Cari Blog Ini

Minggu, 29 Agustus 2021

Ruang Piket

 Kita mengajarkan disiplin untuk giat, untuk bekerja, untuk kebaikan, bukan agar anak-anak menjadi loyo, pasif, atau penurut.  ( Maria Montessori 1870-1952 )

Mengawasi siswa dari ruang piket

Ruang Piket terletak di lantai dua , tempatnya cukup strategis untuk melihat kondisi aktivitas siswa baik di lantai bawah maupun atas . Ruang 3X4 meter terasa sempit , ada tiga kursi berhadapan dengan meja , diatasnya komputer dan buku jurnal piket . Setiap pagi guru piket sudah siap di ruang piket , tangan dan mata siap untuk melihat jam di dinding dan menekan bel .

 Jam 06.45 bunyi bel terdengar ,siswa mulai berbaris dan masuk satu persatu ke kelas mengikuti renungan pagi. Di ruang piket guru sudah siap untuk mencatat siswa yang terlambat di buku jurnal piket . Tepat jam 07.00 bel ditekan mulailah jam pelajaran pertama. Guru piket pun mulai memeriksa apakah ada guru yang tidak hadir , kalau ada yang tidak hadir maka dicari anggota guru piket yang lain untuk  infal  mengisi jam pelajaran . Setelah itu guru mengecek kehadiran siswa dan dicatat dalam buku jurnal , andaikata ada siswa yang tidak hadir di telpon orang tuanya untuk mengklarifikasi kehadiran siswa. Situasi dan kondisi satu hari  menjadi tanggungjawab guru piket . Untuk koordinasi , koordinator piket telah membuat jadwal di kertas dan diberikan kepada anggota guru piket lainnya . 

Guru piket siap mengawasi

Tidak terlalu berat tugas guru piket kalau semua sudah dikoordinasi dengan baik . Guru piket mempunyai job description sesuai dengan SOP nya sehingga memudahkan tugas dengan baik . Ketika ada siswa minta izin keluar sekolah karena mengikuti lomba di sekolah lain maka siswa akan menghubungi guru piket terlebih dahulu dan guru piket akan menulis surat izin yang disetujui oleh pejabat yang berwenang . Demikian juga dengan surat izin lainnya misalnya izin pulang karena sakit atau ada keperluan lainnya , izin keluar atau masuk kelas semua diketahui oleh guru piket . 

Peran guru piket menjadi sangat penting karena menjadi customer service sekolah dengan dunia luar . Kesalahan fatal kalau seandainya ada siswa yang tidak ada dalam kelas atau kabur , guru piket mempunyai tanggung jawab tentang hal tersebut . Karena begitu penting guru piket sehingga perlu ada pengawasan yang ketat dari guru piket . Jam setelah istirahat atau jam siang menjadi perhatian guru piket , jam seperti itu sering digunakan siswa untuk bergerilya dengan makan di kantin , ngumpet di WC atau main di lapangan . Ruang kelas tanpa guru menjadi perhatian bagi guru piket karena keisengan siswa , kelas bisa menjadi  ribut seperti pasar dan mengganggu kelas lain . Perlu ada kerjasama guru mata pelajaran dengan guru piket  wali kelas dan guru BK ,sehingga tanggungjawab menjadi tanggungjawab bersama untuk mendisiplinkan siswa.

 

Pengawasan menjadi tanggungjawab bersama 

Pengawasan bisa dilakukan dengan cara setiap saat berjalan keliling sekolah untuk melihat apakah ruang kelas ada gurunya , ada siswa yang masih di luar saat jam pelajaran atau masih main di lapangan sekolah . Kalau pengawasan ini dilakukan dengan baik maka ketertiban dan keamanan sekolah bisa berjalan dengan baik . Karena sering kali pengawasan kendor dan hal ini menjadi celah bagi siswa untuk melanggar tata-tertib sekolah . Begitu pentingnya guru piket seharusnya ada penghargaan dengan pemberian tunjangan bagi guru piket , misalnya guru piket dihargai dua jam pelajaran . Dengan penghargaan tersebut diharapkan kinerja guru piket bisa lebih maksimal . Karena selama ini guru piket masih dianggap kerja bakti sehingga kerjanya tidak sepenuh hati . 

Kabur dari sekolah bisa terjadi...

Waktu luang ketika guru tidak ada jam pelajaran , ruang piket menjadi tempat nongkrong bagi guru untuk ngobrol seperti di warung kopi . Obrolannya macam-macam mulai dari poltiik , kebijakan sekolah sampai gosip tentang guru dan siswa . Namanya juga ngobrol data dan fakta tidak pernah menjadi referensi , jadi ngobrol apa saja juga boleh tidak terpengaruh dengan omongan dan pendapat orang . Setiap orang dihormati hak bicara dan berpendapat sehingga tidak perlu sakit hati dan marah ketika ada obrolan tidak masuk akal . Ruang piket menjadi tempat nasehat bagi siswa yang melanggar tata tertib sekolah atau curhat bagi siswa dengan wali kelas . Sudah berapa banyak siswa yang menangis karena penyesalan atau berbicara luka hati yang di deritanya . Ruang piket juga menjadi tempat koreksi ulangan bagi guru sambil  menunggu jam pelajaran berikutnya . 

Ruang piket manjadi tempat mengajarkan disiplin untuk giat, untuk bekerja, untuk kebaikan, bukan agar anak-anak menjadi loyo, pasif, atau penurut. (abc)


Kamis, 26 Agustus 2021

Ruang Maha Kudus

 Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu. (Amsal 29:17)

Ruang kepala sekolah


Ketika pak Presno menjadi kepala sekolah tahun 1996 - 2006 ,  ada istilah Ruang Maha Kudus , sebutan ruang Kepala Sekolah untuk mendisiplinkan siswa yang terkena hukuman karena melanggar tata-tertib sekolah . Mendengar namanya membuat bulu kuduk siswa naik ketakutan apalagi merasakan kesendirian di ruang tembok ukuran 7 x 7 meter  . Setiap siswa yang menjadi terdakwa akan mendapat sanksi sedikitnya 1 hari sampai 1 minggu tergantung kesalahan yang diperbuatnya . 


Memperlakukan setiap orang secara adil. Tidak hanya mendapat haknya, namun juga harus menerima sanksi atau hukuman ketika melakukan suatu kesalahan. Hal ini menurut Aristoteles disebut dengan keadilan komutatif . Bukan semata-mata menerapkan keadilan komutatif terlebih dari itu memberikan penyadaran bahwa telah melakukan kesalahan dan tidak akan mengulang lagi melakukan kesalahan tersebut. Dalam sosiologi hukum disebut memberi efek jera bagi si pelanggar hukum  .   

Berdiri di kantor guru

Ketika siswa diskorsing , bukan dihukum tetapi diberi pembinaan oleh guru . Tetapi siswa atau pihak lain di luar sekolah sering mengatakan dihukum sampai terdengar di telinga orang tua , bad news lebih cepat terdengar dan memberi dampak  dahsyat bagi pendengarnya apalagi didramatisir seperti cerita sinetron sehingga berita tidak benar diulang-ulang pemberitaannya menjadi suatu kebenaran . Akhirnya orang tua protes sambil membawa pengacara . Ancaman dan tuduhan telah terjadi pelanggaran HAM di sekolah . Seharusnya dilihat dulu duduk persoalannya secara proporsional , baru berpendapat bukan diterima tanpa pemahaman yang jelas  langsung berpendapat terjadilah salah paham . Hal ini yang terjadi saat ini betapa mudahnya guru diancam dan di bawa ke pengadilan dengan kasus pelanggaran HAM di sekolah . 

Konseling terhadap siswa


Terhadap ancaman oleh pihak manapun , guru mempunyai hak untuk mendapat perlindungan hukum . Dalam UU N0.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 39 ayat 3 disebutkan “Perlindungan hukum sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencakup perlindungan hukum terhadap tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi, atau pihak lain “. Jadi guru tidak perlu takut ketika ada pihak-pihak yang mengancam , intimidasi dan perlakuan tidak adil . Guru juga bisa minta perlindungan kepada organisasi profesi seperti PGRI , FGII , IGI dan FSGI . Secara perundangan guru mempunyai hak perlindungan hukum ketika seorang guru sedang menjalankan profesinya yaitu sebagai pendidik .

Di ruang Maha Kudus , siswa tiap pagi mendapat renungan dipimpin langsung oleh kepala sekolah kemudian siswa menulis refleksi di buku jurnal terus ditandatangani oleh wali kelas . Setelah itu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru sesuai jam pelajaran . Kalau jam istirahat dipersilahkan untuk istirahat dan kembali lagi ke ruang maha kudus . Satu hari di ruang maha kudus terasa satu tahun menunggu kebebasan . Diam sendiri di jaga kepala sekolah tentu siksaan tiada tara . Pengalaman siswa mendapat hukuman menjadi memori yang membekas di hati siswa . Paling tidak menjadi pembelajaran tentang arti hidup bahwa seseorang bisa saja melakukan kesalahan dan memperbaiki kesalahan itu . Seorang guru memberi sanksi hukuman kepada siswa bukan berarti guru itu benci kepada muridnya tetapi dibalik itu ada kasih sayang orang tua agar nanti tidak terjerumus kepada perbuatan jahat. Bukan membenci secara  pribadi terhadap siswa tetapi perbuatan yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku. Tetapi hal ini tidak bisa dilakukan secara instan seperti membalikkan kedua telapak tangan melainkan melalui pembiasaan setiap hari dilakukan sehingga siswa tahu dan menyadari kesalahannya.

Mencapai kemandirian

Menurut Jean Piaget dalam perkembangan moral menyatakan bahwa manusia mengalami perkembangan moral secara bertahap tidak secara langsung mencapai titik perkembangan . Mulai dari bayi , anak , pra-remaja , remaja,pasca-remaja , dewasa , tua . Kematangan moral setiap masa berbeda , tidak bisa digeneralisasikan tetapi ada tahapnya .Semakin tinggi kognitif seseorang semakin berkembang moralitasnya . Itu menurut Jean Piaget sehingga pendidikan karakter menjadi hal yang penting untuk menumbuhkan kematangan moral seseorang . Tidak bisa dipungkiri pengalaman siswa menghadapi hukuman yang diterimanya memberikan dampak yang signifikan terhadap penyadaran seseorang sehingga ruang maha kudus menjadi salah satu solusi untuk mengatasi tantangan tersebut . Namun setelah pak Presno meninggalkan sekolah , ruang maha kudus lama - kelamaan menghilang . Ruang maha Kudus telah memberi jejak bagi siswa untuk merenungkan dirinya mencapai kedewasaan…(ABC)



Jumat, 20 Agustus 2021

Kuliner

 "Rahasia sukses adalah makan apa yang kamu suka dan biarkan makanan memperebutkannya." - Mark Twain

Ramainya pasar dekat sekolah


Warung makanan dekat sekolah cukup banyak dan bervariasi , segala makanan ada mulai dari China food , fast food sampai local food . Pagi hari biasanya saya mampir di jalan Tanjung Duren dekat bank Danamon , ada gerobak makanan jual sayur ketupat , Rp 15.000 satu bungkus berisi sayur ketupat dengan tahu dan telur . Atau di dekat BCA ada penjual nasi uduk ,rasanya gurih enak sehingga banyak orang bergiliran antri beli takut tidak kebagian , harganya Rp 15.000 dengan sepotong telur dan tempe goreng . Ketika saya masih naik bus umum dari rumah dan berhenti di depan Untar . Begitu turun dari bis di depan mata ada penjual jus , biasanya saya beli tanpa es atau jalan lima meter ada warung sunda , harganya murah Rp10.000 sudah cukup lengkap untuk sarapan apalagi ada sambal terasi yang cukup lezat . 

Delapan belas tahun  penjual Jus 

Kalau kesiangan biasanya saya tidak mampir dan baru beli nanti setelah di sekolah . Kalau pagi hari tidak mengajar saya keluar sebentar untuk beli di pasar kecil dekat GKY . Dulu dekat GKY ada sop kambing , biasanya dibungkus harganya Rp22.000 .

Di pasar beragam makanan , langganan saya warteg tetapi penjualnya bukan orang Tegal tetapi dari Purwodadi . Saya panggilnya mbak biasanya sudah tahu pesanan saya , jadi cepat pelayanannya . Harganya Rp 20.000 sudah mendapat sepotong ayam atau ikan dengan sayur lengkap , cukup untuk sarapan kalau kelebihan untuk makan siang . Bagi ibu-ibu bisa borong di pasar ,ada sayuran , buah-buahan maupun snack . Makanannya pun macam-macam , ada nasi hainam , nasi campur , nasi rames tetapi harganya cukup mahal untuk kantong saya , paling murah Rp25.000 . Mungkin pasarnya terletak di kawasan elite Green Ville sehingga harganya cukup mahal. 

Sayur ketupat lezat


Dekat pasar ada penjual makanan tek-tek , ada penjual cakwe dan kue bantal dari Kalimantan , gorengan dan penjual Jus yang cukup laris karena benar-benar Jus buah . Sering kita lihat banyak orang jual jus tetapi air dan esnya banyak sedangkan buahnya sedikit ditambah susu manis dan gula , rasanya manis tapi rasa buah tidak terasa. Kalau ini jus benar-benar terasa buahnya harganya juga mahal , satu gelas Rp 15.000 . Depan sekolah persis ada penjual gado-gado dan karedok .Kalau berjalan lima langkah dari penjual gado- gado ada deretan penjual makanan , mulai warteg ,bakso Siantar , mie bakso , sop iga , pecel lele dan di depan toko buku Immanuel ada warung makan milik penjaga keamanan daerah tersebut  . Ibu dan anak jualan di warung itu , gerombolan guru sering nongkrong dan makan di situ tetapi setelah anaknya menikah dan suaminya meninggal jarang para guru beli makan di situ .

Cakwe dan kue bantal...

Hampir dua tahun sampai sekarang , ada gubuk derita yang menempel dengan bangunan sekolah , jual makan dengan sayur dan lauk pauk lengkap. Tetapi kadang kala kalau sudah siang sudah habis karena banyak juga yang antri . 

Kalau sudah bosan dengan menu yang sama tiap hari maka kita cari nasi  Padang , saksang , babi panggang atau rica-rica dari Manado lewat pesan Mas Jas. Kalau yang ingin makanan dengan selera macam-macam bisa order lewat grabfood , pokoknya makan enak bikin kenyang...(ABC)


Sabtu, 14 Agustus 2021

PANCASILA


Bung Karno dan Tito
Bung Karno pernah bertanya kepada 

Presiden Yugoslavia, Josep Broz Tito, kurang lebih sebagai berikut: "Tuan Tito, jika anda meninggal nanti, bagaimana nasib bangsa anda?"

Dengan bangga, Josep berkata, "Aku memiliki tentara-tentara yang berani dan tangguh untuk melindungi bangsa kami."


Setelah menjawab pertanyaan ini, Josep ternyata gantian bertanya, "Lalu bagaimana dengan negara anda, sahabatku?"

 

Dengan tenang Bung Karno berkata, "Aku tidak khawatir, karena aku telah meninggali bangsaku dengan sebuah

'way of life', yaitu Pancasila."

Selamat Indonesia Jaya


Menurut para ahli sejarah di Serbia, di antara Indonesia dan Yugoslavia, yang paling berkemungkinan pecah atau mengalami disintegrasi seharusnya Indonesia. 

Alasannya, Yugoslavia lebih beruntung dibandingkan Indonesia, karena wilayahnya tidak terpisah-pisah dan tidak beretnis sebanyak Indonesia. 

Namun, ternyata bangsa Yugoslavia pecah menjadi 6 (enam) negara-negara kecil seperti Serbia, Kroasia, Bosnia, dan lain-lain. 


Menurut mereka, bangsa Indonesia ternyata lebih beruntung karena memiliki pegangan hidup Pancasila yang menyatukan penduduknya yang terdiri atas berbagai suku/golongan dan memeluk berbagai agama dan kepercayaan.


"Aku tidak mengatakan aku yang menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami tradisi-tradisi kami sendiri dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah."

(Bung Karno)


#KomunitasCintaPejuangIndonesiaKCPI




Kamis, 12 Agustus 2021

OB

 "Sendirian kita bisa melakukan begitu sedikit; bersama-sama kita bisa melakukan banyak hal." - Helen Keller

Bingkisan di hari lebaran


Office Boy ini berasal dari bahasa Inggris. Office memiliki arti kantor sedangkan Boy ini sendiri bisa diartikan sebagai Pemuda atau Laki-laki. Secara harfiah, office boy bisa diartikan sebagai pria yang memenuhi segala kebutuhan di dalam kantor. Walaupun dalam kenyataannya ada juga wanita tetapi tetap saja sebagai OB bukan OG ( Office Girl ). 

Hari ulang tahun

Saya sebagai guru tidak hafal nama OB  di sekolah . Saya hanya menyapa mbak dan mas setiap ketemu atau minta bantuan . Setiap pagi OB sudah siap membuka pintu ruang sekolah , menyiapkan remote AC dan berbagai keperluan lainnya. Setelah istirahat pertama   atau siang secara bergiliran membersihkan wc dan kamar mandi .Mengirim/mengambil dokumen dari TU atau Kepala Sekolah ke ruang guru atau sebaliknya. Melayani permintaan fotokopi/faksimili. Membereskan piring, gelas dan perlengkapan makan siang guru .  Itu pekerjaan rutin yang dilakukan setiap hari , belum nanti sore hari kalau guru mau pulang , sudah siap membereskan ruang guru mulai lantai , meja , kursi ,lemari dan segala peralatan lainnya. Belum ruangan kelas dibersihkan semua dari sampah yang berserakan . Ruang lab Komputer , lab Fisika, Biologi dan Kimia dibersihkan semua dari kotoran bekas praktikum . Perpustakaan dan kantin juga tidak ketinggalan di bersihkan . Kamar mandi dan WC selalu dibersihkan berulang-ulang karena untuk menjaga kesehatan dan keindahan .Jam lima sore para OB pulang setelah semua pekerjaan selesai .

Isirahat setelah kerja

Pada momen tertentu ada kesibukan tersendiri kalau sedang ada PAS ( Penilaian Akhir Semester) dan PKK  ( Penilaian Kenaikan Kelas) karena harus menyiapkan ruangan untuk keperluan ulangan umum bagi siswa . Kesibukan lain sampai harus lembur kalau ada kegiatan IPEKA Games , pentas seni dan wisuda . Karena acara sampai petang sehingga membutuhkan ekstra untuk mengurusi peralatan yang harus dikembalikan seperti semula.


Pulang dulu yaa

Kedekatan dengan guru memberikan pengaruh kepada kita sebagai satu keluarga . Ketika ada guru yang berulang tahun mengadakan acara makan bersama , mereka pun diajak atau kalau kita ada peringatan hari agama seperti natal atau paskah mereka pun mendapat bingkisan . Setiap lebaran mereka mendapat bingkisan dari guru dan karyawan , dengan iuran bersama kita belikan bingkisan untuk para OB. Tidak ada diskriminasi dan jurang pemisah di antara kita . Ketika ada yang sakit , melahirkan anak atau menikah kita pun memberikan bantuan kepada mereka . Kadangkala kita sedih kalau ada yang meninggalkan karena kontrak sudah selesai. OB di Indonesia merupakan pekerjaan sistem outsourcing artinya pekerjaan berdasarkan perjanjian yang sewaktu-waktu bisa di PHK . Tanpa OB tentu kita akan kesulitan , kita terbantu dengan adanya OB . Semua pekerjaan ada perannya dan tidak dapat bekerja sendiri. Peran terkecil apapun menjadi hal yang terpenting dalam sebuah tim.  Belajar dari OB kita bisa melihat sisi kehidupan lain bahwa mereka bagian dari kita…(ABC)


Rabu, 11 Agustus 2021

Pak Pri

 “ Jadilah seseorang yang ketika kamu lahir, semua tertawa dan hanya kamu yang menangis. Lalu ketika kamu wafat, semua orang menangis dan kamu tersenyum.”

- Mahatma Gandhi-



Tiga puluh tahunan pak Pri menjadi satpam keamanan di sekolah , segala hal berkaitan dengan keamanan lingkungan sekolah menjadi tanggung jawabnya . Seluruh ruang dengan berbagai sisi mulai dari kunci , kondisi  dan isi ruangan hafal diluar kepala . Ruang apa saja dia tahu kuncinya , betapa mesra dan lama jalinan  hubungan dengan ruangan di sekolah , sehingga tahu seluk - beluk tiap ruangan . Sarang hantu pun tahu dimana berada ruangannya . Tiap hari jam 12 malam keliling sekolah , suara cekikikan perempuan , suara air mengalir dari wastafel dan suara jejak kaki berjalan sering mengganggu pak Pri tetapi cuek saja pak Pri dengan gangguan itu . Namun sekarang sudah tidak terdengar lagi suara-suara itu karena manusia  tidak  takut lagi dengan hantu justru hantunya yang ketakutan dengan manusia  sehingga hengkang pergi  entah kemana .


Rumah pak Pri di dalam lingkungan sekolah sehingga benar-benar menjadi penjaga 24 jam .  Di jaga oleh pak Pri belum pernah terjadi kasus pencurian , karena ada kerjasama dengan RT/ RW di lingkungan sekolah dan kantor kepolisian yang jaraknya 100 meter dari sekolah .Tiap sore mau pulang sekolah atau tidak ada jam mengajar sering ngobrol dengan pak Pri , saya cukup akrab dengan pak Pri apalagi istri pak Pri berasal dari daerah sama dengan saya yaitu Purbalingga . Klop lah sudah kalau ketemu dengan istri pak Pri apalagi dengan dialek ngapak , ora ngapak , ora kepenak . Istri pak Pri jualan nasi di kantin sekolah lain tetapi kadang-kadang menerima pesanan makanan dari orang lain . Kadang-kadang guru kalau ada acara pesan juga kepada istri pak Pri . Rumahnya kecil seluas dua kamar tetapi itu lebih dari cukup , daripada ngekost di Jakarta berapa bayarnya . Bersyukur mendapat fasilitas rumah sebagai tempat kediamannya .

“ Kalau saya pensiun , nanti saya pulang ke kampung istri saya pak . Jadi petani atau dagang kecil-kecilan . Kita bisa main-main bersama di sana , nanti saya mampir ke rumah Bapak “kata pak Pri suatu hari ketika saya mampir di ruang satpam di depan sekolahan . Istri pak Pri berasal dari kota yang sama dengan saya . Jarak ke kampung tempat saya kira-kira 7 km . Saya berasal dari Penaruban  sedangkan istri pak Pri dari Bobotsari , beda kecamatan tapi satu kabupaten  Purbalingga  . Pak Pri mempunyai anak  yang sekarang sudah menjadi Sarjana Hukum dan lulus S-2  dalam bidang hukum di Untar . Bekerja di kantor Notaris di daerah Kebon Jeruk , Jakarta Barat . 

“ Anak saya mau bekerja di kota tempat tinggal istri saya , mau buka kantor notaris . Sekarang kerja dulu cari modal dan setelah saya pensiun bersama keluarga akan kembali ke kampung “ kata Pak Pri ketika saya pamitan akan meninggalkan sekolah beberapa waktu yang lalu .

“Anak bapak ngak kerja di Jakarta saja pak . Karier lebih cepat maju pak “ gurau saya .

“ Tidak pak , sudah capai mau istirahat di kampung “ jawaban pak Pri yang terakhir sebelum saya meninggalkan sekolah . 

Saya belajar dari pak Pri dalam mendidik anaknya sampai tingkat tinggi , Dengan kesederhanaan sebagai seorang satpam bisa mendidik anaknya mencapai kesuksesan . Tidak ada tujuan yang berlebihan dalam hidupnya setelah mengantar anaknya mencapai cita-cita  , dia kembali ke kampung halaman . Tempat yang sunyi , sepi dan menyendiri…(abc)


Rabu, 04 Agustus 2021

Mas Jas

" Kebenaran terbesar adalah kejujuran, dan kepalsuan terbesar adalah ketidakjujuran."

Orang Samaria yang baik hati...


Mas Jas nama  pembantu sekolah , kerjanya banyak mulai fotocopy urusan sertifikasi , makanan , beli bumbu terasi sampai ngambil uang di atm atau setor uang untuk iuaran PGRI . Karena kejujuran dan kepolosan wong Jawa sehingga menjadi kepercayaan tiap guru . Tanpa henti mas Jas bekerja , pagi , siang sampai sore . Dengan honda bebeknya setiap hari dipakai ,  jaket ditubuhnya dan helm di kepala siap mengarungi macetnya kota Jakarta . 


Kepala sekolah atau Koorlok mungkin bisa tidak masuk karena sakit atau keperluan lainnya dan itu tidak ada pengaruh bagi guru-guru . Sekolah tetap jalan , tanpa ada hambatan . Tetapi kalau mas Jas tidak datang sehari , ruang guru ramai karena tidak ada yang bisa bantu beli keperluan apapun untuk pembelajaran . Bingung harus berbuat apa , apalagi kalau satu hari jam mengajar penuh . Kalau ada mas Jas , ditelpon dan kita tulis keperluan apa saja maka dengan segera mas Jas bisa melakukan yang terbaik bagi kita . Kadang uang kita kurang untuk membeli sesuatu , mas Jas akan menganti kekurangan uang kita . Kalau ada kelebihan uang sebesar apapun akan dikembalikan sesuai dengan bon dan struk pembeliaan . Sangat jujur dan apa adanya , sangat sulit untuk mencari pegawai dengan sikap sejujur  itu . 

“ Bekerja harus jujur  karena dengan jujur kita dipercaya dan dihargai " kata mas Jas waktu saya suruh ambil uang di ATM . Dia memberikan uang dan struknya ke saya dan saya lihat sama antara uang dengan struknya . Kalau orang tidak  jujur bisa saja mengambil uang saya semua di ATM dan dibawa kabur  . Tetapi itu tidak dilakukan. " Di dunia hanya mampir ngombe mas , nanti hidup kekal di akhirat " suatu ketika mas Jas bicara tentang kehidupan . Filasafat Jawa yang mengatakan di dunia hanya mampir ngombe membekas di hati mas Jas. Hidup didunia sebentar seperti sedang mampir untuk minum . Paling lama umur 80 tahun masih diberi hidup di dunia . Setelah itu kita akan hidup kekal di surga atau neraka? Kadang saya termenung dan malu sendiri , berkali-kali saya tiap pagi ikut renungan, kebaktian , KTB dan retret , apakah saya mempunyai kejujuran  seperti mas Jas ? 

 Orang Samaria yang baik hati , perumpamaan yang diceritakan oleh Tuhan Yesus menggambarkan bagaimana orang Samaria yang dipinggirkan , dikucilkan dan diabaikan dalam masyarakat tetapi mau menolong orang yang terkapar di tepi jalan . Pada saat bersamaan seorang  imam , jabatan orang terpandang , setiap saat berdoa di bait Allah dan menjadi pelayan Tuhan melihat orang yang terkapar di pinggir jalan tetapi hanya melihat kemudian pergi. Demikian seorang keturunan Lewi hamba Tuhan setiap waktu mempersembahkan korban di bait Allah hanya melihat orang terkapar lalu meninggalkan orang tersebut . Tuhan Yesus lalu bertanya kepada murid , “ Siapa yang disebut dengan sesama lalu dijawab oleh muridnya “ Orang yang telah menolongnya “. Kemudian Yesus berkata , "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"

Mas Jas tidak pernah ikut renungan pagi , KTB atau kebaktian apalagi retret tetapi hatinya telah melakukan apa yang difirmankan oleh Yesus . Tetapi itu sudah tugas seorang pembantu sekolah harus melakukan sebaik-baiknya , kalau tidak melakukan pecat saja . Bukan hanya semata-mata telah melakukan  pekerjaan . tetapi mas Jas sudah melakukan dengan hati yang jujur tidak bersungut-sungut . Hal ini terlihat dalam raut wajah selalu terpancar gembira tanpa ada paksaan . Dalam hujanpun tetap  dilakukan pekerjaan itu sebagai tanggungjawab dan memberikan yang terbaik bagi semua orang . Di sekolah saya belajar kejujuran dari seorang bernama mas Jas…(abc)

 

Senin, 02 Agustus 2021

Retret

Aku telah mengakhiri pertandingan  yang baik  , aku telah mencapai garis akhir  dan aku telah memelihara iman. [ 2 Timotius 4:7 ]


Kenangan retret pertama 25 tahun lalu

Dua tahun sekali di sekolah diadakan retret guru . Dalam kamus bahasa Indonesia retret diartikan mengundurkan dari dunia ramai untuk mencari ketenangan batin . Memang benar para guru pindah tempat selama tiga hari dua malam dari dunia ramai mencari ketenangan di suatu tempat yang sepi di luar kota misalnya Puncak Bogor . Bukan sekedar mencari ketenangan batin tetapi mendekatkan diri dengan Tuhan melalui firman Tuhan yang dibawakan oleh pendeta dan hamba Tuhan .


 Mulai tahun 1995 saya mengikuti retret yang pertama kali di villa Hutan Pinus di Puncak Bogor .Saat itu jumlah guru yang ikut masih sedikit sekitar 200 orang yang terdiri dari guru dari 4  lokasi yaitu Tomang , Puri dan Pluit dan Sunter . .Apalagi guru SMA hanya satu lokasi yaitu Puri sehingga kami guru SMA paling menonjol karena lawannya guru TK ,SD dan SMP .Tetapi saat itu kami semua mengikuti retret dengan bahagia tanpa memandang perbedaan jenjang . Kami semua sama menjadi peserta retret untuk belajar dan saling-melengkapi firman Tuhan .

Kebersamaan selalu ada

 Pendeta Dr. William Ho dan G.I. Lois Koerniawati almarhum  menjadi pembicara saat itu tentang pelayanan . Tentu menjadi guru bukan sekedar pekerjaan untuk mengajar tetapi Tuhan memberi anugerah untuk menjadi pelayan bagi Tuhan dan sesama . Seperti Kristus telah melayani bukan dilayani . Pendidikan menjadi penting untuk mencerdaskan bangsa ,IPEKA hadir memberi pelayanan pendidikan di Indonesia . Kita sebagai guru sebagai ujung tombak dalam pelayanan pendidikan . Itu ucapan  pendeta Dr. William Ho  saat memberikan materi di hari pertama retret . Diakhir retret ada tantangan komitmen pelayanan sebagai seorang guru . G.I. Lois Koerniawati almarhum memberi materi tentang arti pelayanan seorang guru Kristen . Saat itu saya secara pribadi dan beberapa guru menjawab tantangan dengan maju ke depan dan G.I. Lois Koerniawati memberkati doa berkat kepada kami sebagai pelayan Tuhan . Dua tokoh pendiri sekolah IPEKA pendeta Dr. William Ho dan G.I. Lois Koerniawati almarhum memberikan inspirasi dan motivasi menjadi seorang guru .  Dua puluh lima tahun kemudian Tuhan memberi berkat kepada saya yang telah menyelesaikan tugas sebagai guru dengan baik . Finishing Well telah menjadi bagian hidup saya untuk mengakhiri sebagai guru di SMAK IPEKA Tomang .

Setelah ikut  retret bisa melihat malaikat di atas

Dua puluh lima tahun saya menjadi guru dan paling tidak telah  mengikuti 11 kali retret di sekolah IPEKA . Banyak tema dan materi menjadi berkat dalam perjalanan hidup saya . Retret menjadi tempat reuni bagi saya , banyak teman guru yang kini menjadi kepala sekolah , staf di kantor pusat atau menjadi guru di lokasi lain . Menjadi kebanggaan juga karena ada juga para alumni yang menjadi guru atau karyawan di sekolah dan kantor pusat .


Ketemu murid yang jadi guru...


Retret menjadi tempat sharing iman , dialog dan kesaksian orang percaya . Tiga hari dua malam mengikuti retret menjadi pengalaman yang indah dan berkesan . Ada kejadian lucu kalau tidak salah tahun 2004 ketika retret di Lembang . Kita menginap hotel tetapi bekas rumah sakit yang diubah menjadi hotel . Di malam hari banyak orang ketakutan karena ada suara wanita menangis , suara bunyi air di wastafel dan bunyi orang sedang berjalan . Hiruk- pikuk terdengar karena banyak orang ingin pindah tempat tidur . Tetapi kondisi berlangsung tidak lama , dengan doa akhirnya tidak terdengar lagi keributan . Atau karena kami kelelahan sehingga suara apapun tidak terdengar . Setelah acara materi retret berakhir kami memang jalan-jalan bergerombol dengan kepala sekolah sebagai ketuanya . Mumpung di Lembang bisa menikmati dinginnya udara sambil minum yakult dan sate kelinci di pinggir jalan . Serumput kopi , kacang dan sate menemani kita ngobrol melupakan sejenak materi retret .


Antara yang tiada dan masih ada...
Dengan mengikuti retret kita bisa melihat berkat dan anugerah Tuhan kepada sekolah IPEKA . Tahun demi tahun Tuhan memberi kepercayaan jumlah siswa untuk dilayani di sekolah IPEKA . Selama duapuluh lima tahun menjadi guru di IPEKA , Tuhan telah menganugerahkan dengan perkembangan yang cukup pesat terhadap sekolah IPEKA . Sekarang ada Kantor Pusat di Jakarta dengan lima lokasi ,di Bekasi satu lokasi dan Tangerang satu lokasi . Di luar Jawa ada di Balikpapan , Makasar dan Palembang . Ribuan murid bagaikan ladang siap untuk dituai , retret menjadi refleksi guru mempersiapkan dan mengembangkan sebagai seorang pelayan  bagi kemuliaan Tuhan .( ABC)


 

Minggu, 01 Agustus 2021

Lenong Koplak

 Manusia tidak memiliki talenta yang sama, tapi kita memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan talenta kita. [John F. Kennedy]

Lenong koplak siap tampil


Jaman dulu di RCTI ada lenong rumpi , di TPI ada lenong bocah dan sekarang di sekolah ada lenong koplak . Menurut Kamus Bahasa Gaul, arti kata koplak adalah terlihat bodoh tetapi lucu dan dapat menghibur orang lain. Arti lainnya dari koplak adalah kata dalam bahasa jawa yang berarti bodoh namun biasanya digunakan sebagai kata untuk gurauan. Nama koplak sendiri atas usulan pak Theo terhadap lenong beranggotakan guru-guru yang akan pentas untuk acara natal lokasi


Tahun 2017 , saat itu pak Theo punya usulan untuk membentuk lenong untuk acara natal . Akhirnya usulan itu disambut baik dan saya disuruh menulis skenarionya . Hanya satu hari saya membuat skrip dialog lenong ala betawi sehingga bahasa lu dan gue menjadi ciri  khas tiap dialog . Ceritanya tentang anak orang kaya yang masuk dalam pergaulan bebas akibat broken home . Mabuk-mabukan , pesta dan narkoba setiap hari dilakukan tanpa mengenal lagi orang tua apalagi Tuhan . Sampai akhirnya polisi menangkap karena keterlibatan anaknya dalam kasus narkoba dan pertobatan terjadi . Ceritanya biasa saja dan sering ditampilkan tetapi dikemas dengan dialog banyolan sehingga membuat penonton dari awal sampai akhir pentas tertawa terus . 

Pak Theo in action...

Improvisasi para pemain diacungkan jempol karena hampir sembilan puluh persen adalah hasil emosi pemain , sepuluh persen berupa skrip naskah dialog hanya untuk pedoman saja apalagi menghafalkan dialog banyak lupanya daripada ingatnya . Jadi dagelan  Srimulat dipakai   pokoknya dialog jangan berhenti pokoknya ngomong apa saja . Namanya juga lenong , apalagi koplak tidak ada yang berani protes . Latihannya pun dua atau tiga kali , jadi hanya modal nekat berani tampil di panggung . 

Bersatu dalam panggung , bersatu dalam makan



Sukses pertunjukan pertama karena terhibur dan orang bisa tertawa melupakan segepok pekerjaan . Kemudian tahun berikutnya tampil untuk yang kedua kali . Ceritanya tentang pertobatan preman Betawi dengan berbagai perilaku preman . Pak Theo sebagai pemain utama memerankan dengan kocaknya . Dialognya cukup berani karena menyindir guru , kepala sekolah dan sekolah . Namanya juga cerita lenong tidak ada yang tersakiti dengan sindiran tersebut . Pertunjukan sukses juga karena pemain bermain lebih rileks dan sudah menguasai panggung . Enam puluh menit pertunjukan selesai tetapi terasa singkat karena cerita banyak banyolan dan adegan yang lucu . Semua tertawa sebelum tertawa dilarang dan susah membuat orang tertawa . Hal ini sudah dilakukan oleh lenong koplak , biarlah orang tertawa dan kafilah tetap berlalu atau   show must go on .

Kumpulan orang-orang berbakat

Tak terduga dan tak terkira guru SMA mempunyai talenta yang hebat , lenong koplak sudah membuktikan . Guru-guru baru pun ikut terlibat sehingga ada peluang untuk meneruskan lenong koplak tetap ada . Selepas purna bakti sebagai guru hanya berharap lenong koplak masih eksis dan berkarya . Bakat dan talenta sudah ada tinggal mengembangkan diri . Dalam dunia marketing , lenong koplak punya nilai jual dalam PSB untuk menarik jumlah siswa bahkan menjadi trade mark sekolah seperti IPEKA games , Teto dan Kepo e- magazine . Perlu ada upaya dan usaha , sekolah bagaikan warung makan  untuk menawarkan makanan enak dan pelayanan  baik . Walaupun jaraknya dan harganya mahal karena enak makanannya dan pelayanannya baik maka banyak pengunjung dan pelanggan yang datang . Bahkan harus datang lebih awal dan mau antri untuk mendapat makanannya karena takut kehabisan makanan. Demikian juga dengan sekolah , sekolah yang mempunyai ciri dan karekter tersendiri yang membedakan dengan sekolah lain akan diminati dan dicari oleh orang . Jangan mengikuti ekornya tetapi jadi kepala itu petuah Tionghoa . Petuah ini mengingatkan agar jangan ikut-ikutan sekolah lain , kita harus jadi kepala dan punya prinsip , biarlah orang lain yang mengikuti kita dan kita tetap jadi kepala. Semoga IPTO tetap menjadi kepala bukan ekor…(ABC)


Organisasi Bayangan versi Nadiem

                   Nadiem dengan belajar merdeka "Pendikan adalah paspor untuk masa depan karena hari esok adalah milik mereka yang mem...