Cari Blog Ini

Selasa, 23 Juni 2020

Belajar dari kekurangannya...

Penyediaan Benih Bukan Lagi Proyek Ecek-Ecek

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu , dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. ( Yesaya 55 : 8 )

 Belajar dari kekurangannya…

               Ada saatnya kita menjadi pendengar yang baik . Hal itu saya lakukan ketika saya menjadi wali kelas XI IPS 2. Saat itu sebut saja namanya H mamanya Lucyana seorang siswa kelas XI IPS 2 datang ke ruangan kantor saya . Dia menceritakan tentang Lucy yang mempunyai kekurangan menjadi tuna runggu sekaligus menjadi tuna wicara . Lucyana sudah saya kenal sejak kelas X sehingga saya sudah memahami  dan mengetahui  tentang kekurangan tersebut . Mungkin karena saya sekarang menjadi walikelasnya  sehingga mamanya perlu menceritakan tentang Lucy . Lalu mamanya mulai cerita tentang Lucy . Sejak kecil memang Lucy telah mempunyai kekurangan dalam pendengaran sehingga mengakibatkan tidak bisa bicara . Usia TK sampai dengan SD dimasukkan ke sekolah Luar Biasa . Namun setelah lulus SD , ada keinginan untuk melanjutkan SMP di sekolah formal. Di daftarkan beberapa sekolah tetapi tidak diterima karena masalah kekurangan tersebut . Sampai akhirnya ada SMP yang mau menerima . Kesabaran guru disertai oleh semangat Lucy untuk belajar yang membuat akhirnya Lucy dapat menyelesaikan SMP . Setelah SMP akan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi yaitu SMA . Akhir kata mamanya Lucy memohon kepada saya agar lebih memperhatikan Lucy . Tentu saja saya sebagai wali kelas akan memperhatikan setiap siswa yang menjadi anak wali saya di sekolah .

       Menjadi guru dan wali kelas Lucy yang mempunyai kekurangan pendengaran dan berbicara menjadi kesulitan tersendiri bagi saya . Ketika saya mengajar selalu ada perhatian khusus untuk Lucy . Mulai dari mulut saya yang harus memperagakan agar Lucy dapat menerima maksud bicara saya . Sampai saya harus membuat catatan khusus agar Lucy dapat belajar di rumah . Tentu ini pengalaman bagi saya karena sebagai guru di sekolah formal , saya tidak diberi pelatihan untuk megajar bagi siswa dengan kekurangan tertentu. Tetapi saya bersyukur ternyata teman satu kelas dapat menghargai dan memahami kekurangan Lucy .

     Belajar dari kekurangan Lucy saya mulai menyadari bahwa Tuhan memberikan kelebihan dari kekurangan yang dimilikinya . Kelebihan dari Lucy adalah kesabaran , ketekunan dan semangat untuk belajar . Hal ini mungkin yang tidak dimiliki oleh orang yang normal tanpa kekurangan apapun. Sayapun belajar bahwa pendidikan adalah untuk semua orang . Pendidkan adalah hak setiap warga negara . Tidak ada diskriminasi terhadap pendidikan .Sayapun menyadari bahwa sebagai guru harus melayani setiap siswa walaupun dalam kondisi apapun.

     Lucy sekarang sudah menyelesaikan pendidikan  SMA dengan baik  , dalam kekurangan pasti ada kelebihan yang dianugerahkan Tuhan kepada kita . Rencana Tuhan pasti ada dalam setiap kehidupan manusia . Kita perlu intropeksi diri ,sudahkah kita tahu rencana Tuhan terhadap kehidupan kia ? Untuk mengetahui rencana Tuhan  perlu ada relasi dan komunikasi yang baik antara kita sebagai manusia dengan Tuhan . Relasi dan komunikasi dengan Tuhan kita perlu pupuk , pelihara dan kita rawat sampai akhirnya membuahkan buah bagi kemulian Tuhan .(abc)

 



Jumat, 19 Juni 2020

Pacaran boleh asal...





Apa yang Harus Dilakukan Apabila Seorang Pria Beda Agama Mendekati ...Sebab  itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni
 (2 Timotius 2:22 )

 Pacaran boleh asal… 

                   Ketika itu saya sebagai wali kelas 2 IPS 2 dipanggil oleh kepala sekolah . Saya begitu kaget ternyata disitu terlihat Bryan , Fanny dan satu orang yang tidak tahu namanya . Saya diperkenalkan oleh Kepala Sekolah dengan Tony nama orang itu yang ternayata pacar Fanny . Kepala Sekolah menceritakan tentang kejadian yang terjadi di kelas 2 IPS 2 . Saya tidak tahu sebelumnya tentang peristiwa tersebut . Karena Bryan anaknya pendiam tidak pernah melakukan apa-apa. Saya kaget dan terkejut mendapat laporan bahwa Bryan sering mengganggu Fanny sehingga mengajak pacarnya lapor kepada kepala sekolah . Bukan itu saja ternyata Bryan mengirim surat yang isinya jatuh cinta kepada Fanny . Surat itupun diberikan kepada saya sebagai bukti bahwa perilaku Bryan memang benar . Mendengarkan laporan dan surat itu akhirnya saya mendekati Bryan . Dengan keadaan menyesal akhirnya Bryan minta maaf kepada Fanny dan pacarnya .

                     Di lain hari saya memanggil Bryan untuk mengetahui tentang kasus itu . Saya menanyakan tentang hal tersebut . Mulai Bryan cerita bahwa dia menyukai Fanny tetapi tidak digubris , sampai akhirnya Bryan menulis surat itu . Sebenarnya Bryan tidak sakit hati kalau    Fanny mau menjawab terus terang kepadanya . Namun karena diam tanpa jawaban membuat Bryan tidak sabar sehingga dia menepuk pundaknya untuk memberi jawaban . Hal inilah yang membuat Fanny marah dan mengajak pacarnya lapor kepada kepala sekolah .

                 Pacaran hal yang wajar bagi remaja seusia SMA . Teringatlah saya tentang Gita Cinta dari SMA sebuah film yang dibintangi oleh Rano Karno dan Yessy Gusman . Film yang laris jaman saya di SMA .  Wajar juga cintanya tidak dibalas . Kesel , marah dan kecewa kalau cintanya ditolak . Tetapi itu semua bagaikan ilalang disela-sela tanaman gandum . Artinya ilalang itu bisa dibuang agar gandum dapat tumbuh subur . Pacaran bisa dibuang kalau hal itu menganggu konsentrasi belajar . Tentukan dulu tujuan belajar , baru kita melangkah untuk mencapai tujuan tersebut . Setelah kita raih tujuan itu baru kita memikirkan hal lain . Hidup perlu adanya prioritas untuk mencapai tujuan kita . Prioritas itu yang menentukan keberhasilan kita di masa depan.

                Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan bahwa pacaran adalah sebuah hubungan yang dijalin oleh seorang perempuan dengan laki-laki, di dalamnya ada rasa kasih dan sayang satu sama lain. Sedangkan, “berpacaran” memiliki arti berkasih-kasihan, bercinta, atau bersuka-sukaan. Sebagai remaja Kristiani perlu tahu pandangan Alkitab tentang Pacaran?

 Di dalam Alkitab, Tuhan memang tidak menetapkan secara jelas mengenai hal berpacaran. Akan tetapi, firman Tuhan memberikan standarisasi hidup yang harus kita lakukan sebagai remaja  Kristen yang memiliki identitas Kristus, yaitu:

  • Tubuh kita adalah Bait Roh Kudus (1 Korintus 6:9)
  • Melakukan yang benar, sebab tidak semua hal berguna bagi hidup kita (1 Korintus 6:12)
  • Hidup kudus dan menjaga kekudusan hidup (1 Petrus 1:15)
  • Menjauhi percabulan (1 Tesalonika 4:3)

            Pacaran bukan masalah boleh atau tidak boleh, tetapi sudahkah kita menjalin sebuah hubungan pendekatan dengan lawan jenis yang sehat dan memuliakan nama Tuhan di dalamnya? Sampai taraf di mana pacaran yang kita lakukan? Oleh sebab itu, marilah kita mengintrospeksi diri dan terus memuliakan Tuhan dalam setiap hidup kita.(abc)


Rabu, 17 Juni 2020

Hati seputih malaikat...



Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan,  suka memberi dan membagi  

( 1 Timotius 6 : 18 )

Hati seputih malaikat…

Rini nama siswa itu , orangnya tomboy dan selalu usil di sekolah . Ada seorang guru matematika baru masuk kelas sudah menjadi permainan Rini . Kursi tempat guru itu di beri minyak gosok sehingga ketika guru itu duduk terkena minyak gosok di celananya .Tentu saja terasa panas guru itu dan perbuatan Rini jadi berita viral di sekolah .Akibatnya Rini mendapat skorsing . Kenakalan Rini ternyata mempunyai dampak bagi teman-temannya karena Rini dianggap sebagai godfather bagi teman seangkatannya. Hobi olah raga menjadi primadona bagi Rini dan teman-temanya , tidak mengherankan berapa banyak trophi yang diperolehnya . Hanya olah raga yang disukai Rini , pelajaran lain nol besar nilainya . tetapi dengan nilai pas-pasan lulus juga dari Jurusan Psychology di Unika Atma Jaya – Jakarta.

 Setelah lulus , Rini terlihat sebagai pengemar treveling . Di benua apa saja pernah di jelajahi , di Facebook terlihat Rini begitu gembira berkelana dengan teman dari seantero dunia . Kadang-kadang dengan bule , kulit hitam atau mata simpit menjadi temannya . Saya heran duit dari mana dia bisa berkelana ke ujung dunia . Dapat bocoran dari temannya dia berkelana ala backpacker dengan uang pas-pasan dan biaya ringan bisa berjalan-jalan kemana saja .

 Saya heran dan terharu dengan Rini , dibalik kenakalannya saat SMA tetapi dia punya rasa empati yang tinggi terhadap sesama. Beberapa tahun yang lalu Rini dengan komplotannya mengumpulkan dana bagi gurunya yang menghadapi kecelakaan . Melalui facebook dan instragram terkumpullah dana untuk membantu gurunya yang terkena kecelakaan dan guru itu adalah saya . Saya mengucapkan banyak terima kasih bagi RINI , siswa SMA yang terkenal badung ternyata mempunyai hati seputih malaikat.(abc)


Senin, 15 Juni 2020

Salah pilih...


Masa Perkembangan Remaja - YouTube

Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.( Filipi 1: 22

Salah Pilih….

Sudah hampir tiga tahun saya  tidak menjadi wali kelas. Tahun pelajaran ini , saya ditugaskan  menjadi wali kelas mengantikan pak Gunawan yang sekarang ditunjuk menjadi staf ahli matematika di kantor pusat. Kelas X-1 menjadi tanggungjawab  saya . Menjadi wali kelas memang termasuk tugas cukup berat apalagi kelas X-1 merupakan kelas yang unik . Karena semua merupakan lulusan dari SMP  sekolah lain bukan SMP dalam sekolah.

 Memperhatikan dan mempelajari setiap karakter anak menjadi tugas saya  sebagai wali kelas termasuk didalamnya Ariel , Perhatian saya  terhadap Ariel memakan waktu yang cukup melelahkan karena tiap hari saya  selalu memperhatikannya. Masalahnya adalah Ariel termasuk anak yang nilainya rendah. Setelah saya  pelajari dia termasuk anak yang tidak bodoh tetapi minat dan bakatnya memang bukan dalam pelajaran IPA maupun IPS tetapi lebih kepada seni yaitu membuat komik . Hampir setiap hari , dia asyik dengan dunia komiknya . Suatu ketika saya suruh membawa hasil komiknya . Ada beberapa komik sudah dibuatnya . Beberapa karakter sudah diciptakan . Sayapun menyakininya kalau Ariel salah pilih jurusan di sekolah . Memang kurikulum kita sudah beda dengan kurikulum negara lain . Negara lain mungkin bisa menerima Ariel untuk memilih jurusan seni . Tetapi di Indonesia hanya ada dua jurusan yaitu IPA dan IPS untuk tingkat SMA  . Di sekolah kejuruanpun belum ada tentang jurusan seni .

Orang tua sudah saya  panggil termasuk membicarakan kepada guru BP. Hasil anaknya tetap rendah nilainya hampir semua pelajaran. Dalam perkembangan remaja di kenal ada tiga katagori remaja yaitu remaja awal berusia 12-15 tahun , remaja madya yaitu usia 15-18 tahun dan remaja menuju kedewasaan yaitu usia 18-21 tahun . Usia SMA yaitu 15-18 tahun termasuk usia remaja  madya . Perkembangan remaja usia madya ini ditandai dengan ciri-ciri mencari identitas diri , ingin menonjolkan diri , lebih percaya kepada teman sebayanya , pikiran sudah ke tahap rasionalitas dan sering terjadi konflik antara guru , orang tua karena dia mempunyai aturan sendiri atau semau gue .

 Pada tahap ini saya berpendapat Ariel sedang melawan dengan yang tidak disukainya . Ariel ingin menunjukkan identitasnya bahwa dia berbeda dengan orang disekitarnya maka dia melawan dengan cara acuh terhadap pelajaran lain dan asyik dengan dunianya sendiri . Kalau hal ini terjadi sebenarnya kita sebagai guru adalah berlaku sebagai pendengar yang baik . Biarlah mereka bicara dan kita mendengar isi hatinya . Kadang-kadang fenomen yang terlihat di permukaan itu bukan masalah sesungguhnya tetapi itu masih tersimpan dalam lubuk hatinya . Bagaikan timbunan salju yang setiap saat bisa meledak . Sebelum timbunan salju itu meledak ,  kita sebagai guru perlu meniliti dan menyelidiki permasalahan yang sebenarnya terjadi.

 Akhirnya Ariel harus tinggal kelas karena tidak memenuhi persyaratan untuk naik kelas . Sayapun menyarankan agar Ariel pindah sekolah atau mengikuti kursus seni komik . Di Jakarta ada lembaga Pendidikan yang bernama ESOA (Erudio School Of Art), sebuah sekolah seni setara SMA dengan kurikulum unik. Menurut Ira, pendirinya, sekolah ini didirikan untuk mengakomodasi pelajar dengan talenta, kebutuhan, dan aspirasi unik yang tidak terlayani baik di IPA, IPS maupun Bahasa.

Saya belajar dari Ariel bahwa sekolah mempunyai keterbatasan . Tidak semua sekolah mempunyai jurusan yang diminati oleh seorang siswa .  Kita sebagai orang tua , ada baiknya berdiskusi dulu dengan anak kita . Mau pilih sekolah mana dan jurusan apa ? Agar kita tidak salah pilih dengan jurusan  anak kita  ! (abc )


Minggu, 14 Juni 2020

Talenta selalu disyukuri...


Dinikahi Fendy Chow, Stella Cornelia Pensiun Jadi Artis? - ShowBiz ...

TUHAN itu baik  kepada semua orang, dan penuh rahmat   terhadap segala yang dijadikan-Nya.

( Mazmur 145 : 9 )

Talenta selalu disyukuri……

Sebuah keberuntungan mempunyai wajah oriental sehingga laku di dunia sinetron . Inilah nasib  Fendy Chow yang sekarang lagi  naik daun menjadi bintang sinetron  . Saya kenal Fendy Chow sejak kelas satu tidak ada hal yang istimewa dari dia . Hanya memang sering ikut kompetisi bahasa Inggris . Itupun tidak menjadi juara hanya sampai semi final .Hubungan semakin erat ketika saya menjadi walikelas dia dan dia menjadi ketua kelas . Saat itu saya menjadi wali kelas 3 IPS 3 . Sejak kelas 3 memang ada perubahan terhadap dirinya . Dia menjadi seorang vokalis dalam group band yang dibentuknya . Dalam acara pentas seni , dia tampil sebagai vokalis walaupun suaranya biasa-biasa saja. Sayapun terkejut ketika acara wisuda kelulusan Fendy , salah satu sinetron yang dimainkan olehnya hadir di televisi swasta .  

Ketika diklarifikasi ternyata sekarang Fendi telah menjadi bintang sinetron . Tidak terduga sosok Fendy menghiasi layar kaca melalui sinetronnya. Tidak disangka dalam dirinya ada talenta untuk menjadi seorang aktor.  Talenta  dimilikinya perlu disyukuri dan dikembangkan dengan kerja keras . Penampilannya di layar kaca bukanlah tiba-tiba seperti menelapakkan kedua tangannya melainkan melalui kerja keras . Tidak dapat disebutkan beberapa kali harus ikut audisi .Ada kegagalan yang harus diterimanya , harus sabar menunggu panggilan untuk shoting . Menjadi figuran atau hanya lewat saja setiap episode telah dilakukan. Sampai akhirnya memerankan menjadi palaku utama untuk sebuah cerita . Semua perlu pengorbanan dan kerja keras . Itulah yang dilakukan Fendy ketika bercerita kepada saya . Ada kebanggaan dan rasa syukur sebagai guru ketika melihat keberhasilan seorang siswa . Seorang siswa mempunyai talenta dan perlu mengembangkan talenta itu , sehingga suatu waktu talenta itu berkembang dan bermanfaat bagi sesama .

Sekolah bukan hanya mencari ijazah tetapi justru menjadi tempat untuk mengasah talenta . Sering ada kebingungan saat di SMA , sebenarnya talenta saya itu apa ? Tetapi ketika sudah tahu dan itu sebuah passion maka dengan mudah akan mengembangkan talenta untuk menuju sebuah kesuksesan . Sekarang yang penting hoby kita  itu apa ? Lalu hobi itu dilakukan setiap hari dan dilakukan secara berulang-ulang  maka akan menjadi sebuah kebiasaan atau habit . Dari kebiasaan ini maka kita  akan menjadi mahir atau ahli . Setelah menjadi mahir tentu kita akan mengembangkan menjadi sebuah prestasi dan karya . Itu yang dilakukan oleh Fendy sehingga memperoleh keberhasilan .

Sekolah bukan tempat untuk mengejar ijazah tetapi tempat untuk bergelut dengan potensi . Apa potensi yang kita miliki sehingga potensi itu  menjadi modal untuk berkarya , tentu kemampun dan potensi setiap orang berbeda . Untuk itu kita perlu mengembangkan potensi itu sehingga tidak hilang dan lenyap begitu saja .  Sudahkah kita sebagai guru mengali dan mengembangkan talenta yang dimiliki oleh seorang siswa ?

Terakhir saya bertemu Fendy di Twety-One SMS Gading Serpong , dia bersama pacarnya . Malam itu mau nonton dan memperkenalkan pacarnya kepada saya tetapi saya mau pulang sedangkan mereka mau menonton film di taeter 2. Tak disangka pacarnya sekarang menjadi istrinya . (abc)


Jumat, 12 Juni 2020

Menggugat IPA dan IPS...

KECAKAPAN ABAD 21 - PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN


Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian.(Amsal 23 : 23 )

Mengugat IPA dan IPS …

Saya menjadi guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraaan hampir 20 tahun , banyak murid sudah menyelesaikan sekolahnya dan memilih Fakultas  hukum di perguruan tinggi . Paling tidak mereka sudah dibekali tentang hukum dan ketatanegaraan melalu bidang pelajaran yang  saya ampu . Namun  saat saya mengajar di kelas 12 IPA 1 , saya terkejut ada seorang siswa yang begitu antusias memperhatikan penjelasan saya waktu mengajar . Bahkan banyak pertanyaan yang dilontarkan berkaitan dengan hukum , kadang-kadang tidak puas minta buku referensi tentang hukum . Saya terkejut dan heran , mengapa  anak IPA begitu bersemangat  dengan pelajaran PPKn yang berisi dengan pasal-pasal dan aturan-aturan normatif ?  Anak IPA lebih suka hal-hal yang pasti dengan rumus hitungan dan jawaban rasional dan objektif . Semakin lama semakin saya memperhatikan murid IPA satu ini yang bernama Aditya . Dalam suatu pertemuan saya mulai bertanya kepada Aditya , mengapa lebih suka pelajaran PPKn dibandingkan dengan pelajaran IPA lainya ?  Dengan bicara serius dia menjawab pertanyaan saya karena ingin melanjutkan fakultas hukum setelah  menamatkan SMAnya . Saya menyadari bahwa minat dan kemauan anak menjadi kekuatan untuk mengejar cita-citanya . Memang benar , Aditya tidak hanya belajar tentang hukum saja tetapi semua pelajaran IPS dilahapnya . Mulai dari Sosiologi ,ekonomi bahkan sejarah . Dia harus belajar dua kali beban belajar yaitu IPA dengan IPS sekaligus . Tiap hari dia belajar dengan mengikuti pelajaran IPA dan IPS . Di bimbingan belajar Aditya mengikuti program IPS untuk mempersiapkan masuk ke Fakultas Hukum sedangkan di pihak lain harus belajar  IPA  untuk mempersiapkan Ujian Nasional . IPA dan IPS menjadi dua jurusan di  SMA yang sekarang masih berlaku di lembaga pendidikan Indonesia . 

Penjurusan di SMA ke dalam IPA dan IPS ada sejak zaman Belanda. Nama dan kategorinya berubah dari masa ke masa. Meski istilah penjurusan kini dilabel peminatan, praktiknya nyaris sama. Menjadi pertanyaan saya apakah penjurusan masih relevan  pada saat sekarang ? Kalau kita melihat UU pendidikan nasional no 20 tahun 2003  psl 12 (1.c) yang menyatakan bahwa setiap peserta didik berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya. Namun dalam kenyataannya peserta didik sudah dibatasi oleh penjurusan di SMA yaitu IPA dan IPS. Dampaknya sebagai guru , saya melihat Aditya sebagai korban tentang sistim penjurusan IPA dan IPS . Pemisahan IPA dan IPS sering menghasilkan pola pikir terkotak-kotak. Imanda Susilo yang lama berkarier di industri migas mengatakan bahwa engineers sering tidak sadar pentingnya pendekatan sosial. Padahal justru kajian para sarjana ilmu sosial lah yang membantu kelancaran tugas teknisi migas di lapangan. Engineers yang memiliki wawasan sosial justru berpeluang untuk menempati posisi pimpinan.

Pendapat ini dikuatkan Evelyn, praktisi Data Analytics dari Red & White. Menurutnya, orang sering memandang IPA dan IPS sebagai dua hal terpisah seperti kode biner, yakni nol dan satu. Padahal mestinya keduanya terhubung secara lebih cair seperti di dunia kerja saat ini. Lulusan Matematika ITB ini menambahkan, kini riset di bidang matematika pun bersifat multidisipliner karena terkait lingkungan, desain, sosial, hukum, dan sebagainya.

Mencermati beberapa pendapat  di atas ternyata tidak perlu lagi membedakan antara IPA dan IPS karena keduanya saling berintegrasi . Untuk itu  ada beberapa sekolah yang menghapus IPA dan IPS misalnya , SMA Cita Hati, Surabaya, mereview seluruh visi dan misinya. Hasilnya, pemisahan IPA dan IPS dihapus. Kepala sekolahnya, Juwati Ureyang, sadar kebutuhan anak sekarang berbeda. Ketika lulus kuliah kelak, mereka harus bersaing, bukan hanya dengan tenaga kerja asing, tetapi juga melawan mesin (kecerdasan buatan). Banyak jenis pekerjaan akan lenyap. Jadi skill apa saja yang perlu diberikan? Beberapa kemampuan menjadi tolok ukur hasil pendidikan, seperti komunikasi, analisa, team work, kreativitas, dan karakter, semua hal yang tidak mampu dilakukan mesin. Proses belajar pun lebih bersifat interdisipliner. Alhasil, kurikulum dirombak. Ada 9 bidang yang harus dipelajari, yakni bahasa, sains, social studies, math, design, visual arts, writing, philosophy, dan community service. Untuk tiap bidang siswa cukup memilih satu mata pelajaran. Tentu ada pelajaran agama dan olahraga sesuai ketentuan pendidikan nasional. Menariknya, tiap pelajaran punya jatah jam sama banyak. Tak ada yang lebih penting dari yang lain. Metode mengajarnya pun sarat dengan praktik (doing). Selain Cita Hati ada pula ESOA (Erudio School Of Art), sebuah sekolah seni setara SMA dengan kurikulum unik. Menurut Ira, pendirinya, sekolah ini didirikan untuk mengakomodasi pelajar dengan talenta, kebutuhan, dan aspirasi unik yang tidak terlayani baik di IPA, IPS maupun Bahasa.

Seringkali sekolah takut melakukan perubahan karena persepsi yang tidak sepenuhnya benar terhadap kebijakan pendidikan nasional. M. Hamka dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk), Kemendikbud, mengutip UU pendidikan nasional no 20 psl 12 (1.c) yang menyatakan bahwa setiap peserta didik berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya.

Lanjutnya, UU tidak mengatur IPA dan IPS. Jadi sekolah dengan model kurikulum unik tidak melanggar regulasi. Kini pemerintah lebih menekankan core competences, seperti collaboration, communication, creativity, critical thinking, cross cultural understanding, ICT, dan career. Semua pelajaran di IPA atau IPS hanya wahana untuk mengajarkan kompetensi di atas. Jadi, sekolah bisa menentukan jenis dan jumlah mata pelajarannya sejauh mencapai standar pemerintah.

Enam tahun kemudian Aditya diundang di sekolah untuk mempresentasikan dan mensharingkan tentang pengalamannya belajar di perguruan tinggi . Aditya sekarang sudah berubah , lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia dengan predikat Cum Laude sekarang menjadi anak buah dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susilowati .(abc).


Kamis, 11 Juni 2020

Kejujuran sang murid...


Jiwaku bersukaria, kalau bibirmu mengatakan yang jujur. 

( Amsal 23 : 16 )

Kejujuran  sang murid ...

“Bapak salah menghitung nilai saya seharusnya mendapat nilai 90 bukan 100 “ kata Febriana disela-sela menerima ulangan harian .

 “Oh...yaa . Tetapi ngak apa-apa deh ini bonus untuk kamu yang jujur “ jawab saya sambil tangan saya mengembalikan kertas ulangan itu kepada Febriana tanpa menghapus nilai ulangan tersebut.

“ Tidak , pak saya tetap mendapat nilai 90 . Ini memang kesalahan jumlah pak “ jawab Febriana . Sayapun malu melihat kejujuran seorang siswa , akhirnya saya ubah nilai itu . Kejujuran menjadi nilai yang mahal saat ini . Bukankah kejujuran menjadi nilai yang langka dan punah di jaman sekarang. Bukankah masih banyak siswa yang protes ke gurunya kalau nilainya jelek . Atau mungkin kalau berhadapan dengan kasus seperti Febriana akan diam . Ini khan kesalahan guru , biarkan saja , Ngak ada yang tahu kok . Febriana dikenal sebagai siswa   yang cerdas . Selalu menjadi juara pertama setiap jenjang kelas . Kecerdasan diimbangi dengan budi pekerti yang baik telah terpatri di dalam hati Febriana . Setelah lulus SMA K IPEKA Tomang mendapat bea siswa melanjutkan ke Nanyang University di Singapura,

Tujuan pendidikan bukan hanya mencerdaskan otak melainkan kecerdasan hati nurani . Sebagai guru pasti tahu bahwa pembelajaran mempunyai tiga aspek tujuan yaitu aspek kognitif , afektif dan psikomotorik . Ketiga aspek ini menjadi satu kesatuan dalam setiap pembelajaran . Ada wacana yang mengatakan bahwa pendidikan sekarang lebih menekankan kepada aspek kognitif . Tidak mengherankan banyak orang  yang cerdas dan pintar di Indonesia tetapi menjadi penghuni penjara karena korupsi . Tidak logis memang kalau orang cerdas ,  mempunyai jabatan dan tentu kaya kok bisa masuk penjara. Dibandingkan misalnya dengan orang yang tidak sekolah , pengangguran dan miskin masuk penjara karena mencuri . Tentu semua ini ada penyebabnya yaitu ketamakan manusia untuk mengumbar nafsu dengan menghalalkan segala cara . Untuk itu diperlukan pendidikan secara holistik antara kecerdasan pikiran , moral spritual  dan sosial .  Sekolah menjadi hal yang penting untuk transformasi pengetahuan , nilai-nilai dan ketrampilan secara integral . Keteladanan dan panutan menjadi hal yang perlu kita lakukan ketika kita mentransformasikan nilai-nilai kepada siswa . Bukan kotbah dan nasehat yang memekakkan telingga ketika mendengarkan . Sebagai guru sayapun harus belajar dari kebaikan sang murid . Sumber belajar  di sekolah bukan buku , perpustakaan , lingkungan , teman sejawat tetapi juga sang murid . Tidak perlu malu kita belajar dengan murid kita .  Kitapun harus menghilangkan keegoan kita . Guru bukanlah segalanya bagi murid . Guru bukan sosok maha tahu . Murid bukanlah objek bagi kita , murid bukan kertas putih yang akan kita tulis sesuai dengan ego  kita . Murid adalah subyek bagi pendidikan yang mempunyai potensi dan pribadi yang unik . Belajar dari murid perlu ada pendekatan sang guru . Bagaimana mungkin kita akan dekat dan akrab kalau diri kita tertutup dinding dengan murid kita . Untuk itu kita perlu membuang celah yang memisahkan antara guru dengan murid . Kesombongan , rasa egois , ingin minta perhatian dan sok tahu menjadi  penyakit ketika kita mengadakan hubungan dengan sang murid. Menjadi seorang gembala itulah hal yang dapat kita lakukan . Gembala selalu mencari dombanya yang hilang . Dengan sikap selalu mendengar tanpa banyak bicara , dengan sikap memperhatikan tanpa minta diperhatikan dan dengan sikap memberi tanpa menerima apapun . Mungkin itu yang dapat kita lakukan sebagai guru . Ada baiknya kita baca cerita filosofi gula di bawah ini :

          Gula pasir memberi rasa manis pada kopi tapi orang menyebutnya kopi manis bukan kopi gula . Gula pasir memberi rasa manis pada teh tapi orang menyebutnya teh manis bukan teh gula .Orang menyebut roti manis bukan roti gula . Orang menyebut syrup padan , syrup apel , syrup jambu padahal bahan dasarnya gula . Tetapi gula tetap ikhlas larut dalam memberi rasa akan tetapi apabila berhubungan dengan penyakit barulah gula disebut dengan penyakit gula . Begitulah hidup  kadang kebaikan yang kita tanam tak pernah disebut orang tapi kesalahan akan dibesar-besarkan . Iklaslah seperti gula dan larutlah seperti gula . Apakah kita sebagai guru bisa seperti gula . Mempunyai sikap iklas larut dalam memberi rasa . Menataplah satu persatu ke wajah murid kita . Pandanglah mata dengan pandangan kasih .Kita akan menemukan cerita di balik kasat matanya . Kita akan menemukan isi lubuk  hatinya . Dengan empati kita akan mendengar cerita suka dan duka mereka . Tidak terlalu sulit untuk mencari solusi bagi murid kita . Kalau hati kita sudah menyatu untuk saling memahami  dan menerima .

        Tahun 2007 , saya mengalami kecelakaan dan dirawat di Rumah Sakit Husada Jakarta . Enam belas jahitan terbalut perban  di kepala saya karena operasi . Jam 19.00  malam masuklah beberapa orang di kamar rawat . Ternyata Febriana bersama orang tua dan adiknya .

“ Ma...Pa..ini Pak Arif guru saya waktu Febri di SMA “ suara Frebriana sambil memperkenalkan kedua orang tuanya kepada saya . Sayapun berjabat tangan dengan mereka bertiga . Ada kebanggaan dalam diri saya , Febriana murid saya masih ingat saya sebagai gurunya . (abc)




Organisasi Bayangan versi Nadiem

                   Nadiem dengan belajar merdeka "Pendikan adalah paspor untuk masa depan karena hari esok adalah milik mereka yang mem...