Cari Blog Ini

Rabu, 23 Maret 2022

Sahabat Sejati

Salah satu sifat terindah sahabat sejati adalah mau mengerti dan dimengerti 
(Lucius Annaeus Seneca)
Mendidik sebuah panggilan

    Bulan Febuari 1996 di SMA K IPEKA Puri ada tiga guru melepas lajangnya , saya , Bu Mariana dan Bu Mega . Kami menikah beda tanggal tetapi bulan dan tahun yang sama . Tidak heran anak pertama kami berbarengan dalam kelahiran . Karena kami menikah di kampung , tentu  banyak teman yang tidak datang . Untuk itu kami bertiga mengundang makan bersama di Muara Karang sebagai rasa bahagia kami. Tahun 1995 saya pertama kali berkenalan dengan Bu Mega , satu tahun kemudian Bu Mega menjadi asisten kesiswaan mengantikan Bu Vivi yang menjadi kepala sekolah di SMP K IPEKA Tomang . Nama lengkapnya Megawati Simamora berasal dari Sumatera Utara lahir 53 tahun yang lalu . Setelah lulus SMA melanjutkan kuliah di IKIP Jakarta program studi Pendidikan Bahasa Indonesia . Sejak tahun 1994 menjadi guru di SMA K IPEKA Tomang .  
Awal jadi guru


    Tahun 1996 ada pergantian kepala sekolah , dari Pak John Santosa ke pak Presno  Saragih . Awal kepemimpinan kepala sekolah dan asisten  yang baru berasal dari Batak semua dan satu alumni dari IKIP Jakarta . Terjadi KKN tidak tahu , tetapi kepemimpinan mereka sangat solid saat itu . Kepemimpinan Bu Mega menjadi asisten kesiswaan memperbaiki kondisi yang terjadi ,   peran MPK ( Musyawarah Perwakilan Kelas ) dan OSIS berjalan melalui rel yang benar . Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga di buat dan disahkan oleh MPK sedangkan OSIS melaksanakan AD dan ART tersebut . Berdasarkan AD dan ART , OSIS menyusun program kerja  selama satu tahun melalui Raker di awal pengurus OSIS yang baru . Banyak program yang terealisasi , mulai pembaharuan tata tertib siswa , mekanisme pembinaan siswa dan kegiatan- kegiatan yang berfokus untuk memperdayakan potensi , talenta dan bakat siswa . Bazar sekolah menjadi kegiatan rutin yang dilakukan tiap tahun . Pameran hasil karya siswa diperlihatkan dengan hasil kuliner tersedia dipasarkan . Tiap kelas dengan keunikan tersendiri mengekspresikan hasil produknya , diakhir bazar ditentukan pemenangnya. Kegiatan ini melatih kewirausahaan dan talenta yang dimiliki siswa , keuntungan bazar menjadi modal untuk kas OSIS . Pentas seni dan upacara memperingati hari kemerdekaan menjadi moment bagi sekolah . SMA K IPEKA Puri menjadi satu-satunya sekolah SMA saat itu sehingga kegiatan tidak terfokus ke luar tetapi lebih ke dalam . Kemudian tahun 1999 , SMA K IPEKA Tomang berdiri sedangkan SMAK IPEKA Puri dijadikan IPEKA High School . Tiga tahun kemudian setelah SMA K IPEKA berdiri bu Mega menjadi asisten kesiswaan . Saat itulah pemberdayaan siswa dikembangkan ,  ada paskibra , IPEKA Games , mengikuti perlombaan baik di tingkat IPEKA maupun di luar . Prestasi , piala  dan sertifikat berjubel di lemari menandakan ada perkembangan peberdayaan siswa . 
Teto in action


    Sebagai sesama guru , bu Mega mempunyai impian untuk meningkatkan bakat , talenta dan kemampuan sesuai dengan passionnya . Bukan hanya berprestasi dalam bidang akademik tetapi terlebih dari itu menjadi manusia yang mandiri dan berkarakter . Bukankah manusia diciptakan dengan keunikan dan beragam  talenta berbeda ? Sekolah bukan tempat penyeragaman berfikir tetapi tempat kemerdekaan berfikir . Sekolah tempat untuk mengekspresikan bakat sesuai dengan minatnya . Sekolah menjadi tempat menyenangkan bukan penjara yang membelenggu siswa . Seringkali kami sharing , berdiskusi dan berdialog di ruang guru , kantin sekolah bahkan di tempat piket . Sekitar tahun 2004 , ibu Mega memberikan ide untuk membuat program seni pertunjukan sebagai apresiasi siswa untuk tugas pelajaran Bahasa Indonesia .Mulailah Bu Mega dan saya bergerilya untuk mencari kelompok teater dan berbagai macam seni. Pertama tentu ke TIM sebagai pusat seni di Jakarta .Langsung saya bertemu dengan bagian sekretariat Dewan Kesenian Jakarta dan mendapat nama sutradara sekaligus pemimpin teater. Sutradara sekaligus pemimpin teater bernama Manahan Hutauruk . Berdasarkan referensi Dewan Kesenian Jakarta , Manahan merupakan sutradara dan pimpinan teater yang berkali-kali menjuarai teater yang diadakan oleh Dewan Kesenian Jakarta tingkat provinsi maupun nasional .Bahkan teater SIM yang dipimpinnya menjadi teater terbaik tingkat Jakarta . Akhirnya kami diberi alamat dan nomer HP , saat itu juga ditelpon dan sekarang sedang berada di Bulungan dekat SMA 70 Jakarta Selatan markas teater SIM. Saat itu juga kami langsung menuju ke Bulungan  bertemu dengan saudara Manahan . Kamipun berbicara sampai akhirnya Apresiasi Seni diadakan di Graha Bhakti Budaya TIM Jakarta . Apresiasi Seni menampilkan berbagai seni mulai dari puisi , monolog , pantomin dan yang terakhir pertunjukan teater SIM untuk diapresiasi oleh siswa . Pertunjukan diadakan siang hari sehingga pagi hari harus ada kegiatan maka diadakan kunjungan ke gedung MPR dan DPR untuk tugas pelajaran PPKn .Sukses juga Apresiasi Seni maka kami mengusulkan untuk dijadikan program sekolah dua tahun sekali dan disetujui oleh pihak sekolah . 

Mengenang guru teater...

Kerjasama dengan Manahan berlanjut untuk menjadi pelatih teater maka mulailah di buka kelas ekstrakurikuler di SMAK IPEKA Tomang . Bu Mega dan sayapun mulai merancang untuk mengadakan pentas seni yang melibatkan semua siswa . Kalau dua tahun yang lalu siswa hanya sebagai penonton , sekarang siswa diberi peran untuk menampilkan seluruh talenta yang dimilikinya . Bu Mega akhirnya ditunjuk sebagai ketua dan saya sebagai sekretaris .Setengah tahun mulai dipersiapkan mulai dari musik , nyanyi , paduan suara , tari dan teater . Pentas seni baru pertama kali dilaksanakan sehingga tidak ada pengalaman untuk mulai mengerjakan . Namun dengan semangat , kerja keras dan doa pentas seni berjalan dengan sukses . Pertunjukan teater pertama  mendapat sambutan hangat penonton . Pentas seni diadakan dua kali pertunjukan , pertama pagi untuk siswa sedangkan malam untuk umum .Diakhir pertunjukan dipentaskan Ello sebagai pamungkas acara pentas seni . 


Teater menjadi bunga semerbak sehingga banyak kumbang mendekat . Tanggal 4 April 2007 berdirilah Teater Tomang ( TETO ) , mulailah melangkah kaki ke depan . Banyak siswa yang menjadi anggota dan latihan mulai keras dijalankan . Manahan dengan beberapa  anggota teater SIM menggembleng dengan disiplin . Hasilnya setiap pementasan di GBB TIM Jakarta selalu mendapat sambutan dan pujian yang positif . .Dalam perjalanannya TETO mulai mengikuti Festival Teater Pelajar se-Jabodetabek . Mengikuti Festival teater pelajar pertama tidak menghasilkan apa-apa . Tetapi ada keberanian untuk tampil di muka publik . Festival  ini diselenggarakan di Bulungan Jakarta Selatan .  Tempat ini sebagai wahana seniman Jakarta untuk mengekspresikan diri .

Tahun 2011 , TETO mulai unjuk gigi . Semua kategori penilaian juri disabet bersih sehingga menjadikan TETO mendapat predikat teater pelajar terbaik se-Jabodetabek  . Perjalanan empat tahun , sejak 2007 ternyata tidaklah sia-sia . Selama itulah TETO menjadi trade mark sekolah kami  . Ketika orang luar mengatakan TETO maka yang ada dibenak mereka adalah SMAK IPEKA Tomang . Inilah bagian dari promosi untuk menjaring siswa baru . 

Hari Minggu , 8   November 2015 Manahan Hutauruk dipanggil Tuhan . Dunia seni Tanah Air kembali berduka di awal November. Pendiri Teater SIM (Suara Inspirasi Muda) yang berdiri pada 17 Agustus 1993, Manahan Hutauruk tutup usia. Pria kelahiran 8 Juli 1973 itu meninggal dunia karena penyakit jantung.

"Telah berpulang seniman Teater indonesia manahan hutauruk pendiri Teater SIM, meninggal pada hari Minggu dini hari karena terkena serangan jantung dan disemayamkan di TPU PONDOK RANGGON jam 14.00," demikian keterangan dari salah seorang sahabat, Teguh Priahanto kepada detikHOT, Senin (9/11/2015).  Berita ini tentu menyedihkan  semua orang termasuk TETO yang telah dibimbing sejak awal sampai tutup  usia . Bertahun-tahun kak Aan sebutan anak-anak anggota TETO telah menjadi pembimbing , pelatih ,kakak dan guru . Terdengar lengkingan suara keras bang Manahan kalau marah atau pujian menepuk pundak karena puas dengan pementasan menjadi kenangan yang tidak bisa dilupakan oleh para anggota TETO.

Generasi di TETO

Sepeninggalnya Manahan almarhum , tentu belum ada pelatih pengganti tetapi ada teman-temanya yang seperti Deo assisten sutradara dan Grace alumni yang mendampingi TETO untuk tetap berlatih . Untuk mengenang almarhum Manahan dipentaskan acara TRIBUTE TO MANAHAN ! Acara ini dipersembahkan oleh Teater SIM & Teater Teladan dalam bentuk gabungan kolase dari karya alm. Manahan Hutauruk yang dibawakan oleh teater-teater SLTA yang dibimbing beliau.  Persembahan ini dalam rangka mengenang karya dan jasa guru tercinta dengan naskah-naskah terbaik dalam tajuk  -TAWA MANAHAN- . Diikuti oleh 5 teater SLTA di Jakarta yaitu Teater Atella,Teater Bias,Teater Nalatar , Teater Patlapiti dan Teater Teto . Acara Sabtu , 9 April 2016 di GRJS Bulungan , Jakarta Selatan .Saat itu saya, ibu Lydia, ibu Mega dan ibu Eunike nonton teater Teto sepeninggalnya almarhum Manahan. Melihar sejarah berdirinya TETO tidak lepas peran Bu Mega , kalau tidak ada keberanian dan perjuangan bu Mega tentu kehadiran TETO tidak pernah ada .

Masa indah di IPTO

Pertentangan dan tantangan menjadi asisten kesiswaan tentu menjadi pergumulan tersendiri bagi bu Mega . Perbedaan pendapat guru bisa menjadi konfik , kritik dan masukan dari orang tua siswa menjadi pertimbangan untuk menentukan sebuah keputusan dan siswa sering kali tidak konsultasi dengan guru menjadi permasalahan tersendiri. Hal ini menjadi materi untuk disharingkan dan didiskusikan antara Bu Mega dengan saya . Pernah suatu kali kami diskusi tentang hal itu di warung mie di daerah dekat stasiun Mangarai , sambil menikmati mie kamipun mendiskusikan tentang pergumulan Bu Mega di sekolah . Sebagai sahabat dan sesama guru tentu saya memahami tugas Bu Mega cukup berat tetapi itu semua itu harus dijalani dengan baik . Kritikan , pendapat atau mungkin cacian itu menjadi bagian yang harus kita terima dengan legawa dan hati bersih . Menjadi pemimpin harus melayani , bukan dilayani . Tentu itu bukan nasehat tetapi hanya saran sebagai seorang sahabat . Saya tidak tahu ,apakah Bu Mega menerima saran saya tetapi di lihat raut wajahnya ada keceriaan dan semangat untuk melangkah mencapai impian .

Bersama murid , belajar bersama

Tahun 2014 ketika Bu Juni menjadi kepala sekolah , Bu Mega pindah pelayanan ke SMA K IPEKA Puri . Saat itu tidak pernah ketemu lagi , bertemu kalau ada acara seperti seminar , retret atau rekreasi bersama .

Keluarga bahagia

Hampir 15 tahun saya bersahabat dengan Bu Mega. Banyak cerita dan peristiwa kita lalui bersama. Dialog , diskusi dan sharing sering kita lakukan bersama . Biarlah waktu yang menilai tentang jejak langkah kaki sejarah bersama IPTO.

Sekarang Bu Mega hidup berbahagia penuh berkat dengan suami dan ketiga putrinya Diwa  telah lulus Jurusan Fisika ITB Bandung , Audrey telah lulus dari Kedokteran Unisri Palembang dan si bungsu  Charlena masih duduk di sekolah dasar .(abc)




Jumat, 18 Maret 2022

Metaverse dalam dunia pendidikan...

"Mendidik manusia dalam pikiran dan bukan dalam moral berarti mendidik ancaman bagi masyarakat." - Theodore Roosevelt

Perubahan dalam pendidikan

Akhir-akhir ini metaverse menjadi topik yang viral untuk dibicarakan . Mulai dari media sosial , podcast di youtube dan website di internet . Pembahasan ini berawal ketika Facebook, telah melakukan rebranding untuk memberi sinyal dan merangkul ide-ide futuristik dengan mengangkat istilah metaverse.  CEO Facebook, Mark Zuckerberg mengubah nama perusahaannya menjadi Meta Platforms Inc., atau disingkat Meta pada Kamis (28/10/2021).  Metaverse pertama kali diciptakan oleh Neal Stephenson dalam novel berjudul Snow Crash di tahun 1992 . Dalam novel tersebut dijelaskan istilah metaverse merujuk pada dunia virtual 3D yang dihuni oleh avatar orang sungguhan.  .  Secara futuristik  metaverse adalah internet yang diberikan dalam bentuk 3D.  Zuckerberg menggambarkan metaverse sebagai lingkungan virtual yang bisa kita  masuki, alih-alih hanya melihat layar. Jika dipersingkat, ini adalah dunia komunitas virtual tanpa akhir yang saling terhubung. Di mana, orang-orang dapat bekerja, bertemu, bermain dengan menggunakan headset realitas virtual, kacamata augmented reality, aplikasi smartphone dan atau perangkat lainnya. Dunia telah berubah dari reality menjadi ekspektasi , dari dunia nyata menjadi dunia maya . 

Kehidupan dunia virtual


Metaverse menjadi dunia virtual bagi kehidupan kita . Adanya metaverse, memungkinkan kita untuk melakukan hal-hal seperti pergi ke konser virtual, melakukan perjalanan online, membuat atau melihat karya seni dan mencoba pakaian digital untuk dibeli. Metaverse bisa menjadi game-changer untuk sistem shift kerja dari rumah atau work from home di tengah kondisi pandemi Covid-19. Dengan  hanya dapat melihat rekan kerja di kotak panggilan video seperti aplikasi video conference, karyawan bisa bergabung bersama di kantor virtual. Facebook sendiri telah meluncurkan software meeting untuk perusahaannya yang disebut Horizon Workrooms dan digunakan dengan headset Oculus VR-nya. Headset yang berharga USD 300 lebih ini membuat pengalaman metaverse paling mutakhir di luar jangkauan orang-orang. Menurut Zuckerberg, banyak pengalaman metaverse yang akan hadir di sekitar untuk menciptakan kemampuan berteleportasi dari satu pengalaman ke pengalaman lainnya. Perusahaan-perusahaan teknologi harus mencari cara untuk bisa menghubungkan platform online mereka satu sama lainnya.

Metaverse menjadi pola hidup


Bukan Facebook saja yang melakukan proyek metaverse namun ada beberapa perusahaan teknologi besar seperti Microsoft dan pembuat chip Nvidia telah membicarakan metaverse. Wakil presiden platform Omniverse Nvidia, Richard Keris mengatakan bahwa ada banyak perusahaan yang membangun dunia dan lingkungan virtual di metaverse, sama dengan banyak perusahaan yang melakukan sesuatu di World Wide Web. Richard menjelaskan, bahwa metaverse sangat penting untuk bisa diperluas, sehingga pengguna bisa berteleportasi ke dunia yang berbeda baik dari satu perusahaan atau perusahaan lain. Dengan cara yang sama, metaverse akan membuat pengguna internet dapat berpindah dari satu halaman web ke halaman web lainnya.

Metaverse dalam game

Selain itu, perusahaan video game di balik video game Fortnite yang populer, Epic Games, juga turut mengambil peran dan telah mengumpulkan USD 1 miliar dari investor untuk membantu rencana jangka panjang membangun metaverse. Pemain besar lainnya adalah platform game Roblox. Dimana platform mereka telah menguraikan visinya mengenai metaverse sebagai tempat di mana orang-orang bisa berkumpul bersama dalam pengalaman 3D untuk bekerja, bermain, bersosialisasi, belajar dan berkreasi. Merek-merek seperti rumah mode Italia Gucci juga melakukan kolaborasi dengan Roblox untuk menjual koleksi aksesoris khusus digital. Selain itu, Coca-Cola dan Clinique juga turut menjual token digital sebagai batu loncatan menuju metaverse.

Kehidupan tanpa batas

Bagaimana dengan dunia pendidikan ? Kemajuan teknologi tentu berdampak terhadap perubahan yang terjadi , tidak dapat disangkal dunia pendidikan akan mengalami perubahan . Dunia pendidikan tidak akan menolak kemajuan teknologi. Justru kita memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai alat untuk melakukan kegiatan positif . Dengan adanya pengembangan metaverse oleh perusahaan teknologi raksasa maka dunia pendidikan mau tidak mau harus mempersiapkan diri menyambut kemajuan teknologi tersebut. Metaverse akan menjadi tantangan tersendiri , hal ini pernah terjadi ketika internet masuk ke dalam dunia pendidikan . Siswa dilarang membawa dan menggunakan hp di kelas , tetapi dengan kemajuan internet sekarang dengan bebas siswa membuka hp menjadi media pembelajaran . 

Pengajaran di metaverse

Metaverse suatu saat akan membuat guru sejarah tidak perlu membawa siswa pergi ke museum di dunia nyata . Siswa diajak ke dunia metaverse , disana sudah tersedia museum virtual tiga dimensi. Siswa dapat mengunjungi semua museum di dunia , seolah-olah bisa berjalan di dalam ruangan museum dengan disertai guide untuk menjelaskan tentang peninggalan masa lampau . Sebagai contoh lain , guru geografi dapat mengajak siswa untuk melihat peristiwa gunung meletus bahkan bisa melakukan wawancara dengan ahli vulkanologi secara virtual . Metaverse akan menjadikan pelajaran yang sebelumnya hanya bisa dilihat dalam dua dimensi , menjadi sebuah pengalaman yang lebih nyata . Siswa diajak keluar dari dimensi abstrak menuju sebuah realitas virtual .

Hubungan dunia maya

Metaverse mungkin  akan membuat seluruh aktivitas dalam dunia pendidikan nantinya dapat dilakukan dalam dunia virtual. Tidak sadarkah kita sekarang sedang menuju ke arah ke sana ? Hampir dua tahun kita mengadakan pembelajaran virtual di sekolah-sekolah  . Pademi Covid 19 sedikit-demi sedikit telah mengubah perilaku siswa  , siswa pun mulai terbiasa dengan pembelajaran secara on-line . Melalui zoom , class room dan podcast tidak sadar siswa sudah mulai menuju kehidupan metaverse . Sekarang di sekolah-sekolah swasta guru-guru generasi boomers mulai tersingkir dengan alasan pensiun dini diganti oleh generasi millenials dan alpha yang lebih fresh dan melek teknologi . Tentu hal ini tidak salah karena ingin mempersiapkan perubahan yang akan terjadi . 

Terpisah dengan realita

Sekolah akan dibangun di dunia virtual , kelas-kelas akan terdapat dalam dunia virtual , pembelajaran dilakukan secara virtual bahkan administrasi sekolah dapat dilakukan secara virtual . Metaverse membuat kita dapat melakukan apa pun tanpa harus bertemu secara langsung . Jika hal ini terjadi tentu menjadi sebuah disrupsi bagi dunia pendidikan masa kini. Sebuah impian yang sangat menarik sekaligus mengerikan .

Dampak metaverse dalam kesehatan

Dampaknya apa bagi kita ? Kalau semua kegiatan pendidikan dilakukan secara virtual dampak negatif berpengaruh terhadap kesehatan . Joanna Stern seorang kolumnis teknologi senior pernah melakukan uji coba menggunakan virtual reality dan masuk dalam metaverse selama 24 jam mengaku bahwa dia mengalami gejala kepala pusing dan mata sakit . Ini satu contoh hanya dilakukan dalam satu hari . Bisa dibayangkan kalau dilakukan berhari-hari akan berakibat fatal  terhadap kesehatan tubuh kita . Selain dunia kesehatan metaverse berdampak terhadap kehidupan sosial kita , manusia adalah makhluk sosial membutuhkan orang lain , perlu interaksi secara langsung kepada orang lain. Bagaimanapun juga dunia virtual bukanlah dunia nyata . Dunia nyata adalah tempat hidup kita sekarang ini di bumi bukan di metaverse . Tidak heran seorang guru nanti tidak akan pernah mengenal secara langsung siswa yang telah diajar berbulan-bulan . Bisa jadi pembelajaran hanya formalitas belaka saja tanpa menjadikan manusia sesungguhnya. Padahal hakekat pendidikan adalah memanusiakan manusia . 

Pendidikan memanusiakan manusia...

Perkembangan teknologi termasuk metaverse , hakekatnya adalah sebuah cara tidak bisa dijadikan esensi kehidupan . Dalam pandang seorang pensiun guru seperti saya , sekolah fisik dan semua kegiatan didalamnya juga tidak dapat digantikan oleh metaverse . Hubungan langsung antara guru dengan siswa tidak bisa tergantikan oleh teknologi . Saya sangat menyayangkan apabila guru-guru seumuran saya di sekolah disingkirkan karena alasan gaptek teknologi . Padahal dalam hatinya yang terdalam ada integritas dan loyalitas terhadap pendidikan . Dalam pengajaran mungkin mereka kalah dengan generasi lebih muda tetapi mereka menang dalam pengalaman. Bukankah pengalaman adalah guru yang terbaik ? Saya sangat menghargai guru-guru di sekolah Katolik , mereka masih menghormati dan menghargai guru - guru sepuh , walaupun usia sudah pensiun tetapi masih diperpanjang . Saya yakin bapak dan ibu guru tersebut gaptek tetapi tetap mengajar dan mendidik dengan ketulusan hati . Hasil dari buah mereka banyak alumnus sekolah-sekolah Katolik menjadi berkat bagi orang lain .Akhirnya bagaimanapun juga dunia pendidikan bertujuan memanusiakan manusia bukan memvirtualkan manusia.( abc )

 

Rabu, 16 Maret 2022

Wanita Tangguh ...

Beberapa orang pergi ke pendeta, yang lain melampiaskan dengan puisi, tapi aku pergi kepada sahabatku. -Virginia Woolf-

Jarak Cibinong - Jakarta 58 km memerlukan waktu satu jam perjalanan dari rumah  menuju  ke sekolah . Setiap hari perjalanan dilakukan tepat jam lima pagi berangkat dan sampai di sekolah jam enam lebih lima belas menit , ada waktu lima belas menit untuk persiapan karena jam setengah tujuh guru harus siap untuk mulai renungan pagi . Hampir delapan belas tahun hal ini dijalankan , dengan penuh dedikasi dan pengorbanan dilakukan menjadi seorang guru . Maria Intan Nugraheni nama guru itu , lahir di Purworejo empat puluh tahun yang lalu . Anak sulung dari dua bersaudara ,  ayahnya seorang pengawas sekolah dan ibunya guru SMP Negeri di Purworejo . Lulusan Jurusan  Matematika Fakultas MIPA  IPB Bogor menjadi guru matematika di SMA K IPEKA Tomang . Tahun 2003  perkenalan pertama , Bu Maria duduk disamping saya , sebagai guru baru banyak bertanya dan tentu saya sebagai guru yang dituakan menjadi mentor bagi dia . Saat acara reuni pertama saya disuruh membuat kronologi sejarah tentang IPTO dan Bu Maria membacakan naskah tersebut . Tidak disangka dalam diri Bu Maria ada talenta mencipta dan membaca puisi . Tidak mengherankan dalam setiap acara di sekolah baik perayaan natal , paskah atau wisuda didaulat menjadi MC atau membaca puisi ciptaan sendiri . Kata indah penuh makna terngiang di telinga dalam deretan kata puisinya . Decak kagum dan tepuk tangan selalu mengiringi ketika puisi dibacakan dengan intonasi penuh perasaan . 


   

Setelah kost bersama Bu Risa yang sama-sama guru matematika di Green Ville , Tanjung Duren kemudian Bu Maria menikah dengan pak Nugroho  teman satu RT di kampung kota Purworejo . Kemudian beli rumah di Cibinong  biar suami dekat bekerja di Astra Cikarang tetapi jauh untuk Bu Maria  , tetapi tidak apa-apa bagi Bu Maria tempat dimana saja sama saja tetap bersyukur dalam segala hal . Perjuangan Bu Maria berangkat dari subuh dan kembali menjelang magrib , secara pribadi saya kagum dan salut . Perjalanan yang cukup jauh dengan naik bis tiap hari dan kemudian berhenti di Untar dan berjalan kaki menuju ke sekolah . Setiap hari rutin dilakukan dan biasanya saya bertemu di halte Untar lalu kita berjalan bersama menuju ke sekolah . Berjalan lima belas menit pagi hari  tentu menyehatkan badan dan itu terasa tubuh tidak pernah diserang penyakit selalu semangat untuk bekerja. Saya pun tidak bisa membayangkan perjuangan Bu Maria ketika hamil tua dengan dua kali kehamilan tetap melakukan perjalanan jauh dari rumah Cibinong menuju sekolah di Green Ville Jakarta Barat . Tentu sebuah perjuangan cukup berat bagi keselamatan seorang ibu dengan anaknya. Menjaga anaknya dalam kandungan tiap hari menjadi kodrat seorang perempuan . Saat itu saya pernah untuk menyarankan kost saja yang dekat biar tidak capai dan bisa istirahat . Tetapi jawab Bu Maria masih kuat dan di rumah siapa yang melayani  suami katanya suatu hari kepada saya .  Tentu saya tidak bisa memaksa , Tuhan menjaga dan melindungi Bu Maria dan dua anaknya lahir dengan selamat . Daniel Anindito Nugroho dan Elnathan Anindito Nugroho nama kedua anak tersebut . 


 Bu Maria mengajar bidang studi Matematika . Pelajaran sulit bagi banyak siswa tetapi dengan kemampuannya sebagai guru , pelajaran sulit jadi mudah . Bukankah tugas guru menyederhanakan hal yang sulit menjadi mudah dan bisa dimengerti oleh siswa bukan sebaliknya menyulitkan hal yang sulit bagi siswa . Tidak mengherankan siswa tambah stres dan malas ke sekolah . Pembelajaran dengan berbagai metode dan media dilakukan oleh Bu Maria sehingga  banyak siswa yang tertarik dengan matematika menjadi pelajaran yang menyenangkan dan itulah yang memberi semangat bagi Bu Maria. Dengan kesabaran tanpa batas selalu membantu bagi siswa yang kesulitan belajar matematika . Sebagai seorang pendidik , Bu Maria sadar bahwa setiap siswa mempunyai bakat , talenta dan kemampuan yang berbeda antara siswa yang satu dengan lainnya. Perbedaan inilah yang membuat seorang guru mendidik secara individual untuk setiap orang . Mengajar boleh klasikal tetapi melayani anak tetap individual . Itulah prinsip yang mendasari seorang guru dan selalu diingat oleh Bu Maria . Kadang kala makan dan minum siang hari terlupakan karena banyak siswa yang datang bertanya dan jam istirahat sering kali terabaikan . Tetapi Bu Maria tetap melayani dengan suka cita  , ada kebahagian sendiri kalau dirinya menjadi berkat bagi orang lain. Tidak ada yang membanggakan bagi seorang guru kalau muridnya nanti melebihi dari gurunya dan menjadi orang yang berguna bagi sesama. Itu doa seorang guru setiap waktu .


      Bu Maria menjadi menteri keuangan di ruang guru , segala hal yang berkaitan dengan pemasukan dan pengeluaran uang seperti iuran guru tiap bulan , dana untuk keperluan sertifikasi guru ,uang  duka dan suka cita sampai makan bersama dikelola dengan teliti . Selain itu juga menjadi nyonya Lazada dengan kejelian jarinya memencet android untuk bertransaksi online melalui aplikasinya. Tahu- tahu barang sudah ada kita tinggal pakai , semua diurus oleh Bu Maria kita tinggal transfer ke rekening Bu Maria atau kalau kita lagi kantong kering bayarnya bisa bulan depan . Mudah dan praktis , itulah yang terjadi jaman serba  on-line . 




 Tanpa disadari dan tak terduga selama hampir satu tahun Bu Maria menderita  sakit  , saya baru tahu dan itu diberitahu oleh pak  Theo bahwa Bu Maria mengalami sakit kanker sekarang sedang kemoterapi di rumah sakit . Melihat raut wajah Bu Maria di google meet atau zoom memang terlihat beda , wajahnya lesu dan tubuhnya semakin kurus dan terlihat kepalanya tertutup rambut wig akibat kemoterapi . Tentu beda dengan Bu Maria yang saya kenal , beberapa tahun yang lalu sering berjalan pulang bersama , untuk mengejar bis agar tidak tertinggal maka sering naik bajaj bersama . Pagi hari sering berjalan bersama dari halte Untar menuju ke sekolah , beli nasi warsun ( Warung Sunda) atau jus buah-buahan yang menjadi langganan tiap hari . Begitu kuat , tangguh dan tanpa lelah . Sekarang tubuhnya terasa tak berdaya  karena kanker menggerogoti tubuhnya , tetapi Tuhan baik di masa pademi Corona 19 pembelajaran dilakukan secara daring sehingga Bu Maria bisa melakukan di rumah . Saat tubuh perlu istirahat Bu Maria bisa berjumpa dengan anak didiknya melalui class room di laptop . Tentu hal ini disyukuri,  setiap peristiwa memberi makna tersendiri . Di masa pademi Tuhan memberi ujian untuk mempertebal iman kita . Kadang kala Tuhan memberi ujian untuk meningkatkan kelas iman kita . Tuhan tidak memberi ujian melebihi kemampuan kita , kitapun harus mawas diri apakah ini karena perbuatan kita sehingga Tuhan mengingatkan kita untuk memperbaiki hidup kita . 


Hati yang gembira adalah obat untuk menyembuhkan segala penyakit . Hal itu yang dilakukan oleh Bu Maria . Dengan hati yang gembira dan semangat tinggi  Bu Maria menjalani kehidupan tanpa menggerutu . Doa tiap hari dilakukan oleh sesama guru dan upaya penyembuhan melalui pemeriksaan dokter  dan kemoterapi di rumah sakit dilakukan . Puji Tuhan , Tuhan adalah kasih , Bagi Tuhan  tidak ada yang mustahil  . Tuhan memberi kesembuhan total bagi Bu Maria . Kanker yang berkembang dalam tubuh Bu Maria hilang tak berbekas. Semua ini karena mujizat Tuhan , kepasrahan diri dan selalu berseru kepada Tuhan . Waktu Tuhan yang terbaik bukan waktu manusia. Pada saat pergumulan datang kita hanya dapat berserah diri bahwa manusia makhluk yang lemah , kita butuh pertolongan Tuhan . Itu kata-kata terucap ketika Bu Maria bersaksi di renungan  guru . Sekarang Bu Maria telah sehat , tubuhnya tidak lemah lagi , rambutnya tumbuh terurai dan senyum ada diwajahnya . Hati yang gembira adalah obat yang mujarab dan itu telah dibuktikan oleh Bu Maria .

     Hampir delapan  belas tahun saya mengenal Bu Maria , saya merasa bangga mempunyai sahabat , saudara dan adik seorang wanita yang tangguh sebagai  guru untuk menjalankan Amanat Agung Tuhan Yesus . (abc)



Organisasi Bayangan versi Nadiem

                   Nadiem dengan belajar merdeka "Pendikan adalah paspor untuk masa depan karena hari esok adalah milik mereka yang mem...