Cari Blog Ini

Kamis, 24 Desember 2020

Natal , Tuhan menjadi manusia...

Foto : Blog Apologia Kristen - blogger


     “Sesungguhnya, seorang perempuan muda     mengandung dan melahirkan seorang anak     laki-    laki dan ia akan menamakan Dia     Imanuel.” (Yesaya 7:14)


“Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu  dan keturunannya;   keturunannya akan meremukkan kepalamu,  dan engkau akan meremukkan tumitnya  ." ( Kejadian 3 : 15 ) . Induk perjanjian antara Allah  dengan Hawa yang telah jatuh dalam dosa menjadi perjanjian kasih antara Allah dengan manusia untuk menjadi jembatan penyelamatan bagi umat manusia . Dua ribu tahun kemudian lahirlah sang bayi dari rahim perawan Maria . Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu ."( Lukas 1 : 38 ). Hawa yang diciptakan dari rusuk Adam telah jatuh tergoda oleh ular sehingga dosa meliputi kehidupan manusia . Dosa adalah perlawanan terhadap Allah  dan maut adalah upah dosa . Maria tunduk menerima anugerah karena dalam rahimnya ada seorang bayi yang akan menyelamatkan manusia . Mengapa Allah mau menjadi manusia ? 

Firman itu telah menjadi manusia  ,  dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya,   yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia   dan kebenaran. ( Yohanes 1:14 ) .Dalam perjanjian lama dijelaskan bagaimana para nabi mendapat firman Tuhan melalui nyala api , suara ,mimpi dan malaikat . Akhirnya Tuhan mewujudkan dalam diri Yesus Kristus sebagai anak domba Allah yang mengahapus dosa manusia . Melalui natal misi penyelamatan manusia dilakukan oleh Tuhan Yesus. Selama 3,5  tahun Yesus menjelajahi bumi untuk mencari jiwa-jiwa manusia berdosa .”Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang”.( Lukas 19:10 ).Yesus lahir sebagai manusia yang hina , lahir di kandang domba di palungan tempat kotoran hewan , sejak kecil ikut ayahnya Yusuf si tukang kayu ikut bekerja. Setelah dewasa di baptis oleh Yohanes Pembaptis dan mulailah  mengajar menjadi guru dan memanggil 12 muridnya . Banyak perbuatan dan tindakan sebagai teladan untuk berbuat baik dan memberi berkat bagi orang lain . Mujizat dilakukan dilakukan sebagai tanda Tuhan hadir ditengah-tengah manusia . Namun akhinya , Yesus  harus mati sebagai pengenapan janji Tuhan . Pengkhianatan Yudas Iskariot membawa ke pengadilan agama untuk disaiibkan , murid-muridnya lari , ketakutan dan menghindar dari ancaman prajurit Romawi . Petrus menyangkal tiga kali kepada Yesus sebelum ayam berkokok . Salibkan dia - salibkan dia suara orang banyak untuk menghukum Yesus walaupun minggu palma mereka bersorak memuji dan mengelukan sebagai raja di Yerusalem .Dua belas siang Yesus mati di kayu salib, menyerahkan nyawa kepada Bapa di surga . Tiga hari kemudian bangkit dan 40 hari menampakan diri dan naik ke surga .” Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa  murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah   mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu  senantiasa sampai kepada akhir zaman. "( Matius 28 : 19-20) .

Natal sebuah paradoks , kelahiran ,kesengsaraan , kematian ,kebangkitan dan kenaikan ke surga menjadi siklus kehidupan sang bayi yang kita rayakan hari ini .Selamat hari Natal dan Tahun baru , semoga damai natal menyertai kita semua …(abc)


Senin, 21 Desember 2020

Beda pendapat diantara birokrasi...

 

Foto: kumparan.com

"Berbicara politik sebagai debat kebijakan, bukan kasak-kusuk elit berebut kekuasaan."-Najwa Shihab


Pernyataan Ridwal Kamil Gubernur Jawa Barat bahwa Mahfud MDpun harus bertanggung jawab atas rentetan kekisruhan acara Riziq Shihab menjadi viral di medsos.

"Jadi beliau juga harus bertanggung jawab, tak hanya kami-kami kepala daerah yang dimintai klarifikasi ya. Jadi semua punya peran yang perlu diklarifikasi," ucap Emil.(kompas.com 16//12/2020). Tentu pernyataan ini menjadi kritikan terhadap pemerintahan pusat . Pernyataan ini di jawab oleh Mahmud MD melalui twitternya “ Siap, Kang RK. Sy bertanggungjawab. Sy yg umumkan HRS diizinkan pulang ke Indonesia krn dia punya hak hukum utk pulang. Sy jg yg mengumumkan HRS blh dijemput asal tertib dan tak melanggar protokol kesehatan. Sy jg yg minta HRS diantar sampai ke Petamburan” ( trimbun.jabar.id,16/12/2020 ) .Dalam peristiwa Rizig Shihab memang Mahmud MD mengijinkan adanya penjemputan di Bandara Soekarno-Hatta , terjadilah kerumunan juga akibat banyaknya orang yang ingin menjemput sehingga jalan tolpun terhambat oleh kerumunan orang yang ingin melihat Riziq Shihab . Setelah itu peristiwa berlanjut dengan kerumunan terjadi di Petamburan karena perkawinan putrinya dan dilanjutkan di Megamendung sampai akhirnya Ridwal Kamil dipanggil untuk mengklarifikasikan kerumunan tersebut .

Masa Covid 19 ini memang ada aturan mengenai protokol kesehatan , salah satunya adalah mengenai kerumunan  . Pihak kepolisian yang mempunyai kewenangan apabila terjadi pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan . Polisi tentu tidak gegabah dalam mengadakan penyidikan dan penyelidikan suatu kasus. Semua yang dianggap terlibat tentu akan ada panggilan baik di minta keterangan sebagai saksi maupun akhirnya menjadi seorang tersangka . Hukum tidak pandang bulu , semua warga negara bisa terkena sanksi hukuman apabila melanggar peraturan perundang-undangan . Hukum tidak mengenal jabatan , apabila ada penjabat melanggar peraturan perundangan tentu akan diproses sesuai peraturan perundangan . Negara kita adalah negara hukum bukan negara kekuasaan . Negara kita berdasarkan konstitusi . UUD NRI 1945 pasal Pasal 27 ayat 1 berbunyi : “Segala warga negara bersamaan kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.” Dalam hukum semua warga negara mempunyai kedudukan yang sama dan tidak membedakan berdasarkan suku,ras , agama , kelompok maupun golongan apapun . 

Harus dibedakan antara politik dan hukum .Penegakan hukum harus dijalankan , tidak tebang pilih dan harus ada keadilan dalam bidang hukum . Politik bicara tentang kepentingan dan kekuasaan . Tetapi kepentingan dan kekuasaan harus dibatasi bukan sebebas-bebasnya dijalankan. Aturan hukum  yang membatasi  kepentingan dan kekuasaan tersebut . Seharusnya ada harmonisasi antara hukum dan politik , bukan justru tumpang tindih jadi alasan pembenaran suatu kepentingan. Negara harus hadir dalam penyelesaian suatu konflik antara pemerintahan pusat dengan pemerintahan daerah .(abc)


Kamis, 17 Desember 2020

Kisah guru pembuat soal...

foto : pustakaguru.com


Mendidik pikiran tanpa mendidik hati adalah bukan pendidikan sama sekali. ( Aristoteles )   

      Masa akhir bulan Desember tahun ini dihebohkan dengan berita seorang guru membuat soal berbau politik . Di beritakan guru   dari SMPN 250 Cipete, Sukirno, mengaku menulis soal dengan mencantumkan nama tokoh politik Anies dan Mega sehingga di panggil oleh komisi E DPRD DKI Jakarta . Dalam panggilannya ,Sukirno nama guru tersebut mengaku bahwa hal itu dilakukan hanya karena spontanitas . Tentu jawaban ini membuat marah Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi saat rapat klarifikasi di Komisi E DPRD DKI Jakarta, Selasa (15/12/2020).(kompas.com 15/12/2020).

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI, Nahdiana, mengatakan pihaknya tidak pernah meminta pihak sekolah tersebut membuat soal ujian dengan menyebutkan nama pejabat publik tertentu.

"Dinas Pendidikan tidak pernah mengimbau kepada guru di sekolah untuk membuat soal ujian sekolah dengan menyebutkan nama pejabat publik tertentu," kata Nahdiana, Sabtu (12/12).(merdeka.com14/12/2020).

Peristiwa ini tentu menjadi perhatian guru untuk lebih berhati-hati dalam pembuatan soal. Pembuatan soal menjadi hak guru dalam rangkaian proses pembelajaran . Dalam tahap evaluasi pembelajaran guru mempersiapkan alat uji untuk mengetahui kompetensi yang dimiliki oleh setiap siswa . Diharapkan  setelah siswa mengerjakan soal , guru bisa mengetahui kompetensi yang dimiliki oleh siswa . Dengan demikian guru dapat mengevaluasi kompetensi dasar mana yang belum tercapai sehingga guru dapat menyiapkan remedial bagi siswanya . Sebelum guru membuat soal ujian terlebih dahulu guru membuat kisi-kisi berdasarkan silabus yang diajarkan dalam satu semester .Misalnya guru akan membuat soal PAS (Penilaian Akhir Semester ) atau PAT (Penilain Akhir Tahun) maka guru menyiapkan kisi-kisi bahan ajar sesuai silabus semester tersebut . Di dalam kisi-kisi meliputi kompetisi dasar , tujuan pembelajaran , materi ,bentuk soal ,diskripsi soal , tingkat kesulitan ,rubrik penilaian kalau soal itu bentuk soal uraian , kunci jawaban dan soal itu sendiri. Kepala Sekolah dapat membentuk tim penelaah soal  yang tugasnya menelaah soal sudah memenuhi syarat atau belum dan bisa mendiskusikan kalau ada soal-soal yang tidak sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.Kalau hal ini dilaksanakan dengan baik maka kasus yang terjadi tentang soal berbau politik tidak terjadi. Pembuatan soal tentu ada kode etiknya yaitu tidak mengarah kepada SARA , paham radikalisme dan intoleransi .Kode etik ini menjadi penting karena bisa sebagai alat filter terhadap pengaruh paham-paham yang bisa mengancam rasa persatuan dan kesatuan NKRI.

Pendidikan menjadi tempat strategis untuk membentuk karakter generasi bangsa. Politik identitas sekarang telah merajalela termasuk didalam pendidikan melalui jalur pendidikan di sekolah . Untuk itu perlu penanganan yang serius agar tidak terjadi indokrinasi atau cuci otak kepada siswa-siswa sehingga tidak terpengaruh terhadap paham-paham yang bisa merusak rasa persatuan dan kesatuan . Guru menjadi garda depan untuk menjaga agar generasi muda tidak terpengaruh oleh paham-paham yang ingin merusak NKRI. (abc)




Selasa, 24 November 2020

Pahlawan tanpa tanda jasa

( foto : totabuan.co)


     "Jangan setengah hati menjadi guru, karena     anak didik kita telah membuka sepenuh     hatinya." - Ki Hajar Dewantara


Kelas dua SD , saya sekolah di SD Kristen dan  mempunyai guru bernama Bu Lin Hwa . Guru yang sangat ramah penuh perhatian . Setiap kali buku saya habis ,  pensil saya hilang atau ketinggalan di rumah selalu memberi kepada saya buku dan pensil yang baru . Bukan kepada saya saja tetapi kepada setiap siswa yang membutuhkan . Di kelas ada lemari yang berisi alat-alat pembelajaran untuk siswanya . Bu Lin Hwa tidak menikah , dia menjadi guru dan mengabdi kepada siswanya . Setiap pagi mengendarai sepeda ontelnya ,selalu disambut oleh siswa-siswanya dengan menyalami tangannya , membawa tasnya dan sepedanya diparkir dipinggir gedung sekolah . Semua ceria , gembira dan penuh semangat menyambut Bu Lin Hwa . Namun sekarang tinggal kenangan karena Bu Lin Hwa telah dipanggil Tuhan . Tentu saya bangga mempunyai guru seperti Bu Lin Hwa. Dengan kesederhanannya dan didikannya memberi bekal kepada anak didiknya agar menjadi orang dewasa yang berguna bagi sesama . 

Sekolah dasar pada dasarnya merupakan lembaga pendidikan yang menyelenggarakan program pendidikan enam tahun bagi anak-anak usia 6-12 tahun. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa “jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah jenis pendidikan formal untuk peserta didik usia 7 sampai 18 tahun dan

merupakan persyaratan dasar bagi pendidikan yang lebih tinggi”. Jika usia anak pada saat masuk sekolah dasar, merujuk pada definisi pendidikan dasar dalam Undang-Undang tersebut, berarti pengertian sekolah dasar dapat dikatakan sebagai institusi pendidikan yang menyelenggarakan proses pendidikan dasar selama masa enam tahun yang ditujukan bagi anak usia 7-12 tahun. 

Sekolah dasar   memainkan peran yang sangat penting sebagai dasar pembentukan sumber daya manusia yang bermutu. Melalui sekolah, anak  belajar untuk mengetahui dan membangun keahlian serta membangun karakteristik mereka sebagai bekal menuju kedewasaan. Bagi anak, ketika masuk ke sekolah dasar menandai suatu perubahan dimana peran-peran dan kewajiban baru akan dialami. 

Betapa pentingnya sekolah dasar bagi kita semua karena disinilah pendidikan karakter , budi pekerti , menulis dan bahasa mulai dan dikembangkan untuk mencapai kedewasaan . Tidak gampang menjadi guru SD , selalu mendampingi setiap kali pembelajaran , memberikan contoh dan memperhatikan setiap tahap perkembangan psikologisnya . 

Tidak salahnya saya mengucapkan banyak terima kasih kepada guru-guru SD saya , karena melalui kegigihannya , perjuangannya dan pengabdiannya jadilah saya seperti saat ini . Selamat hari Guru ...engkau patriot pahlawan bangsa , tanpa tanda jasa…..(abc)


Selasa, 27 Oktober 2020

Memaknai kebangsaan Indonesia...

           

 

(foto : adamgym.com )

“Negara ini, Republik Indonesia, bukan milik kelompok manapun, juga agama, atau kelompok etnis manapun, atau kelompok dengan adat dan tradisi apa pun, tapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!”( Ir.Soekarno )

     Menjelang memperingati hari Sumpah Pemuda kita dikejutkan dengan berita mengenai seorang guru SMA Negeri di Jakarta Timur memberikan imbauan bernada SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) kepada murid-muridnya terkait pemilihan ketua OSIS (Organsasi Siswa Intra Sekolah). Guru berinisial TS itu meminta murid-muridnya untuk tak memilih ketua OSIS yang non-muslim. Foto permintaan bernada SARA guru itu di grup WhatsApp pun viral di media sosial. TS merupakan pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri itu. Karena tindakannya itu, TS kini diperiksa dan diberi pembinaan oleh pihak sekolah serta Dinas Pendidikan DKI Jakarta.( kompas.com 27/10/2020 ). Berita ini menjadi viral di Medsos dan banyak netizen yang mengomentari tentang berita tersebut . Kasudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Timur Gunas Mahdianto merasa prihatin dengan perilaku salah satu guru SMA berinisial TS karena melontarkan narasi rasial di media sosial.Gunas menilai perilaku tersebut tak pantas dilakukan oleh seorang tenaga pendidik, apalagi di sekolah negeri yang notabene terdiri dari murid yang beragam suku dan agama. “Kita perlu antisipasi masalah SARA. Semua agama punya hak yang sama. Terlebih ini seorang guru yang mengajar murid dari semua agama. Tidak boleh terjadi lagi,” kata Gunas saat dihubungi, Senin (26/10/2020).(kompas.com 26/10/2020).

Fenomena ancaman terhadap rasa kebangsaan terlihat begitu maraknya kasus intoleransi dan paham radikalisme di masyarakat  bahkan menjalar ke tingkat pendidikan . Hasil kajian Bambang Pranowo yang juga seorang antropolog pada tahun 2011, menyebutkan 50 persen mahasiswa terpapar paham radikalisme dan intoleransi. Selain itu, terdapat 84 persen pelajar dan 21 persen guru setuju jika Pancasila sudah tidak relevan lagi dan setuju dengan penegakkan syariat Islam di Indonesia.( koran.tempo.co , 29/4/2011).  Berdasarkan hasil temuan Komnas HAM tahun 2012-2018 kecenderungan sikap intoleransi ini sudah di atas 50 persen, dari yang tadinya baru 20-an persen. Ada kondisi yang meningkat terus sejak 2012 hingga 2018. Kecenderungan ini tentu perlu ada pengawasan dan penindakan dari instansi yang terkait . Kondisi seperti ini tentu memprihatinkan bagi kita semua . Untuk itu sosok guru mempunyai peran yang penting dalam memerangi ancaman kebangsaan tersebut .

Guru dalam bahasa Jawa disebut digugu lan di tiru , sosok seorang guru dipercaya dan ditiru oleh muridnya . Percakapan , sikap dan tindakan guru dilihat dan ditiru oleh muridnya . Bisa kita lihat dari perilaku anak-anak di TK sampai dengan SD betapa mereka sangat percaya kepada sosok seorang guru . Mereka lebih percaya kepada seorang guru dibandingkan dengan orang tuanya . Karena begitu percayanya kepada seorang guru seharusnya guru menjadi sosok teladan bagi murid-muridnya . Tindakan guru berinisial TS tentu mencoreng wajah pendidikan kita . Pendidikan karakter yang penting bagi generasi muda seolah-olah dicampakan begitu saja demi kepentingan golongan dan kelompok tertentu . Seharusnya kita belajar dari sejarah bagaimana persatuan dan kesatuan bangsa menjadi semangat perjuangan bangsa . Dimulai dari kebangkitan nasional tanggal 20 Mei 1908 didirikannya organisasi Budi Utomo oleh dr.Soetomo dan dr.Wahidin Sudirohusodo sampai 20 tahun kemudian 28 Oktober 1928 diadakan konggres Pemuda yang bertekad bulat menyatakan bertanah air ,berbangsa dan berbahasa satu yaitu Indonesia . Puncaknya  Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 , Soekarno & Hatta mengatasnamakan bangsa Indonesia menyatakan kedaulatan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka . Rasa kebangsaan terus-menerus didengungkan oleh Ir.Soekarno Presiden pertama kita . Tanggal 1 Juni 1945 , Ir.Soekarno mengemukakan tentang dasar negara di sidang BPUPKI yaitu dengan nama Pancasila ,salah satunya yaitu tentang kebangsaan dikatakan pada sidang BPUPKI yaitu “ Nationale staat hanya Indonesia   seluruhnya , yang telah berdiri dijaman Sri Wijaya dan Majapahit dan yang kini pula kita harus dirikan bersama-sama. Karena itu, jikalau tuan-tuan terima baik, marilah kita mengambil sebagai dasar Negara yang pertama:  Kebangsaan Indonesia. Kebangsaan Indonesia yang bulat! Bukan kebangsaan Jawa, bukan kebangsaan Sumatera, bukan kebangsaan Borneo, Sulawesi, Bali, atau lain-lain,tetapi   kebangsaan   Indonesia , yang bersama-sama menjadi dasar satu nationale staat. “ Rasa kebangsaan menjadi dasar untuk berdirinya negara Indonesia merdeka . Dan itulah yang diperjuangkan oleh Ir.Soekarno sampai masa akhirnya . 

"Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri". Kata-kata Ir.Soekarno menjadi peringatan bagi kita semua. Bahwa kita berjuang lebih sulit karena melawan bangsa sendiri . Hal itu sudah dialami oleh Ir.Soekarno bagaimana ketika awal-awal kemerdekaan terjadi pemberontakan yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa . Pemberontakan PKI di Madiun tahun 1948 dipimpin oleh Muso , itu merupakan kesedihan bagi Ir.Soekarno  Karena Muso adalah guru Ir.Soekarno yang ternyata berbeda ideologi dalam perjuangannya .Muso memproklamirkan Republik Soviet sedangkan Ir.Soekarno tetap mempertahankan NKRI dan ketika Muso tewas tertembak , ada kesedihan dalam diri Soekarno . Demikian juga tahun 1949 , Kartosuwiryo membentuk DI/TII ingin membentuk NII yang ternyata berbeda pandangan dengan Soekarno sahabatnya . Air mata Soekarno menetes ketika Kartosuwiryo eksekusi mati di kepulauan Seribu . Demikian juga terjadi G 30 S/ PKI tahun 1965 , beribu-ribu nyawa menjadi korban untuk sebuah pengkhianatan  , Soekarno menangisi karena terjadi pertempuran bangsanya sendiri .Pada masa Orde Baru terjadilah gerakan separtisme GAM (Gerakan Aceh Merdeka ) dan OPM (Organisasi Papua Merdeka ) yang ingin keluar dari NKRI . Tahun 1998 terjadi kerusuhan yang memporakporandakan rasa persatuan dan kesatuan bangsa . Reformasipun terjadi kasus Poso, kasus Ambon dan Madura yang melupakan rasa persatuan dan kesatuan . Peristiwa demi peristiwa yang melukai ibu pertiwi menjadi pengalaman untuk menghentikan berbagai ancaman yang dapat meretakkan bangsa .

Memaknai Sumpah Pemuda kita diingatkan kembali tentang rasa kebangsaan yang sudah diikrarkan 92 tahun yang lalu , jangan sampai luntur rasa kebangsaan itu bahkan hilang tak terbekas .  NKRI harga mati .(abc) 


Senin, 19 Oktober 2020

PJJ membawa korban ?

 

(foto : sinar harapan.com)

"Pendidikan itu mengobarkan api, bukan mengisi bejana". - Socrates


Peristiwa bunuh diri seorang  siswi SMA di Gowa, Sulawesi Selatan  dengan menenggak cairan racun karena diduga stres akibat tugas daring mengejutkan banyak pihak . Walaupun masih dalam penyelidikan polisi , kasus ini cukup mendapat perhatian berkaitan dengan PJJ sebagai pilihan pembelajaran siswa saat pademi Covid 19 . 

"Penyebab korban bunuh diri akibat depresi dengan banyaknya tugas tugas daring dari sekolahnya dimana korban sering mengeluh kepada rekan rekan sekolahnya atas sulitnya akses internet di kediamannya yang menyebabkan tugas-tugas daringnya menumpuk" kata Jufri Natsir. (kompas.com 18/10/2020). Tentu pernyataan ini masih asumsi yang harus diselidiki lebih lanjut apakah karena tugas-tugas daring yang menyebabkan siswi tersebut mengalami depresi kemudian melakukan bunuh diri atau masih ada penyebab lain , perlu ada data-data dan bukti lebih lanjut tentang kasus ini .

Pembelajaran jarak jauh sebagai konsekuensi pembatasan sosial karena pandemi Covid-19 telah berjalan selama hampir 6 bulan . Dalam persepsi siswa, model pembelajaran ini cenderung membuat tidak nyaman dan kurang bahagia.

Berdasarkan survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terhadap 1.700 siswa berbagai jenjang pendidikan pada 13-20 April 2020, sekitar 76,7 persen di antaranya mengaku tidak senang mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hanya 23,3 persen responden yang menganggap PJJ mengesankan.

Komisioner KPAI Retno Listyarti, dalam konferensi pers secara virtual, Senin (27/4/2020), di Jakarta, mengatakan, alasan siswa tidak senang PJJ beraneka ragam. Sebanyak 81,8 persen responden mengaku PJJ empat pekan hanya diberikan tugas oleh guru, bahkan jarang ada penjelasan materi dan diskusi.

Sebanyak 73,2 persen responden merasa mendapat tugas berat dari guru. Dikatakan berat karena siswa diberi waktu yang pendek saat menyelesaikan tugas. Sekitar 44,1 persen responden menyebut hanya diberikan waktu 1-3 jam sehari. Sebanyak  34,2 persen responden menyebut diberikan waktu mengerjakan 3-6 jam sehari.

Bentuk-bentuk penugasan yang paling tidak disukai responden adalah membuat video materi pelajaran, diikuti menjawab banyak soal, merangkum materi, dan menuliskan soal yang ada dalam buku cetak. Terkait peralatan selama PJJ, sebanyak 95,4 persen responden mengaku menggunakan ponsel pintar, 23,9 persen memanfaatkan komputer jinjing, dan 2,4 persen komputer.

Survei turut menanyakan kesulitan yang dihadapi responden selama PJJ. Sebanyak 77,8 persen responden mengaku kesulitan utama adalah tugas menumpuk. Lalu, 37,1 persen responden menyebut sukar beristirahat karena waktu pengerjaan tugas yang pendek. Sekitar 42,2 persen responden menjawab kesusahan kuota internet.(kompas 27/4/2020)

Hasil survei dilakukan 13-20 April 2020 , data ini awal ketika PJJ baru saja dimulai sudah terlihat seperti data tersebut di atas . Data terakhir belum ditemukan sejauh mana pelaksanaan PJJ ini berdampak terhadap siswa . Tetapi dari kasus siswi bunuh diri di Gowa , Sulawesi Selatan tentu menjadi pelajaran bagi semua pihak bahwa perlu ada penanganan terhadap siswa selama PJJ berlangsung saat pademi Covid 19 . Saya pernah mengusulkan agar di buat center yang terdiri dari guru-guru BP yang berkompeten terhadap psikis siswa sehingga kasus-kasus tersebut tidak terjadi lagi . Guru-guru dan wali kelas perlu kerjasama untuk menolong para siswa agar tidak mengalami stres dan depresi sehingga mengakibatkan bunuh diri . Kita sedang mendidik siswa yaitu manusia yang mempunyai kemampuan , talenta , bakat , karakter yang unik antara yang satu dengan lainnya . Bukan robot yang di beri perintah lalu mengerjakan perintah tersebut . Dengan demikian penanganannyapun menjadi unik untuk setiap individu . Tidak bisa kita mengeneralisasikan sebuah permasalahan kepada semua  siswa tetapi kita bisa melihat perkasus.setiap siswa . Berat tugas guru tetapi itu sebuah konsekuensi sebuah panggilan . Dengan kasus bunuh diri siswi di Gowa , Sulawesi Selatan ini menjadi pengalaman bagi kita semua . Mata guru boleh melihat bahwa anak didik kita perlu pendampingan , telingga kita boleh mendengar bahwa mereka ingin cerita tentang jiwanya . Bukan tugas yang menumpuk menjadikan raga mereka letih . Bukan mengejar bahan ajar menjadikan mereka sesat dalam pikiran . Mereka butuh ditolong oleh kita semua...



Minggu, 11 Oktober 2020

Selamat datang Asesmen Nasional ...

( Foto : Portal .News )

 Pendidikan bukan persiapan untuk hidup tapi pendidikan adalah hidup itu sendiri.
  ( John Dewey  Filsuf dari Amerika Serikat 1859-1952 ) 

     Ujian Nasional 2021 akan dihapus diganti dengan Asesmen Nasional , menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan Asesmen Nasional tidak hanya dirancang sebagai pengganti Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional, tetapi juga sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan. Menurut dia, dengan hal ini, tidak lagi mengevaluasi capaian peserta didik secara individu, akan tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.( liputan 6.com 9/10/2020). Pernyataan ini menegaskan tentang adanya perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan . Selama ini dikenal adanya Ujian Nasional dan Ujian Sekolah untuk menentukan kelulusan siswa , namun sekarang diganti dengan Asesmen Nasional . Menjelang awal Ujian Nasional dan Ujian Sekolah biasanya semester akhir di kelas XII SMA berubah menjadi kelas bimbingan belajar untuk mempersiapkan ujian negara dan ujian nasional . Di kelas disiapkan jadwal khusus untuk mempersiapkan mata pelajaran yang diujikan . Guru-guru mempersipakan soal-soal untuk prediksi ujian nasional dan ujian sekolah . Namun di balik itu ada juga siswa-siswa yang cari bocoran soal di guru lesnya atau bimbingan belajarnya . Seringkali terjadi bocoran soal walaupun sudah dilakukan secara komputerisasi tetapi tetap saja kecolongan soal . Diharapkan dengan perubahan paradigma tentang evaluasi ini yaitu adanya asesmen nasional dapat meningkatkan kualitas mutu pendidikan di Indonesia . 
    Berdasarkan Programme for International Student Assessment (PISA) sebagai metode penilaian internasional merupakan indikator untuk mengukur kompetensi siswa Indonesia di tingkat global. Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mencatat, peringkat nilai PISA Indonesia berdasarkan survei tahun 2018 adalah: Membaca (peringkat 72 dari 77 negara), Matematika (Peringkat 72 dari 78 negara), dan Sains (peringkat 70 dari 78 negara). Nilai PISA Indonesia juga cenderung stagnan dalam 10-15 tahun terakhir.( http://pgdikmen.kemdikbud.go.id ) . Dengan data ini memperlihatkan bahwa kualitas pendidikan Indonesia mengalami kemunduran dibandingkan dengan negara lain . Riset terbaru dari Professor Lant Pritchett dari Harvard University dia meneliti anak-anak khusus di Jakarta usia 15 tahun dan ternyata anak-anak ini ketinggalan 128 tahun. (Kompasiana.com 17/3/2020). Kita ketinggalan di bidang Mathematic, Science, and reading. Kualitas guru sangat kurang karena hasil rata-rata UKG nasional 53,2 dari 100. Kita harus mengejar negara yang 128 tahun di depan kita. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan penggantian Ujian Nasional menjadi Asesmen Kompetensi Minimum, yang nantinya akan berfokus pada literasi, numerasi dan pendidikan karakter. 
        Menurut Nadiem , Asesmen Nasional terdiri dari tiga bagian, yaitu: 1. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dirancang untuk mengukur capaian peserta didik atau siswa dari hasil belajar kognitif yaitu literasi dan numerasi. Kedua aspek kompetensi minimum ini, menjadi syarat bagi peserta didik untuk berkontribusi di dalam masyarakat, terlepas dari bidang kerja dan karier yang ingin mereka tekuni di masa depan. "Fokus pada kemampuan literasi dan numerasi tidak kemudian mengecilkan arti penting mata pelajaran. Karena justru membantu murid mempelajari bidang ilmu lain terutama untuk berpikir dan mencerna informasi dalam bentuk tertulis dan dalam bentuk angka atau secara kuantitatif," jelas Nadiem. 2. Survei Karakter dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar sosial-emosional berupa pilar karakter untuk mencetak Profil Pelajar Pancasila. "Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME serta berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif,” kata Mendikbud. 3. Survei Lingkungan Belajar Survei lingkungan belajar untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah. Dijelaskan, Asesmen Nasional pada 2021 dilakukan sebagai pemetaan dasar dari kualitas pendidikan yang nyata di lapangan, sehingga tidak ada konsekuensi bagi sekolah dan murid. "Hasil Asesmen Nasional tidak ada konsekuensinya buat sekolah, hanya pemetaan agar tahu kondisi sebenarnya," imbuh Nadiem Makarim. ( kompas.com 8/10/2020 ). 
        Bagaimana sekolah mempersiapkan hal ini ? 
      Kemendikbud akan membantu sekolah dan dinas pendidikan dengan cara menyediakan laporan hasil asesmen yang menjelaskan profil kekuatan dan area perbaikan tiap sekolah dan daerah. Tak perlu persiapan khusus . Dikatakan Nadiem, Asesmen Nasional untuk tahun 2021 tidak memerlukan persiapan-persiapan khusus atau tambahan. Ini penting dipahami oleh guru, kepala sekolah, murid, dan orang tua. "Tidak usah cemas, tidak perlu bimbel khusus demi Asesmen Nasional," tegas Mendikbud. ( kompas.com 8/10/2020 ). Dengan penjelasan mas Menteri ini sekolah optimis untuk melakukan kebijakan yang akan dilaksanakan tahun 2021 sehingga diharapkan Asesmen Nasional ini menjadi salah satu alternatif transformasi pendidikan di tingkat sekolah. Tentu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, pengajaran, dan lingkungan belajar di satuan pendidikan. Melalui asesmen yang lebih berfokus, diharapkan perbaikan kualitas dan layanan pendidikan bisa semakin efektif. 
      Berdasarkan Undang-Undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 58 ayat 2 dinyatakan “Evaluasi peserta didik, satuan pendidikan, dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan.” Berdasarkan peraturan ini , sekolah diberi otoritas untuk melakukan evaluasi terhadap peserta didik sesuai dengan pencapaian standar nasional pendidikan yang ditentukan oleh pemerintah . Jadi pemerintah memberi kelonggaran bagi sekolah untuk mengevaluasi kepada peserta didik sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh sekolah . 
        Sebagai guru jelas saya mendukung kebijakan Kemendikbud ini karena untuk meningkatkan kualitas pendidikan . Ketiga kompetensi yang meliputi literasi , numerasi dan karakter menjadi dasar seorang siswa mencapai kedewasaannya . Setelah lulus SMA kemudian kuliah dan bekerja di dalam masyarakat ketiga kompetensi ini menjadi penting untuk kehidupan mereka. Saya hampir 26 tahun menjadi guru dan selalu memperhatikan murid-murid saya yang tekun mengembangkan kompetensi literasi , numerik dan diimbangi oleh karakter telah menjadi orang yang sukses dalam bidangnya . Kita ketinggalan 128 tahun , mari kita kejar kualitas pendidikan kita dengan mengabdi bagi bangsa dan negara. (abc)

Organisasi Bayangan versi Nadiem

                   Nadiem dengan belajar merdeka "Pendikan adalah paspor untuk masa depan karena hari esok adalah milik mereka yang mem...