Cari Blog Ini

Jumat, 19 Maret 2021

Jabatan presiden...

foto : detik.news


 "Manusia pada dasarnya adalah binatang politik." - Aristoteles.


Amandemen UUD 1945 mengalami perubahan empat kali mulai  tahun 1999 s/d 2002. Sejak itu  konstitusi sudah mengubah struktur ketatanegaraan. Sehingga, tidak ada lagi lembaga tertinggi seperti MPR, dan Indonesia kini sudah menganut sistem presidensial yang lebih efektif. Dengan tidak adanya lembaga tinggi  membuat proses check and balance lebih baik. Sebab, dalam sistem presidensial, semua lembaga berada dalam tingkat yang setara. Kedudukan presiden sebagai kepala pemerintahan tetap diawasi kinerjanya  oleh DPR dan DPD sehingga   check and balance dapat berjalan dengan baik . 

Amandemen UUD 1945 terjadi pertama kali pada sidang Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat pada 14-21 Oktober 1999. Ketua MPR kala itu adalah Amien Rais. Ada 9 dari 37 pasal di dalam UUD yang berubah. Salah satu yang paling krusial adalah perubahan pada Pasal 7 UUD 1945.

Dalam beleid lama, Presiden dan Wakil Presiden memegang masa jabatan lima tahun dan dapat dipilih kembali. Aturan ini berubah menjadi  Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan. Amandemen ini membatasi masa kekuasaan presiden menjadi hanya 10 tahun. Namun saat ini bergulir tentang ada upaya untuk menganti agar presiden bisa memegang jabatan tiga periode . Amien Rais mantan Ketua MPR berpidato di akun Youtube Amien Rais Official  bahwa ada upaya secara politik untuk mengeser jabatan presiden bisa dipilih tiga kali. 

Tentu pernyataan ini ditanggapi oleh beberapa pihak . Tenaga Ahli Utama Kedeputian Komunikasi Politik Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian membantah isu adanya wacana pemerintah untuk membuat jabatan Presiden 3 periode. Ia menegaskan Presiden Joko Widodo sudah pernah menegaskan bahwa usulan itu ia tolak. Donny meminta Amien Rais untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapatnya. Jika tudingan soal wacana Presiden 3 periode tanpa dasar, Donny mengatakan hal itu bisa berujung pada fitnah. "Jadi hati-hati, apa yang disampaikan tanpa bukti hanya spekulasi, melontarkan teori konspirasi padahal presiden sudah mengatakan tidak ada yang namanya tiga periode. Konstitusi menggariskan dua periode," kata Donny.( Tempo .Co ,15/3/2021 ). Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PPP, Arsul Sani, tak menanggapi serius tudingan Amien Rais ihwal adanya upaya rezim pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) mengamandemen UUD 1945 guna memperpanjang masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Menurut Arsul, dugaan Amien hanya political joke alias candaan politik saja.

"Pak AR kan biasa melemparkan dugaan atau prasangka di ruang publik. Kami melihatnya itu political joke Pak AR saja," ujar Arsul ( Tempo.Co , 15/3/ 2021 ). Demikian juga dengan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid memastikan tidak ada agenda untuk mengajukan amendemen UUD 1945 untuk memperpanjang masa jabatan presiden menjadi tiga periode di MPR.

"Sampai hari ini, belum ada satupun usulan secara legal dan formal baik dari Istana, individu, maupun anggota MPR yang mengusulkan ke pimpinan MPR untuk mengubah Undang-Undang Dasar 1945 memperpanjang masa jabatan Presiden menjadi tiga periode," kata Hidayat dalam keterangan tertulis,Senin 15 Maret 2021.( Tempo.Co,15/3/2021). Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP) sama sekali belum pernah membahas hal tersebut.

"Sejauh ini kami belum pernah memikirkan apalagi mengambil langkah-langkah politik untuk mengubah konstitusi hanya untuk menambah masa jabatan presiden menjadi 3 periode. Demikian juga di MPR kami belum pernah membahas isu masa jabatan presiden tersebut dan mengubahnya menjadi 3 periode," kata Basarah, kepada wartawan yang dikutip Senin 15 Maret 2021 ( merdeka.com 15/3/2021 ). Pendapat Kantor Staf Presiden (KSP) dan beberapa perwakilan partai politik menyatakan menolak untuk masa jabatan presiden menjadi tiga perode . Namun berbeda dengan pendapat Politikus Gerindra Arief Poyuono sudah sejak Februari lalu menyerukan agar Jokowi bisa menjabat presiden untuk periode ketiga. Arief ingin ada stabilitas politik dan investasi jangka panjang. 

"Saya meyakini untuk hari ini, 85% rakyat Indonesia setuju dengan tiga periode.Tiga periode ini kan bukan selama-lamanya .” katanya saat wawancara di acara Mata Najwa Trans 7 . Hal yang sama dinyatakan oleh  Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mendukung amandemen Undang-Undang untuk membuat perpanjangan masa jabatan Presiden menjadi tiga periode, dalam konteks ini maka Jokowi bisa 3 periode. Hal ini, kata dia, untuk menghindari adanya perpecahan bangsa yang muncul akibat polarisasi yang saat ini masih ada di tengah masyarakat.

"Buat saya sebenarnya bukan Jokowi 3 periode. Sebetulnya saya membayangkan dan mengantisipasi bahwa pemilu 2024 itu nanti capresnya berpasangan Jokowi dengan Prabowo," kata Qodari dalam wawancara dengan Tempo ( Tempo.com  Selasa, 16 Maret 2021) . 

Polemik masa jabatan Presiden menjadi berita hangat di media massa maupun media sosial .Kenyataannya sekarang gonjang-ganjing politik diperlihatkan dengan para calon presiden untuk Pemilu tahun 2024 sudah mulai mempersiapkan diri . Airlangga Hartarto ketua Golkar mulai bergerilya ke daerah-daerah untuk minta dukungan . Demikian juga Partai Demokrat mulai mengayang AHY dengan pertemuan beberapa tokoh politik nasional . Nasdem sudah mulai menggelitik Anies Bawasden untuk calon presiden . Gerinda mencalon lagi Prabowo sebagai calon presiden .Secara survey , Ganjar Pranowo gubernur Jawa Tengah mendapatkan suara terbanyak tetapi belum ada partai yang melamar , demikian juga dengan Risma , Ridwal Kamil dan Sandiago Uno . Pertarungan calon presiden pemilu tahun 2024 akan menjadi ramai tetapi masih ada pendapat  yang menginginkan Jokowi untuk kembali menjadi presiden , salah satunya dengan cara amandemen UUD 1945 . Perubahan UUD 1945 bisa saja dilakukan apalagi UUD 1945 bersifat luwes (flexible) artinya dapat  mengikuti atau menyesuaikan perkembangan jaman. 

Berdasarkan pasal 37 UUD disebutkan yaitu :

  1. Untuk mengubah Undang-Undang Dasar sekurang-kurangnya 2/3 daripada

jumlah anggota Majelis Permuyawaratan rakyat harus hadir.

  1. Putusan diambil dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 daripada jumlah

anggota yang hadir.

Kalau persyaratan tersebut dipenuhi maka amandemen UUD 1945 bisa dilakukan . Namun menurut Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun amandemen UUD baru bisa dilakukan kalau ada peristiwa yang besar mendahului terjadi di sebuah negara . Berdasarkan sejarah baik di dalam maupun di luar negeri perubahan itu harus didukung oleh gerakan masyarakat baru amandemen itu terjadi. Kalau hanya pendapat segelintir orang , amandemen UUD hanyalah sebuah khayalan . Tentu kita setuju dengan pendapat ini bahwa perlu ada dukungan rakyat dalam amademen UUD . Menjadi pertanyaan apakah rakyat mendukung amandemen UUD ? Apalagi dikaitkan dengan perubahan pasal 7 tentang pembatasan jabatan Presiden . Apakah kita mau mengulang sejarah Orde Baru , presiden menjabat selama 32 tahun ? Pertanyaan - pertanyaan ini menjadi renungan bagi kita semua . Supaya kita tidak mengingkari reformasi yang telah kita perjuangkan bersama. (abc)


 


Rabu, 17 Maret 2021

Sekolah swasta di masa pademik Covid 19

Foto : Pintro


Betapa mahalnya ongkos pendidikan sekolah bagi sebuah negara miskin; tapi juga betapa omong kosongnya sistem sekolah itu untuk menghilangkan jurang kemiskinan tersebut.

( Goenawan Mohamad )


Sebanyak 56% sekolah swasta di Indonesia mengalami kesulitan keuangan karena wabah virus corona (Covid-19). Sekolah meminta pemerintah membantu biaya operasional.( Koran Sindo,30 April 2020 ).Hal ini disebabkan oleh biaya operasional , gaji guru dan tenaga administrasi tidak sebanding dengan pemasukan yang sebagian besar dari kemampuan orang tua membayar SPP semakin menurun akibat dampak pademi Covid-19 . 

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Kemendikbud ,  Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad  menyebutkan 60% siswa yang di sekolah negeri dan swasta meminta agar SPP dibayar 50%. "Survei yang kami lakukan, sekitar 56% sekolah swasta yang ada minta agar pemerintah membantu pada masa krisis ini," ujar Hamid seperti dinyatakan  Koran Sindo,30 April 2020.

Wabah corona membuat sejumlah orang tua siswa mengalami masalah keuangan yang berkorelasi dengan kemampuan membayar SPP. Padahal, operasional sekolah swasta sebagian besar masih mengandalkan sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) yang berasal dari siswa. Untuk SD dan SMP negeri tidak masalah karena mereka tidak membayar SPP, namun untuk SMA dan SMK negeri maupun sekolah swasta memiliki kewajiban untuk membayar SPP. Di sekolah negeri yaitu  SMA dan SMK negeri yang menentukan jumlah pembayaran SPP itu dinas pendidikan. Hal ini bisa dikonsultasikan pihak sekolah berkonsultasi dengan dinas pendidikan jika ada kemungkinan opsi penurunan SPP. Namun bagi sekolah swasta  belum ada skema khusus untuk membantu mereka.dan biasanya ditentukan oleh pihak yayasan sekolah swasta tersebut . 

Sekolah swasta di bawah pengelolaan  yayasan menengah ke bawah mengalami dampak yang cukup berat karena harus menanggung dampak  pademi Covid-19 . Untuk itu pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan  dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Kinerja. Dana BOS dan Kinerja kini bisa digunakan oleh sekolah swasta. "Dana BOS Afirmasi sekitar Rp2 triliun. Kebijakan sebelum pandemi, dana tersebut diberikan khusus kepada sekolah negeri di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Sementara dana BOS Kinerja sebesar Rp1,2 triliun dan sebelum pandemi diberikan untuk sekolah negeri yang berkinerja baik," ujar Nadiem seperti dikutip dari Antara. 

Sebelumnya, Dana BOS Afirmasi dan Kinerja hanya digunakan oleh sekolah negeri. Dana BOS Afirmasi dan BOS Kinerja difokuskan untuk sekolah yang paling membutuhkan dan terdampak pandemi COVID-19. Dana Bos Afirmasi dan Kinerja diberikan untuk sekolah negeri dan swasta (SD, SMP, SMA, SMK, SLB) yang paling membutuhkan. Dana bantuan sebesar Rp 60 juta per sekolah per tahun, dan dana disalurkan langsung dari Kementerian Keuangan ke rekening sekolah. BOS Afirmasi dan BOS kinerja dapat digunakan untuk kegiatan yang sama dengan BOS Reguler selama masa pandemi COVID-19. Dengan demikian diharapkan tidak ada sekolah swasta yang ditutup gara-gara masalah finansial .

Bagi sekolah swasta di bawah  pengelolaan yayasan  tingkat atas ke menengah juga mengalami keterpurukan walaupun mungkin sudah diantisipasi dengan dana cadangan . Namun mengalami dampak juga karena  mengalami penurunan penerimaan siswa baru . Tentu bagi sekolah swasta pada tingkat atas dan menengah tidak mendapat bantuan BOS sehingga yayasan mengusahakan secara mandiri . Dengan penurunan penerimaan siswa baru maka ada efisiensi terhadap anggaran . Dengan demikan anggaran untuk biaya operasional akan dipangkas karena pemasukan keuangan mengalami penurunan . Kebijakanpun diambil dengan pengurangan tenaga guru , efisiensi terhadap fasilitas sekolah dan penyederhanaan program-program sekolah yang semuanya untuk antisipasi terhadap pemasukan keuangan yang semakin turun . Kita berharap pademi Covid 19 bisa diatasi sehingga dampak bagi dunia pendidikan terutama sekolah swasta segera bisa bangkit dari keterpurukan . (abc)


Minggu, 14 Maret 2021

Sekali lagi tentang pendidikan...

Foto : Cermati.com

Saya menyadari talenta sebagai komedian, ketika saya duduk di bangku SMP. Ketika itu saya sudah selalu menjadi pembawa acara di sekolah dan selalu saya bawa ke suasana tawa. Tetapi beberapa saudara ketika kecil memang sering mengatakan bahwa saya mempunyai talenta melucu.

( Indro Warkop )



Ada sebuah cerita , Tarzan penghuni hutan mau pergi ke kota sehingga perlu ada pengganti untuk memimpin di hutan . Berkumpullah binatang untuk mendengarkan perintah si Tarzan ,  “ Yang menjadi pemimpin adalah siapa saja yang bisa memanjat pohon ini “seru Tarzan sambil tangannya menunjuk pohon yang besar dan rindang . Maka para hewan mulai memanjat pohon , Gajah yang tubuhnya besar jatuh tidak bisa memanjat pohon , kuda pun tidak bisa memanjat demikian juga dengan itik , angsa dan sapi , akhirnya dengan mudah monyet   bisa memanjat pohon dengan cepat dan menjadi pemimpin .  Sejak kecil si monyet sudah bergelantungan di pohon sedangkan gajah , kuda ,itik , angsa dan sapi sejak kecil sampai tua tetap berada di daratan . Itulah gambaran tentang sistem pendidikan kita , sejak SD sampai SMA diseragamkan dengan puluhan  pelajaran dan harus dapat menguasai semua pelajaran . Padahal kita tahu kemampuan ,talenta , bakat dan passion setiap siswa berbeda tetapi dipaksa untuk menguasai semua pelajaran . Hasilnya tidak maksimal bagi siswa karena tidak sesuai dengan kemampuan , talenta dan passionnya . 

Pandji Pragiwaksono stand-up comedian pernah cerita tentang anaknya yang masih kelas  nol besar menangis karena tidak bisa membaca dan menulis sehingga tidak mau sekolah lagi . Akhirnya Pandji menghibur bahwa anaknya pintar nyanyi dan berhitung sampai anaknya mau sekolah lagi . Sekolah seringkali memaksakan seorang anak untuk bisa membaca , menulis dan berhitung secara bersamaan . Padahal anak mempunyai talenta , bakat dan kemampuan yang berbeda . Bukankah bernyanyi , menggambar atau main musik itu juga merupakan talenta , bakat dan kemampuan yang bisa dimiliki oleh setiap anak . Penyeragaman terhadap sistem pendidikan sudah berlangsung lama diterapkan sehingga siswa terkukung dalam penjara untuk melepaskan hidupnya merasa sulit sehingga tidak mampu berbuat apa-apa. Inilah yang terjadi di Indonesia , pendidikan adalah dasar fundamental bagi peradaban suatu bangsa . Tetapi belum digarap dengan serius dan masih main-main dengan pedidikan .Padahal pendidikan merupakan aset bagi sebuah bangsa untuk menjadi bangsa beradab . 

 Programme for International Student Assessment (PISA) sebagai metode penilaian internasional merupakan indikator untuk mengukur kompetensi siswa Indonesia di tingkat global. Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mencatat, peringkat nilai PISA Indonesia berdasarkan survei tahun 2018 adalah: Membaca (peringkat 72 dari 77 negara), Matematika (Peringkat  72 dari 78 negara), dan Sains (peringkat 70 dari 78 negara). Nilai PISA Indonesia juga cenderung stagnan dalam 10-15 tahun terakhir.( http://pgdikmen.kemdikbud.go.id ) . Dengan data ini memperlihatkan bahwa kualitas pendidikan Indonesia mengalami kemunduran dibandingkan dengan negara lain . Riset terbaru dari Professor Lant Pritchett dari Harvard University  dia meneliti anak-anak khusus di Jakarta usia 15 tahun dan ternyata anak-anak itu ketinggalan 128 tahun. (Kompasiana.com 17/3/2020). Kita  ketinggalan di bidang Mathematic, Science, and Reading. Kualitas guru sangat kurang karena hasil rata-rata UKG nasional 53,2 dari 100. Kita harus mengejar negara yang 128 tahun di depan kita. Dari data-data ini diperlihatkan betapa rendah mutu pendidikan di Indonesia tidak mengherankan bahwa kualitas guru masih rendah . Dengan kualitas guru yang rendah  mempengaruhi kualitas murid juga . Tentu bukan faktor guru saja yang menyebabkan kualitas murid menjadi rendah . Masih banyak faktor yang berpengaruh terhadap kualitas pendidikan . Kesejahteraan guru , kualitas input guru ,kurikulum dan regulasi dibidang pendidikan . 

Kesejahteraan guru memang masih memprihatinkan , apalagi dikaitkan dengan gaji yang hampir sama dengan gaji buruh pabrik . Bisa dilihat bagaimana gaji guru honorer yang  hidupnya masih terseok-seok untuk memperjuangkan hak-haknya . Tetapi DPR dan Presiden hanya mendengarkan aspirasi mereka tanpa berbuat apa-apa . Pemerataan pendidikan belum terjangkau oleh masyarakat kita . Berta Bua'dera (48) seorang guru honorer di Kota Samarinda, Kalimantan Timur selama 11 tahun jalan kaki saat berangkat ke sekolah. Sambil menenteng tas kecil dan kotak bekal, ibu satu anak ini berjalan kaki membelah kesunyian menuju SDN Filial 004 di Kampung Berambai, Kecamatan Samarinda Utara. Rumah Berta dan sekolah terpisah hutan lebat yang berjarak sekitar 5 kilometer. Kawasan ini sebagian besar masih hutan.  Kemudian ada Andi Sri Rahayu (29) seorang guru honorer asal Desa Sapobonto, Kecamatan Bulukumpa, rela melalui jalanan berkelok demi mengajar di Madrasah Aliyah Guppi Kindang, Desa Kindang, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Untuk menuju Desa Kindang bisa dilalui dua jalur. Jalur pertama hanya bisa dilalui jalan kaki melewati jalan setapak dan jembatan bambu, jalur ini ditempuh 10 kilometer. Sementara jalur kedua bisa ditempuh menggunakan roda dua dan roda empat dengan jarak sekitar 25 kilometer. Setelah hamil ia memiliki jalur kedua. Namun sebelum hamil ia melalui jalur pertama dengan berjalan kaki sejauh 10 kilometer. Ia tak sendiri. Ada beberapa siswa yang melalui jembatan bambu termasuk petani yang memikul hasil panennya untuk dijual ke desa sebelah. Empat tahun sudah Sri mengabdikan di sekolah yang berjarak 59 kilometer dari Kota Bulukumba.( Kompas.Com , 25/11/2020 ) . Ini  dua contoh untuk melihat bahwa ada beberapa guru yang berjuang demi pendidikan walaupun tanpa sarana dan prasarana yang memadai . Hanya kebanggan yang dimiliki untuk sebuah pengabdian bagi negara dan bangsa . Seperti kata Andi Sri Rahayu , ia mengaku bangga dengan profesinya sebagai guru, meski hanya mengajar di daerah terpencil. Alasan mengajar di daerah terpencil, hanya ingin membagikan ilmunya kepada banyak orang "Daripada ilmu tertinggal lebih baik dibagi dan semoga bisa jadi amal jariyah," kata Sri, saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (22/9/2020). Ia mengaku menerima gaji Rp 300.000 yang dibayar per tiga bulan. "Gajinya hanya Rp 300 ribu. Waktu terus berputar gaji mulai naik Rp 900 ribu per tiga bulan," tuturnya. Sri mengaku ingin mengubah status dengan mendaftar CPNS, namun gagal terus. Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan nasib guru-guru di pedesaan dan di pedalaman yang telah berjuang untuk generasi mendatang . Dengan demikian pemerataan pendidikan bisa terjangkau oleh masyarakat kita .

Sekali lagi pendidikan menjadi penting bagi kita karena dengan pendidikan suatu bangsa menjadi maju dalam peradaban . (abc)


Kamis, 11 Maret 2021

Snowplow parenting.

Foto : Daily Herald



Ketika anak tidak memiliki ceritanya sendiri dalam memecahkan masalah maka  anak tersebut bisa saja berpeluang menjadi pembual yang hebat.

( Prof. Rhenald Kasali )



Ada seorang ibu berjalan dengan langkah cepat . Ditangannya ada map agak tebal.  Dia sudah pergi beberapa kali ke pelayanan foto copy untuk sekadar menggandakan dokumen atau laminating. Seorang ibu tersebut sedang mengurus semua kebutuhan anaknya yang hendak daftar ke sekolah menengah atas.

Sekilas, tidak ada yang salah dengan kisah di atas. Namun, model peran orangtua seperti kisah di atas sudah lama menjadi sorotan. Model pengasuhan ini sering disebut sebagai snowplow parenting. 

Snowplow parent’s adalah orangtua yang berperan seperti mesin bajak salju. Snowplow adalah mesin bajak salju. Agar kendaraan peseluncur salju berjalan lancar, maka harus dibuatkan lintasan. Semua jalan yang menjadi lintasan harus diratakan dengan mensin bajak salju. Semua penghalang harus dibuang. Jalan harus rata, bersih, dan sangat nyaman untuk dilalui.

Orangtua bajak salju adalah orangtua yang berusaha menghilangkan seluruh hambatan dan masalah bagi anaknya. Segala macam kebutuhan akan anak dapatkan tanpa bersusah payah. Orangtua merelakan diri untuk sibuk dan lelah untuk kepentingan anaknya.

Misalnya, ketika anaknya mau masuk kuliah, maka orangtua sibuk mencari informasi dan mengurus semua perlengkapan yang dibutuhkan untuk daftar kuliah. Tidak berhenti sampai di situ. Orangtua tersebut juga mencarikan tempat tinggal, mencarikannya makanan harian, memastikan tukang cuci baju, dokter pribadi, dan seterusnya. Bahkan, ketika anaknya tidak diterima di kampus tertentu, maka orangtua tersebut rela membayar berapa saja asal mendapatkan kursi di kampus tersebut.

Awalnya, model seperti ini hanya dilakukan oleh orangtua yang memiliki kekayaan atau jabatan tinggi. Kini, mulai banyak yang melakukannya. Berawal dari tuntutan bahwa orangtua harus terlibat langsung dalam membesarkan anak, maka kita mudah sekali terpeleset menjadi snowplow parent’s. Akhirnya, orang tua sering merasa sudah memiliki jalan sukses untuk anaknya. Setiap detail langkah sudah mereka siapkan. Misalnya, untuk masuk ke perguruan tinggi tertentu, seorang anak harus masuk bimbel sejak kelas dua SMA. Mereka pun memasukkan anaknya ke bimbel tersebut.

Orangtua tersebut seperti memiliki mata masa depan. Semua halangan disingkirkan agar kereta salju bisa melaju lebih cepat menuju tujuan. Salah satu efek dari ini adalah orangtua yang super protektif. Mereka akan protes ke sekolah jika ada tugas berlebih dari guru, mereka akan meminta perpanjangan waktu tugas atas nama anaknya, meminta maaf atas nama anak jika lalai dalam tugas, bahkan terkadang ada yang rela protes ketika makanan yang disediakan sekolah tidak disukai anaknya.

Sangat sulit menghindar untuk memberikan arahan kepada anak kita. Ketika proporsinya tepat, sebenarnya tidak masalah. Namun ketika orangtua memberikan arahan lebih cepat, lebih banyak, dan lebih detail, maka sudah memotong kesempatan belajar bagi anak untuk belajar memecahkan masalahnya sendiri.

Prof. Rhenald Kasali sudah lama mengkritik model pengasuhan seperti ini. Ketika Prof. Rhenald meluncurkan program satu mahasiswa harus mampu menaklukkan satu negara, maka tantangan utamanya adalah orangtua. Mereka ketakutan anaknya kesasar. Mereka pun akhirnya menyiapkan banyak hal: tiket pesawat, rute tujuan, menginap di mana, siapa yang jemput, makan apa, pakaian dan perlengkapan, sampai SIM Card dan obat-obatan.  Sebagai orang tua mulailah kita menghilangkan Snowplow parent’s dengan memberikan kepercayaan kepada anak kita untuk berlatih memecahkan masalah dalam kondisi sulit dan akhirnya mereka bisa hidup mandiri tanpa tergantung kepada orang lain . (abc)


Rabu, 10 Maret 2021

Kontroversi Supersemar...

 

Foto : Tribun.Kaltim - Tribunnews.com

Sejarah lama kita sebagai bangsa memang sangat menarik. Rasa tertarik itu timbul dari kenyataan bahwa yang ditulis sering tidak sama dengan yang terjadi.

( Abdurrahman Wahid )


Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dikeluarkan enam bulan setelah terjadinya G30S PKI. Pada peristiwa itu, 6 orang jenderal senior dan beberapa orang dibunuh. Pasukan pengawal presiden Cakrabirawa dituduh menjadi inisiator dalam pembunuhan itu. 

Enam bulan berselang, Soekarno meminta Soeharto mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memulihkan ketertiban dan keamanan umum. Langkah pertama Soeharto pasca keluarnya surat itu adalah dengan membubarkan PKI sehari berselang. Probosutedjo dalam bukunya Saya dan Mas Harto mengatakan tidak ada kalimat yang menyebutkan untuk membubarkan PKI pada Supersemar . “ Tetapi Mas Harto memiliki keyakinan pemulihan keamanan hanya akan terjadi bila PKI dibubarkan , “ kata Probosutedjo dalam buku tersebut .  Tindakan ini yang menyebabkan Soekarno  menulis surat berisi protes peringatan kepada Soeharto kalau wewenangnya hanya pada pemulihan keamanan dan ketertiban, bukan membubarkan partai politik. Mengenai hal ini, Soeharto tidak pernah memberikan tanggapan apapun sampai dia meninggal.

Hingga kini, Supersemar masih menjadi kontroversi. Sebab, naskah aslinya tak pernah ditemukan. Dikutip dari tirto.id dinyatakan hingga 2013, setidaknya ada 4 versi Supersemar yang disimpan oleh pihak Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Keempat versi itu berasal dari tiga instansi, yakni 1 versi dari Pusat Penerangan (Puspen) TNI AD, 1 versi dari Akademi Kebangsaan, dan 2 versi dari Sekretariat Negara (Setneg). Yang menjadi pegangan selama Orde Baru adalah versi pertama dari Puspen TNI AD. Lantas, manakah Supersemar yang asli dari keempat versi itu? Ternyata tidak ada alias palsu semua. Hal tersebut dinyatakan langsung oleh mantan Kepala ANRI, M. Asichin, saat menjadi pembicara dalam Workshop Pengujian Autentikasi Arsip di Jakarta pada 21 Mei 2013. 

Menjadi pertanyaan jika keempat versi Supersemar yang disimpan ANRI ternyata palsu, lantas di manakah naskah yang asli?

“Tidak ada yang tahu di mana surat asli Supersemar berada. Selain itu, banyak versi yang beredar... Teks otentik itu penting untuk kita lihat asas orisinalitasnya. Kalau tidak ada, ya seperti sekarang, debat yang tidak ada habisnya," kata sejarawan muda, Bonnie Triyana, seperti dilansir Rappler, 11 Maret 2015. Kemudian pernyataan ini dibenarkan  oleh sejarawan LIPI yang kerap mengkritisi Orde Baru, Anhar Gonggong, pun menilai bahwa ribut-ribut Supersemar sudah tidak relevan lagi. Hampir semua tokoh terkait telah tiada. Jika nantinya Supersemar yang asli ditemukan, siapa yang harus bertanggung jawab atas kekeliruan sejarah yang telah terlanjur terjadi? Menanggapi hal ini Mahfud MD dalam Diskusi Nasional tentang Implikasi Supersemar Bagi Peradaban Indonesia di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, 23 Maret 2016 mengatakan ”Bagi hukum tata negara, masalah Supersemar dalam sejarah sudah tidak bisa dipersoalkan lagi. Kita harus move on untuk berdamai dengan sejarah. Kita harus bisa menerima perjalanan sejarah bangsa sebagai fakta,” . Tentu ada benarnya pernyataan ini . Mau sampai kapan bangsa ini meributkan Supersemar? Surat sakti yang menandai pergantian rezim Sukarno ke Orde Baru itu memang mandraguna lantaran sampai saat ini belum terungkap fakta kebenarannya. 

Amir Machmud, menyatakan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) adalah sebuah keajaiban. Dia menjadi salah satu jenderal militer yang turut menyaksikan penandatanganan Supersemar yang isinya merupakan pemindahan kekuasaan dari Sukarno ke Suharto. Supersemar yang dibawa tiga jenderal itu pun membuka jalan bagi Letnan Jenderal Soeharto menjadi orang nomor satu di Indonesia. Tiga jenderal itu ikut meninggi pula kariernya. M. Jusuf menjadi Menteri Perindustrian hingga 1978, setelahnya jadi Panglima ABRI merangkap Menteri Pertahanan Keamanan. Sementara itu Basuki Rachmat dan Amirmachmud jadi Menteri Dalam Negeri. Misteri Supersemar belum terkuak , para saksi telah tiada . Sejarah mencatat apapun kepentingannya telah terjadi perubahan Orde lama ke Orde baru . Maka, seperti kata Anhar Gonggong, “Mari kita tempatkan ini sebagai peristiwa sejarah yang biasa saja.” (abc).








Rabu, 03 Maret 2021

Budaya bahari telah hilang dari Indonesia...

foto : Indonesien Heritage Blogger


    Nenek moyangku orang pelaut
    gemar mengarung luas samudra
    menerjang ombak tiada takut
    menempuh badai sudah biasa  

     Nenek moyangku orang pelaut judul lagu karangan Ibu Soed . Itu lagu diajarkan ketika saya masih duduk di TK . Lagu tersebut merupakan cerminan betapa hebatnya mereka menaklukkan samudra luas, menguasai perniagaan serta menjalin diplomasi politik dengan berbagai negara di penjuru dunia . Namun dalam pelajaran sejarah kita diajarkan bahwa para pedagang dari Cina dan India yang datang ke Indonesia melalui selat Malaka sehingga muncul kerajaan - kerajaan bermotif Hinduisme . 
     Padahal kalau kita belajar sejarah , bangsa Cina tidak memiliki semangat bahari yang memadai , mereka baru bisa membuat kapal yang bisa melayari samudra abad ke-10 pada jaman dinasti Shu ,sebelumnya mereka berani berlayar di sungai-sungai atau di pesisir pantai dengan kapal apa adanya . 
     Demikan juga dengan India adalah kebudayaan darat yaitu kebudayaan orang-orang yang takut akan laut . Karena laut dianggap tempat kotor yang harus dihindari . Kebudayaan India menganggap tempat tinggi seperti gunung adalah tempat para dewa kemudian turun ke tempat rendah sampai ke lautan yang dianggap sebagai tempat hina . Untuk itu para brahmana akan menghindari laut dan tidak akan berlayar kemanapun . Tetapi guru sejarah mengajarkan salah satu kedatangan agama Hindu ke Indonesia dikenal dengan teori brahmana yang mengatakan bahwa para brahmana datang berlayar ke Indonesia . Terjadilah paradoks di sini Cina tidak memiliki semangat bahari dan para brahmana menghindari lautan dan tidak akan berlayar . Apakah mereka berlayar ke Indonesia ? Ada baiknya kita dengar pendapat seorang sejarawan bernama Oliver William Wolter dalam bukunya berjudul Early Indonesian Commerce: A Study of the Origins of Sriwijaya (1967) mengatakan India dan Cina memiliki sedikit tradisi tentang berlayar . Kapal-kapal mereka hanya digunakan untuk menyusuri pantai dan sungai . Bahwa dalam hal hubungan perdagangan melalui laut antara Indonesia dan Cina juga antara Cina , India Selatan serta Persia abad V-VII , terdapat indikasi bahwa bangsa Cina hanya mengenal pengiriman barang oleh bangsa Indonesia . Dengan penjelasan ini dapat kita simpulkan bahwa jalur perdagangan antara Cina , India dan Indonesia dibuat oleh para pelaut Indonesia untuk mengadakan perdagangan dengan mereka . Hal ini diperjelas oleh James Homell seorang Etnografer dari Inggris mengatakan orang Austronesia ( dari Nusantara ) sudah berkeliaran dan membangun koloni di Srilangka dan India 500 tahun sebelum masehi . Jejak-jejak mereka ditemukan dalam bentuk lukisan-lukisan kapal bercadik dan kepercayaan orang-orang Srilangka tentang keberadaan suku naga di masa lampau . Legenda suku naga dengan kapal bercadik merupakan pelaut dari Indonesia yang sudah mengarungi laut sampai ke Srilangka dan India . Jadi sesungguhnya yang membuat jalur sutera versi laut bukan orang Cina atau orang India melainkan orang Indonesia yang menghubungkan dua kebudayaan yang pada akhirnya menyerap tradisi khususnya tradisi spiritual dari India. 
     Para pelaut sudah melalang buana ke seantero dunia , bahkan sudah sampai ke Afrika . Hal ini bisa ditemukannya ikan yang berasal dari Afrika dan ikan tersebut adalah ikan air tawar . Tidak mungkin ikan air tawar akan berenang melalui lautan . Paling tidak kalau ada orang yang mengambil ikan itu dari Afrika di bawa ke Indonesia dan itu yang dilakukan oleh pelaut Indonesia . Ikan itu ditemukan oleh pak Mujair tahun 1939 di sungai Serang pantai selatan Blitar sehingga untuk menghormati penemunya ikan itu diberi nama mujair .
     Menurut Robert Dick-Read dalam bukunya Penjelajah Bahari dikatakan berbagai tanaman termasuk jagung dan ubi jalar tidak akan tersebar seperti yang kita lihat sekarang tanpa intervensi dari para pelaut nusantara di masa lampau . Para pelaut nusantara juga membuat kapal yang besar dan canggih pada masa itu . Menurut catatan Cina pada masa dinasti Han diberitakan oleh para sarjana bahwa kapal dagang berukuran besar dari Nusantara yang berlabuh di pelabuhan Cina dengan empat layar yang disebut dengan Kunlun Po ”kapal dari orang Kunlun berkulit gelap”. Kapal-kapal itu juga biasanya dimanfaatkan para peziarah Budha untuk melakukan perjalanan pulang-pergi Cina - India dan Srilangka .Dengan penjelasan ini kita bisa melihat bahwa orang Cina tetap tidak mau berlayar sampai akhirnya berabad-abad kemudian baru mengikuti dan memodifikasi konstruksi kapal yang disebut kapal Jung Cina yang baru berkembang pada masa dinasti Song (abad 10-13) yang terinspirasi kapal-kapal Austronesia (bangsa di Nusantara ) yang telah berdagang ke Cina sejak abad 2 Masehi .
     Robert Dick-Read pernah mengadakan penelitian di Madagaskar ditemukan warga orang yang mendiami mirip postur tubuhnya dengan orang Jawa . Demikian juga dengan bahasanya yang mirip dengan wilayah di Nusantara . Setelah ditelusuri ada kemiripan dengan alat musik , rumah joglo yang mirip dengan joglo di Jawa , makanan dan orang Madagaskar menyebut orang Jawa adalah leluhurnya . Sekarang tentu banyak para pedatang ke Madagaskar tetapi orang yang pertama datang adalah orang Jawa . Kapan mereka sampai di Madagaskar ,  kemungkinan sejak jaman Sriwijaya abad ke delapan . Setelah ditelusuri Robert Dick-Read juga menemukan bahwa pelayar tidak hanya sampai di Ghana , Afrika tetapi sudah sampai ke benua Amerika . Setidaknya sudah sampai ke Hawaii karena kata itu berasal dari Jawai yang artinya Jawa kecil , orang sana mengatakan Jawai dengan kata Hawaii . Hal ini dilihat dari postur asli orang Hawai seperti postur orang Jawa . Dengan demikian para pelayar dari Nusantara sudah menjelajah ke seluruh dunia . Mereka mengunakan armada kapal yang kuat dan besar yang bernama Jong Jawa . Menurut Pierre -Yves dalam artikel jurnal berjudul Trading Ships of the South China Sea bahwa panjang kapal Jung Jawa sekitar 100 meter dan bobotnya 1000 ton .Berdasarkan buku karangan Giovanni da Empoli dijelaskan kapal Jung Jawa adalah benteng yang mengapung . Mereka lebih besar dan kuat dari kapal Portugis .Ia dibuat dari empat lapis papan kayu Jati keras yang tidak bisa dirusak oleh artileri (meriam). Orang-orang Cina melarang kapal jenis ini berlabuh di pelabuhan Cina karena khawatir mereka akan menaklukan kota . Sebab satu kapal Jung Jawa bisa mengalahkan 20 kapal Jung Cina sekaligus . 
    Kenapa orang-orang Indonesia mempunyai tradisi berlayar yang luar biasa saat itu ? Karena wilayah Indonesia adalah negara kepulauan yang dibatasi oleh laut sehingga mereka akan berlayar ke pulau yang satu ke pulau lainnya melalui jalur laut . Untuk itu mereka berlatih dengan ombak lautan yang begitu besar dan ganas . Semua itu ada di wilayah Indonesia , mau menantang ombak yang besar mereka berlatih di laut selatan Jawa , mau berlatih diombak yang kecil di laut utara Jawa. Dengan demikian Indonesia mempunyai armada laut yang besar dan kuat . Apalagi suku Bajo yang lahir dan hidup di laut sehingga lautan menjadi ibu mereka karena tidak pernah berada di daratan . 
     Demikian juga dengan suku Makassar yang membuat kapal Pinisi yang terkenal itu telah mengarungi berbagai benua . Sejak tahun 1700-an para pelaut Makassar datang ke Aborigin ( Australia ) untuk berdagang teripang dengan cara barter . Orang Aborigin memberi teripang kepada pelaut Makassar untuk dijual ke Cina sebagai bahan obat-obatan sedangkan pelaut Makassar memberi dengan beras , pisau, logam atau tembakau .Orang Aborigin masih buta huruf dan hidup pada jaman batu sehingga mereka hanya menerima makanan dan alat-alat dari logam . Orang Makassar tidak mau menjajah , hanya mau berdagang saja . Tidak mengherankan kalau di daratan Australia masih ditemukan gambar-gambar kapal-kapal Pinisi dan lambaian tangan suku Aborigin untuk bertemu dengan orang Makasar . Di musim hujan suku Aborigin berdiri berjajar di tepi pantai dekat kota Darwin untuk menyambut orang Makassar . Hampir 1,5 abad kehidupan mereka bahagia dan akrab namun tahun 1900-an Australia dijajah oleh orang kulit putih . Saat itu pertemuan tidak ada lagi karena orang kulit putih mengatur pajak apabila ada pendatang berlayar masuk ke Australia. Tetapi kalau kita ke Australia dan bertemu dengan orang Aborigin dan kita berkata Makassar , maka orang Aborigin akan tersenyum dan tertawa teringat cerita masa lalu tentang kehidupan mereka .           Begitu agungnya kekuasaan maritim nusantara pada masa lalu . Tetapi mengapa sekarang tidak terjadi seperti masa itu ? Menjawab pertanyaan ini , beberapa ahli sejarah mengatakan ada tiga alasan yaitu : Pertama , orang-orang Demak khususnya ketika dikalahkan oleh armada Portugis di selat Malaka , mereka sadar bahwa kapal-kapal Portugis itu bisa menang karena bentuknya kecil , jadi karena kecil menjadi fleksibel .Sejak saat itu orang-orang Demak mengecilkan kapal-kapal dari 1000 - 2000 ton menjadi 100 ton .Kedua masa Amangkurat 1 untuk menahan dan menghindari terjadinya pemberontakan diharamkan membuat perahu ukuran besar di pesisir pantai utara Jawa sehingga kapal menyusut menjadi 50 ton . Ketiga , datanglah VOC merasa khawatir sehingga membuat kebijakan larangan untuk membuat kapal di atas 50 ton . 
    Sejak Indonesia dijajah kita tidak memiliki budaya untuk melaut . Jadi salah satu dampak penjajahan yang merugikan yaitu kita tidak memiliki tradisi untuk berlayar . (abc)

Senin, 01 Maret 2021

Apakah kerajaan Majapahit menguasai Nusantara ?

foto: Wikipedia



 Kalau orang tak tahu sejarah bangsanya sendiri - tanah airnya sendiri - gampang jadi orang asing di antara bangsa sendiri .( Pramoedya Ananta Toer )


Suatu kelemahan sejarah modern Indonesia menurut M. C. Ricklefs dalam bukunya Sejarah Indonesia Modern 1200-2004 dikatakan Indonesia memasuki jaman modern di mulai dari kedatangan pedagang muslim alasan utamanya adalah karena sebelum itu , masyarakat nusantara tidak memiliki tradisi menulis yang luas dan terbuka . Mengapa hal ini bisa terjadi ? Karena  tulisan jaman itu dianggap sakral dan ditulis oleh seorang pemuka agama sehingga tidak semua orang menulis .Tulisannyapun hanya sekitar kerajaan sehingga tulisannya bersifat etnosentris , istanasentris dan religiomagism .  Untuk itu para ahli sejarah dan antropolog sangat sulit untuk menjelaskan tentang sejarah kuno di Indonesia . Demikian juga dengan kerajaan Majapahit , salah satu tulisannya dikarang oleh Mpu Prapanca dengan judul Kakawin Negarakertagama , menurut  Slamet Muljana dikatakan Kakawin Negarakertagama sebagai sumber utama tentang kerajaan Majapahit di tulis September 1365 , sebenarnya berpusat pada satu moment saja yaitu kunjungan Hayam Wuruk ke Lumanjang . Dan ditulis lebih sebagai curhatan penulisnya dibanding penjelasan umum sebuah kerajaan . 

Lokasi kerajaan Majapahit diketahui dari catatan Ma Huan dalam perjalanannya ke Asia Tenggara dan mampir di kerajaan Majapahit . Dalam catatan Ma Huan diceritakan bila berlayar dari Tuban , bergerak setengah hari ke Timur akan sampai di Xincun atau yang disebut oleh penduduk barbar disebut Gresik . Mereka yang tinggal di tempat itu sebagian besar adalah orang GuangDong  kira-kira jumlahnya 1000 keluarga .Kemudian berlayar ke selatan akan tiba di Su-lu-ma-yi atau penduduk sekitar daerah tersebut menyebut Su-er-ba-ya (Surabaya).Dari Surabaya dengan perahu kecil sejauh 42 km kita akan menemukan sebuah pasar yang bernama Zhang-gu . Setelah turun dari perahu dan berjalan kaki ke arah selatan selama satu setengah hari akan sampailah di kerajaan Majapahit . Sebuah kerajaan yang besar dengan tinggi tembok sembilan meter .Menurut catatan Ma Huan setelah ditelusuri terdapat situs di dekat Mojokerto yaitu situs Trowulan . Dan ditemukan juga reruntuhan batu bata  di daerah Jombang sehingga bisa dikatakan pusat Majapahit di antara dua daerah tersebut tetapi memang tidak dijelaskan tentang adanya tulisan di kedua tempat itu . Hanya reruntuhan batu bata merah saja yang terdapat di daerah tersebut . Memang peninggalan kerajaan Majapahit dibuat dengan batu bata merah sehingga tidak kuat batu tersebut terhadap cuaca nusantara yang subtropis . Beda dengan kerajaan Mataram Kuno yang dibuat dari batu sehingga candi-candi dapat tahan lama terkena cuaca . Peninggalan kerajaan Majapahit banyak dijarah sehingga tidak diketahui dengan tepat keberadaan kerajaan Majapahit . Menurut Annisa Herawati dalam mojok.id dinyatakan dalam sebuah catatan laporan Belanda disebutkan sekitar tahun 1800-an wilayah Trowulan kehilangan sekitar 5 juta kubik tanah sebagai akibat penggalian ilegal yang dilakukan oleh para pemburu peninggalan kerajaan Majapahit .

Ada pertanyaan mengapa kerajaan Majapahit katanya  menguasai nusantara tetapi  tidak ditemukan peninggalan di daerah lain tetapi justru hanya di daerah Jawa Timur ? Menurut C.C Berg bahwa Majapahit tidak pernah memiliki wilayah seluas Indonesia sekarang . Wilayahnya hanya Jawa Timur , Madura dan Bali . Sementara daerah-daerah di seluruh nusantara hanya merupakan cita-cita semata . Dengan demikan Majapahit tidak menguasai seluruh wilayah nusantara secara politik tetapi hanya melalui perdagangan saja . Untuk itu peninggalan Majapahit hanya ditemukan di daerah Jawa Timur  . Kerajaan Majapahit juga bukan kerajaan yang ingin menaklukan kerajaan-kerajaan di Nusantara . Beda dengan kerajaan lainnya yang menaklukan daerah dengan menguasai kerajaan dan sekaligus wilayahnya untuk mendapatkan sumber daya alamnya . Kerajaan Majapahit dengan tanah yang subur tidak perlu memperluas wilayahnya karena kerajaan Majapahit sudah memiliki sumber daya alam . Menaklukan wilayah kerajaan hanya untuk mencari penduduk agar bisa menggarap tanah karena kekurangan tenaga untuk bekerja . Dengan demikian kerajaan Majapahit tidak menguasi kerajaan-kerajaan di nusantara . Hanya kerajaan Majapahit minta pengakuan untuk berdagang dengan kerajaan lain di nusantara . Di prasasti Waringinpitu hanya 21 kerajaan yang ditaklukan oleh Majapahit yaitu : Daha , Jagaraga , Kahuripan , TanjungPura , Pajang , Kembangjenar , Wengker , Kabalan , Tumapel , Singhapura , Matahun , Wirabhumi , Keling , Kalingpura , Pandan Alas , Paguhan , Pamotan , Mataram . Lasem , Pakembangan dan Pawawanawan .

Runtuhnya Majapahit karena konflik dan perebutan kekuasaan antar keluarga . Setelah Hayam Wuruk meninggal 1389 kerajaan Majapahit mengalami kemunduran dan terjadilah perang Paregreg (1405) . Perang ini melibatkan Wikramawardhana melawan Bhre Wirabhumi. Wikramawardhana adalah istri putri Hayam Wuruk dari permaisuri yakni Kusumawardhani. Sedangkan Bhre Wirabhumi merupakan putra Hayam Wuruk dari istri selir. Perang saudara tersebut dimenangkan oleh Wikramawardhana (1390-1428) yang menjadikan dirinya tetap berkuasa sebagai Raja Majapahit setelah Hayam Wuruk. Namun demikian, Wikramawardhana maupun para penerusnya tidak mampu membangkitkan kejayaan Majapahit. Babad Tanah Jawi mencatat tahun keruntuhan Majapahit itu dalam suryasengkala “Sirna Ilang Kertaning Bumi” yaitu 1400 caka atau 1478 M.( abc )


Organisasi Bayangan versi Nadiem

                   Nadiem dengan belajar merdeka "Pendikan adalah paspor untuk masa depan karena hari esok adalah milik mereka yang mem...