama...


Dipihak lain Sekretaris Jendral Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Heru Purnomo, juga menyampaikan masukannya terkait kurikulum prototipe ini. Ia menilai, selain guru dan sekolah, Kemendikbudristek harus melakukan sosialisasi intensif kepada seluruh dinas pendidikan. Menurut dia, masih banyak sekolah yang kesulitan mendapatkan informasi kurikulum ini karena sistem informasinya masih terpusat di Kemendikbudristek.( Tempo.Co 29/12/2021) .Tentu saran dan kritik dari organisasi profesi dan pengamat pendidikan menjadi hal yang penting . Karena kurikulum ini bersifat opsional sehingga sekolah diberi kebebasan untuk menjalankan atau tidak . Hal ini sesuai dengan kesiapan sekolah untuk mengimplementasikan kurikulum prototipe ini . Sosialisasi terhadap guru menjadi penting karena bagaimanapun peran guru menjadi  aura terhadap kurikulum ini .  Kesiapan guru juga perlu diperhatikan dalam penerapannya. Kemudian adalah siswa diberi panduan dalam memilih mata pelajaran. Sehingga ketika siswa memilih mata pelajaran dapat menunjang minat mereka. Poinnya memberikan opsi terbuka kepada siswa. Dan yang sangat penting kemudian konsistensi siswa dalam memilih mata pelajaran dan minat. Agar tidak terjadi kesalahan dalam memilih.Harus ada sinergitas antara pihak terkait. Dengan demikian kebijakan pemerintahan pusat tidak membingungkan para guru di lapangan . Harus ada   sinkronisasi kebijakan pemerintah pusat  dengan kondisi lingkungan yang menunjang. Untuk itu ada dukungan dari seluruh masyarakat, pemerintah, dan stakholder. Jangan sampai ada pameo ganti menteri , ganti kurikulum ! ( abc )






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Organisasi Bayangan versi Nadiem

                   Nadiem dengan belajar merdeka "Pendikan adalah paspor untuk masa depan karena hari esok adalah milik mereka yang mem...