Cari Blog Ini

Rabu, 19 Agustus 2020

Seorang dokter yang setia dalam pelayanan...

“ Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa “ ( Markus 2 : 17 )


Dr. Indra Wijaya, Sp.PD – KEMD, M.Kes, FINASIM melayani di tiga rumah sakit yaitu RS.PIK Jakarta ,  RS.EKA BSD dan RS.Premier Bintaro .  Bukan hanya mejadi dokter dengan setia melayani pasien tetapi memberi edukasi sebagai dosen  di Universitas Indonesia dan Universitas Cendrawasih di Papua. Hari-harinya sibuk dengan berbagai kegiatan mulai menjadi keynote dalam berbagai  seminar mengenai ilmu kedokteran, talk show di TV swasta dan radio . Tentu semua melelahkan baginya tetapi ini sebuah passion atau panggilan . Tidak ada kata lelah baginya karena ini semua bentuk pelayanan bagi Tuhan dan sesama . Kilas - balik ketika masih di SMA tentu berbeda dengan Indra sekarang . Dua puluh tahun yang lalu saya menjadi guru dan memperhatikan Indra sangat berbeda . Indra dulu orangnya pendiam dan kutu buku . Beda dengan istrinya Frida yang aktif menjadi singer atau mc saat kebaktian atau aktif di OSIS . Pertemuan di SMA  menjadi awal dua sejoli mengikrarkan menjadi suami-istri yang telah membuahkan tiga buah hati mereka  . Profesi yang sama menjadi seorang dokter , Frida istrinya selalu setia mendampingi suaminya .

 Pertemuan  live streming pada saat acara Wawasan Kebangsaan dalam rangka merayakan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 yang diselenggarakan oleh SMA K IPEKA Tomang  sebagai nara sumber Indra jauh berbeda sekarang , berbicara secara lugas dan sistematis secara profesional terlihat jelas sebagai seorang dokter yang mumpuni dalam bidangnya . Tidak berkelebihan kalau Dr. Indra Wijaya sebagai dokter Internist-Endocrinologist  terlibat dalam Pita Tosca Indonesia . Pita Tosca adalah Komunitas Pejuang Tiroid Indonesia dengan tujuan mengedukasi deteksi dini dan pendampingan pasien gangguan tiroid. Tidak hanya itu saja Dr.Indra Wijaya juga sebagai Konsultan Endokrin Metabolik Diabetes .

Penyakit diabetes dengan kadar gula yang tidak terkontrol secara terus-menerus dapat memiliki risiko terhadap komplikasi, yaitu penyakit jantung, kerusakan pada saraf, ginjal, mata dan kaki, infeksi pada kulit, gangguan pendengaran, Alzheimer serta  depresi.Di Indonesia penyadang penyakit diabetes setiap tahun meningkat ,data IDF tahun 2017, Indonesia menempati peringkat ke enam di dunia untuk prevalensi penderita diabetes tertinggi setelah Cina, India, Amerika Serikat, Brazil, dan Meksiko. Di dunia, estimasi jumlah orang dengan diabetes adalah sebanyak 10 juta jiwa.Prevalensi orang dengan diabetes di Indonesia cenderung meningkat, di mana pada tahun 2007 sebesar 5,7% dan tahun 2013 sebesar 6,9%. Pada tahun 2045, jumlahnya diperkirakan menjadi 16,7 juta penderita diabetes dengan usia  20-79 tahun. Kondisi seperti ini membuat Dr.Indra Wijaya mempunyai keprihatian dan misi untuk memerangi penyakit diabetes di Indonesia . Untuk mengembangkan keilmuannya sekarang belajar  S-3 di empat perguraan tinggi di dalam negeri dan luar negeri . Luar biasa untuk menjawab tantangan ke masa depan  , tentu diperlukan persiapan dan hal ini sedang dikerjakan oleh Dr.Indra Wijaya . Semoga berhasil dan sukses selalu…(abc)


Link : https://www.instagram.com/p/CDq0M6QFV9e/ 

Sabtu, 15 Agustus 2020

Berjuang demi tanah air …

detik.new
foto detik.new
“Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan  mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. “

( 1 Petrus 2 : 6 )


Anthony nama siswa itu , di kelas tidak terdengar suaranya  tetapi di TETO ( Teater Tomang ) cukup terkenal karena perannya menjadi seorang pemain yang handal  . TETO adalah nama teater yang cukup punya nama di komunitas teater pelajar DKI Jakarta dan sekitarnya . Karena hampir tiap tahun TETO mengikuti festival teater pelajar se Jabotabek bahkan TETO pernah  mendapat predikat teater pelajar terbaik se-DKI Jakarta Tahun 2011 .Semua kategori penilaian juri disabetnya dan TETO mulai unjuk gigi . Keberhasilan TETO tentu membanggakan bagi sekolah  dan menjadi trade mark SMA K IPEKA Tomang Jakarta . Tidak hanya menjadi pemain TETO tetapi Anthony mempunyai suara yang  indah  sehingga sering menjadi mc dan song leader dalam setiap kebaktian di sekolah . 

Saya sangat terkejut ketika Bu Lydia guru SMA K  IPEKA BSD memberi rekaman youtube untuk media pembelajaran PPKn , terlihat di situ Anthony dan Kevin sedang menyanyikan lagu nasionalisme berjudul Manisnya Negeriku . Lagu yang sangat sederhana tetapi menyentuh hati . Syair lagu mengingatkan tentang Bhinneka  Tunggal Ika  dan harus dijaga persatuan dengan dasar Pancasila dan UUD 1945  . Tinggal dan belajar di Belanda tentu memberi kerinduan sendiri tentang tanah airnya . Dan itu yang dirasakan oleh Anthony sehingga berkumandang   lagu tersebut. Rasa kebangsaan di tanah air orang lain lebih dirasakan ketimbang  ketika berada di tanah air . Kita masih teringat 28  tahun yang lalu ketika  pasangan Susi Susanti dan Alan Budikusuma mempersembahkan dua buah medali emas dalam ajang Olimpiade 1992 yang diselenggarakan di Barcelona. Saat itu kedua pasangan pemain bulu tangkis meneteskan air mata setelah tangannya memberi penghormatan kepada Sang Merah Putih dan mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya . Rasa haru dan bangga menjadi satu raga dan jiwa menyatu untuk ibu pertiwi. Tidak ada kata terucap , hanya sosok terlihat bahwa cinta tanah air terpatri dalam dada. 

Anthony tentu bukan Mohammad Hatta yang mendapatkan beasiswa dari Yayasan van Deventer. Ia resmi menjadi mahasiswa Handelshogeschool atau Sekolah Tinggi Bisnis di Rotterdam pada 19 September 1921. Ia tiba di Belanda pada 5 September 1921. Sepekan kemudian, Nazir Sutan Pamontjak menyambangi Hatta, mengajak bergabung dengan Indische Vereeniging, organisasi mahasiswa Hindia Belanda di Negeri Kincir Angin itu. Tawaran tersebut tak bertepuk sebelah tangan. Pada 23 September 1927, bersama Nazir Sutan Pamontjak, Ali Sastroamidjojo, dan Abdul Madjid Djojoadiningrat, Hatta ditangkap polisi Belanda. Tuduhannya menghasut publik untuk melawan pemerintah, terutama via tulisan-tulisan di Indonesia Merdeka. Jaksa juga menuduh Perhimpoenan Indonesia bekerja sama dengan kaum komunis dalam menggalang pemberontakan di Hindia Belanda pada 1926.


Pada 9 Maret 1928, Hatta menyampaikan pidato pembelaan yang termasyhur, Indonesie Vrij atau Indonesia Merdeka. Dalam pidato sepanjang 3 setengah jam itu, Hatta menguliti praktik eksploitasi yang dilakukan rezim kolonial di Hindia Belanda. Ia memanfaatkan hasil belajarnya dalam bidang ekonomi-politik untuk melakukan hal tersebut dengan bernas.


Dalam salah satu bagian pledoi, Hatta menulis, "Kami percaya masa datang bangsa kami dan kami percaya atas kekuatan yang ada dalam jiwanya. Kami tahu bahwa neraca kekuatan di Indonesia senantiasa berkisar ke arah keuntungan kami." 13 hari kemudian, pengadilan di Den Haag membebaskan mereka semua. Tetapi ada kesamaan perjuangan , Mohammad Hatta berjuang demi Indonesia merdeka dan Anthony berjuang untuk mengisi kemerdekaan . Anthony belajar untuk masa depan Indonesia merdeka . Kuliah di jurusan pertanian organik di Belanda dan sekarang sedang menyelesaikan tensisnya berharap ke Indonesia untuk ,mengabdi bagi Indonesia Jaya . Semoga semangat dan perjuangan Soekarno &  Hatta   mewarnai batin Anthony untuk mencapai cita-cita membangun bangsa  dan negara .  DIRGAHAYU INDONESIA ke 75 , INDONESIA MERDEKA  (abc)


Link Ini lagu  Anthony dan Kevin 

https://www.youtube.com/watch?v=tf9Qu7zvUwo


Selasa, 11 Agustus 2020

Musik duniaku…

“Para imam telah siap berdiri pada tempat mereka. Begitu pula orang-orang Lewi   telah siap dengan alat-alat   musik untuk memuliakan TUHAN, yakni alat-alat musik yang dibuat raja Daud untuk mengiringi nyanyian syukur bagi TUHAN: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!" setiap kali mereka ditugaskan Daud menyanyikan puji-pujian. Dalam pada itu para imam berdiri berhadapan dengan mereka sambil meniup nafiri, sedang segenap orang Israel berdiri.”

( 2 Tawarikh 7 : 6 )


Terima kasih Kokumi telah memercayai kami dalam membuat jingle ini. Menantikan untuk mendengar Watashi Wa Unicorn di setiap toko Kokumi di seluruh dunia 😍😍😍🌈🌈🌈


Ucapan di facebook Nina  Sari Ishak tanggal 20 Juli 2020 membuktikan bahwa Nina seorang musikus Indonesia yang tidak terabaikan .Jingle berjudul Watashi Wa Unicom menjadi lagu promo untuk produk minuman dari Kokumi perusahaan anak bangsa . Tidak heran  kalau sekarang Nina Sari menjadi seorang musikus karena saya sebagai guru mengenal Nina sejak kelas satu SMA telah mahir  bermusik . Setiap kebaktian sekolah atau acara apapun di SMA , Nina Sari terjun menyatu  dalam bermusik . Bahkan sejak SMP sudah mulai main orkestra untuk setiap penampilan di panggung . Dunia musik telah menjadi pilihan hidupnya . Setelah menamatkan SMA K IPEKA Tomang melanjutkan ke  Jurusan Professional Contemporary Performance di Universitas Pelita Harapan . Kemudian mendapatkan beasiswa melanjutkan pendidikan di Jurusan Music di Ouachita Baptist University , USA . Menjadi pengajar di UPH College selama dua tahun dan akhirnya menjadi musikus profesional .


 Menjadi musikus profesional dijalani , berbagai pekerjaan telah dilewati untuk mengasah kepiawian bermusik . Mulai bekerja di pernah bekerja sebagai  Head of Program Development di Unlimited Worship ,bekerja sebagai  Piano Teacher di Gitanada School of Music ,UPH College , bekerja sebagai  Pianist di LaModa , bekerja sebagai  Music Organizer & Consultant di Nina Sari Ishak dan bekerja sebagai  Keyboardist di RAN. Berbagai konser di atas panggung baik di dalam maupun luar negeri membuktikan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik bagi kehidupan . Hal itu sudah dijalani bertahun-tahun dan bermusik menjadi dunianya .Bukan hanya piano andalannya tetapi hampir semua alat musik bisa dimainkan .Mulai dari gitar , seruling , terompet dan drum menjadi permainannya dalam bermusik . Berbagai arrasement , harmoni dan pepaduan suara menjadi rangkaian orkestra bersuara nyaring bergema bagaikan suara malaikat dari surga . 

Menjadi impiannya adalah berkarya dan menjadi produser dan itu sedang dijalani karena berkat Tuhan . Bulan Agustus tahun ini akan merilis album untuk kesehatan yaitu teman dalam tidur berjudul Lelap .Itulah bukti impiannya telah menjadi kenyataan.

Belajar dari pengalaman Nina Sari  talenta bermusik sejak kecil diasih ,  diasah dan diasuh  akhirnya membuahkan hasil untuk sesama dan kemulian nama Tuhan .(abc) 


Link : Video jugle cipta. Nina Sari Ishak

https://www.facebook.com/ninasariishak/videos/10157772329431559


Minggu, 09 Agustus 2020

TIMBANGAN EMAS TIDAK LEBIH BERHARGA DARI EMASNYA

Belajar Mengajar SD Hingga SMP di Surabaya Menggunakan Animasi
Jatim.net com

“Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu “ ( Yohanes 13:14 )

 

Dalam sebuah diskusi, seorang murid bertanya kepada gurunya,

Murid : "Jika memang benar para guru adalah orang- orang pintar !, Mengapa bukan para guru yang menjadi pemimpin dunia,  pengusaha sukses, dan orang- orang kaya- raya itu ?

Gurunya tersenyum bijaksana, tanpa mengeluarkan separah katapun, ia masuk ke ruangannya, dan keluar kembali dengan membawa sebuah timbangan.

Ia meletakkan timbangan tersebut diatas meja, dan  berkata : " Anakku, ini adalah sebuah timbangan, yang biasa digunakan untuk mengukur berat emas dengan kapasitas hingga 5000 gram".

"Berapa harga emas seberat itu? "

Murid mengernyitkan keningnya, menghitung dengan kalkulator dan kemudian ia mejawab,

"Jika harga satu gram emas adalah 800 ribu rupiah, maka 5000 gram akan setara dengan 4 milyard rupiah".

Guru : " Baiklah anakku, sekarang coba bayangkan seandainya ada seseorang yang datang kepadamu membawa timbangan ini dan ingin menjualnya seharga itu, adakah yang bersedia membelinya? "

Murid terdiam sejenak !, Merasa mulai mendapatkan sedikit pencerahan dari sang guru, lalu ia berkata : "Timbangan emas tidak lebih berharga dari emasnya!, saya bisa mendapatkan timbangan ini dengan harga dibawah dua juta rupiah !, Mengapa harus membayar sampai 4 milyar ? "

Guru menjawab : " Nah, anakku, kini kau sudah mendapatkan pelajaran, bahwa kalian para murid, adalah seperti emas, dan kami adalah timbangan akan bobot prestasi mu, kalianlah yang seharusnya menjadi perhiasan dunia ini, dan biarkan kami tetap menjadi timbangan yang akurat dan presisi untuk mengukur kadar pengetahuanmu. "

"Jika ada seseorang datang kepadamu membawa sebongkah berlian ditangan kanannya dan seember keringat ditangan kirinya, kemudian ia berkata : "Ditangan kiriku ada keringat yang telah aku keluarkan untuk menemukan sebongkah berlian yang ada ditangan kananku ini,  tanpa keringat ini, tidak akan ada berlian, maka belilah keringat ini dengan harga yang sama dengan harga berlian"

"Apakah ada yang mau membeli keringatnya? "

"Tentu tidak."

"Orang hanya akan membeli berliannya dan mengabaikan keringatnya. Biarlah kami, para guru menjadi keringat itu, dan kalianlah yang seharusnya menjadi berliannya”.

Sang murid menangis, ia memeluk gurunya dan berkata : "Wahai guru, betapa mulia hati kalian, dan betapa ikhlasnya, kami tidak akan bisa melupakan kalian, karena dalam setiap kepintaran kami, setiap kilau permata kami, ada tetes keringatmu..”

Guru berkata : " Biarlah keringat itu menguap, menuju alam hakiki disisi Sang Pencipta , karena hakikat akhirat lebih mulia dari segala pernak- pernik dunia ini, mohon jangan lupakan nama kami dalam doa-doa kalian. "

Kebanggaan seorang guru , melihat sang murid menjadi manusia seutuhnya…

  

Minggu, 02 Agustus 2020

Sekolah jangan dipaksakan…

Publikasikan Perjuangan dari Masing-masing Rusun atau Apartemen ...
foto.Kappri .Word Press.com 


“Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi”

 ( 2 Korintus 10:3 )


Billy adalah murid yang mendapatkan bea siswa untuk mengikuti pendidikan di sekolah kami. Anaknya memang dari latar belakang broken home sehingga dia diasuh dalam sebuah panti asuhan . Pendidikannyapun dari persamaan Kejar  paket B  artinya bukan dari sekolah formal . Kelompok Belajar atau Kejar adalah jalur pendidikan nonformal yang difasilitasi oleh Pemerintah untuk siswa yang belajarnya tidak melalui jalur sekolah, atau bagi siswa yang belajar di sekolah berbasis kurikulum non pemerintah seperti Cambridge, dan IB (International Baccalaureate). Di Indonesia ada tiga Kejar Paket yaitu Paket A dapat mengikuti Ujian Kesetaraan SD, peserta Kejar Paket B dapat mengikuti Ujian Kesetaraan tingkat SLTP dan peserta Kejar Paket C dapat mengikuti Ujian Kesetaraan SMU/SMK/MA. Bagi Billy ada kesulitan untuk adaptasi proses pembelajaran dari pendidikan non-formal ke pendidikan formal . Tidak mengherankan rapot semester merah semua hanya olah raga yang nilainya baik . Memang dia jago main sepak bola , dia pemain utama regu futsal di sekolah kami .  Bagi saya  sebagai wali kelas merupakan ujian berat karena harus memberikan motivasi yang baik bagi Billy .Orang tua wali murid sudah saya panggil untuk memberi motivasi bagi Billy , tetapi hasilnya belum memuaskan karena memang Billy tidak mampu untuk belajar di sekolah formal. Guru BP pun sudah berusaha untuk memberikan pembinaan terhadap anak ini tetapi hasilnyapun nihil . Sampai akhirnya Billy tidak naik kelas dan semua itu karena memang anaknya tidak mampu untuk belajar di tingkat SMA.

Pengalaman Billy ini menjadi pelajaran bagi saya sebagai guru , jangan memaksakan seseorang untuk mengikuti kemauan kita yang tidak sesuai dengan kemampuan dirinya . Perlu dicermati apakah latar belakangnya sesuai dengan minat , bakat dan potensi dalam dirinya . Hal ini menjadi perhatian bagi kita  bahwa jangan memaksakan seseorang untuk sekolah yang tidak sesuai dengan potensi yang dimilikinya . Masih banyak pilihan bagi seseorang untuk menjadi apa di kemudian hari ?  Menurut Rocky Gerung , sekolah hanya untuk mendapat ijazah bukan untuk mengubah pikiran seseorang . Kesuksesan seseorang tidak ditentukan oleh sekolah . Banyak orang sukses tidak ditentukan oleh ijazah sekolah . mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tidak lulus SMA ,Alam Wiyono (Direktur Markrting PT Toyota-Astra Motor),Sukyatno Nugroho (Es Teller 77,Mie Tek-tek ), Stevanus Abrian Natan ( Direktur Eksekutif PT Centranusa  Insancemerlang , trendsetter dan market leader industry MLM di Indonesia ) , Bob  Sadino (KemChick), Willy Sidharta (Presiden Direktur PT Aqua Golden Mississippi) dan lain-lain . Mereka semua tidak mendapat ijazah dari sekolah tetapi mereka bisa hidup sukses .Faktor apa yang menyebabkan mereka sukses , menurut Andrias Harefa dalam bukunya Sekolah Saja Tidak Pernah Cukup mengatakan ada tujuh faktor yaitu pertama ide , keyakianan dan visi kuat mengenai masa depan masyarakat dunia dan bagaimana menangguk keuntungan dari semua hal itu ; kedua , mereka memiliki sensitivitas terhadap kebutuhan pasar ; ketiga ,mereka sangat kreatif untuk menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar ; keempat ,  mereka mengembangkan keberanian untuk mengambil resiko dalam usia muda (risk-taker); kelima , mereka memiliki kebiasaan bekerja keras , yang bagi mereka justru menyenangkan karena karena pilihan kerja mereka bertalian erat dengan minat dan bakat atau talenta pribadi ; keenam , mereka memiliki toleransi terhadap kegagalan dan tidak menganggapnya sebagi hal yang haram atau najis tetapi justru perlu untuk dapat sungguh-sungguh berhasil ; ketujuh , mereka pantang menyerah dan mendemonstrasikan ketekunan bekerja yang luar biasa . Ketujuh faktor ini tidak diajarkan secara formal di sekolah tetapi justru lebih diajarkan dalam kegiatan ektra-kurikuler  SMA . Anehnya ada beberapa guru yang alergi terhadap kegiatan ekstra-kurikuler , mereka lebih berkutat terhadap pendidikan akademik yang hanya dinikmati oleh segelintir orang saja . Disinilah perlu ada paradigma baru terhadap pendidikan bahwa sekolah bukan hanya untuk mendidik secara akademik saja tetapi lebih dari itu menyiapkan dan mendewasakan seseorang sesuai dengan potensi , talenta dan karakter  dalam diri anak . Ini tugas guru , berat tetapi bisa dilakukan …(abc)

 

 


Sabtu, 11 Juli 2020

Bersyukur mempunyai kecerdasan luar biasa...

Gambar mungkin berisi: 1 orang
dok.pribadi
Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. 

( Amsal 2 : 6 )

Kecerdasan yang dimiliki oleh Evan memang luar biasa . Mulai dari SD sampai dengan SMA selalu menjadi juara pertama . Berbagai piagam , mendali dan piala telah direbutnya . Kompetisi akademik dengan mudah diraihnya . Fisika dan matematika menjadi menu belajar tiap hari . Seperti seorang professor layaknya ketika dengan mudah menguraikan teori-teori  fisika yang sulit dengan mudah dikerjakan tanpa kesulitan apapun . Padahal kalau orang biasa-biasa saja membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengerjakan soal tersebut . Itu kata guru fisika yang membimbing Evan selama belajar .

Satu tahun saya mengajar Evan di kelas sepuluh SMA , saat itu memang Evan beda dengan siswa lainnya . Aktif bertanya , berpendapat dan mengkritik gurunya . Bagi saya hal ini wajar saja  karena memang siswa harus kreatif . Pembelajaran menjadi hal yang menyenangkan kalau siswa berpartisipasi dalam proses pembelajaran tersebut . Siswa akan tersiksa kalau belajar menjadi beban . Metode itulah yang saya gunakan . Sekarang bukan waktunya guru dengan muka galak mengajar siswa untuk diam terpaku karena takut . Tetapi sekarang dibutuhkan guru yang mau mengajak siswanya belajar . Guru yang mau siswanya benar-benar menguasai bukan hanya sekedar tahu dan memahami materi pelajaran . Satu tahun mengenal Evan memang waktu yang cukup pendek untuk mengenal karakternya . Karena ternyata Evan harus ikut seleksi OSN mewakili DKI Jakarta . Setiap kali OSN diikuti , Evan selalu mendapat  mendali emas . Suatu kebanggan bagi orang tua ,sekolah dan pemerintahan daerah  . Karena prestasi Evan mengantar ke tingkat kompetisi  Internasional . Untuk mempersiapkan hal tersebut maka Evan hampir dua tahun mengikuti bimbingan belajar oleh Prof.Dr. Yohanes Surya  di daerah Gading Serpong . Evan akhirnya mendapatkan mendali emas untuk kompetisi Fisika tingkat internasional . Kemudian Evan mendapat beasiswa di Universitas Nasional Singapura (National University of Singapore/NUS)  .

“ Ini semua merupakan anugerah Tuhan kepada kami pak “ suara mamanya  Evan kepada saya ketika menghadiri acara syukuran keberhasilan Evan . Setiap hari memang saya selalu bertemu dengan mamanya Evan dan selalu menyalami tangannya . Kecintaannya kepada Evan memang luar biasa . Hal inilah yang dilakukan oleh mamanya dengan menunggu tiap hari di gerbang pintu sekolah . Mamanya setiap hari selalu menjaga anaknya . Hal ini yang dilakukan sejak Evan berusia SD sampai SMA . Bukan suatu hal yang berlebihan kalau hal ini dilakukan oleh mamanya . Karena Evan adalah anugerah Tuhan yang telah sepuluh tahun dinantikan oleh kedua orang tuanya . Sepuluh tahun mamanya menginginkan seorang anak . Kemudian  dianugerahi seorang anak  lalu mamanya berjanji akan menjaganya . Pekerjaannyapun ditinggalkan untuk menjaga anaknya sampai dewasa . Pengorbanan seorang ibu tidak sia-sia untuk keberhasilan anaknya . Kecerdasan merupakan anugerah Tuhan yang harus diasih , diasah  dan diasuh sehingga menghasilkan buah bagi sesama . Hal itu sudah dilakukan oleh mamanya Evan. Setelah lulus dari NUS sekarang sedang melanjutkan ke jurusan Applied Physics PhD di Stanford University , Calivornia USA . Saya sebagai guru selalu mendoakan agar kelak Evan menjadi ilmuwan bagi kemuliaan nama Tuhan . Amin .(abc)

 


Senin, 06 Juli 2020

Ada perubahan juga…

Hakim Gavel, penilaian, bermacam-macam, lainnya, bertulang ...

Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran.

(Yakobus 2 : 9) 

Ada perubahan juga…              

                        “Pak masih kenal saya …”suara itu terdengar di tengah-tengah peserta seminar yang diselenggarakan oleh sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta. Saat itu saya mewakili sekolah untuk hadir dalam sebuah seminar yang diadakan oleh perguruan tinggi swasta di Jakarta .

                        “Masih . kamu Bramanto …khan . “ jawab saya sambil tangannya menjabat saya . Sekilas saya memandang wajahnya . Tidak ada perubahan wajahnya masih kurus tinggi tubuhnya . Namun wajahnya bersinar itulah yang membedakan . Dia menjadi penitia penerimaan peserta seminar dan menjadi mahasiswa pariwisata . Siapa tidak kenal Bramanto di sekolah kami . Semua guru pasti kenal karena kelakuannya yang selalu membuat amarah guru. Tiap hari ada kelakuan di kelas . Mulai ngobrol , nyontek dan tidur di siang hari . Semua hukuman telah dijalani tetapi tidak kapok-kapok juga .

                        Di kelas tiga merupakan penentuan bagi siswa untuk lulus atau tidak lulus . Seharusnya siswa menyadari untuk bersikap lebih baik . Paling tidak mulai berubah sikapnya dan mempersiapkan untuk mengikuti ujian . Saya sebagai walikelas khawatir juga kalau –kalau nanti ada siswa yang tidak lulus .  Untuk itu maka saya dengan kepala sekolah mempunyai rencana yaitu memanggil siapa saja yang memenuhi syarat tidak lulus kelas tiga. Siswa yang tidak memenuhi syarat tersebut diharuskan menandatangani surat pernyataan yang isinya memperbaiki sikap dan tidak akan mengulang sikap yang buruk untuk dilakukan . Ternyata surat itu ada maknanya juga .Siswa yang memiliki surat itu wanti-wanti kalau mau berbuat buruk termasuk juga yang dirasakan oleh Bramanto.

                        Selama satu tahun , surat itu mempunyai kekuatan magis untuk tidak melakukan perbuatan buruk . Ada perubahan terhadap setiap siswa . Selama satu tahun ,  siswa mulai giat belajar untuk mempersiapkan ujian . Siswa sudah mulai melupakan kenakalan-kenakalan yang dilakukan dan mulai belajar lebih giat . Tidak sia-sia upaya kami melakukan hal ini , karena tahun ini semua siswa lulus seratus persen . Memang perlu ada strategi untuk mencapai perubahan . Perlu ada proses untuk suatu perubahan . Tidak ada kesulitan kalau kita mau berusaha . Setiap tantangan pasti ada jalan . Tinggal bagaimana kita mencari solusi untuk menjawab tantangan tersebut .(abc)

 


Organisasi Bayangan versi Nadiem

                   Nadiem dengan belajar merdeka "Pendikan adalah paspor untuk masa depan karena hari esok adalah milik mereka yang mem...