Cari Blog Ini

Kamis, 24 September 2020

Gonjang-ganjing pelajaran sejarah

 

Foto : Bisnis. Com
Ujilah segala sesuatu  dan peganglah yang baik.( 1 Tesalonika 5 : 21 )

Akhir-akhir ini sedang dibicarakan di publik dan media sosial tentang isu pelajaran sejarah akan di hapus dalam kurikulum. Informasi ini muncul  setelah beredarnya draf sosialisasi Penyederhanaan Kurikulum dan Asesmen Nasional tanggal 25 Agustus 2020. Disebutkan di dalamnya salah satunya adalah rencana penghapusan mata pelajaran sejarah bagi siswa-siswi di SMK. Pada pelajar SMA, sejarah akan dijadikan sebagai mata pelajaran pilihan, sehingga sejarah bukan lagi pelajaran wajib yang harus diambil oleh siswa-siswi.(Kompas , 21/09/2020 ) . Tetapi kemudian hal ini dibantah oleh Kepala Badan Penelitian dan Perbukuan Kemendikbud, Totok Suprayitno, membantah hal tersebut. Ia mengatakan, pelajaran sejarah akan tetap ada dalam kurikulum. " Sejarah merupakan komponen penting bagi Indonesia sebagai bangsa yang besar sehingga menjadi kurikulum pendidikan," kata Totok dalam keterangan resmi, Sabtu (19/9/2020).Pada Minggu (20/9/2020), Mendikbud Nadiem Makarim memberikan klarifikasi terhadap isu yang beredar tersebut.

"Di tahun 2021 kami akan melakukan berbagai macam prototyping di sekolah penggerak yang terpilih, dan bukan dalam skala nasional. Jadi sekali lagi, tidak ada kebijakan apa pun di tahun 2021 dalam skala kurikulum nasional, apalagi penghapusan pelajaran sejarah," ujar dia.(Kompas 21/9/2020).

Tahun 2019 yang lalu juga pernah dihebohkan isue  adanya penghapusan  pelajaran agama dari kurikulum nasional . Saat itu Mendikbud Muhadjir menyebut beredarnya kabar hoax penghapusan pelajaran agama di sekolah sudah beredar sejak 2017. Menurut Muhadjir, isu tersebut berawal dalam rapat bersama Komisi X DPR. Saat itu ia memaparkan terkait program penguatan pendidikan karakter atau TPPK yang ada di Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

"Dalam pelaksanaannya sekolah-sekolah dibolehkan atau dianjurkan menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan keagamaan di luar sekolah, terutama dalam rangka penguatan karakter religius siswa. Jadi kerja sama itu tidak dimaksudkan untuk menghapus pelajaran agama di sekolah, justru untuk memperkuat keberadaan pelajaran agama di sekolah," ungkapnya.

Muhadjir kembali menegaskan tidak ada rencana Kemendikbud untuk menghapuskan pelajaran agama di sekolah. Ia meminta semua pihak untuk tidak menyebarluaskan lagi kabar hoaks yang sudah diklarifikasi sebelumnya.(Tempo , 2 Juli 2019 )

Wacana tentang penghapusan mata pelajaran diberbagai media tentu menimbulkan keresahan bagi para pihak terutama adalah guru sebagai garba terdepan dalam sistem pendidikan nasional . Guru yang secara langsung berhadapan dengan siswa setiap hari tentu menjadi bagian yang tidak terpisahkan untuk mendidik watak , nilai - nilai dan sikap sebagai generasi penerus bangsa . Seharusnya janganlah pendidikan menjadi alat poltik untuk mencari kekuasaan dan kepentingan sesaat . Pendidikan menjadi dasar sebuah kemajuan bagi suatu bangsa  . Apa kata Ki Hajar Dewantara mengenai pendidikan dalam memoarnya yang ditulis oleh Haidar Musya yaitu “ Aku yakin, jika anak-anak itu diberi pendidikan yang sesuai dengan karakter bangsanya sendiri, maka wawasan dan pengetahuan mereka akan semakin luas. Sehingga hal itu akan mendorong kesadaran anak-anak Inlander itu untuk mendapatkan kemerdekaan jiwa dan raganya. Pendidikan dalam pandanganku adalah ikhtiar untuk mengajak manusia menjadi pribadi yang mandiri. Tidak bergantung kepada orang lain, baik secara lahir maupun batin.” Ki Hajar Dewantara sebagai pahlawan pendidikan  mengingatkan kembali tentang karakter bangsa untuk menjadi bangsa yang mandiri tidak tergantung kepada orang lain . Pendidikan karakter dan watak terkristalisasi dalam nilai-nilai yang diajarkan dalam pendidikan sejarah dan agama . Sejarah bukan hanya mengajarkan tentang fakta dan data mengenai nama , tahun atau peristiwa masa lalu tetapi di balik itu ada makna dan nilai-nilai yang dapat kita pelajari sebagai dasar watak atau karakter suatu bangsa. Sejarah menurut saya bagaikan kaca spion motor atau mobil yang  berfungsi untuk melihat arah motor atau mobil dari belakang sehingga kita bisa melhat keadaan motor atau mobil di belakang kita . Dan kita tetap berjalan ke arah depan sambil melihat arah belakang kita. Demikian juga  dengan sejarah kita belajar dan memaknai peristiwa masa lalu sebagai pengalaman dan pijakan masa sekarang untuk menuju masa depan .  Agama bukan hanya dipelajari  pengetahuan tentang ayat-ayat kitab suci atau sejarah nabi-nabi tetapi terlebih dari itu memaknai setiap ajaran untuk  mempertebal iman kita. Pembiasaan disiplin , pengambilan keputusan dan kesepakatan bersama mengenai aturan di kelas antara guru dan siswa bisa menjadi implementasi terhadap  ajaran -ajaran agama yang dilakuan di sekolah , sehingga dapat menumbuhkan watak dan karakter bangsa . 

Tentu di masa datang tidak lagi terdengar berita heboh atau hoax tentang suatu kebijakan yang dapat meresahkan masyarakat sekaligus pembodohan bagi kita . (abc)





Senin, 21 September 2020

Berburu kekuasaan

Foto : wawai.id


 “Satu kali Allah berfirman, dua hal yang aku dengar: bahwa kuasa dari Allah asalnya,”

( Mazmur 62 : 11 )



Aesop seorang pendongeng dari Yunani Kuno yang lahir pada tahun 620 SM pernah menceritakan tentang Kuda, Rusa dan Pemburu . Cerita itu mengambarkan tentang perseteruan antara Kuda dengan Rusa di hutan belantara . Kuda ingin balas dendam dan mengalahkan Rusa sehingga minta bantuan kepada Pemburu . Tentu saja Pemburu mau membantu Kuda kalau  memenuhi persyaratan yang diajukan oleh Pemburu  “Jika engkau ingin mengalahkan sekaligus balas dendam kepada Rusa , aku harus memasang besi di mulutmu agar aku dapat membimbingmu dengan kekang dan kendali “kata Pemburu . Disamping itu kamu harus juga membolehkan aku memasang pelana di punggungmu agar kita dengan mudah mengejar Rusa lanjut pemburu .Kudapun menyetujui persyaratan itu dan pemburu memasang kendali dan pelana . Benar akhirnya Rusa takluk kepada Kuda berkat jasa sang Pemburu . Setelah Kuda mengalahkan dan membalas dendam kepada Rusa . Kudapun menyuruh pemburu untuk turun dan melepaskan benda yang ada dipunggung dan kepalanya.Kata Pemburu “Jangan buru-buru kawan , aku sudah mengendalikanmu dan mempertahankan kamu seperti sekarang ini “ Itu akhir  cerita  Aesop   seorang pendongeng dari Yunani Kuno  yang menurut para ahli seringkali diinterprestasikan dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan ,selera ,suasana dan jaman bagi orang yang memberikan  interprestasi .

Dalam bukunya How Democracie Die ( 2019) Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt menuliskan dan menginterprestasikan naiknya Mussolini ke panggung politik kekuasaan Italia (1883-1945)  bagaikan dongeng dalam Aesop . 

Mussolini diundang oleh Raja Victor Emmanuel III untuk datang ke Roma menerima jabatan sebagai Perdana Menteri serta membentuk kabinet dengan tugas utamanya menyelamatkan negeri dari perpecahan. Kepercayaan yang diberikan Raja , tidak disia-siakan oleh Mussolini . Dengan memanfaatkan 35 kursi di parlemen partainya dari 535 kursi yang ada mampu memenangkan dan menenangkan keresahan rakyat. Politisi mapan memberikan kepercayaan dan dukungan  penuh kepada Mussolini bahkan dianggap sebagai sekutu yang berguna. Namun sebagaimana Kuda dalam dongeng Aesop , Italia segera mendapati diri dipasang kekang dan pelana , yang pada akhirnya Mussolini si Pemburu yang dimintai bantuan  Kuda , ia menguasai panggung politik dan Italia menjadi tunggangan politik kekuasaan Mussolini .

Ternyata menurut Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt bukan hanya Mussolini tetapi Hitlerpun dalam meraih kekuasaan dengan cara yang sama bersekutu dengan tokoh-tokoh poltik berkuasa dan mapan dengan cara di undang .

Hitler mencari kekuasaan dengan cara bersekutu diantaranya dengan Joseph Goebbels dengan membangun politik kebencian ( anti semitisme nan rasis ) merupakan sang diktator serta aktor intelektual peristiwa holocaust .

Tentu saja awalnya para politisi mapan mengundang Mussolini dan Hitler untuk membangun kekuatan politik tetapi pada akhirnya Mussolini dan Hitler menjadi penguasa.

Hal-hal semacam ini menurut Steven L dan Daniel Z merupakan suatu kekeliruan dan kesalahan fatal  yaitu menyerahkan kekuasaan kepada calon autokrat ( penguasa mutlak ).

Bagaimana dengan Indonesia ? Dongeng memburu kekuasaan setiap negara pasti terjadi walaupun dengan cerita yang berbeda tetapi subtansinya adalah sama . Setelah reformasi bergulir , demokrasi di Indonesia berjalan di rel yang tepat . Namun saat ini nampaknya sudah  mulai berbelok ke arah oligarki . Oligarki bentuk pemerintahan yang dipegang oleh kelompok elit kecil  dari  masayarakat bisa dibedakan menurut kekayaan , keluarga atau militer .  Berbeloknya ke arah dapat dianalisis dari perilaku elit politik dan partai politik yang bersekutu dengan keluarga elit baik anak , menantu ,ponakan dan istri untuk duduk di lembaga eksekutif misalnya walikota ,bupati atau gubernur .Cara-cara memburu kekuasaan seperti ini oleh para ahli politik disebut dengan politik dinasti atau dinasti politik . Hal ini tentu sudah mencederai reformasi demokrasi itu sendiri . Dalam politik dinasti atau dinasti politik , tentu akan bersekutu dengan siapa saja termasuk pengusaha , elit politik dan partai  politik dengan istilah koalisi . Ada kepentingan disitulah terjadi sekutu dan koalisi untuk merebut kekuasaan . 

Menurut para ahli politik  dikatakan kekuasaan ibarat sebagai obat bius maksudnya manakala digunakan sesuai dengan takaran dan fungsinya obat itu bisa menyembuhkan suatu penyakit yang bermanfaat bagi manusia tetapi jika over dosis bisa menjadi malapetaka .Namun apabila kekuasaan sudah mencapai over-dosis apapun akan dilakukan sehingga akan kehilangan akal sehat dan mengkhianati serta menjual harga diri demi memburu kekuasaan . Manusia tidak ingat lagi bahwa kekuasaan itu berasal dari Tuhan yang digunakan untuk memuliakan nama Tuhan dan kesejahteraan sesama manusia. (abc)

(Tulisan ini terinspirasi oleh tulisan Drs.H.M Sugeng Wibowo , SH , MH ,M.SI dosen Universitas Prasetya Mulya BSD Tangerang dan Sesepuh MGMP - PPKn Jakarta Barat )


Jumat, 18 September 2020

Edufair dan passion







Sebab rancangan-Ku  bukanlah rancanganmu  , dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.

( Yesaya 55 : 8 )


Edufair menjadi sarana informasi untuk memperkenalkan institusi pendidikan di dalam maupun luar negeri bagi masyarakat . Tentu banyak ragam bagi masyarakat untuk menentukan pilihan bagi putra-putrinya yang sekarang duduk di bangku  SMA . Promosi setiap institusi pendidikan  untuk memperkenalkan dirinya banyak strateginya . Segala marketing dengan berbagai benefit menjadi umpan untuk menarik konsumen . Mulai dari bonus potongan harga ,  lulusan alumni , fasilitas gedung kuliah sampai hadiah menarik untuk para pengunjung . Pada masa pademi Covid 19 ini tentu pelayanan  digital menjadi viral dalam ajang promosi .Mulai dari webinar dengan mengundang para alumni yang sudah bekerja di perusahaan bonafit , konsultasi pendidikan melalui g.meet atau penampilan video di youtube untuk menjaring konsumen . 

Edufair menjadi produk yang selalu hadir tiap tahun di SMA kota-kota besar . Tidak saja di Jakarta tetapi sudah melanda di berbagai kota , mulai dari Jakarta , Bandung , Medan , Surabaya dan Semarang . Ada simbiosis mutualisme (saling-menguntungkan) antara penyelenggara sekolah dengan institusi pendidikan di dalam maupun luar negeri . Kerjasama yang saling-menguntungkan ini tentu bertahan untuk dijalankan . Sebelum masa pedemi Covid 19 , edu fair sebagai  tempat pertemuan untuk para lulusan SMA  yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi terutama swasta baik dari dalam maupun luar negeri . Berbondong-bondong siswa dengan orang tuanya untuk berkonsultasi dengan institusi pendidikan yang mereka inginkan . Tentu ada  keuntungan financial bagi penyelenggara sekolah yang menyelenggarakan edufair , dipihak lain bagi universitas atau perguruan tinggi juga mendapat untung karena segment bagi mereka sudah terarah yaitu siswa SMA di sekolah . 

Edufair memang menjadi sebuah kebutuhan bagi siswa karena ada kebingungan setelah lulus mau ke mana ? Hal ini yang terjadi dalam diri anak saya yang kedua karena kebingungan dia akhirnya pilih PTN semaunya akhirnya tidak diterima dan dia tidak mau ke perguruan tinggi swasta , satu tahun harus menunggu sambil ikut bimbingan belajar untuk mempersiapkan masuk ke UMPTN lagi . Tetapi diakhir tahun pelajaran dia tidak mau mendaftar UMPTN dan ketika saya tanya kenapa tidak mendaftar , dia sudah mendaftar di Sekolah Tinggi Teknik Kedirgantaraan Yogyakarta melalui website di internet .Saya lihat websitenya , ternyata sekolah kedinasan dan menerapkan semi militer . Hal itu terlihat dari seragam pakaiannya dan tatatertib di asrama persis seperti pelatihan seorang tentara . Lalu saya bertanya apa sungguh-sungguh mau sekolah di situ , dia menjawab ya dengan seriusnya . Kalau sudah serius apa mau dikata .Saya sebagai orang tua hanya memberi dorongan tentang keputusan dirinya . Tetapi ketika saya lihat potongan tubuh anak saya tidak proporsional  , gara-gara nggangur satu tahun tidak sekolah berat tubuhnya 70 kg , apa nanti dia diterima lihat tubuhnya yang gendut itu .  Dia mau diet untuk menurunkan badan , memang dia melakukan diet dengan lari pagi-sore .Turun 2-3 kg selama hampir satu bulan , kemudian dipanggil untuk mengikuti test tertulis dan wawancara . Saya dan istri mengantar ke Yogyakarta , dia test tertulis satu hari kemudian test wawancara . Saat test wawancara , anak saya disuruh potong rambut pendek dan menurunkan berat badannya .

Setelah diterima ,mulailah anak saya berolah raga terus setiap hari sehingga tubuhnya susut menjadi 55 kg . Dengan makan diatur dan olah raga teratur badannya jadi ramping siap untuk mengikuti kuliah di Yogyakarta . Anak saya masuk kuliah jurusan teknik dirgantara yang menyelenggarakan pendidikan dengan konsentrasi keilmuan Aircraft Maintenance dan Desain Pesawat Tanpa Awak – Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Saya tidak tahu anak saya passion ke teknik dirgantara dan itu dia temukan di google . Dia memang sejak SMA ikut edufair , konsultasi dengan guru BK dan berbagai brosur dari berbagai perguruan tinggi dia simpan tetapi justru dia menemukan passionnya di internet . 

Saat pertama masuk ke Sekolah Tinggi Teknik Kedirgantaraan satu bulan ikut pelatihan semi militer yang dipandu oleh tentara di Kaliurang dan pantai Parang Tritis. Bergulat dengan panas dan dinginnya di lereng gunung Merapi   . Tubuhnya menjadi hitam karena terkena panas matahari , rambutnya yang dulu panjang sekarang pendek persis taruna TNI yang sedang latihan perang . Semua dilakukan karena  passionnya dia rela berkorban untuk suatu yang dicita-citakan .  Saya sebagai orang tua hanya TUT WURI HANDAYANI  , anak saya sudah memilih , dia juga yang akan menjalaninya bukan orang tuanya . Orang tua hanya mendoakan dan mempersiapkan dana untuk pendidikan anaknya . Sekarang sudah dua tahun kuliah , nilainya cukup baik IPnya 3,8 . Sekarang sedang pademi COVID 19 , dia tidak pulang , sudah betah di Jogya . Di Asrama dia satu kamar dengan temannya yang berasal dari Kalimantan dan Medan . Temannya hampir dari berbagai suku di Indonesia , dia juga aktif di komunitas mahasiswa berasal dari Jabotabek . Saat liburan , dia punya  komunitas dengan seniornya untuk mendesain pesawat terbang dan merakit kemudian menerbangkan di lapangan .

Edufair menjadi sarana untuk memilih mau sekolah di mana tetapi jangan sampai salah  pilih . Passion kamu dimana  ? Itu pertanyaan sekaligus refleksi diri sendiri , sebelum anda  memilih sesuai pilihan anda ! (abc)


Sabtu, 12 September 2020

Hidden Curriculum

https://blog.fathersforlife.org/


“ Orang-orang itu mengajukan pertanyaan ini kepada-Nya: "Guru, kami tahu, bahwa segala perkataan dan pengajaran-Mu benar dan Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah. “ ( Lukas 20 : 21 )


Kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) menurut Caswita (2013: 44) secara bahasa hidden berasal dari bahasa Inggris yaitu hide yang berarti tersembunyi atau terselubung. Sedangkan curriculum yaitu suatu mata pelajaran atau serangkaian pengalaman belajar yang harus diselesaikan oleh peserta didik untuk menyelesaikan satuan pendidikannya. Jadi hidden curriculum berarti kurikulum yang tidak tercantum didalam kurikulum tertulis.

Menurut Ebadi (2013:62) kurikulum tersembunyi menyangkut ajaran implisit dan faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya pengalaman siswa saat belajar di sekolah. Tinjauan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan yang paling penting yang diangkat dari kurikulum tersembunyi dan memberikan solusi yang berlaku terhadap kerja optimal dari konsekuensi positif dan menghindari dari yang negatif.

Menurut Gattron dalam Caswita(2013:46) hidden curriculum adalah kurikulum yang tidak menjadi bagian yang harus dipelajari, yang digambarkan sebagai aspek yang ada di sekolah diluar kurikulum tertulis, tetapi mampu memberikan pengaruh dalam perubahan nilai, persepsi,

serta perilaku siswa. Misalnya mematuhi peraturan-peraturan sekolah, melaksanakan aturan atau acara keagamaan dan mematuhi peraturan-peraturan lainnya.

Selama ini guru hanya terpaku pada pedoman kurikulum yang telah ditetapkan oleh pengambil kebijakan (formal kurikulum), dan kurang memanfaatkan faktor lain diluar yang telah ditetapkan (hidden curriculum). Kebanyakan guru tidak mengetahui bahwa hidden curriculum sangat penting dilaksanakan di dalam pembelajaran, mereka hanya memperhatikan core curriculum (kurikulum inti) saja, padahal pada kenyataannya hidden curriculum mempunyai dampak postif di dalam pembelajaran (Caswita, 2013:8). Dampak positif dalam pelaksanaan hidden curriculum antara lain terbentuknya pembiasaan diri terhadap siswa, misalnya salaman ketika bertemu dengan guru serta saling sapa sesama teman sebaya, membudayakan budaya bersih, sopan-santun, serta saling tolong menolong sesama teman .

Menurut Maryani & Sulisworo (2015:50-51) kurikulum tersembunyi dianggap sebagai perilaku guru, sikap, ucapan, dan perlakuan terhadap siswa yang mengandung pesan moral tertentu. Sebagai negara multikultural Indonesia memiliki beragam pengembangan kurikulum tersembunyi, yang telah berkembang menjadi pendidikan karakter melalui konten religius.

Kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran mempengaruhi keberhasilan belajar. Seperti itu keterampilan tidak hanya terkait dengan pengelolaan kurikulum formal, tapi juga implementasi kurikulum tersembunyi di kelas .

Selama ini, proses pembelajaran yang dilakukan mengacu pada kurikulum tertulis (formal). Namun, kurikulum formal belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan siswa didapatkan dari pengalaman siswa yang berkaitan dengan menanamkan nilai/karakter. Karena itu, kurikulum tersembunyi perlu dioptimalkan tidak hanya mengandalkan kurikulum tertulis saja, tapi juga kurikulum tersembunyi yang secara teoritis dapat mempengaruhi siswa secara rasional ke lingkungan sekolah, suasana kelas, bahkan pada kebijakan sekolah dan manajemen secara luas (Maryani & Sulisworo, 2015:49).

Pada penelitian Caswita (2013:150) pada saat pelaksanaan pembelajaran berlangsung seorang guru berusaha untuk memadukan antara hidden curriculum dan written curriculum. Kegiatan yang dimaksud adalah bagaimana guru memadukan berbagai materi pembelajaran dengan pesan-pesan moral. Integrasi pelaksanaan hidden curriculum dan written curriculum di dalam pelaksanaan pembelajaran bisa dilihat melalui rencana proses pembelajaran (RPP). RPP adalah pembanding yang menentukan bahwa hidden curriculum terlaksana dengan sendirinya tanpa direncanakan oleh guru. Hidden curriculum muncul ketika kegiatan yang ada di written curriculum (RPP) tidak bisa dilaksanakan karena tidak sesuai dengan kondisi siswa pada saat itu. Namun tidak semua kegiatan yang ada di RPP tidak bisa dilaksanakan, semua bisa terlaksana dengan baik meski dengan adanya penambahan kegiatan di dalam pembelajaran. Menurut Yüksel (2005:331) tidak hanya kurikulum formal tetapi juga kurikulum tersembunyi itu efektif dalam memberikan dasar bagi perkembangan moral siswa, sebagian besar siswa belajar melalui lingkungan moral dan suasana yang didirikan dengan menggunakan kurikulum tersembunyi bukan dari buku teks maupun materi pelajaran. Yüksel juga mengatakan bahwa menyampaikan pendidikan moral melalui kurikulum formal dalam bentuk pembelajaran tidak cukup tanpa adanya kurikulum tersembunyi. Kegiatan yang dimaksud adalah bagaimana guru memadukan berbagai materi pembelajaran dengan pesan-pesan moral.

Hidden curriculum menjadi hal penting bagi guru dalam proses pembelajaran walaupun tidak tertulis dalam kurikulum tertulis .Ajaran moral , nilai-nilai dan budi pekerti yang termasuk dalam aspek afektif menjadi bagian dalam hidden curriculum . Tanpa sadar guru sebenarnya sudah melakukan hidden curriculum dalam proses pembelajaran . Kelas yang satu dengan kelas lain tentu sangat berbeda . Kelas sangat unik dengan keragaman potensi , talenta dan kemampuan siswa yang berbeda memberi peluang guru untuk mengembangkan hidden curriculum secara maksimal . Setiap murid mempunyai pribadi yang unik , ini menjadi ladang bagi guru untuk mempersiapkan murid menuju kedewasaannya …(abc)


 

Senin, 07 September 2020

Sang guru dan murid ...

 

(foto: nandaanugerah 1.com )

Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru  ;  sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.( Yakabos 3 : 1 )


Dalam dunia pewayangan Resi Durna menjadi guru bagi Pandawa dan Kurawa  . Durna berwatak; tinggi hati, sombong, congkak, bengis, banyak bicaranya, tetapi kecakapan, kecerdikan, kepandaian dan kesaktiannnya luar baisa serta sangat mahir dalam siasat perang.

Pandawa digambarkan sebagai lima satria yang membela kebenaran dan keadilan sedangkan Kurawa digambarkan seratus satria dengan hati bengis, jahat dan licik . Di tangan Resi Durna kedua sifat melambangkan kebaikan dan kejahatan bertarung untuk sebuah tujuan kehidupan . Resi Durna digambarkan bermata kriyipan (berkejab-kejab) berhidung mungkal gerang, seperti batu asahan yang sudah aus. Bermulut gusen (kelihatan gusinya). Berdagu mengerut, menandakan dagu orang tua. Berjenggot. Berkain bentuk rapekan pendeta. Hanya tangan belakangnya yang bisa digerakkan. Tangan yang lainnya memegang tasbih. Bercelana cindai dan bersepatu. Dua watak terpatri dalam diri Resi Durna yang melambangkan hitam dan putih manusia . Dalam diri manusia terdapat kebaikan sekaligus keburukan . Namun akhirnya dalam perang Baratayuda, Durna tewas oleh Raden Drustajumna karena tusukan keris yang telah kemasukan jiwa Prabu Palgunadi yang membalas dendam pada Durna. Kejahatan selalu dikalahkan oleh kebaikan . 

Plato adalah murid Socrates yang juga pendiri Universitas Pertama di Dunia. Plato adalah seorang filsuf besar dari Athena yang hidup antara 428-347 SM. Ia adalah salah satu tokoh penting dari dunia Yunani Kuno dan sangat berpengaruh dalam sejarah pemikiran Barat. Ia adalah murid dari Socrates dan guru dari Aristoteles. Secara historis, filsafat Socrates mengandung pertanyaan karena Socrates sendiri tidak pernah diketahui menuliskan buah pikirannya. Sesuatu yang dikenal sebagai pemikiran Socrates pada dasarnya adalah berasal dari catatan Plato, Xenophone (430-357) SM, dan siswa-siswa lainnya yang paling terkenal di antaranya adalah penggambaran Socrates dalam dialog-dialog yang ditulis oleh Plato. Dalam karya-karyanya, Plato selalu menggunakan nama gurunya sebagai tokoh utama sehingga sangat sulit memisahkan gagasan Socrates yang sesungguhnya dengan gagasan Plato yang disampaikan melalui mulut Socrates. Nama Plato sendiri hanya muncul tiga kali dalam karya-karyanya sendiri yaitu dua kali dalam Apologi dan sekali dalam Phaedrus.Plato sangat menghargai Socrates karena setiap karya Plato selalu dicantumkan tentang Socrates . Namun akhir hidup Socrates sangat tragis karena dituduh telah merusak moral generasi muda . Akhirnya wafat pada usia tujuh puluh tahun dengan cara meminum racun sebagaimana keputusan yang diterimanya dari pengadilan dengan hasil voting 280 mendukung hukuman mati dan 220 menolaknya. Plato sebagai muridnya tidak bisa membela gurunya . Keberaniannya dalam menghadapi maut digambarkan dengan indah dalam Phaedo karya Plato. Kematian Socrates dalam ketidakadilan peradilan menjadi salah satu peristiwa peradilan paling bersejarah dalam masyarakat Barat.

Dalam Injil diceritakan tentang Yesus dengan dua belas muridnya . Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri itu ajaran kasih yang diajarkan Yesus kepada murid-muridnya . Namun dalam perjalanannya Yudas Iskariot muridnya mencium pengkhianatan untuk  gurunya . Petrus sebagai muridNya melawan dengan pedang tetapi keberanian luluh ketika tiga kali menyangkal Yesus saat diadili di Mahkamah Pengadilan Agama . Tidak ada pembelaan , melarikan diri dan ketakutan para murid  ketika tangan dan kaki Sang Guru  tertusuk paku di salib . Setelah kebangkitan dan kenaikan  Yesus ke sorga baru ada keberanian dalam diri murid-muridNya yang disebut dengan para rasul . Mereka menjalankan Amanat Agung di seluruh bangsa . Banyak diantara para rasul mati menjadi martil untuk membela sebuah kebenaran Sang Guru . Kematian Petrus  dikisahkan  dibunuh dengan cara disalibkan secara terbalik dengan posisi kepala dibawah. Kematian tragis yang dialami Andreas yaitu dia mati disalib dengan posisi membentuk huruf X. Matius mati karena disiksa kemudian dibunuh menggunakan pedang di daerah Etiopia. Yakobus mati karena dirajam dan dilemparkan dari  puncak bumbungan bait Allah .Yohanes pernah direbus hidup-hidup pada kuali minyak yang mendidih, akan tetapi menurut sejarah Yohanes berhasil selamat dan tidak mengalami luka-luka sedikitpun karena pertolongan Tuhan. Akan tetapi setelah itu Yohanes dibuang dan diasingkan ke sebuah pulau. Bartolomeus yang lebih dikenal sebagai Natanael ia menjadi misionaris di Asia, antara lain ia memberikan kesaksian di Turki. Ia meninggal dunia di Armenia setelah ia mendapat hukuman pukulan cambuk yang sedemikian kejamnya sehingga semua kulitnya menjadi hancur terlepas kebeset. Itu sebagian murid Yesus yang mati untuk sebuah kebenaran yang diajarkan oleh Yesus Sang Guru .

Dalam sejarah Indonesia kita bisa melihat HOS Tjokroaminoto  merupakan guru bagi tokoh-tokoh yang kelak sangat berpengaruh, seperti Soekarno, Semaoen, Musso, hingga Maridjan Kartosoewirjo. Maka, tidak berlebihan jika Tjokroaminoto boleh disebut sebagai bapaknya bapak bangsa Indonesia. Jejak langkah Tjokroaminoto. Lahir di Bakur, Madiun, Jawa Timur, tanggal 16 Agustus 1882. Ayahnya, R.M. Tjokroamiseno, adalah seorang wedana atau asisten bupati. Sedangkan sang kakek, R.M. Adipati Tjokronegoro, pernah menjadi Bupati Ponorogo.Lulus dari Opleiding School voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) di Magelang. OSVIA adalah sekolah bagi calon abdi negara pemerintah kolonial Hindia Belanda. Tamat dari OSVIA, Tjokroaminoto sempat bekerja di kesatuan pegawai administratif di Ngawi. Atas saran Tjokroaminoto, Haji Samanhoedi mengubah nama Sarekat Dagang Islam (SDI) menjadi Sarekat Islam (SI). Tjokroaminoto sendiri adalah anggota SI Surabaya yang kemudian menjadi ketua cabang.Dalam Kongres SI pertama pada 25 Maret 1913 di Surakarta, Tjokroaminoto ditunjuk menjadi wakil Ketua CSI (Centraal Sarekat Islam) mendampingi Hadji Samanhoedi sebagai Ketua CSI yang berpusat di Solo.Tjokroaminoto terpilih sebagai Ketua CSI dalam kongres kedua pada 19-20 April 1914 di Yogyakarta menggusur Samanhoedi. Kantor pusat SI pun dipindahkan dari Surakarta ke Surabaya. Di tahun pertama kepemimpinan Tjokroaminoto, anggota resmi SI tercatat mencapai 400.000 orang.Awal Februari 1918, Tjokroaminoto memimpin Tentara Kandjeng Nabi Mohammad (TKNM) di Surabaya dan menggerakkan aksi bela Islam sebagai respons atas tulisan di majalah Djawi Hiswara yang dianggap menghina Nabi Muhammad. Tahun itu, massa SI berjumlah 450 ribu orang. Pada 1919, sebagai dampak aksi tersebut, anggota SI membengkak menjadi 2,5 juta orang.Setelah berhasil mendepak anggota SI yang terindikasi berafiliasi dengan paham kiri, Tjokroaminoto mengubah nama SI menjadi Partai Sarekat Islam (PSI) yang jelas-jelas berhaluan politik.Dalam kongres yang digelar pada Januari 1929, diputuskan bahwa PSI berganti nama lagi menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). Tjokroaminoto kembali terpilih sebagai ketua umum untuk kesekian kalinya.Tanggal 17 Desember 1934, Tjokroaminoto meninggal dunia. Setelah itu, PSII terpecah-belah dengan hengkangnya beberapa tokoh penting, termasuk Haji Agus Salim setelah berselisih dengan adik Tjokroaminoto, Abikoesno Tjokrosoejoso.

Di rumah Tjokroaminoto di Jalan Peneleh VII, Surabaya, Jawa Timur, dihuni sekitar 30 pemuda Indonesia, diantaranya yaitu Soekarno, Semaoen, Musso dan  Maridjan Kartosoewirjo. Mereka bergulat dengan ambisi dan ideologinya .Tjokroaminoto sebagai guru bagi para pejuang pergerakan tentu memberikan nilai-nilai kepada para muridnya . Tentu bukan indokrinasi dan paksaan melainkan nilai kebangsaan bagi muridnya . Sampai akhirnya pilihan  jatuh pada tangan para muridnya Soekarno beraliran ideologi nasionalis , tahun 1927 mendirikan  Partai Nasional Indonesia  Aktivitas Soekarno di PNI menyebabkannya ditangkap Belanda pada tanggal 29 Desember 1929 di Yogyakarta dan esoknya dipindahkan ke Bandung, untuk dijebloskan ke Penjara Banceuy. Pada tahun 1930 ia dipindahkan ke Sukamiskin dan di pengadilan Landraad Bandung 18 Desember 1930 ia membacakan pledoinya yang fenomenal Indonesia Menggugat, hingga dibebaskan kembali pada tanggal 31 Desember 1931. 

Tahun 1914, ketika masih 15 tahun, Semaoen masuk ke Sarekat Islam (SI) Surabaya yang dipimpin H.O.S. Tjokroaminoto. Dia selalu menganggap Ketua SI itu sebagai guru politiknya. Di antara murid-murid Tjokro yang menonjol (macam Musso, Kartosuwiryo dan Sukarno), Semaoen paling rendah sekolahnya. Setelah pertemuannya dengan Henk Sneevliet, dia juga bergabung dengan Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV), sebuah organisasi sosialis di Hindia. Di situ, Sneevliet juga bertindak sebagai mentor politik Semaoen. Tapi, Tjokroaminoto memiliki pengaruh lebih mendalam baginya ketimbang Sneevliet.

Dari Surabaya, Semaoen kemudian pindah ke Semarang pada Juli 1916 dan bekerja sebagai propagandis VSTP. Dia juga tetap berperan jadi juru propaganda SI. Ia memperluas basis SI Semarang yang saat itu hanya beranggotakan 1.700 orang (1916). Serentak dengan dengan pertambahan jumlah menjadi 20.000 orang (1917) untuk mempermudah pengorganisasian ia melakukan penataan struktur organisasi. Di bawah SI Semarang dibentuk kelompok-kelompok (suborganisasi) atas dasar latar belakang sosial ekonomi.

Selain itu, Semaoen juga berkiprah di bidang jurnalistik. Dia bekerja sebagai redaktur koran Si Tetap, organ VSTP berbahasa Melayu. Koran terkenal yang pernah digelutinya adalah Sinar Djawa, sejak 19 November 1917. Pada Hari Buruh 1 Mei 1918, Sinar Djawa berubah nama menjadi Sinar Hindia. Lewat tulisan-tulisannya, Semaoen yang jago propaganda itu berani berdebat dan menyerang orang-orang yang lebih tua dan tinggi sekolahnya. Musuh besar Semaoen tentu saja pemerintah kolonial.

Di tahun 1920-an pula ISDV akhirnya memakai nama Partai Komunis Hindia, dan belakangan menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Di partai ini, Semaoen menjadi salah satu pemimpin terkemuka. Pada awal pendiriannya, PKI kerap bersentuhan dengan para buruh. Semaoen, sebagai pemimpin buruh, tentu menjadi orang yang dimintai tanggung jawab oleh pemerintah kolonial jika ada pemogokan. Saat itu, pemogokan buruh memang banyak terjadi. Salah satu yang paling bikin pusing pemerintah kolonial adalah pemogokan buruh kereta api pada 1923 karena pengangkutan komoditas penghasil duit bagi pemilik modal dan pemerintah jadi tersendat.

Tak heran jika rumah Semaoen di Tegalwareng, Semarang, disatroni polisi pada awal Mei. Padahal, menurut koran Darmo Kondo (9/5/1923), saat itu Semaoen sedang menanti kehadiran anaknya. Menurut Darmo Kondo pula (22/8/1923), Semaoen akhirnya dibuang ke negeri Belanda karena dianggap mengganggu ketentraman umum. Istrinya yang baru saja melahirkan tak bisa ikut serta. Di antara kawan-kawannya, hanya Darsono saja yang bisa menemuinya sebelum berangkat dengan menumpang kapal api Koningin de Nederlander pada 18 Agustus 1923. Pembuangan ini sebenarnya ditentang seorang anggota Volksraad wakil golongan sosialis Belanda, Stokvis; tapi pemerintah kolonial tidak menghiraukannya.

Semaoen tiba di Amsterdam pada 20 September 1923. Darsono kemudian menyusulnya pada 1926. Sekitar tahun 1927, Semaoen aktif menulis di surat kabar dwimingguan Recht en Vrijheid (Keadilan dan Kemerdekaan). Semasa di Belanda, Semaoen dianggap sebagai orang yang mendekatkan Perhimpoenan Indonesia dengan kelompok komunis. 

Sewaktu berada di Surabaya, Musso kos di rumah Tjokroaminoto dan bertemu dengan H.J.F.M. Sneevliet. Musso muda juga satu kos bersama Soekarno dan Kartosuwiryo muda yang kelak mereka akan berbeda haluan ideologi dalam pemikiran.Ketika Tjokroaminoto mendirikan Sarekat Islam pada 1912, Musso aktif di dalamnya. Musso juga aktif di ISDV bentukan Sneevliet yang menjadi cikal bakal Partai Komunis Indonesia.Musso adalah salah satu pemimpin PKI di awal 1920-an. Dia adalah pengikut Stalin dan anggota dari Internasional Komunis di Moskwa. Pada tahun 1925 beberapa orang pemimpin PKI membuat rencana untuk menghidupkan kembali partai ini pada tahun 1926, meskipun ditentang oleh beberapa pemimpin PKI yang lain seperti Tan Malaka. Pada tahun 1926 Musso menuju Singapura dimana dia menerima perintah langsung dari Moskwa untuk melakukan pemberontakan kepada pemerintahan kapitalis Belanda. Musso dan pemimpin PKI lainnya, Alimin, kemudian berkunjung ke Moskwa, bertemu dengan Stalin, dan menerima perintah untuk membatalkan pemberontakan dan membatasi kegiatan partai menjadi dalam bentuk agitasi dan propaganda dalam perlawananan nasional. Akan tetapi pikiran Musso berkata lain. Pada bulan November 1926 terjadi beberapa pemberontakan PKI di beberapa kota termasuk Batavia (sekarang Jakarta), tetapi pemberontakan itu dapat dipatahkan oleh penjajah Belanda. Musso dan Alimin ditangkap. Setelah keluar dari penjara Musso pergi ke Moskwa, tetapi kembali ke Indonesia pada tahun 1935 untuk memaksakan "barisan populer" yang dipimpin oleh 7 anggota Kongres Komintern. Akan tetapi dia dipaksa untuk meninggalkan Indonesia dan kembali ke Uni Soviet pada tahun 1936.

Setelah lulus dari ELS pada tahun 1923, Kartosoewirjo melanjutkan studinya di Perguruan Tinggi Kedokteran Nederlands Indische Artsen School.Pada masa ini, ia mengenal dan bergabung dengan organisasi Syarikat Islam yang dipimpin oleh H. O. S. Tjokroaminoto. Ia sempat tinggal di rumah Tjokroaminoto. Ia menjadi murid sekaligus sekretaris pribadi H. O. S. Tjokroaminoto. Tjokroaminoto sangat memengaruhi perkembangan pemikiran dan aksi politik Kartosoewirjo. Ketertarikan Kartosoewirjo untuk mempelajari dunia politik semakin dirangsang oleh pamannya yang semakin memengaruhinya untuk semakin mendalami ilmu politik. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila nanti Kartosoewirjo tumbuh sebagai orang yang memiliki integritas keIslaman yang kuat dan kesadaran politik yang tinggi. Tahun 1927, Kartosoewirjo dikeluarkan dari Nederlands Indische Artsen School karena ia dianggap menjadi aktivis politik serta memiliki buku sosialis dan komunis.Kariernya kemudian melejit saat ia menjadi sekretaris jenderal Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). PSII merupakan kelanjutan dari Sarekat Islam. Kartosoewirjo kemudian bercita-cita untuk mendirikan negara Islam (Daulah Islamiyah). Ia kemudian keluar dari PSII dan mendirikan Komite Pembela Kebenaran Partai Sarekat Islam Indonesia (KPKPSII).

Masa kemerdekaan akhirnya Soekarno-Moh.Hatta memproklamirkan kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945 . Satu hari kemudian tanggal 18 Agustus 1945 , PPKI memilih Soekarno menjadi Presiden dan Moh.Hatta menjadi Wakil Presiden . Dalam perjuangan setelah proklamasi kemerdekaan,  Soekarno masih berjuang untuk mempertahankan kemerdekaannya . Musuh bukan hanya dari Belanda yang ingin menguasai kembali di Indonesia tetapi pemberontakan dalam negeri terjadi ingin memisahkan wilayah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia . Dua sahabat, Musso–Sukarno, berjumpa tepatnya pada 13 Agustus 1948 di Istana Negara. Banyak saksi sejarah yang melukiskan betapa mengharukannya pertemuan itu.Bung Karno nyerocos berbicara tentang perkembangan komunisme di dunia, dan ini membuat Musso ternganga. Demi melihat itu, Bung Karno cepat menjawab, “Saya ini kan masih tetap muridnya Marx, Pak Cokroaminoto, dan Pak Musso.” Usai pertemuan yang lebih bernuansa kangen-kangenan itu, keduanya langsung kembali kepada habitatnya. Sukarno sebagai presiden dengan kesibukan mengatur sistem tata-negara , Muso dan PKI-nya .

Setelah pertemuan Bung Karno dan Musso, pecahlah pemberontakan Madiun. Terjadilah perang statemen antara Musso dan Bung Karno. Mereka pun saling memaki di media. Puncak pernyataan Bung Karno yang terkenal waktu itu adalah, “Pilih Musso atau Sukarno”.Pada 11 Agustus 1948 Musso kembali ke Indonesia lewat Yogyakarta. Pada tanggal 5 September 1948 dia memberikan pidato yang menganjurkan agar Indonesia merapat kepada Uni Soviet. Pemberontakan terjadi di Madiun, Jawa Timur ketika beberapa militan PKI menolak untuk dilucuti. Pihak militer menyebutkan bahwa PKI memproklamasikan "Republik Soviet Indonesia" pada tanggal 18 September 1948 dan mengangkat Musso sebagai presiden dan Amir Sjarifuddin sebagai perdana menteri. Akan tetapi pemberontakan dapat dipadamkan oleh pihak militer. Pada tanggal 30 September 1948, Madiun direbut oleh TNI dari Divisi Siliwangi. Ribuan kader partai terbunuh dan sejumlah 36.000 orang dipenjarakan. Di antara yang terbunuh adalah Musso pada tanggal 31 Oktober, ketika rombongannya bertemu dengan pasukan TNI yang memburunya.Pemberontakan Madiun berhasil ditumpas, dan para tokohnya dihukum. Apa kata Bung Karno tentang Musso pada bukunya? Ia tetap menghormati Musso sebagai salah seorang gurunya. “Ajaran Jawa mengatakan, seseorang yang menjadi guru kita, harus dihormati lebih dari orangtua.”

Pada masa perang kemerdekaan 1945-1949, Kartosoewirjo terlibat aktif tetapi sikap kerasnya membuatnya sering bertolak belakang dengan pemerintah, termasuk ketika ia menolak pemerintah pusat agar seluruh Divisi Siliwangi melakukan long march ke Jawa Tengah. Perintah long march itu merupakan konsekuensi dari Perjanjian Renville yang sangat mempersempit wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Karena semua perjanjian yang dibuat pemerintah Belanda menyengsarakan rakyat Indonesia, perjanjian-perjanjian semuanya hanya untuk mengelabui orang orang penting agar mereka taat kepada Hindia Belanda. Maka dari itu Kartosoewirjo menolak mentah mentah semua perjanjian yang diadakan oleh Belanda.

Kekecewaannya terhadap pemerintah pusat semakin membulatkan tekadnya untuk membentuk Negara Islam Indonesia. Kartosoewirjo kemudian memproklamirkan NII pada 7 Agustus 1949. Tercatat beberapa daerah menyatakan menjadi bagian dari NII terutama Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Aceh. Pemerintah Indonesia kemudian bereaksi dengan menjalankan operasi untuk menangkap Kartosoewirjo. Gerilya NII melawan pemerintah berlangsung lama. Perjuangan Kartosoewirjo berakhir ketika aparat keamanan menangkapnya setelah melalui perburuan panjang di wilayah Gunung Rakutak di Jawa Barat pada 4 Juni 1962. Pemerintah Indonesia kemudian menghukum mati Kartosoewirjo pada 5 September 1962 di Pulau Ubi, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Berkat bantuan Soekarno, pada 1961, Semaoen bisa pulang ke Indonesia. Dia tak pernah bersentuhan lagi dengan PKI yang sudah sangat berubah. Di masa Orde Lama, Semaoen diangkat sebagai Wakil Ketua Badan Pengawasan Kegiatan Aparatur Negara yang diketuai Sri Sultan Hamengkubuwana IX. Sebelum meninggal pada April 1971, Semaoen sempat mengajar di Universitas Padjadjaran, Bandung.

Dunia seperti misteri , Tjokroaminoto tidak terbayang akan pilihan murid-muridnya . Soekarno sebagai seorang nasionalisme untuk mempertahankan NKRI , Musso  dengan ideologi komunisme ingin mendirikan "Republik Soviet Indonesia" dan Kartosoewiryo ingin mendirikan NII sedangkan Semaoen meninggalkan PKI  kembali kepada pangkuan ibu pertiwi . Guru dengan murid beda politik dan ideologi . Tetapi apa kata Soekarno tentang gurunya ““Ajaran Jawa mengatakan, seseorang yang menjadi guru kita, harus dihormati lebih dari orangtua.”

Saya menjadi guru sudah hampir 25 tahun , belajar dari sejarah kita bisa mengetahui bagaimana hubungan antara guru dengan murid .Guru memberi inspirasi kepada murid-muridnya , guru bisa memberi motivasi dan pengaruh kepada murid-muridnya . Tetapi dibalik itu guru juga bisa menjadi racun bagi murid-muridnya seperti yang dilakukan oleh resi Durna .


Darurat pendidikan...

Pemerintah Diminta Ambil Langkah Darurat Pendidikan
( foto : SINDO.new)

Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. ( Ibrani 12 : 10 ) 




Dalam masa Covid 19 muncul istilah darurat pendidikan yang disampaikan oleh Saiful Huda ketua Komisi X DPR karena banyak anak sekolah yang tidak maksimal dalam belajar.Pada saat  bersamaan Mas Menteri dipanggil oleh Komisi X di DPR untuk menghadapi masa pademi Covid 19 yang berkaitan PJJ ( Pembelajaran Jarak Jauh ) ,  diperkenallkan tentang kurikulum darurat yang memberi tiga opsi yaitu kurikulum tetap mengacu kepada kurikulum pendidikan nasional , satuan pendidikan atau sekolah-sekolah di beri kewenangan untuk menyederhanakan kurikulum sesuai dengan keberadaan sekolah dan siswa dan ketiga kalau terjadi tatap muka maka itu hak orang tua yang menentukan .

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan terdapat tiga problem perlindungan anak di masa pandemi Covid-19, yakni perlindungan anak dari penyalahgunaan gawai, kesehatan, dan pendidikan. KPAI menilai ketiganya perlu dicermati oleh pemerintah.

Ketua KPAI, Susanto, mengatakan isu pertama adalah perlindungan anak dari gawai, lantaran anak-anak semakin lekat dengan perangkat elektronik itu selama masa pandemi ini. Berdasarkan temuan KPAI, sebanyak 22 persen anak melihat tayangan dan iklan tidak senonoh melalui gawai. Sedangkan 5 persen anak dikirimi foto tidak senonoh, dan 3 persen dikirimi video tidak sopan.survei itu dilakukan KPAI kepada 25.264 anak dari 34 provinsi di Indonesia.

Isu kedua, lanjut Susanto, adalah perlindungan dari aspek kesehatan karena banyak anak yang terpapar Covid-19. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, ia menuturkan setiap hari ada 100 anak tertular Covid-19.

"Ini harus menjadi perhatian besar dan PR kita, kalau kita tidak melakukan advokasi maka dikhawatirkan upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 pada anak semakin defisit," ucapnya.

Isu terakhir adalah terkait dengan pendidikan anak di masa pandemi. Seperti diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberlakukan skema pembelajaran jarak jauh (PJJ) saat pandemi Covid-19.

Akan tetapi, sebanyak 79 persen anak mengaku tidak memiliki aturan menggunakan perangkat tersebut. Di sisi lain, ia juga mengungkapkan banyak anak di Indonesia yang tidak memiliki gawai untuk melangsungkan kegiatan belajar jarak jauh. Belum lagi, sebagian mereka mengaku kesulitan mencari sinyal karena faktor demografis maupun tidak mampu membeli kuota internet karena tekanan ekonomi.Ia mengatakan skema tersebut menimbulkan sejumlah konsekuensi pada anak. Survei KPAI mengungkapkan 25,4 persen anak menggunakan perangkat (gawai) seperti ponsel, tablet, maupun komputer jinjing lebih dari 5 jam per hari. Kemudian, 76,8 persen anak menggunakan perangkat tersebut selain untuk belajar.( CNN Indonesia )

Dari paparan tersebut di atas , kita menyadari di Indonesia sedang terjadi darurat pendidikan . Memang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah mengeluarkan dana sebesar 7,2 trilyun untuk kuota  internet dalam Pembelajaran Jarak Jauh bagi siswa , mahasiswa dan guru selama bulan September s/d Desember 2020  . Tentu kabar ini mengembirakan paling tidak . salah satu problem siswa yang dikemukakan oleh KPAI dapat ditangani oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan . 

Sekolah sebagai institusi seharusnya mempunyai peran dalam penanganan darurat pendidikan .Kurikulum dan  Home Learning atau PJJ seharusnya berpusat kepada siswa bukan aturan-aturan birokrasi , SOP dan  menejemen yang kadang-kadang memberi beban kepada guru dan siswa . Guru dan siswa merupakan komponen yang penting dalam sistem pendidikan , sehingga pemberdayaan guru menjadi prioritas untuk melayani siswa . Hak siswa untuk belajar menjadi hal utama sehingga guru bukan hanya sekedar mentransfer  pengetahuan kepada siswa tetapi lebih dari itu mendampingi setiap siswa dalam belajar . Guru memberi pendampingan seperti kata-kata Ki Hajar Dewantara yaitu Ing Ngarso sung Tuladha , Ing Madya Mangun Karsa , Tut Wuri Handayani . Ini bukan hanya kata-kata mutiara tetapi harus terpatri dalam diri setiap guru . Dalam kondisi siswa capai dalam belajar sebagai guru bisa memberi penghiburan kepada siswanya , dalam kondisi jenuh , guru bisa memberi kekuatan dengan cerita-cerita yang memberi inspirasi bagi siswa kita dalam kondisi tidak semangat ,guru memberi kekuatan dengan lelucon sehingga siswa bisa tertawa . Buatlah belajar dengan menyenangkan , bukan dengan ketakutan . Buatlah belajar dengan ceria bukan dengan amarah karena melihat siswa kita tidak disiplin . Sekolah adalah tempat pembinaan bagi siswa bukan tempat hukuman bagi siswa . Hukuman adalah sebagai efek jera agar perbuatan tidak terulang lagi dilakukan . Pendisiplinan memang perlu ditegakan tetapi dibalik hukuman perlu ada argumentasi dan penalaran untuk menjelaskan kepada siswa agar siswa tidak salah paham . 

Dalam Home Learning yang saya lakukan , setelah pelajaran berakhir ternyata ada seorang siswa yang terakhir keluar dari home learning tersebut . Setelah siswa lain left dari home learning , siswa ini tidak perlu saya sebutkan namanya minta maaf kepada saya karena tidak bisa menampilkan wajahnya karena kameranya sedang rusak . 

Saya hanya bertanya kepada dia “ Kamu mengikuti pelajaran saya khan” . 

“Pasti pak karena tiap hari mama dan oma saya menjaga saya belajar .” kata anak itu . Terus terdengar suara seorang ibu , “ Benar pak  saya menjaga anak saya terus “

“Oh ya bu ...terima kasih ibu telah mendampingi putra ibu “kata saya sebagai rasa penghormatan kepada orang tua yang mempunyai tanggungjawab mendidik anaknya. . Pendidikan pertama dan utama adalah keluarga . Seorang ibu dan omanya mendampingi anak dan cucunya . Khalil  Gibran seorang pujangga Lebanon Amerika pernah mengatakan “Kau adalah busur dan mereka adalah anak panah yang melesat ke depan. Sang Pemanah telah membidik sasaran keabadian.” . Seorang anak adalah anak panah  sendangkan orang tua adalah busur yang akan melesat kedepan untuk mencapai cita-cita dan tujuan hidup anaknya. .Sekolah adalah tempat untuk menolong siswa mencapai kedewasaannya . Kerjasama yang saling mendukung perlu diwujudkan untuk mencapai generasi penerus bangsa. SEMOGA…..(abc)



 

Sabtu, 05 September 2020

Kegagalan selalu ada...

Doa Kristiani”: Renungan, Kamis 21 Juni 2018 | Renungan Harian Lentera Jiwa
(foto : idntimes.com )

 


“Buatlah rancangan, tetapi akan gagal  juga; ambillah keputusan, tetapi tidak terlaksana   juga, sebab Allah menyertai kami! “ 

( Yesaya 8:10 )

 

Toni menjadi anak asuh saya ketika kelas dua IPA , sebagai wali kelas selalu saya perhatikan setiap siswa . Dia lulus tahun 1998 di SMAK IPEKA PURI  . Tetapi Toni ini beda dengan siswa yang lain . Sulit diatur dan selalu menyendiri . Kondisi inilah yang membuat perkembangan belajar menjadi terhambat . Sebagai wali kelas saya selalu mengundang orang tua untuk mensharing kondisi belajar di sekolah . Tentu dengan keterbatasan saya sebagai orang tua di sekolah , saya mempunyai tanggungjawab pula menghadapi persoalan yang menimpa siswa saya. Tidak dapat dipungkiri mencari solusi untuk memecahkan persoalan tidaklah mudah . Karena yang dihadapi oleh guru adalah siswa yang mempunyai kepribadian unik  . Sebagai manusia yang diberi anugerah secara sempurna oleh Tuhan tidaklah mudah kita mencari penyebab seseorang melakukan sebuah perilaku yang menyimpang . Banyak teori yang mengatakan bahwa seseorang menyimpang karena pengaruh keluarga , lingkungan atau teman . Hal inlah yang menjadi latar belakang saya untuk menyelusuri tentang kebenaran itu . Saya mulai menyelusuri dengan teman-teman , keluarga dan lingkungan . Tidaklah selalu sulit untuk mendekati teman-temannya karena Toni ternyata hanya berteman dengan sedikit orang . Jawabannya selalu positif tentang Toni , dia tidak ada konflik diantara teman-temannya . Sayapun mulai mengajak berbicara dengan Toni , apa yang menyebabkan tidak ada motivasi dalam belajar . Tonipun hanya menjawab ya dan tidak ketika ditanya oleh saya . Mendengar jawaban seperti ini menjadi sulit bagi saya untuk menemukan permasalahannya . Setelah mendengarkan cerita dari orang tuanya , sayapun mulai menyadari tentang pribadi Toni yang pendiam dan sulit dimengerti oleh orang lain . Sebagai seorang guru dan walikelas tidak bosan-bosannya saya mengingatkan , mensharing dan menasehati Toni . Kekhawatiran saya adalah kalau diakhir semester , Toni tidak berhasil naik kelas . Hal ini ternyata menjadi kenyataan . Toni tidak naik kelas . Suatu kesedihan dan sayapun minta maaf karena tidak berhasil membawa Toni kepada keberhasilannya . Tetapi dengan bijak orang tua Toni menerima hal ini . Dan mengatakan Toni  tetap untuk mengulang , tidak pindah sekolah .

Ada perubahan yang seginifikan , ketika Toni mulai memasuki awal pelajaran baru. Dia serius belajar dan termotivasi untuk memperbaiki kesalahan yang lalu . Saya sebagai guru merasa bahagia karena ada perubahan dalam diri Toni . Akhir semester dia naik kelas tiga . Kegagalan selalu ada , tetapi janganlah kita terlarut dalam kegagalan itu . Kegagalan menjadi pelajaran bagi kita untuk memperbaiki kesalahan yang lalu . Saya belajar dari Toni bahwa kegagalan menjadi modal untuk berbuat lebih baik .(abc)

 

 

Organisasi Bayangan versi Nadiem

                   Nadiem dengan belajar merdeka "Pendikan adalah paspor untuk masa depan karena hari esok adalah milik mereka yang mem...