Cari Blog Ini

Selasa, 06 Juli 2021

Baduy

 

Baduy yang masih asri

Pendidikan bukan cuma pergi ke sekolah dan mendapatkan gelar. Tapi, juga soal memperluas pengetahuan dan menyerap ilmu kehidupan" (Shakuntala Devi)


Suku Baduy salah satu suku di Indonesia yang tinggal di Desa Kanekes,Kecamatan Lebak, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten . Berjarak sekitar 120 km dari Jakarta. Mereka tinggal di daerah yang terpencil di Gunung Kendeng, sehingga untuk mencapai daerah tersebut juga dibutuhkan waktu yang relatif lebih lama dan jalan yang berat. Untuk menjelajahi Desa Kanekes dengan luas 5130,8 hektar, kita harus berjalan kaki, karena tidak ada alat transportasi apa pun. 

Menurut sejarahnya orang Baduy merupakan bagian dari suku Sunda yaitu suku asli masyarakat Propinsi Jawa Barat dan Propinsi Banten, bahasa yang digunakan mereka juga bahasa sunda. Diperkirakan mereka pindah di daerah terpencil di Gunung Kendeng ini pada abad 16, bersamaan dengan runtuhnya Kerajaan Pajajaran. Dahulu sebelum Islam masuk ke Indonesia dan Jawa, pengaruh agama Hindu dan Budha sangat kuat, termasuk Kerajaan Pajajaran. Pada tahun 1579 masuklah Islam untuk menghancurkan Pajajaran dan masyarakat disana berpindah ke agama Islam. Ada sekelompok masyarakat yang menolak untuk masuk kedalam Islam, kemudian mereka berpindah tempat dan mengasingkan diri. Kelompok tersebut yang kemudian dinamakan Suku Baduy. Sebutan "Baduy" merupakan sebutan yang diberikan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat tersebut, berawal dari sebutan para peneliti Belanda yang agaknya mempersamakan mereka dengan kelompok Arab Badawi yang merupakan masyarakat yang berpindah-pindah (nomaden). Kemungkinan lain adalah karena adanya Sungai Baduy dan Gunung Baduy yang ada di bagian utara dari wilayah tersebut. Mereka sendiri lebih suka menyebut diri sebagai urang Kanekes atau "orang Kanekes" sesuai dengan nama wilayah mereka, atau sebutan yang mengacu kepada nama kampung mereka seperti Urang Cibeo.

Tak ada kata lelah...


Demikian kondisi suku Baduy yang menjadi obyek study lapangan bagi siswa SMAK IPEKA Tomang .Awal study lapangan ke Baduy tahun 1996 di SMAK IPEKA Puri .Saat itu rombongan naik kereta api dari Stasiun Kota menuju stasiun Rangkasbitung .Kami menyewa dua gerbang kereta api .Setelah sampai di Rangkasbitung dilanjutkan perjalanan dengan menggunakan  mobil Isuzu menuju desa Kanekes kabupaten Lebak . Butuh satu setengah jam perjalanan menuju Kanekes .Dari Kanekes mulai berjalan kaki menuju Gajeboh tempat suku Baduy Luar  tinggal .Dibedakan Baduy dalam dan luar . Dilihat dari pakaiannya kita bisa menentukan mana Baduy dalam dan luar . Pakain putih- putih dikenakan oleh suku Baduy dalam  sedangkan pakaian hitam-hitam dikenakan oleh suku Baduy luar.Tempat Baduy dalam masih 10 Bukm dari tempat Baduy Luar . Cukup capai juga perjalanan kaki sejauh 7 km .

Berjumpa dengan suku Baduy Dalam


Dalam perjalanan kita bisa menikmati keindahan alam asri , hutan dan jalan naik-turun perbukitan .Sesampainya di Gajeboh ,diperlihatkan rumah asli beratap rumbai bambu dan dinding terbuat dari bambu dan diikat dengan tali dari bambu juga.Tidak dipaku terhadap dinding rumah karena paku dianggap buatan orang luar. Suku Baduy menurut hukum adat dilarang menggunakan benda-benda buatan orang dari luar . Tidak ada listrik , barang elektronik dan transportasi .Kemanapun pergi suku Baduy akan berjalan kaki .Membawa barangpun diangkut dengan pundak atau dipikul .Tidak menggunakan hewan seperti sapi atau kuda.Jangan harap kita bisa makan daging atau ikan .Mereka makan vegetarian atau umbi-umbian direbus atau dibakar , jarang digoreng dengan minyak sehingga kalau kita makan rasanya hambar . Untuk itu , kami membawa lauk - pauk sendiri dari Jakarta . Sebagai obyek study lapangan , siswa telah diberi tugas sesuai dengan jurusan.Siswa jurusan  IPA berkaitan dengan pelajaran Biologi meneliti keanekaragaman hayati di sekitar lingkungan dan pelajaran Fisika meneliti energi gerak di arus sungai .Siswa jurusan IPS berkaitan pelajaran Sosiologi mengamati pengaruh masyarakat dunia luar dengan masyarakat Baduy yang masih tertutup , pelajaran Sejarah mengamati peninggalan masa lalu dari masyarakat Baduy dan berkaitan dengan hukum adat Baduy untuk pelajaran PPKn.Karena menggunakan bahasa Sunda untuk wawancara dengan penduduk setempat maka setiap kelompok ada peterjemah dari penduduk di luar Kanekes. Komunikasi akhirnya dapat berjalan baik tanpa kendala. Untuk perangkat desa bisa menggunakan bahasa Indonesia mulai dari Jaro pemimpin tertinggi suku Baduy sampai sekretaris desa dan ketua dusun .Walaupun dengan kondisi masyarakat seadanya tanpa ada pengaruh dari dunia luar terlihat kebahagian terpancar dalam wajah para siswa.Mereka gembira bersenda gurau mandi bersama di sungai dekat rumah penduduk .Tentu belum pernah mereka nikmati di Jakarta. Kondisi yang tenang ,semilir angin sejuk dan suara gemericik air sungai memberi kedamaian menghilangkan sejenak suara berisik kebisingan kota Jakarta. Tiga hari dua malam kami menikmati kehidupan Baduy , hari begitu singkat tetapi ada pembelajaran yang kami pelajari kehidupan suku Baduy . Mereka sangat dekat dengan alam .Mereka peduli dengan alam dan bersatu dengan alam .Kelestarian alam dijaga dengan serasi tanpa mengganggu kehancuran alam sekitarnya.


Kapan ke Baduy lagi

Tahun 2001 dan 2002 SMAK IPEKA Tomang datang ke Baduy tetapi kondisi berbeda dengan kedatangan kami tahun 1996 karena Baduy sekarang sudah dijadikan cagar budaya .Dengan semakin banyaknya orang ingin datang ke Baduy menjadikan Baduy menjadi daya tarik wisatawan .Tentu ini berdampak terhadap infrastruktur untuk memenuhi akomodasi para pelancong .Sekarang sudah banyak agen travel yang menawarkan Baduy sebagai tempat wisata dengan berbagai fasilitas yang tersedia. Dampak negatif tentu bisa terjadi , suku Baduy dijadikan industri bisnis pariwisata dan akhirnya keaslian suku Baduy sebagai keanekaragaman budaya semakin lama akan semakin mengilang tertelan oleh waktu…(ABC)


Minggu, 04 Juli 2021

TETO

Teater Tomang (TETO)

 “Sebuah perjalanan ribuan mil dimulai dari langkah kecil.”

Teater Tomang (Teto) merupakan wahana apresiasi dan inspirasi siswa SMAK IPEKA Tomang dalam seni teater dan pertunjukan . Berawal  ibu Mega guru Bahasa Indonesia memberikan ide untuk membuat program seni pertunjukan sebagai apresiasi siswa untuk tugas pelajaran Bahasa Indonesia .Mulailah Bu Mega dan saya bergerilya untuk mencari kelompok teater dan berbagai macam seni.Pertama tentu ke TIM sebagai pusat seni di Jakarta .Langsung saya bertemu dengan bagian sekretariat Dewan Kesenian Jakarta dan mendapat nama sutradara sekaligus pemimpin teater. Sutradara sekaligus pemimpin teater bernama Manahan Hutauruk .Berdasarkan referensi Dewan Kesenian Jakarta , Manahan merupakan sutradara dan pimpinan teater yang berkali-kali menjuarai teater yang diadakan oleh Dewan Kesenian Jakarta tingkat provinsi maupun nasional .Bahkan teater SIM yang dipimpinnya menjadi teater terbaik tingkat Jakarta .Akhirnya kami diberi alamat dan nomer HP , saat itu juga ditelpon dan sekarang sedang berada di Bulungan dekat SMA 70 Jakarta Selatan markas teater SIM. Saat itu juga kami langsung menuju ke Bulungan  bertemu dengan saudara Manahan .Kamipun berbicara sampai akhirnya Apresiasi Seni diadakan di Graha Bhakti Budaya TIM Jakarta . Apresiasi Seni menampilkan berbagai seni mulai dari puisi , monolog , pantomin dan yang terakhir pertunjukan teater SIM untuk diapresiasi oleh siswa . Pertunjukan diadakan siang hari sehingga pagi hari harus ada kegiatan maka diadakan kunjungan ke gedung MPR dan DPR untuk tugas pelajaran PPKn .Sukses juga Apresiasi Seni maka kami mengusulkan untuk dijadikan program sekolah dua tahun sekali dan disetujui oleh pihak sekolah . 

Setelah tampil dengan senyuman


Kerjasama dengan Manahan berlanjut untuk menjadi pelatih teater maka mulailah di buka kelas ekstrakurikuler di SMAK IPEKA Tomang . Bu Mega dan sayapun mulai merancang untuk mengadakan pentas seni yang melibatkan semua siswa . Kalau dua tahun yang lalu siswa hanya sebagai penonton , sekarang siswa diberi peran untuk menampilkan seluruh talenta yang dimilikinya . Bu Mega akhirnya ditunjuk sebagai ketua dan saya sebagai sekretaris .Setengah tahun mulai dipersiapkan mulai dari musik , nyanyi , paduan suara , tari dan teater . Pentas seni baru pertama kali dilaksanakan sehingga tidak ada pengalaman untuk mulai mengerjakan . Namun dengan semangat , kerja keras dan doa pentas seni berjalan dengan sukses . Pertunjukan teater pertama  mendapat sambutan hangat penonton . Pentas seni diadakan dua kali pertunjukan , pertama pagi untuk siswa sedangkan malam untuk umum .Diakhir pertunjukan dipentaskan Ello sebagai pamungkas acara pentas seni . 

Terus berlatih


Teater menjadi bunga semerbak sehingga banyak kumbang mendekat . Tanggal 4 April 2007 berdirilah Teater Tomang ( TETO ) , mulailah melangkah kaki ke depan . Banyak siswa yang menjadi anggota dan latihan mulai keras dijalankan . Manahan dengan beberapa  anggota teater SIM menggembleng dengan disipin . Hasilnya setiap pementasan di GBB TIM Jakarta selalu mendapat sambutan dan pujian yang positif .Dalam perjalanannya TETO mulai mengikuti Festival Teater Pelajar se-Jabodetabek . Mengikuti Festival teater pelajar pertama tidak menghasilkan apa-apa . Tetapi ada keberanian untuk tampil di muka publik . Festival  ini diselenggarakan di Bulungan Jakarta Selatan .  Tempat ini sebagai wahana seniman Jakarta untuk mengekspresikan diri .

Kerja keras menghasilkan prestasi


        Tahun 2011 , TETO mulai unjuk gigi . Semua kategori penilaian juri disabet bersih sehingga menjadikan TETO mendapat predikat teater pelajar terbaik se-Jabodetabek  . Perjalanan empat tahun , sejak 2007 ternyata tidaklah sia-sia . Selama itulah TETO menjadi trade mark sekolah kami  . Ketika orang luar mengatakan TETO maka yang ada dibenak mereka adalah SMAK IPEKA Tomang . Inilah bagian dari promosi untuk menjaring siswa.

Kak Aan guru , sahabat dan kakak telah dipanggil Tuhan

Hari Minggu , 8   November 2015 Manahan Hutauruk dipanggil Tuhan . Dunia seni Tanah Air kembali berduka di awal November. Pendiri Teater SIM (Suara Inspirasi Muda) yang berdiri pada 17 Agustus 1993, Manahan Hutauruk tutup usia. Pria kelahiran 8 Juli 1973 itu meninggal dunia karena penyakit jantung.

"Telah berpulang seniman Teater indonesia manahan hutauruk pendiri Teater SIM, meninggal pada hari Minggu dini hari karena terkena serangan jantung dan disemayamkan di TPU PONDOK RANGGON jam 14.00," demikian keterangan dari salah seorang sahabat, Teguh Priahanto kepada detikHOT, Senin (9/11/2015).  Berita ini tentu menyedihkan  semua orang termasuk TETO yang telah dibimbing sejak awal sampai tutup  usia . Bertahun-tahun kak Aan sebutan anak-anak anggota TETO telah menjadi pembimbing , pelatih ,kakak dan guru . Terdengar lengkingan suara keras bang Manahan kalau marah atau pujian menepuk pundak karena puas dengan pementasan menjadi kenangan yang tidak bisa dilupakan oleh para anggota TETO.

Penampilan di festival teater SMA


Sepeninggalnya Manahan almarhum , tentu belum ada pelatih pengganti tetapi ada teman-temanya yang seperti Deo assisten sutradara dan Grace alumni yang mendampingi TETO untuk tetap berlatih . Untuk mengenang almarhum Manahan dipentaskan acara TRIBUTE TO MANAHAN ! Acara ini dipersembahkan oleh Teater SIM & Teater Teladan dalam bentuk gabungan kolase dari karya alm. Manahan Hutauruk yang dibawakan oleh teater-teater SLTA yang dibimbing beliau.  Persembahan ini dalam rangka mengenang karya dan jasa guru tercinta dengan naskah-naskah terbaik dalam tajuk  -TAWA MANAHAN- Diikuti oleh 5 teater SLTA di Jakarta yaitu Teater Atella,Teater Bias,Teater Nalatar , Teater Patlapiti dan Teater Teto .Acara Sabtu , 9 April 2016 di GRJS Bulungan , Jakarta Selatan .Saat itu saya,ibu Lydia,ibu Mega dan ibu Eunike nonton teater Teto sepeninggalnya almarhum Manahan.

Penampilan terakhir Teto ,kapan pentas lagi


            Tanggal 1 Juni 2018 , TETO pentas di GBB TIM Jakarta , entah generasi ke berapa mereka manggung tetapi bisa mengobati kerinduan pencinta TETO. Banyak juga alumni anggota TETO yang hadir untuk bernostalgia kejayaan TETO di masa lalu …(ABC)


Sabtu, 03 Juli 2021

Kepo e-magazine

 



" Menjadi seorang jurnalis bukanlah hal yang mudah karena dibutuhkan passion yang hebat dalam hal kesungguhan menggali informasi."


Teknologi informasi dan komunikasi yang sekarang berkembang mengalami perubahan dalam bentuk digital . Mulai muncul literasi digital yaitu  kemampuan individu untuk menemukan, mengevaluasi, dan menyusun informasi yang jelas melalui tulisan dan media lain di berbagai platform digital . Menurut Paul Gilster dalam Digital Literacy (1997), literasi digital adalah kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer. Bawden (2001) menawarkan pemahaman baru mengenai literasi digital yang berakar pada literasi komputer dan literasi informasi.Dengan demikian, mengacu pada pendapat Bawden, literasi digital lebih banyak dikaitkan dengan keterampilan teknis mengakses, merangkai, memahami, dan menyebarluaskan informasi.

Untuk mengembangkan budaya literasi di kalangan siswa maka dibentuklah majalah sekolah di SMAK IPEKA Tomang dalam bentuk digital . Kepo e- magazine merupakan hasil karya kreatif murid SMAK IPEKA Tomang .Rencana diterbitkan 2 X dalam satu semester , semester ini sudah dua kali penerbitan .Setiap penerbitan dilakukan oleh sebuah tim untuk menentukan tema setiap kali penerbitan . Guru hanya tut wuri handayani memberi saran , mengkritik dan mengevaluasi hasil karya .Sebelum penerbitan diadakan rapat redaksi dengan guru pembimbing untuk menentukan tema ,isi konten dan materi yang akan disajikan untuk penerbitan . Setelah itu tim mulai bergerak untuk mengerjakan sesuai job description yang telah ditentukan .Reporter mencari sumber berita , wawancara dan referensi untuk menyajikan dalam bentuk literasi sesuai prinsip jurnalistik . Desiger merancang dan mengekspresi dalam bentuk gambar ,suara dan video sesuai tema sekaligus menarik sesuai konten yang disajikan. Editor mencari , memperbaiki dan menerbitkan naskah,tulisan , gambar dan video sesuai dengan tema .Hampir setengah bulan mereka mengerjakan dikoordinasi oleh Tamara sebagai pemimpin redaksi .Hasilnya dua kali penerbitan sudah disajikan dan dapat kita nikmati hasil kreatif mereka. Semoga Kepo e - magazine berkembang lebih baik dan menjadi wahana untuk mengembangkan literasi digital… (abc).

Bisa dilihat : https://emagzipto.wixsite.com/kepoinipto

Kamis, 01 Juli 2021

Covid 19

Foto : Kementrian kesehatan


 Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. (Amsal 17 : 22)



Covid 19 hidup diantara kita , hal itu terjadi dalam keluarga saya .Tanggal 22 Juni 2021  istri saya merasakan badan tidak enak ,pusing dan tidak dapat mencium bau .Wah pikir saya istri saya terkena Covid ,lalu esok harinya saya suruh swab di rumah sakit Husada Jakarta tempat istri saya bekerja . Kemudian diperiksa dan pagi hari mendapat WA bahwa istri saya positif . Tanpa pikir panjang saya suruh keesokan  hari seluruh keluarga diswab di rumah sakit Husada Jakarta sambil memeriksa istri saya . Ternyata tidak ada tempat untuk menampung istri saya karena semua kamar penuh .Tetapi kata dokter tidak usah menginap karena gejalanya ringan hanya diberi resep obat dan disuruh isolasi mandiri di rumah . Saya ,anak-anak dan mertua diswab tetapi hasilnya baru esok hari diberitahu lewat WA .Ternyata hasilnya saya negatif , anak dan mertua saya positif . Anak saya hanya gejala batuk-batuk sedangkan mertua tanpa gejala karena gejala ringan diputuskan untuk isolasi mandiri dan saya melapor kepada ketua RT . Saya mulai bertanya dari mana asal penularan covid 19 ini kemudian saya telusuri .Sebelum istri saya terkena gejala covid 19 , anak saya yang sudah bekerja memang disuruh periksa Antigen karena ada satu orang yang terkena covid 19 di tempat kerjanya .Lalu anak saya diperiksa , hasilnya negatif sehingga dia mulai bekerja lagi .Setelah dua hari kerja saya suruh anak saya diswab agar ada kepastian tertular atau tidak . Ternyata hasilnya positif . Dengan kondisi seperti ini maka saya mulai menjalankan isolasi mandiri keluarga . Saya suruh yang terkena covid 19 tidur di kamar atas sedangkan saya di kamar bawah tidak boleh masuk ke kamar saya dan dibatasi pertemuan sehingga makannyapun terpisah , mandi terpisah dan hubungan lewat video call. Saya mulai beli obat bedasarkan resep dokter , vitamin dan keperluan makanan untuk satu minggu .Puji Tuhan para tetangga memberi bantuan .Dari snak sampai kebutuhan makanan mulai dari minyak ,beras , minuman vitamin , buah-buahan dan masker . Ternyata nilai gotong-royong masih ada di lingkungan terdekat kita yaitu  para tetangga kita .

Hampir tujuh hari isolasi mandiri berlangsung . Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah  mengeringkan tulang. Itu yang menjadi dasar iman sehingga keluarga kami menjalankan dengan suka cita dan doa . Puji Tuhan mulai berangsur-angsur sakitnya menghilang .Istri saya sudah bisa mencium , pusing sudah hilang dan tidak lemas lagi . Anak dan mertua sudah mulai menghilang batuk-batuknya .Tetapi kami masih tetap menjalankan protokol kesehatan dan semoga Tuhan memberikan kekuatan , kesabaran dan penyembuhan sampai berakhirnya isolasi mandiri.(abc)


Senin, 21 Juni 2021

Di doaku ada nama murid kusebut..


Di doaku masih tersimpan wajah sang murid


Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini ( Efesus 6 : 2 )


“Pak jangan tinggalin saya pak , tunggu satu tahun lagi sampai saya lulus baru bapak keluar “ celetuk JA siswa kelas XI IPA 1 saat pembelajaran on-line berlangsung . Kabar saya pensiun ternyata telah terdengar di antara murid-murid walaupun belum ada pengumuman resmi dari sekolah . Saya terhibur dengan celetukan sang murid paling tidak ada murid yang masih memperhatikan saya . Saya disadarkan bahwa relasi dan komunikasi  guru dengan murid menjadi hal yang penting dalam pembelajaran . Saling memahami , mengerti dan empati antara murid dengan guru mempunyai dampak terhadap perkembangan jiwa sang murid . Apalagi dalam kondisi pademi Covid-19 relasi dan komunikasi menjadi hal yang penting karena hal ini menjadi satu-satunya cara dalam pembelajaran on-line . Menjawab pertanyaan sang murid tentu harus dijawab dengan memberikan informasi yang benar dan berdasarkan fakta . Saya sudah memasuki usia pensiun dan itu fakta yang harus dijelaskan kepada murid dan nanti yang menggantikan saya siapapun itu harus kalian hargai dan hormati sebagai guru . Akhirnya saya berpamitan kepada kelas XI IPA 1 dengan mohon maaf kalau dalam pembelajaran ada kesalahan melalui ucapan , sikap dan perbuatan selama dua tahun .Sebagai manusia masih banyak kekurangan daripada kelebihan yang saya miliki , mohon maaf kalau ada kesalahan telah menyinggung perasaan atau melukai hati kalian . Terima kasih kalian telah mengikuti pembelajaran yang diampu oleh Bapak dengan baik . Walaupun ada juga dari kalian yang susah diatur , malas dan suka main tetapi itu menjadi kenakalan remaja seusia kalian . Tentu menjadi kenangan  setelah meninggalkan SMA .Itu kata-kata saya ketika berpamitan dengan mereka .

 Ada suka dan duka tersimpan di hati mereka . Dua tahun menjadi perjalanan kehidupan mereka untuk mencapai cita-cita yang mereka impikan . Saya bagian kerikil kecil dari jalan yang mereka tempuh untuk mencapai harapan yang mereka perjuangkan . 

Tanggal 18 Juni 2021 , JA datang ke sekolah untuk menemui saya .Secara pribadi mengucapkan terima kasih dan mohon maaf kalau ada kesalahan yang telah ia perbuat. Sayapun hanya berucap  terima kasih dan berpesan  belajar sambil berdoa untuk mencapai cita-cita. Di doaku masih tersimpan wajah sang murid . (abc)



 

Sabtu, 19 Juni 2021

Berawal pertemuan , berakhir perpisahan

Persahabatan janganlah cepat berlalu...


Untuk segala sesuatu ada masanya,  untuk apapun di bawah langit ada waktunya (Pengkotbah 3 : 1 )


Dalam kehidupan ada pertemuan , ada perpisahan . Walaupun perpisahan dibatasi oleh ruang dan waktu . Ada saatnya bertemu . ada saatnya berpisah . Masa berpisah tentu menyedihkan karena ada yang kita tinggalkan . Ada cerita suka dan duka yang kita kenang , ada peristiwa yang jatuh dan bangun untuk  saling menguatkan . Tanggal 18 Juni 2021 untuk terakhirnya kita bertemu antar sahabat , saudara dan keluarga . Dua puluh lima tahun sepuluh bulan menjadi waktu kebersamaan kita menjadi satu keluarga erat dalam satu persaudaraan . Waktu dan ruang yang memisahkan kita , apakah kita bisa bertemu lagi ? Bercanda , bergurau , tertawa dan menangis dalam rasa iba dan bahagia ? Entahlah kadang-kadang  satu minggu , satu tahun , lima  tahun kita masih ingat , kirim kabar di WA , facebook ,IG atau messenger setelah itu hilang lenyap seperti ditelan bumi . Itulah roda kehidupan tidak ada yang kekal dan abadi .Kita larut dalam rutinitas pekerjaan sehingga lupa atau melupakan sahabat .

Kenangan jangan  dilupakan...


Diakhir pertemuan ada cerita , ada kenangan , ada kesan dan pesan .Waktu cepat berlalu , kita baru sadar kalau rambut sudah memutih , asam urat mulai kambuh ,minum obat untuk menurunkan darah tinggi dan kolestrol . Semakin sering check-up ke dokter untuk tahu kondisi kesehatan kita . Makan teratur dan puasa makanan enak .Cukup minum air putih dan pantang makan daging . Itulah kondisi saya berbeda dengan kondisi sepuluh atau dua puluh lima tahun yang lalu . Saya tidak tahu kondisi murid-murid yang telah menyelesaikan SMA ketika saya menjadi guru . Bisa dihitung dengan jari murid-murid yang masih berhubungan dengan saya melalui WA atau Medsos di internet . Tetapi bersyukurlah ada alumni yang mampir di sekolah untuk bertemu dan cerita tentang mereka . Puji Tuhan ada foto di facebook alumni sedang menyanyikan lagu natal dengan keluarganya .Ada foto kegiatan pelayanan di gereja . Ada foto membaptiskan anaknya di gereja . Atau sedang pemberkatan pernikahannya di gereja . Tidak sia-sia menjadi guru selama hampir duapuluh lima tahun . Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan .Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.( 1 Korintus 15:58) .  Itulah kekuatan saya sebagai guru untuk berkarya sesuai Amanat Agung Tuhan Yesus ( Matius 28:19-20)

Tetap menjadi saudara..

Dalam relasi dan komunikasi , tentu banyak kesalahan yang saya lakukan ,  untuk itu mohon maaf atas kesalahan saya melalui ucapan , sikap dan perilaku saya . Harapan saya ke depan SMA K IPEKA Tomang , sekolah yang saya tinggalkan menjadi sekolah terbaik dan setia melayani anak didik sesuai dengan firman Tuhan .(abc)

 

Jumat, 18 Juni 2021

Dua setengah generasi

Foto : UNIQPOST


"Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara  yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu."(Matius 25:23) 

         Menjadi guru selama dua puluh lima tahun sepuluh bulan sungguh sangat membahagiakan , kalau tidak membahagiakan mungkin sudah mundur mengalihkan keprofesi lain .Berdiri didepan kelas sebelum pembelajaran dimulai awal tahun pelajaran baru saya selalu mengatakan kepada murid saya bahwa kalian mungkin sekarang belajar di SMA sering bolos,tidak mengerjakan tugas , nakal susah diatur atau nyontek .Tentu membuat guru marah dan jengkel tetapi sepuluh tahun kemudian ketika kamu telah berhasil mencapai cita-citamu baru teringat masa di SMA yang penuh kenangan .
     Tanggal 27 Juli 1995 mejadi awal saya menjadi guru dan tanggal 20 Juni 2021 berakhir meninggalkan sekolah yang saya cintai . Benih yang ditanam telah berbuah . Selama dua puluh lima tahun sepuluh bulan masa yang cukup panjang tetapi cepat berlalu menjadi bagian hidup saya untuk asih , asah dan asuh terhadap murid-murid untuk menjadi orang dewasa . Kalau saya boleh membagi dua puluh lima sepuluh bulan menjadi dua setengah generasi .Karena saya membagi satu generasi sepuluh tahun . Generasi pertama tahun 1995 sampai dengan 2005 muncullah Monik menjadi Koordinator Lokal Sekolah Kristen IPEKA di Tomang , Silas menjadi diaspora Indonesia di Washington DC , Doktor Indra Wijaya yang mengabdi menjadi dokter penyakit dalam di EKA Hospital , Solihin menjadi konsultan pajak , Magdalane menjadi entrepreneur , Nina Sari menjadi produser musik ,Abdiel menjadi hamba Tuhan ,Anto bekerja di Aple London Inggris . Generasi ke-dua tahun 2005-2015 muncullah Fandy Chow bintang sinetron , Jan Christian menjadi dokter di Bali , Grace dengan TETO menjadi kebanggan karena telah berhasil memenangkan Juara Umum Festival Teater Sekolah se-Jabotabek , Aditya yang berkarya di Kementrian Kelautan dan Perikanan . Generasi pamungkas tahun 2015-2021 tentu mereka masih ada yang kuliah dan sekolah muncullah Kevin Frank sekarang kuliah di Bandung mengambil Fakultas Hukum dan aktif di advokasi masyarakat , Joan Nadia meraih mendali perak di Olimpiade Biologi Internasional dan masih sekolah Michelle Tan yang ternyata anak dari James Tan dan Linda murid saya dua puluh lima tahun yang lalu . Rambut sudah beruban umur tidak bisa ditipu lagi , menjadi seorang opa untuk mendidik cucunya .
        Beberapa anak yang telah berhasil menyelesaikan sekolahnya selama tiga tahun yang saya ingat tentu masih banyak siswa yang masih membekas di hati . Andaikata setiap tahun ada 100 siswa yang telah menyelesaikan SMA maka ada 2500 siswa yang menjadi bagian hidup saya sebagai seorang guru . Ada kerinduan di hati saya , ketika suatu hari saya dipanggil Tuhan dan Tuhan berkata kepada saya “ Apa yang telah kamu perbuat untuk Aku ? “ . Sayapun menjawab “ Tuhan sudah dua setengah generasi saya perbuat untuk Tuhan “ . Tuhanpun tersenyum dan berkata “ Engkau hambaKu yang baik dan setia , masuklah ke rumahKU “ Masih banyak tempat Tuhan di surga .(abc)

Organisasi Bayangan versi Nadiem

                   Nadiem dengan belajar merdeka "Pendikan adalah paspor untuk masa depan karena hari esok adalah milik mereka yang mem...