Cari Blog Ini

Selasa, 13 Juli 2021

Pulau Pari...


Senja di pulau Pari


"Jangan pernah berhenti belajar, karena hidup tak pernah berhenti mengajarkan."


Pulau Pari adalah salah satu kelurahan di kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, Indonesia. Pulau ini berada di tengah gugusan pulau yang berderet dari selatan ke utara perairan Jakarta. Dengan pantainya yang berpasir putih dan berair bening kehijauan, Pulau Pari menjadi

salah satu objek wisata di Kepulauan Seribu.


Tahun 2006 , SMAK IPEKA Tomang mengadakan study lapangan ke pulau Pari . Karena keterbatasan tempat penginapan dan akomodasi study lapangan di bagi dua yaitu jurusan IPA terlebih dahulu berangkat sedangkan jurusan IPS belakangan berangkatnya .

Perjalanan ke Pulau Pari


Pagi hari jam delapan kami berangkat dari pelabuhan Muara Angke . Dua perahu bertenaga mesin sudah kami sewa , dua jam perjalanan ke pulau Pari . Arus gelombang dan angin mengantar kami ke pulau Pari . Tidak heran kalau hampir semua penumpang pusing dan muntah karena goncangan keras gelombang menghantam perahu sehingga terombang-ambing di tengah laut . Setelah sampai di pulau Pari ada brewing di base camp untuk menentukan home stay di rumah penduduk .Hari pertama mereka di beri kebebasan untuk menikmati keindahan pantai putih di pulau Pari . Sengat panas mentari menyinari tubuh dan muka mereka sehingga warna menjadi  gelap gulita . Tetapi mereka menikmati saja dengan mandi , main bola atau berenang di tepi pantai . Malam hari baru berkumpul di base camp untuk mendengarkan potensi pulau Pari yang dibawakan nara sumber dari Pusat penelitian oseanografi LIPI . Pulau Pari menjadi pusat penelitian oseanografi Indonesia  untuk  mengetahui tentang budidaya tanaman laut maupun biota laut.

Hari kedua siswa IPA mengadakan pengamatan dengan dibantu oleh para peneliti LIPI mengkaji terumbu karang ,berbagai jenis ikan ekonomis konsumsi, ikan hias, moluska, krustasea,echinodermata dan biota lainnya .


Bintang laut kekayaan laut kita


Pulau Pari merupakan salah satu gugusan pulau di kawasan kepulauan Seribu. Kelimpahan echinodermata diperairan Pulau Pari sudah diamati sejak 1969. Pada penelitian ini pengambilan data echinodermata dilakukan pada bulan Maret 2011 dengan metode transek kuadrant 1 x 1 m2 , serta metode koleksi bebas dengan bantuan snorkel dan peralatan selam. Hasil penelitian ditemukan 13 jenis echinodermata yaitu 1 jenis (Archaster typicus) dengan metode transek kuadrant dan 12 jenis echinodermata dengan metode koleksi bebas. Kepadatan bintang laut Archaster typicus di lokasi penelitian adalah berkisar antara 2,1–4,3 individu/m2. 

Siswa IPS mengkaji dengan mengadakan wawancara kepada penduduk di pulau Pari mengenai pengaruh sosial-ekonomi dan budaya terhadap pulau Pari sebagai salah satu destinasi pariwisata bahari di Kepulauan Seribu DKI Jakarta . Hal ini akan berpengaruh terhadap situasi dan kondisi pulau Pari .Perubahan ini dikaji berdasarkan teori-teori yang telah dipelajari di sekolah mengenai perubahan struktur masyarakat dalam pelajaran sosiologi , sehingga siswa tidak hanya berkutat dengan teori-teori tetapi mengintegrasikan dengan fakta yang ada dalam masyarakat .  Disinilah proses pembelajaran terjadi dengan mengkaitkan teori dengan kondisi yang terjadi dalam masyarakat .

Hutan mangrove 


    Sore hari dengan para peneliti dan penduduk pulau Pari kami menanam mangrove di pinggir pantai. Hutan mangrove merupakan suatu komunitas vegetasi pantai tropis yang didominasi oleh beberapa spesies bakau yang  dapat    tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur. Komunitas ini pada umumnya tumbuh pada daerah intertidal dan supratidal yang cukup mendapat aliran udara, terlindung dari gelombang yang besar dan arus pasang surut yang kuat.Mangrove sangat bermanfaat bagi manusia baik dari segi ekologis,biologi, maupun segi ekonomis. Fungsi ekologis dari hutan mangrove sangat penting yaitu sebagai penghasil organik (detritus) yang sangat produktif merupakan pangkal dari mata rantai pangan detritus yang penting artinya di ekosistem pesisir. Selain itu, sistem perakaran vegetasi hutan mangrove yang menyediakan tempat berlindung yang baik bagi berbagai biota yang hidup didi dalamnya. Fungsi fisik, yaitu menjaga kestabilan garis pantai, melindungi tepian sungai dan pantai, pembentukan lahan atau daratan baru, melindungi daratan di belakangnya dengan pemandangan gelombang dan angin badai dari laut,menahan lumpur dan menangkap sedimen dari darat atau aliran permukaan (melindungi padang lamun dan terumbu karang), mendaur ulang unsur-unsur hara yang penting. Fungsi biologis, yaitu :Hal ikan bertelur, kamar bayi dan tempat makan bagi aneka jenis udang, ikan dan biota laut lainnya (terutama sumber daya yang layak ekonomis penting), habitat bagi berbagai kehidupan pembohong. fungsi ekonomi,yaitu: akua/mari-kultur, rekreasi, penghasilan kayu, untuk bahan konstruksi, bahan bakar (kayu bakar, arang dan alkohol) maupun bahan baku untuk pembuatan arang dan bubur (bubur kertas). 

Api unggun telah menyala


      Malam hari mengadakan barbeque di pinggir pantai sambil menikmati ikan , udang dan cumi-cumi bakar . Api unggun terasa menghangatkan badan di terpa angin laut dan bunyi ombak yang semakin lama menderu dengan kerasnya .


Menikmati keindahan dalam laut

         
Hari ketiga , pagi hari kami ke tengah laut untuk snorkeling di Pulau Pari sangat menyenangkan dan bisa membuat siapa saja kagum dengan keindahan lautnya. Ada 3 spots snorkeling yang bisa dicoba ketika mengunjungi pulau ini, yaitu Bintang Rama, Karang Kapal, dan Area Perlindungan Laut. Di tiga spots tersebut terdapat pembudidayaan terumbu karang. Bukan hanya terumbu karang saja, karena di sana juga terdapat ikan-ikan kecil yang turut menghiasi alam bawah laut di Pulau Pari ini. Ada kejadian lucu di tempat itu , ketika menikmati keindahan alam di bawah laut , telapak kaki saya tertusuk duri bulu babi.Rasanya perih luar biasa akhirnya saya ke perahu dan disitu telapak kaki saya dikencingi oleh Pak Theo guru olah raga yang menuntun badan saya . Kenangan ini tak terlupakan di pulau Pari . Setelah puas bermain ,akhirnya kami makan siang di Base Camp dan kembali ke Jakarta .[abc]

 

Sabtu, 10 Juli 2021

HALIMUN...

           



Halimun telah menyapa


 "Jangan pernah menganggap belajar sebagai tugas, tetapi anggaplah sebagai kesempatan berharga untuk mempelajari sesuatu." (Albert Einstein)

Gunung Halimun merupakan gunung yang terletak di antara sebagian besar Kabupaten Bogor, juga Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Lebak. Gunung dengan ketinggian sekitar 1.925 mdpl ini merupakan gunung tertinggi di provinsi Banten dan termasuk dalam wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Di sebelah timur gunung ini terdapat Gunung Salak. Nama Halimun berasal dari bahasa Sunda yang berarti "kabut".

Gunung salak dari kejauhan


Taman Nasional Gunung Halimun–Salak (TNGHS) adalah salah satu taman nasional yang terletak di Jawa bagian barat. Kawasan konservasi dengan luas 113.357 hektare ini menjadi penting karena melindungi hutan hujan dataran rendah yang terluas di daerah ini, dan sebagai wilayah tangkapan air bagi kabupaten-kabupaten di sekelilingnya. Dengan lingkup wilayah yang bergunung-gunung, dua puncaknya yang tertinggi adalah Gunung Halimun (1.929 m) dan Gunung Salak (2.211 m). Lebih dari 700 jenis tumbuhan berbunga hidup di hutan alam di dalam TNGHS,dan keberadaan beberapa jenis fauna penting yang dilindungi di sini seperti elang jawa, macan tutul jawa, owa jawa, surili, dan lain-lain. Kawasan TNGHS dan sekitarnya juga merupakan tempat tinggal beberapa kelompok masyarakat adat, antara lain masyarakat adat Kasepuhan Banten Kidul dan masyarakat Baduy. 

Siap bertempur



Study lapangan SMAK IPEKA Tomang ke Halimun dilakukan dua kali yaitu tahun 2004 dan 2005 . Jarak Jakarta ke Halimun  98,2 km ditempuh dengan menggunakan bis selama dua  jam turun di Jalan Raya Gunung Salak berhenti kemudian diganti dengan menggunakan L 300 Colt Mitsubishi ke desa Malasari dekat dengan Taman Nasional Gunung Halimun . Perjalanan membutuhkan dua jam sampai ke desa Malasari . Di desa Malasari kami disambut dengan perkebunan teh yang sangat luas . Sejauh mata memandang hamparan perkebunan teh menjadi daya tarik tersendiri . Setelah itu baru kami turun ke bawah menginjak desa Malasari tempat kami menginap tiga hari dua malam . Desa Malasari memiliki 6.470 Hektar atau 78% dari total luasan desa yang seluas 8.262,22 Hektar adalah Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Serta sebesar 971,22 Hektar atau 11.8% merupakan perkebunan teh Nirmala Agung dan sisanya sebagian besar merupakan persawahan dan kebun-kebun masyarakat.  Desa Malasari menjadi obyek study lapangan karena memiliki tiga karakter yaitu   hutan tropis dengan berbagai macam pesona flora dan fauna didalamnya, kawasan agro dengan pesona lansekap alam dan  perilaku sosial budaya masyarakatnya menjunjung tinggi kearifan lokal dan budaya leluhur. Ketiga karakter ini menjadi obyek pengamatan bagi siswa untuk mencari informasi , mengkaji dan merumuskan hasil pengamatan sebagai hasil evaluasi dalam bentuk laporan sebagai prasyarat kelulusan siswa .


Glowing Mushroom


Selama tiga hari dua malam kami menginap di desa Malasari , hari pertama kami istirahat dan malamnya siswa IPA secara berkelompok pergi ke Taman Nasional Gunung Halimun yang jaraknya 1 km dari penginapan . Mereka berjalan berkelompok dengan cahaya lampu senter . Badan diselimuti jaket untuk menahan dinginnya malam dan gelapnya kabut . Terlihat dari kejauhan seperti hantu dewa api karena hanya terang lampu senter yang terlihat . Setelah sampai di Taman Nasional Gunung Halimun mereka disuruh mematikan lampu senter , mereka kaget dan tercengang memandang alam disekitarnya . Terlihat dengan jelas nyala api seperti lampu natal gemerlap memancarkan sinar di malam hari . Mereka mengadakan  pengamatan  Glowing Mushroom atau jamur menyala memiliki kemampuan bioluminescent yang dapat mengeluarkan cahaya hijau di malam hari untuk menarik serangga dalam membantu menyebarkan spora jamur. Jamur ini merupakan salah satu ikon flora Taman Nasional Gunung Halimun Salak, masyarakat setempat sering menyebutnya dengan sebutan “Supa Lumar” . Tentu ini pengalaman yang indah bagi siswa IPA  memperkaya pengetahuan sambil mengamati secara lansung di lapangan bukan hanya berupa teori saja dalam kelas .


Melacak pengetahuan


Hari ke dua , siswa dibagi menjadi dua kelompok yaitu jurusan IPA dan IPS . Siswa IPA ke Taman Nasional Gunung Halimun untuk mengadakan pengamatan di hutan lindung Halimun . Hutan Halimun adalah sebuah ekosistem yang dicirikan oleh tutupan pepohonan yang cukup rapat dengan Komposisi pohon tegakan yang terdiri atas semua jenis tumbuhan yang menonjol dengan beraneka ragam karakter. Dalam segarnya udara rimba, dapat menikmati aneka pohon berusia hingga sekitar 200 tahun dengan balutan lumut dan sulur liana yang mendompleng.Dari beberapa pohon yang bertumbangan akan ditemukan anggrek dengan umbi semu menutup hampir rata pohon tumbang dengan umbinya, di cabang pohon yang berdiri tegak atau dibawah kanopi pohon , keindahan tanaman anggrek hutan halimun yang laksana Laboratorium alam yang menyimpan sejuta anggrek. Tidak kurang dari 244 spesies burung dan 90 jenis diantaranya adalah burung yang menetap 27 spesies di antaranya adalah jenis endemik Pulau Jawa yang memiliki daerah sebaran terbatas seperti elang jawa (Spizaetus bartelsi), luntur jawa (Apalharpactes reinwardtii), ciung-mungkal jawa (Cochoa azurea), celepuk jawa (Otus angelinae), dan gelatik jawa (Padda oryzivora). Burung elang Jawa yang identik dengan lambang Negara Indonesia banyak di jumpai di Halimun . Di kawasan ini pula bermukim setidaknya, 16 jenis katak, 12 jeniskadal, 9 jenis ular, 77 jenis kupu-kupu, dan 37 jenis mamalia kecil, beberapa di antaranya adalah kelelawar yang tergolong dalam ordo Chiroptera. Halimun menjadi laboratorium alam untuk belajar kehidupan hayati sebagai tempat untuk memperkaya pengetahuan .


Mengkaji permasalahan masyarakat


Siswa IPS mengadakan pengamatan terhadap masyarakat desa Malasari .Dengan wawancara terhadap masyarakat Malasari ingin dikaji tentang perubahan masyarakat terhadap modernisasi dilihat dari pengaruh modernisasi tersebut . Tradisi pertanian masyarakat dengan berbagai aktivitas pendukung kegiatan bercocok tanam yang masih terjaga oleh hukum-hukum leluhur  dengan apik pada keseharian penduduk Malasari. Akumulasi perilaku pertanian dapat terlihat dari beragam tradisi yang kerap menjadi hajatan tahunan seperti upacara seren taun serta sedekah bumi sebagai perlambang rasa syukur manusia terhadap Tuhan yang maha kuasa yang telah memberikan rezeki yang berlimpah melalui Bumi. Hal ini tentu menarik untuk dikaji dengan berbagai teori perubahan masyarakat yang telah dipelajari dalam kelas dalam pelajaran Sosiologi . Dengan demikian siswa dapat mengintegrasikan antara teori di kelas dengan fakta di lapangan .


Curug Pi'it 


Jam dua belas siang mereka kembali ke Base camp untuk makan siang dan sore hari jam tiga siap-siap untuk berjalan-jalan 7 km ke air terjun  Curug Pi’it yang memiliki ketinggian + 70 meter, curahan airnya yang sejuk berwarna hijau tosca membentuk kolam besar berdiameter 10 meter dengan kedalamnya mencapai empat meter. Berjalan ke curug Pi’it melewati jalan perkebunan teh , sawah , sungai yang mengalir dengan jernihnya . Setelah sampai di air terjun badan lelah terbayar sudah dengan keindahan air terjun dan derasnya air membasahi tubuh memberi kesegaran yang tiada tara .


Perpisahan untuk sebuah kenangan


Esok hari jam delapan pagi , kami pamit dan kembali ke Jakarta . Sejuk angin pegunungan dan mentari bersinar memberi salam perpisahan untuk sebuah kenangan..[abc]



Jumat, 09 Juli 2021

Pangandaran...

Pagi  cerah di pantai Pangandaran


 "Sekolah memang tempat untuk belajar, tapi belajar tidak harus di sekolah. Dunia dan seluruh isinya menyimpan banyak ilmu yang masih tersembunyi."


 Pantai Pangandaran merupakan pantai yang menghadap ke Samudra Hindia. Pasir putih dan pasir hitam, disertai dengan kondisi alamnya yang masih indah dan alami, ditambah lingkungannya yang bersih dan berombang tenang serta pemandangan matahari terbenam yang spektakuler.Di pantai Pangandaran ini terdapat sebuah daratan yang menjorok ke laut dikenal yang sekarang menjadi cagar alam atau hutan lindung yang dikenal sebagai Cagar Alam Pananjung seluas 530 hektar, tanjung inilah yang mengambat atau mengurangi gelombang besar untuk sampai ke pantai serta jarak antara pasang dan surut relatif lama sehingga memungkinkan orang untuk berenang dengan aman. Di dalamnya terdapat gua-gua yang terbentuk ratusan bahkan ribuan tahun. Gua alam yang terbentuk itu di dalamnya terdapat bebatuan stalagtit (endapan berbentuk batuan keras) dan batuan granit yang menggantung di langit-langit. Kondisi pantai yang menjorok ke laut membuat gelombang cukup landai sehingga banyak Nonelayan dari wilayah lain datang. Selain itu, terdapat pula menara pengawas milik bay watch atau biasa disebut life guard.


Berpose sejenak


Dua kali SMAK IPEKA Tomang mengadakan study lapangan di Pangandaran tahun 2003 dan 2009. Perjalanan Jakarta ke Pangandaran sejauh 340 km ditempuh 8 jam perjalanan .Dengan menggunakan 4 bis wisata mulailah perjalanan menuju ke Pangandaran . Jam tiga sore sampai di Pangandaran ,kemudian siswa mulai mencari tempat penginapan di rumah penduduk . Sengaja tidak menginap di hotel atau penginapan yang banyak terdapat di pinggir pantai tetapi ingin menyatu siswa dengan penduduk sekitar tempat tersebut . Mereka belajar kehidupan dengan masyarakat sekitar pantai tersebut. Belajar tentang kehidupan biotik di laut dan hutan cagar alam menjadi objek penelitian bagi siswa jurusan IPA .Masyarakat nelayan dengan segala aspek kehidupan dan perubahan menjadi objek penelitian bagi siswa jurusan IPS .Keindahan pantai Pangandaran menjadi daya tarik sendiri untuk menikmatinya.Pasir putih dengan gelombang laut menjadi wahana betapa agungNya ciptaan Tuhan .Cagar alam Pananjung menjadi objek penelitian untuk mengamati flora dan fauna sebagai kekayaan hayati.Berbagai tumbuhan , kicauan burung dan monyet bergelantung sekali-kali merebut makanan para pengunjung.Terdapat gua-gua kecil dengan stalagtit bisa diamati tentang riwayat bebatuan dalam bidang geologinya .  Perubahan sosial-ekonomi menjadi hal yang menarik untuk dikaji karena dulu merupakan nelayan yang sekarang mulai berangsur meninggalkan mata pencaharian dengan menjadi pedagang baju , souvenir atau guide. Pariwisata menjadi industri yang mulai berkembang dan ini berdampak terhadap sosial,ekonomi dan perubahan budaya. Belajar tidak hanya di kelas tetapi setiap lingkungan bisa menjadi sumber belajar.Pangandaran menjadi wahana mengembangkan sikap berfikir untuk belajar mencari permasalahan , mengkaji,menganalisa dan mencari solusi terhadap permasalahan tersebut . Jangan melihat hasil tetapi proses bagi siswa untuk mengasah pikiran dan peduli terhadap lingkungan.


Green Canyon Pangandaran


Di Pangandaran ada satu sebuah destinasi wisata menarik bernama Green Canyon atau yang juga dikenal dengan Cukang Taneuh. Layaknya Green Canyon di Amerika, keindahan alam merupakan salah satu primadona bumi Parahyangan.  Terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran , hanya membutuhkan satu jam perjalanan dari pantai Pangandaran .Menikmati keindahan alam Green Canyon harus ditempuh dengan perahu yang bisa disewa seharga Rp150 ribu untuk kapasitas 5-6 orang..Setelah kita menyewa perahu kita akan diantar menjelajahi arus sungai yang berwarna jernih .Kejernihan air berwarna bening dan toska akan muncul di musim kemarau serta siap menghipnotis kalian. Beda halnya jika musim hujan ketika debit air tinggi dan berwarna kecokelatan.Selama perjalanan menyusuri Green Canyon, akan banyak batu alam yang terbentuk secara alami dan menambah kecantikan objek wisata ini. Di tengah Green Canyon terdapat jembatan tanah yang menghubungkan desa. Oleh sebab itu masyrakat sekitar menyebutnya Cukang Taneuh yang memiliki arti jembatan tanah. Keindahan Green Canyon sungguh sanggat indah dan menakjubkan untuk dinikmati setiap saat.

Empat hari tiga malam kami mengunjungi Pangandaran , ada pengalaman dan pembelajaran untuk bekal di masa depan .Malam hari ketika menikmati api unggun di tepi pantai dengan deru ombak terdengar perlahan dan angin sepoi menyapa ditengah kedinginan malam . Api yang menyala menghangatkan badan . Ikan bakar ,cumi bakar dan udang bakar menjadi santapan malam . Nyanyian dengan iringan gitar mendayu memberikan suasana keakraban dan kekeluargaan di antara kita . Sungguh kenangan terindah di Pangandaran …(abc)


Selasa, 06 Juli 2021

Baduy

 

Baduy yang masih asri

Pendidikan bukan cuma pergi ke sekolah dan mendapatkan gelar. Tapi, juga soal memperluas pengetahuan dan menyerap ilmu kehidupan" (Shakuntala Devi)


Suku Baduy salah satu suku di Indonesia yang tinggal di Desa Kanekes,Kecamatan Lebak, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten . Berjarak sekitar 120 km dari Jakarta. Mereka tinggal di daerah yang terpencil di Gunung Kendeng, sehingga untuk mencapai daerah tersebut juga dibutuhkan waktu yang relatif lebih lama dan jalan yang berat. Untuk menjelajahi Desa Kanekes dengan luas 5130,8 hektar, kita harus berjalan kaki, karena tidak ada alat transportasi apa pun. 

Menurut sejarahnya orang Baduy merupakan bagian dari suku Sunda yaitu suku asli masyarakat Propinsi Jawa Barat dan Propinsi Banten, bahasa yang digunakan mereka juga bahasa sunda. Diperkirakan mereka pindah di daerah terpencil di Gunung Kendeng ini pada abad 16, bersamaan dengan runtuhnya Kerajaan Pajajaran. Dahulu sebelum Islam masuk ke Indonesia dan Jawa, pengaruh agama Hindu dan Budha sangat kuat, termasuk Kerajaan Pajajaran. Pada tahun 1579 masuklah Islam untuk menghancurkan Pajajaran dan masyarakat disana berpindah ke agama Islam. Ada sekelompok masyarakat yang menolak untuk masuk kedalam Islam, kemudian mereka berpindah tempat dan mengasingkan diri. Kelompok tersebut yang kemudian dinamakan Suku Baduy. Sebutan "Baduy" merupakan sebutan yang diberikan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat tersebut, berawal dari sebutan para peneliti Belanda yang agaknya mempersamakan mereka dengan kelompok Arab Badawi yang merupakan masyarakat yang berpindah-pindah (nomaden). Kemungkinan lain adalah karena adanya Sungai Baduy dan Gunung Baduy yang ada di bagian utara dari wilayah tersebut. Mereka sendiri lebih suka menyebut diri sebagai urang Kanekes atau "orang Kanekes" sesuai dengan nama wilayah mereka, atau sebutan yang mengacu kepada nama kampung mereka seperti Urang Cibeo.

Tak ada kata lelah...


Demikian kondisi suku Baduy yang menjadi obyek study lapangan bagi siswa SMAK IPEKA Tomang .Awal study lapangan ke Baduy tahun 1996 di SMAK IPEKA Puri .Saat itu rombongan naik kereta api dari Stasiun Kota menuju stasiun Rangkasbitung .Kami menyewa dua gerbang kereta api .Setelah sampai di Rangkasbitung dilanjutkan perjalanan dengan menggunakan  mobil Isuzu menuju desa Kanekes kabupaten Lebak . Butuh satu setengah jam perjalanan menuju Kanekes .Dari Kanekes mulai berjalan kaki menuju Gajeboh tempat suku Baduy Luar  tinggal .Dibedakan Baduy dalam dan luar . Dilihat dari pakaiannya kita bisa menentukan mana Baduy dalam dan luar . Pakain putih- putih dikenakan oleh suku Baduy dalam  sedangkan pakaian hitam-hitam dikenakan oleh suku Baduy luar.Tempat Baduy dalam masih 10 Bukm dari tempat Baduy Luar . Cukup capai juga perjalanan kaki sejauh 7 km .

Berjumpa dengan suku Baduy Dalam


Dalam perjalanan kita bisa menikmati keindahan alam asri , hutan dan jalan naik-turun perbukitan .Sesampainya di Gajeboh ,diperlihatkan rumah asli beratap rumbai bambu dan dinding terbuat dari bambu dan diikat dengan tali dari bambu juga.Tidak dipaku terhadap dinding rumah karena paku dianggap buatan orang luar. Suku Baduy menurut hukum adat dilarang menggunakan benda-benda buatan orang dari luar . Tidak ada listrik , barang elektronik dan transportasi .Kemanapun pergi suku Baduy akan berjalan kaki .Membawa barangpun diangkut dengan pundak atau dipikul .Tidak menggunakan hewan seperti sapi atau kuda.Jangan harap kita bisa makan daging atau ikan .Mereka makan vegetarian atau umbi-umbian direbus atau dibakar , jarang digoreng dengan minyak sehingga kalau kita makan rasanya hambar . Untuk itu , kami membawa lauk - pauk sendiri dari Jakarta . Sebagai obyek study lapangan , siswa telah diberi tugas sesuai dengan jurusan.Siswa jurusan  IPA berkaitan dengan pelajaran Biologi meneliti keanekaragaman hayati di sekitar lingkungan dan pelajaran Fisika meneliti energi gerak di arus sungai .Siswa jurusan IPS berkaitan pelajaran Sosiologi mengamati pengaruh masyarakat dunia luar dengan masyarakat Baduy yang masih tertutup , pelajaran Sejarah mengamati peninggalan masa lalu dari masyarakat Baduy dan berkaitan dengan hukum adat Baduy untuk pelajaran PPKn.Karena menggunakan bahasa Sunda untuk wawancara dengan penduduk setempat maka setiap kelompok ada peterjemah dari penduduk di luar Kanekes. Komunikasi akhirnya dapat berjalan baik tanpa kendala. Untuk perangkat desa bisa menggunakan bahasa Indonesia mulai dari Jaro pemimpin tertinggi suku Baduy sampai sekretaris desa dan ketua dusun .Walaupun dengan kondisi masyarakat seadanya tanpa ada pengaruh dari dunia luar terlihat kebahagian terpancar dalam wajah para siswa.Mereka gembira bersenda gurau mandi bersama di sungai dekat rumah penduduk .Tentu belum pernah mereka nikmati di Jakarta. Kondisi yang tenang ,semilir angin sejuk dan suara gemericik air sungai memberi kedamaian menghilangkan sejenak suara berisik kebisingan kota Jakarta. Tiga hari dua malam kami menikmati kehidupan Baduy , hari begitu singkat tetapi ada pembelajaran yang kami pelajari kehidupan suku Baduy . Mereka sangat dekat dengan alam .Mereka peduli dengan alam dan bersatu dengan alam .Kelestarian alam dijaga dengan serasi tanpa mengganggu kehancuran alam sekitarnya.


Kapan ke Baduy lagi

Tahun 2001 dan 2002 SMAK IPEKA Tomang datang ke Baduy tetapi kondisi berbeda dengan kedatangan kami tahun 1996 karena Baduy sekarang sudah dijadikan cagar budaya .Dengan semakin banyaknya orang ingin datang ke Baduy menjadikan Baduy menjadi daya tarik wisatawan .Tentu ini berdampak terhadap infrastruktur untuk memenuhi akomodasi para pelancong .Sekarang sudah banyak agen travel yang menawarkan Baduy sebagai tempat wisata dengan berbagai fasilitas yang tersedia. Dampak negatif tentu bisa terjadi , suku Baduy dijadikan industri bisnis pariwisata dan akhirnya keaslian suku Baduy sebagai keanekaragaman budaya semakin lama akan semakin mengilang tertelan oleh waktu…(ABC)


Minggu, 04 Juli 2021

TETO

Teater Tomang (TETO)

 “Sebuah perjalanan ribuan mil dimulai dari langkah kecil.”

Teater Tomang (Teto) merupakan wahana apresiasi dan inspirasi siswa SMAK IPEKA Tomang dalam seni teater dan pertunjukan . Berawal  ibu Mega guru Bahasa Indonesia memberikan ide untuk membuat program seni pertunjukan sebagai apresiasi siswa untuk tugas pelajaran Bahasa Indonesia .Mulailah Bu Mega dan saya bergerilya untuk mencari kelompok teater dan berbagai macam seni.Pertama tentu ke TIM sebagai pusat seni di Jakarta .Langsung saya bertemu dengan bagian sekretariat Dewan Kesenian Jakarta dan mendapat nama sutradara sekaligus pemimpin teater. Sutradara sekaligus pemimpin teater bernama Manahan Hutauruk .Berdasarkan referensi Dewan Kesenian Jakarta , Manahan merupakan sutradara dan pimpinan teater yang berkali-kali menjuarai teater yang diadakan oleh Dewan Kesenian Jakarta tingkat provinsi maupun nasional .Bahkan teater SIM yang dipimpinnya menjadi teater terbaik tingkat Jakarta .Akhirnya kami diberi alamat dan nomer HP , saat itu juga ditelpon dan sekarang sedang berada di Bulungan dekat SMA 70 Jakarta Selatan markas teater SIM. Saat itu juga kami langsung menuju ke Bulungan  bertemu dengan saudara Manahan .Kamipun berbicara sampai akhirnya Apresiasi Seni diadakan di Graha Bhakti Budaya TIM Jakarta . Apresiasi Seni menampilkan berbagai seni mulai dari puisi , monolog , pantomin dan yang terakhir pertunjukan teater SIM untuk diapresiasi oleh siswa . Pertunjukan diadakan siang hari sehingga pagi hari harus ada kegiatan maka diadakan kunjungan ke gedung MPR dan DPR untuk tugas pelajaran PPKn .Sukses juga Apresiasi Seni maka kami mengusulkan untuk dijadikan program sekolah dua tahun sekali dan disetujui oleh pihak sekolah . 

Setelah tampil dengan senyuman


Kerjasama dengan Manahan berlanjut untuk menjadi pelatih teater maka mulailah di buka kelas ekstrakurikuler di SMAK IPEKA Tomang . Bu Mega dan sayapun mulai merancang untuk mengadakan pentas seni yang melibatkan semua siswa . Kalau dua tahun yang lalu siswa hanya sebagai penonton , sekarang siswa diberi peran untuk menampilkan seluruh talenta yang dimilikinya . Bu Mega akhirnya ditunjuk sebagai ketua dan saya sebagai sekretaris .Setengah tahun mulai dipersiapkan mulai dari musik , nyanyi , paduan suara , tari dan teater . Pentas seni baru pertama kali dilaksanakan sehingga tidak ada pengalaman untuk mulai mengerjakan . Namun dengan semangat , kerja keras dan doa pentas seni berjalan dengan sukses . Pertunjukan teater pertama  mendapat sambutan hangat penonton . Pentas seni diadakan dua kali pertunjukan , pertama pagi untuk siswa sedangkan malam untuk umum .Diakhir pertunjukan dipentaskan Ello sebagai pamungkas acara pentas seni . 

Terus berlatih


Teater menjadi bunga semerbak sehingga banyak kumbang mendekat . Tanggal 4 April 2007 berdirilah Teater Tomang ( TETO ) , mulailah melangkah kaki ke depan . Banyak siswa yang menjadi anggota dan latihan mulai keras dijalankan . Manahan dengan beberapa  anggota teater SIM menggembleng dengan disipin . Hasilnya setiap pementasan di GBB TIM Jakarta selalu mendapat sambutan dan pujian yang positif .Dalam perjalanannya TETO mulai mengikuti Festival Teater Pelajar se-Jabodetabek . Mengikuti Festival teater pelajar pertama tidak menghasilkan apa-apa . Tetapi ada keberanian untuk tampil di muka publik . Festival  ini diselenggarakan di Bulungan Jakarta Selatan .  Tempat ini sebagai wahana seniman Jakarta untuk mengekspresikan diri .

Kerja keras menghasilkan prestasi


        Tahun 2011 , TETO mulai unjuk gigi . Semua kategori penilaian juri disabet bersih sehingga menjadikan TETO mendapat predikat teater pelajar terbaik se-Jabodetabek  . Perjalanan empat tahun , sejak 2007 ternyata tidaklah sia-sia . Selama itulah TETO menjadi trade mark sekolah kami  . Ketika orang luar mengatakan TETO maka yang ada dibenak mereka adalah SMAK IPEKA Tomang . Inilah bagian dari promosi untuk menjaring siswa.

Kak Aan guru , sahabat dan kakak telah dipanggil Tuhan

Hari Minggu , 8   November 2015 Manahan Hutauruk dipanggil Tuhan . Dunia seni Tanah Air kembali berduka di awal November. Pendiri Teater SIM (Suara Inspirasi Muda) yang berdiri pada 17 Agustus 1993, Manahan Hutauruk tutup usia. Pria kelahiran 8 Juli 1973 itu meninggal dunia karena penyakit jantung.

"Telah berpulang seniman Teater indonesia manahan hutauruk pendiri Teater SIM, meninggal pada hari Minggu dini hari karena terkena serangan jantung dan disemayamkan di TPU PONDOK RANGGON jam 14.00," demikian keterangan dari salah seorang sahabat, Teguh Priahanto kepada detikHOT, Senin (9/11/2015).  Berita ini tentu menyedihkan  semua orang termasuk TETO yang telah dibimbing sejak awal sampai tutup  usia . Bertahun-tahun kak Aan sebutan anak-anak anggota TETO telah menjadi pembimbing , pelatih ,kakak dan guru . Terdengar lengkingan suara keras bang Manahan kalau marah atau pujian menepuk pundak karena puas dengan pementasan menjadi kenangan yang tidak bisa dilupakan oleh para anggota TETO.

Penampilan di festival teater SMA


Sepeninggalnya Manahan almarhum , tentu belum ada pelatih pengganti tetapi ada teman-temanya yang seperti Deo assisten sutradara dan Grace alumni yang mendampingi TETO untuk tetap berlatih . Untuk mengenang almarhum Manahan dipentaskan acara TRIBUTE TO MANAHAN ! Acara ini dipersembahkan oleh Teater SIM & Teater Teladan dalam bentuk gabungan kolase dari karya alm. Manahan Hutauruk yang dibawakan oleh teater-teater SLTA yang dibimbing beliau.  Persembahan ini dalam rangka mengenang karya dan jasa guru tercinta dengan naskah-naskah terbaik dalam tajuk  -TAWA MANAHAN- Diikuti oleh 5 teater SLTA di Jakarta yaitu Teater Atella,Teater Bias,Teater Nalatar , Teater Patlapiti dan Teater Teto .Acara Sabtu , 9 April 2016 di GRJS Bulungan , Jakarta Selatan .Saat itu saya,ibu Lydia,ibu Mega dan ibu Eunike nonton teater Teto sepeninggalnya almarhum Manahan.

Penampilan terakhir Teto ,kapan pentas lagi


            Tanggal 1 Juni 2018 , TETO pentas di GBB TIM Jakarta , entah generasi ke berapa mereka manggung tetapi bisa mengobati kerinduan pencinta TETO. Banyak juga alumni anggota TETO yang hadir untuk bernostalgia kejayaan TETO di masa lalu …(ABC)


Sabtu, 03 Juli 2021

Kepo e-magazine

 



" Menjadi seorang jurnalis bukanlah hal yang mudah karena dibutuhkan passion yang hebat dalam hal kesungguhan menggali informasi."


Teknologi informasi dan komunikasi yang sekarang berkembang mengalami perubahan dalam bentuk digital . Mulai muncul literasi digital yaitu  kemampuan individu untuk menemukan, mengevaluasi, dan menyusun informasi yang jelas melalui tulisan dan media lain di berbagai platform digital . Menurut Paul Gilster dalam Digital Literacy (1997), literasi digital adalah kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer. Bawden (2001) menawarkan pemahaman baru mengenai literasi digital yang berakar pada literasi komputer dan literasi informasi.Dengan demikian, mengacu pada pendapat Bawden, literasi digital lebih banyak dikaitkan dengan keterampilan teknis mengakses, merangkai, memahami, dan menyebarluaskan informasi.

Untuk mengembangkan budaya literasi di kalangan siswa maka dibentuklah majalah sekolah di SMAK IPEKA Tomang dalam bentuk digital . Kepo e- magazine merupakan hasil karya kreatif murid SMAK IPEKA Tomang .Rencana diterbitkan 2 X dalam satu semester , semester ini sudah dua kali penerbitan .Setiap penerbitan dilakukan oleh sebuah tim untuk menentukan tema setiap kali penerbitan . Guru hanya tut wuri handayani memberi saran , mengkritik dan mengevaluasi hasil karya .Sebelum penerbitan diadakan rapat redaksi dengan guru pembimbing untuk menentukan tema ,isi konten dan materi yang akan disajikan untuk penerbitan . Setelah itu tim mulai bergerak untuk mengerjakan sesuai job description yang telah ditentukan .Reporter mencari sumber berita , wawancara dan referensi untuk menyajikan dalam bentuk literasi sesuai prinsip jurnalistik . Desiger merancang dan mengekspresi dalam bentuk gambar ,suara dan video sesuai tema sekaligus menarik sesuai konten yang disajikan. Editor mencari , memperbaiki dan menerbitkan naskah,tulisan , gambar dan video sesuai dengan tema .Hampir setengah bulan mereka mengerjakan dikoordinasi oleh Tamara sebagai pemimpin redaksi .Hasilnya dua kali penerbitan sudah disajikan dan dapat kita nikmati hasil kreatif mereka. Semoga Kepo e - magazine berkembang lebih baik dan menjadi wahana untuk mengembangkan literasi digital… (abc).

Bisa dilihat : https://emagzipto.wixsite.com/kepoinipto

Kamis, 01 Juli 2021

Covid 19

Foto : Kementrian kesehatan


 Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. (Amsal 17 : 22)



Covid 19 hidup diantara kita , hal itu terjadi dalam keluarga saya .Tanggal 22 Juni 2021  istri saya merasakan badan tidak enak ,pusing dan tidak dapat mencium bau .Wah pikir saya istri saya terkena Covid ,lalu esok harinya saya suruh swab di rumah sakit Husada Jakarta tempat istri saya bekerja . Kemudian diperiksa dan pagi hari mendapat WA bahwa istri saya positif . Tanpa pikir panjang saya suruh keesokan  hari seluruh keluarga diswab di rumah sakit Husada Jakarta sambil memeriksa istri saya . Ternyata tidak ada tempat untuk menampung istri saya karena semua kamar penuh .Tetapi kata dokter tidak usah menginap karena gejalanya ringan hanya diberi resep obat dan disuruh isolasi mandiri di rumah . Saya ,anak-anak dan mertua diswab tetapi hasilnya baru esok hari diberitahu lewat WA .Ternyata hasilnya saya negatif , anak dan mertua saya positif . Anak saya hanya gejala batuk-batuk sedangkan mertua tanpa gejala karena gejala ringan diputuskan untuk isolasi mandiri dan saya melapor kepada ketua RT . Saya mulai bertanya dari mana asal penularan covid 19 ini kemudian saya telusuri .Sebelum istri saya terkena gejala covid 19 , anak saya yang sudah bekerja memang disuruh periksa Antigen karena ada satu orang yang terkena covid 19 di tempat kerjanya .Lalu anak saya diperiksa , hasilnya negatif sehingga dia mulai bekerja lagi .Setelah dua hari kerja saya suruh anak saya diswab agar ada kepastian tertular atau tidak . Ternyata hasilnya positif . Dengan kondisi seperti ini maka saya mulai menjalankan isolasi mandiri keluarga . Saya suruh yang terkena covid 19 tidur di kamar atas sedangkan saya di kamar bawah tidak boleh masuk ke kamar saya dan dibatasi pertemuan sehingga makannyapun terpisah , mandi terpisah dan hubungan lewat video call. Saya mulai beli obat bedasarkan resep dokter , vitamin dan keperluan makanan untuk satu minggu .Puji Tuhan para tetangga memberi bantuan .Dari snak sampai kebutuhan makanan mulai dari minyak ,beras , minuman vitamin , buah-buahan dan masker . Ternyata nilai gotong-royong masih ada di lingkungan terdekat kita yaitu  para tetangga kita .

Hampir tujuh hari isolasi mandiri berlangsung . Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah  mengeringkan tulang. Itu yang menjadi dasar iman sehingga keluarga kami menjalankan dengan suka cita dan doa . Puji Tuhan mulai berangsur-angsur sakitnya menghilang .Istri saya sudah bisa mencium , pusing sudah hilang dan tidak lemas lagi . Anak dan mertua sudah mulai menghilang batuk-batuknya .Tetapi kami masih tetap menjalankan protokol kesehatan dan semoga Tuhan memberikan kekuatan , kesabaran dan penyembuhan sampai berakhirnya isolasi mandiri.(abc)


Organisasi Bayangan versi Nadiem

                   Nadiem dengan belajar merdeka "Pendikan adalah paspor untuk masa depan karena hari esok adalah milik mereka yang mem...