Cari Blog Ini

Kamis, 28 Januari 2021

Mengajar bukan untuk menjawab soal ujian !

Foto : Kompas.com

 

Guru yang sedang-sedang saja memberitahukan. Guru yang baik menjelaskan. Guru yang ulung mendemonstrasikan. Dan Maha guru itu menginspirasi.  - William Arthur Ward -



Albert Einstein ketika ditanya oleh wartawan tentang besaran kecepatan cahaya yang ditemukan, Einstein langsung menjawab dengan mengatakan, “cari saja di buku saya, otak saya tidak digunakan untuk menghafal, tapi digunakan untuk berfikir!”

Pernyataan  Einstein merupakan kritik  tajam terhadap proses pendidikan yang masih banyak mengedepankan hafalan. Sekarang masih dominan guru  seolah tugas utamanya adalah menyampaikan serentetan fakta yang harus dihafal oleh muridnya. Semakin banyak yang dihafal, maka nilai tes atau nilai ujian semakin bagus. Namun jangan jadikan hal ini sebagai tujuan utama . Akibatnya bisa kita lihat : siswa hanya belajar saat ulangan/ujian ,  siswa akan memiliki rasa takut dengan tes tertulis karena tekanan guru dan orangtua , siswa cenderung hanya belajar materi yang akan keluar saat ujian ,  siswa hanya membaca rangkuman, muncul kasus menyontek dan kecurangan dalam ujian,  Hal ini bisa dilihat   lagi ketika masih ada ujian nasional dan ujian sekolah pada semester 2, (kelas 6 SD, kelas 9 SMP, dan Kelas 12 SMA), sekolah berubah menjadi lembaga bimbingan belajar yang hanya membahas soal-soal saja.

Setiap sekolah, setiap guru, bahkan juga setiap orang tua memiliki standar sukses yang berbeda-beda. Masih mengutamakan  kesuksesan meraih nilai yang bagus saat ulangan atau ujian. Tidak ada yang salah dengan hal ini. Salah satu keberhasilan yang paling mudah diukur dan dilihat adalah hasil nilai saat ujian atau ulangan. Bahkan, tes tertulis merupakan cara termudah mengukur dan mengetahui perkembangan belajar siswa.

Coba kita ingat masa-masa sekolah di tingkat dasar . Apa yang kita ingat ? Apakah materi pelajaran ?  Atau yang kita ingat justru pengalaman menyenangkan dan menyedihkan saat mendapat hukuman? Kita lanjutkan ke tingkat SMP. Apa yang kita ingat dengan kuat? Materi pelajaran atau pengalaman berteman dan berinteraksi dengan gurunya? Di tingkat SMA apakah ada materi pelajaran  yang masih diingat ?  , Coba kita tanya kepada para alumni ,   jawaban mereka tidak ingat lagi materi yang diajarkan tetapi mereka masih ingat amarah guru karena nyontek di dalam kelas . 

Apa yang kita ingat akan memberikan banyak makna . Menghafal fakta-fakta dapat begitu saja berlalu setelah beberapa bulan. Memberikan pengalaman nyata yang melibatkan lima panca indera dalam pembelajaran akan membuat materi pelajaran bertahan lama dalam ingatan. Terlebih lagi, jika yang kita bangun adalah pembentukan cara berkomunikasi dan pembentukan karakter peserta didik. 

Pembelajaran menggunakan lima panca indera membantu siswa untuk mempunyai pengalaman yang berkesan bagi siswa . Penggunaan metode V-A-K (Visual-Auditorial-Kinestetik) merupakan penggabungan metode pembelajaran dengan menggunakan media  visual (yang dapat dilihat atau diamati), auditorial (yang dapat didengar), atau kinestetik (yang dapat digerakkan atau dimanipulasi), meskipun kadang-kadang juga menggunakan pengecap dan peraba. Dengan demikian siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran maka akan menghasilkan siswa yang “tahu apa “ dan “bisa apa”. Penilaian proses bisa digunakan bukan hanya melalui soal ujian tetapi perlu ada rubrik untuk menentukan kompetensi apa yang sudah tercapai dalam proses pembelajaran.

Saat ini kurikulum yang ada memang masih memiliki produk nilai. Ada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), ada syarat kenaikan kelas, dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Namun bukan berarti kita tidak dituntut untuk memperbaiki proses belajar.

Standar kurikulum hanyalah ukuran standar yang kita sebagai guru bisa memperluas dan memperbesarnya. Justru dengan adanya standar kurikulum seharusnya membuat guru lebih kreatif dalam melaksanakan proses pembelajaran.

Setiap siswa akan belajar sesuai dengan harapan gurunya. Jika guru memiliki harapan agar peserta didiknya mampu menggunakan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari, mampu memecahkan masalah yang dihadapinya, kemudian mampu mengembangkannya, maka anak peserta didik akan memiliki pengalaman belajar yang menantang dan menyenangkan. Namun, jika gurunya berharap hanya meraih nilai yang bagus, maka pengalaman belajar yang diraih anak juga sebatas tes tertulis.

Kita, sebagai guru, datang ke kelas menjumpai anak-anak, bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar, meningkatkan taraf berpikir, mengembangkan potensi anak, dan memperbaiki perilaku anak.

Guru punya  pilihan dan otoritas . Mengajar dengan tujuan hanya untuk menjawab tes tertulis atau memberikan ilmu pengetahuan yang dilengkapi dengan pengalaman mencoba, merasakan, dan mengkomunikasikannya dengan orang lain. Pilihan guru akan mempengaruhi karakter peserta didik dalam mencari ilmu. Kita, para guru, memiliki kesempatan untuk memberikan yang terbaik bagi generasi yang lebih cerdas. Semoga . (abc)


Rabu, 27 Januari 2021

Selamat bekerja Pak Kapolri...

Foto : CNN Indonesia
Di negeri ini hanya ada tiga polisi yang jujur. Pertama, patung polisi. Kedua, polisi tidur. Ketiga, polisi Hoegeng (mantan Kapolri Hoegeng Imam Santoso)

  • - Abdurrahman Wahid  - 


Hari Rabu , tanggal 27 Februari 2021 presiden Jokowi melantik Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri menggantikan Jendral ( Pol ) Idham Azis akan memasuki masa pensiun pada akhir Januari 2021. Diselenggarakan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pukul 09.30 WIB, proses pelantikan diawali dengan pembacaan surat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pengangkatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Dalam acara pelantikan Kapolri tersebut  ada pengucapan sumpah jabatan secara Kristen Protestan . Dengan diucapkannya sumpah , Listyo Sigit Prabowo telah resmi menjadi Kapolri yang baru. Secara otomatis pun pangkatnya bertambah, dari Komisaris Jenderal (Komjen) menjadi Jenderal penuh atau bintang empat.

Komjen Drs.Listyo Sigit Prabowo, M.Si. lahir di Ambon, Maluku, 5 Mei 1969; umur 51 tahun adalah seorang perwira tinggi Polri yang mengawali kariernya pertama sebagai Kapolres Pati. Setelah itu, dia menduduki posisi Wakapolrestabes Semarang, dan pernah menjadi Kapolresta Solo. Pada tahun 2012, Listyo dipindahtugaskan ke Jakarta untuk menjabat sebagai Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri. Sejak bulan Mei 2013, dirinya menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara .Listyo tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan penting. Dia adalah Ajudan Presiden RI Joko Widodo. Ia kemudian menjabat Kepala Kepolisian Daerah Banten, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, dan pada 27 Januari 2021, ia dilantik oleh Presiden Jokowi menjadi Kapolri.

Kasus-kasus yang pernah ditangani oleh Listyo yaitu mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Pada 27 Desember 2019 atau 12 hari setelah dilantik sebagai Kabareskrim, Listyo  mengumumkan secara langsung penangkapan dua terduga pelaku kasus tersebut. Mereka adalah, RM dan RB, keduanya merupakan oknum anggota kepolisian .Tak lama setelah itu, Bareskrim Polri melimpahkan tahap II kasus tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi Kondensat PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), ke Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah dinyatakan lengkap atau P21.

Diketahui, kasus ini sudah bergulir sejak 2015 lalu dan mangkrak lama lantaran adanya kendala non-teknis. Namun, adanya koordinasi yang kuat antara Bareskrim dan Kejaksaan Agung akhirnya perkara tersebut bisa dirampungkan. Dalam pengadilan, Honggo divonis 16 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidair 6 bulan kurungan. Sementara dua tersangka lainnya Raden Priyono dan Djoko Harsono divonis 4 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 2 bulan. Kemudian  penangkapan buronan terpidana kasus hak tagih (cassie) Bank Bali, Djoko Tjandra pada 30 Juli 2020. Bahkan, dalam hal ini, Komjen Listyo memimpin langsung tim ke Malaysia guna menangkap Djoko Tjandra.

Listyo menyebut penangkapan Djoko Tjandra berawal dari perintah Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis membentuk tim untuk membawa buronan Djoko Tjandra kembali ke Indonesia.Penangkapan Djoko Tjandra disebut Listyo  sebagai komitmen Polri dalam melakukan penegakkan hukum, sekaligus untuk menjawab keraguan publik. Apalagi, dalam pengusutan perkara ini diketahui adanya keterlibatan dua oknum jenderal yakni, Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte.

 Bareskrim Polri sedang menangani kasus dugaan penyerangan Laskar FPI kepada aparat kepolisian di Tol Jakarta-Cikampek. Penyidikan dilakukan secara transparan, objektif dan merangkul seluruh pihak seperti Komnas HAM dan lembaga independen lainnya. Bahkan, kasus dugaan pelanggaran kekarantinaan kesehatan yang menyeret Habib Rizieq Shihab. Mulai dari Petamburan, Jakarta Pusat, kerumunan di Megamendung dan RS Ummi Bogor juga semua diambilalih oleh Bareskrim.

Pengungkapan kasus besar lainnya yang ditangani Listyo  dan jajarannya adalah kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung). Penyidik Bareskrim telah menetapkan 11 orang sebagai tersangka.

Kemudian penanganan kasus korupsi, jajaran Bareskrim Polri tercatat menyelamatkan uang negara sebesar Rp310.817.274.052. Jumlah tersebut merupakan hasil penanganan dari 485 perkara korupsi yang ditangani. "Tahun 2020 dilakukan penyelamatan uang negara sekitar Rp310.817.274.052," kata mantan Kapolda Banten itu.

Dalam penanganan kasus di dunia siber, Bareskrim Polri sepanjang tahun 2020 tercatat telah mengungkap 140 kasus dugaan tindak pidana penyebaran informasi palsu atau hoaks terkait pandemi Covid-19. Berdasarkan data, dari ratusan kasus hoaks Covid-19 yang diungkap itu, setidaknya ada 140 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Lalu kasus dugaan penghinaan terhadap NU yang menetapkan satu orang sebagai tersangka. Kemudian, kasus yang menjerat Ruslan Buton terkait dengan ujaran kebencian, perkara pembobolan E-Commerce jaringan internasional, kasus ilegal akses ke situs resmi Pengadilan Jakarta Pusat, dan Illegal Akses ke Linkaja. Serta penangkapan terduga pelaku penghinaan terhadap terhadap Kepala Kantor Staff Presiden Moeldoko. Lalu penghinaan terhadap Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Kasus besar lainnya yang dibongkar jajaran Bareskrim adalah mengungkap narkoba jenis sabu sebanyak 1,2 ton. Barang bukti tersebut disita dari jaringan Iran-Timur Tengah yang ditangkap di 2 lokasi berbeda yakni di Serang, Banten dan Sukabumi, Jawa Barat. Tentu masih banyak kasus-kasus yang ditanggani oleh Komjen Listyo Sigit Prabowo Kepala Badan Reserse Kriminal Polri saat itu . Di lihat dari pengalaman dan jejak langkah Komjen Listyo Sigit Prabowo tidak diragukan sosok perjuangan untuk memberantas kejahatan untuk  melndungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia . Kerja secara profosional dan integritas sesuai Tribrata mengangkat ke puncak jabatan sebagai Kapolri . 

Dengan konsep "Polri Presisi" atau pemolisian prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan diharapkan dapat mewujudkan ketertiban , keamanan dan penganyoman bagi masyarakat seperti terdapat dalam UU No:2 tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia . “ Selamat bekerja Pak Kapolri , Tuhan memberkati …” (abc)


Selasa, 26 Januari 2021

Satu juta orang , tertular Covid-19..!

Foto : Trimbunnewsmaker.com

"Jauh lebih sulit untuk membuat orang sehat daripada membuat mereka sakit"                     De Forest Clinton Jarvis

       Pademi covid 19 di tanah air sudah hampir berlangsung 11 bulan bukan semakin merendah tetapi justru semakin meningkat jumlahnya bahkan menembus satu juta orang yang tertular positif covid 19 . Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan ada dua makna di balik angka Covid 19 yang kasusnya sudah lebih dari satu juta yaitu : Pertama , Indonesia untuk berduka karena dengan meningkatnya kasus banyak pasien yang meninggal dunia .Sudah lebih 600 tenaga kesehatan gugur menghadapi pademi Covid 19 . Kedua ,  kerja ekstra keras mesti dilanjutkan . Dengan cara demikian pengorbanan yang sudah dilakukan para tenaga kesehatan tidak sia-sia . ( kompas.com 27/1/2021 ).

Pernyataan Menteri Kesehatan ini perlu disikapi oleh kita sebagai warga negara yaitu menjalankan protokol kesehatan dengan 3 M yaitu mencuci tangan , menggunakan masker dan menjaga jarak di mana saja bahkan di rumahpun kita melakukan 3 M karena rumah sekarang sudah menjadi klaster untuk penularan Covid 19 . Pemberantasan Covid 19 belum bisa ditanggulangi , sehingga perlu membatasi dengan menurunkan angka penularan . Pemerintah melakukan PPKM (Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat ) Jawa- Bali tanggal 26 Januari hingga 8 Febuari 2021 untuk menggantikan sementara PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar ) . Demikian juga testing , tracing dan treatment yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengetahui berapa banyak masyarakat terpapar virus corona dapat segera diketahui . Kemudian dilanjutkan dengan cara penanganan secara intensif untuk pasien yang terpapar corona tersebut , misalnya dengan penyediaan tempat isolasi bagi si pasien , obat-obatan dan tenaga kesehatan . Dengan demikian angka kesembuhan meningkat dan kematian bisa dikurangi . Jika laju penularan dapat dikendalikan maka beban berat fasilitas  pelayanan  kesehatan ,dapat dikurangi pula.  

Vaksinasi juga menjadi cara untuk membangun kekebalan tubuh atau herd immunity . Ada orang yang berpendapat tidak setuju dengan vaksinasi seperti dinyatakan oleh anggota DPR saat rapat  dengar pendapat dengan Menteri Kesehatan beberapa waktu yang lalu . Berbeda pendapat boleh tetapi jangan menyebarkan  hoaks yang menyesatkan bagi rakyat .Karena hoaks yang disampaikan terus-menerus bisa menjadi sebuah kebenaran . Untuk itu masyarakat perlu cerdas untuk menerima sebuah berita , jangan diterima begitu saja tetapi dikaji dan dianalisa untuk mencari sebuah kebenaran bukan sebuah pembenaran . Presiden Jokowi sudah divaksinasi sebagai bukti bahwa keteladanan seorang pemimpin bisa menjadi contoh bagi masyarakatnya . Tidak perlu ragu dan khawatir untuk menerima vaksinasi bahkan sekarang sedang ada program vaksinasi mandiri untuk mempercepat penangulangan covid 19 sehingga menurunkan angka penularan Covid 19 dengan cepat . 

“Perlu ada kecepatan . Itu kuncinyan kenapa perlu cepat dilakukan vaksinasi kepada ⅔ populasi agar memiliki antibodi “ kata Tito (Mendagri ) saat Rapat Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Covid 19 ( kompas.com 27/1/2021). Semakin cepat herd immunity terbentuk semakin cepat pula pademi berakhir . Dengan pademi covid 19 semakin menurun dan akhirnya berakhir maka perekonomian mulai berjalan . Denyut jantung kehidupan mulai berjalan normal , restoran , pedagang , kantor , sekolah dan gedung film dibuka kembali . Tentu hal ini perlu kerja keras bagi siapa saja agar pademi covid 19 berakhir . (abc)


Sabtu, 23 Januari 2021

Asesmen Nasional untuk apa ?

 

Foto : https://kupasmatematika.blogspot.com

"Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa kamu gunakan untuk mengubah dunia." Nelson Mandela   

 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyatakan pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) bakal diundur ke bulan September-Oktober 2021. Sebelumnya, Asesmen Nasional 2021 akan mulai dilaksanakan pada Maret 2021(kompas.com 20/1/2021). Hal ini disebabkan oleh salah satunya jumlah kasus Covid-19 yang terus meningkat. Alasan lain pihaknya menunda adalah untuk memastikan kesiapan sekolah penyelenggara Asesmen Nasional memiliki sarana dan prasarana protokol kesehatan yang memadai. Begitu juga untuk urusan logistik pelaksanaan Asesmen Nasional. Pernyataan ini kemudian diapresiasi oleh Sekretaris Jenderal FSGI Heru Purnomo, keputusan tersebut menandakan Mendikbud mendengar aspirasi insan pendidikan. “Kami apresiasi atas penundaan asesmen nasional ini. Salah satu alasan utama penundaan adalah meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di Indonesia dan  terjadinya bencana alam di sejumlah daerah  pada masa pandemi," ujar Heru yang juga kepala SMPN 52 Jakarta, Sabtu ( JPNN.com 23/1/2020).

Kedua pernyataan ini tentu memberikan angin segar bagi sekolah untuk mempersiapkan siswa menghadapi Asesmen Nasional (AN). Sering terjadi persepsi keliru di sekolah karena Asesmen Nasional (AN) seolah-olah seperti barometer mengukur kemampuan siswa untuk dijadikan tingkat kualitas sebuah sekolah . Tidak mengherankan  banyak sekolah mempersiapkan tim sukses untuk mempersiapkan siswa agar sukses mengerjakan soal-soal Asesmen Nasional . Hal ini persis seperti UN , semester akhir kelas XII SMA siswa dipaksa untuk latihan-latihan soal persis seperti dilakukan oleh Bimbingan Belajar . Bahkan ada yang kerjasama dengan Bimbingan Belajar untuk melatih siswa agar bisa menyelesaikan soal-soal UN . Tentu nanti bisa terjadi ada Bimbingan Belajar khusus untuk Asesmen Nasional (AN). Padahal mas Mentri sudah mengingatkan tidak perlu adanya bimbingan belajar dan guru   bisa lebih tenang. Sebab, penyelenggaraan AN tak memerlukan banyak persiapan. Guru dan sekolah hanya perlu menyiapkan logistik AN dan hal-hal yang berkaitan dengan itu.( kompas.com 22/1/2021 ).

Apa sebenarnya  Asesmen Nasional itu  ? Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM, yaitu literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Baik pada literasi membaca maupun numerasi, kompetensi yang dinilai mencakup

keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep dan pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi. AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh murid menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang dimilikinya. AKM dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekedar penguasaan konten. Tujuan Asesmen Nasional yaitu untuk mendapatkan informasi mengetahui capaian murid terhadap kompetensi yang diharapkan. Asesmen Kompetensi Minimum dirancang untuk menghasilkan informasi yang memicu perbaikan kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya dapat meningkatkan hasil belajar murid.( AKM dan Implikasinya pada pembelajaran ,PUSAT ASESMEN DAN PEMBELAJARAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAN PERBUKUAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN , 2021  ).    Dengan demikian Asesmen Nasional hasil dari AN bukan digunakan untuk menghakimi sekolah, guru, maupun murid, tetapi untuk melihat sekolah-sekolah mana yang membutuhkan bantuan lebih dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, serta sekolah-sekolah mana saja yang bisa membantu pemerintah. "Jadi untuk para guru dan orangtua bisa tenang. Ini hanya baseline dan kita untuk pertama kalinya akan bisa memetakan kualitas mutu asesmen kompetensi minimum dan survei karakter, dan survei lingkungan belajar secara nasional ini seperti apa," kata Nadiem.( kompas.com 22/1/2021). Ibarat kita mau di test kesehatan ya...ditest saja tidak usah makan dikurangi , makan vitamin atau  fitnes agar hasilnya baik kesehatan kita . Setelah kita ditest akan diketahui kondisi kesehatan kita . Dengan hasil test kesehatan tersebut kita bisa melakukan apa yang harus kita lakukan . Misalnya gula darah tinggi maka kita perlu membatasi makanan yang mengandung gula , tekanan darah tinggi perlu kita mengurangi rasa stres dengan berolah raga dan berekreasi  atau  kholestrol tinggi perlu dicegah tidak makan daging yang berlemak tetapi makan sayuran dan buah-buahan diperbanyak sehinggga tubuh kita sehat . Demikian juga dengan Asesmen Nasional (AN) ini , setelah siswa mengikuti test AN  maka akan dilaporkan hasilnya kepada sekolah . Menurut buku saku dengan judul  AKM dan Implikasinya pada pembelajaran yang diterbitkan oleh Kemendikbud 2021 dijelaskan ada empat tingkat kompetensi literasi dan numerasi   yaitu  Perlu Intervensi Khusus , Dasar , Cakap dan Mahir . Berdasarkan hasil test siswa ini maka ada pemetaan terhadap siswa masuk ke dalam katagori apa siswa tersebut . Dengan demikian guru di sekolah  dapat memanfaatkan hasil pelaporan tingkat kompetensi  untuk menyusun strategi pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Hasil AKM dapat memberi gambaran kepada guru mengenai takaran yang tepat untuk setiap “teaching at the right level”. Dengan strategi yang sesuai dengan kondisi murid, tugas atau pembelajaran yang diberikan juga sesuai dengan kondisi murid. Rasa bosan karena tantangan atau tugas yang terlalu sederhana atau rasa putus asa karena tugas yang terlalu sulit, di luar jangkauan murid dapat dihindari.

Asesmen Nasional (AN) ini merupakan kebijakan baru sehingga persepsi berbagai pihak tentu masih ada . Sosialisasi terutama kepada guru menjadi hal yang penting sehingga kita mempunyai persepsi yang sama untuk meningkatkan  kualitas belajar siswa  Indonesia semakin meningkat dan menciptakan Indonesia yang semakin maju.(abc)


Bela negara bagi semua orang ...

Foto : CNN Indonesia
Saya cinta tanah air ini, jika suatu saat Indonesia diserang maka Saya akan menjadi orang pertama yang berada di posisi terdepan untuk membela Indonesia.

- Basuki Tjahaja Purnama -  

Presiden Jokowi meneken Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional. Aturan tersebut ditandatangani Jokowi dan diundangkan pada 12 Januari 2021. PP ini mengatur salah satunya tentang Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) bagi warga negara. Dalam pasal 1 angka 11 PP No:3 tahun 2021 dijelaskan "PKBN adalah segala usaha, tindakan, dan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memberikan pengetahuan, pendidikan, dan/atau pelatihan kepada warga negara guna menumbuhkembangkan sikap dan perilaku serta menanamkan nilai dasar bela negara," 

Peraturan Pemerntah Nomer 3 tahun 2021 menyebutkan penyelenggaraan PKBN merupakan bagian dari  pendidikan kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh tiga lingkungan   yaitu pendidikan ,masyarakat dan  pekerjaan (pasal 3 ayat 1 ).

Bidang Pendidikan, PKBN dilaksanakan melalui penyusunan pedoman PKBN, sosialisasi dan diseminasi, serta pemantauan dan evaluasi. Pedoman PKBN disusun oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pertahanan, pendidikan, agama, serta melibatkan menteri/pimpinan lembaga terkait lainnya, civitas akademika, serta pakar pendidikan. Adapun sosialisasi dan diseminasi PKBN  yang dimaksud dapat berupa seminar, lokakarya, penyuluhan, diskusi interaktif, dan lainnya. 

Di lingkungan masyarakat, PKBN dilaksanakan melalui penyusunan pedoman PKBN, sosialisasi dan diseminasi, diklat, serta pemantauan dan evaluasi. Penyelenggaraan PKBN di lingkungan ini ditujukan setidaknya kepada 8 kalangan, yakni tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan kader organisasi masyarakat. Kemudian kader organisasi komunitas, kader organisasi profesi, kader partai politik, dan kelompok masyarakat lainnya. Pedoman PKBN di lingkup masyarakat disusun oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pertahanan, menteri urusan pemerintahan dalam negeri, hingga menteri bidang agama. Sementara, kegiatan sosialisasi dan diseminasi PKBN di masyarakat antara lain berupa rembuk warga, sarasehan budaya, pergelaran kebangsaan, kongres nasional, hingga aksi nyata. 

 Di lingkungan  pekerjaan, PKBN diselenggarakan oleh menteri urusan pertahanan, menteri bidang ketenagakerjaan, bidang aparatur negara, Panglima TNI, hingga Kapolri. Penyelenggaraan PKBN di lingkup pekerjaan ditujukan kepada warga yang bekerja di lembaga negara, kementerian/lembaga pemerintah nonkementerian dan pemerintah daerah, TNI, Kepolisian, BUMN dan BUMD, badan usaha swasta, dan badan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. "Penyelenggaraan PKBN lingkup pekerjaan dimaksud dalam Pasal 16 dilaksanakan melalui (a) penyusunan pedoman PKBN; (b) sosialisasi dan diseminasi; (c) diklat; dan (d) pemantauan dan evaluasi," bunyi Pasal 17. Pelaksanaan sosialisasi dan diseminasi PKBN di lingkup pekerjaan antara lain dengan seminar, lokakarya, penyuluhan, diskusi interaktif dan aksi nyata.

Dengan demikian secara teknis pembelaan negara dilakukan dalam berbagai aspek kehidupan . Disebutkan salah satu tujuan negara dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke - empat adalah… melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia..  Untuk itu pembelaan negara bukan hanya tugas bagi negara tetapi tugas kita semua , rakyat Indonesia . UUD NRI 1945 mengamanatkan pasal 27 ayat (3) bahwa “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara” dan pasal 30 ayat (1) mengamanatkan bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara”. Kemudian keluar Undang Undang RI Nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara yaitu pasal 9 ayat (1) mengamanatkan bahwa “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara”. Selanjutnya pada ayat (2) Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara, sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diselenggarakan melalui: pendidikan kewarganegaraan; pelatihan dasar kemiliteran secara wajib; pengabdian sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia secara sukarela atau secara wajib; dan pengabdian sesuai dengan profesi.

Bela negara menjadi hak dan kewajiban semua orang untuk melindungi rakyat  dan tanah air Indonesia . Ada kesatuan antara rakyat dengan tanah air  ,tidak terpisahkan rakyat dengan tanah airnya . Karena rakyat hidup berpijak di tanah airnya . Tidak ada kekuatan apapun yang ingin memisahkan wilayah Indonesa . Tidak ada upaya untuk disintegarasi terhadap NKRI . Kalau hal ini terjadi maka rakyat Indonesia perlu membela untuk integrasi bangsa .

Demikian juga dengan kekayaan alam Indonesia perlu dijaga oleh rakyat Indonesia .Kekayaan laut , hutan , tambang dan sumber kekayaan lainnya yang merupakan anugerah Tuhan kepada bangsa Indonesia harus dijaga dengan baik . Pengelolaan kekayaan alam digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat bukan untuk kepentingan individu , kelompok dan golongan tertentu . Kelestaraian alam menjadi tanggungjawab kita bersama , karena alam akan kita wariskan untuk generasi mendatang . Eksploitasi besar-besaran yang dlakukan oleh perusahaan -perusahaan besar memberi dampak kepada bencana alam seperti sekarang yang terjadi . Kemudian pembakaran hutan yang semene-mena membuat dampak terhadap polusi udara . Gerakan revolusi hijau untuk melestarikan hutan di Indonesia menjadi jantung dunia suatu hal yang perlu diterus diupayakan agar generasi mendatang tidak terkena dampak pemanasan gobal .Tentu masih banyak lagi upaya-upaya pemerintah dalam pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian kekayaan alam . Perlua ada dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkannya .  Hal inilah yang mendasari terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 3 Tahun 2021 sebagai dasar yuridis untuk melaksanakan bela negara bagi semua orang .( abc )


 

Rabu, 20 Januari 2021

Guru sepuh...

Foto : Helmina Mauludiyah.Gurusiana


“Satu guru senior yang memaknai pengalaman mengajarnya dengan baik, bisa setara dengan tiga guru baru.” - Ali Fauzi -



Dalam satu sekolah kita akan menemukan guru sepuh karena usianya tidak muda lagi atau disebut guru manula karena usia menginjak usia pensiun . Guru lebih muda menyebut si mbah , babe ,oma atau opa . Julukan yang tepat karena usia guru sepuh termasuk generasi yang lahir pada masa Baby Boomers (1946-1960) dan generasi X ( 1961-1980 ) . Mereka sudah menjadi guru di atas 20 tahun lebih dan mempunyai pengalaman yang cukup banyak sebagai seorang guru . Saya jadi teringat sebuah cerita :

Seorang pria lanjut usia sedang duduk di sebuah kafe di Spanyol, sambil mencorat-coret selembar tisu bekas. Dia adalah orang yang cuek dan suka menggambar apa saja yang membuatnya terkesima. Seorang wanita yang duduk tidak jauh darinya sedang memandanginya dengan kagum.Pria tersebut mengambil cangkir kopinya. Itu adalah seruputan terakhir. Dia pun meremas tisu tersebut dan hendak membuangnya saat akan meninggalkan kafe tersebut.

“Tunggu,” teriak wanita yang telah memandanginya sejak tadi.

“Boleh kan, saya meminta tisu yang barusan anda gambari? Saya akan bayar.”

“Tentu,” Jawab pria lanjut usia tersebut. “dua ratus delapan puluh juta.”

 Wanita tersebut kaget. “Apa? Anda hanya perlu sekitar dua menit untuk menggambar itu.”

“Tidak nyonya,” jawab pria tersebut. “Saya perlu lebih dari 60 tahun menggambar ini.” Dia memasukkan tisu tersebut dalam kantungnya, dan pergi meninggalkan kafe.

Pria lanjut usia tersebut adalah Pablo Picasso.

Dalam kisah Picasso di atas, wanita di sampingnya bisa sangat terpukau hanya dalam waktu dua menit, tentu saja karena ada proses panjang yang tidak diketahui wanita tersebut. Proses panjang 60 tahun lebih, tentu akan melahirkan keahlian. Ya, keahlian yang membuat orang lain mudah mengaguminya.

Dalam mengajar; ada proses mengenali karakter siswa, mengelola kelas, mengatur irama belajar, membuat murid tertawa, mengatur waktu berdasarkan target kurikulum, menyelesaikan konflik antar guru dan antar siswa, menghadapi keinginan orangtua murid, dan ada proses transfer pengetahuan. Yang bisa ditandingi oleh guru baru hanyalah proses transfer pengetahuan. Selebihnya adalah buah dari pengalaman. Guru muda lebih jago dalam proses transfer pengetahuan . Mereka berkompeten dalam bidang teknologi . metode , media dan aplikasi pembelajaran dengan mudah mereka kuasai . Pengalaman adalah guru yang terbaik dan itu belum dimiliki oleh guru muda .

Apa yang dapat dilakukan oleh guru sepuh  ?  Tentu ucapan syukur karena sepanjang hidupnya telah mengabdi bagi anak didiknya . Selama 20 sampai 30 tahun lebih telah melayani  dalam pendidikan . Tidak tahu sudah berapa banyak anak didik yang sekarang telah berhasil dan berguna bagi masyarakat. Mau berubah dan mengikuti perubahan sikap yang harus dimiliki oleh guru sepuh . Perubahan yang begitu cepat menjadi tantangan tersendiri bagi seorang guru tua . Umur sudah lanjut , rambut sudah memutih , tubuh sudah lemah  tetapi semangat untuk menikmati perubahan menjadi bagian dalam hidupnya . Kita harus menghargai , menghormati dan mengangkat topi bagi guru sepuh...(abc)

 

Senin, 18 Januari 2021

Rumusan Pendidikan ala Jack Ma...

 

Foto : pelita.onlne

"Abad lalu kita menang dengan peduli pada diriku sendiri, abad ini kita menang dengan peduli pada orang lain." ( Jack Ma )


Jack Ma , pendiri  Alibaba dalam forum OECD di Paris Perancis  menyebutkan rumus pendidikan bukan untuk fokus pada kurikulum atau prestasi peringkat. Jack Ma justru menekankan pada "kecerdasan" dan kapasitas kemampuan siswa untuk mencintai (LQ) di samping kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan intelektual (IQ). "Hati" tidak tergantikan mesin "Jika kamu ingin sukses, kamu harus memiliki EQ yang sangat tinggi, cara untuk bergaul dengan orang-orang," katanya pada konferensi OECD seperti dilansir dari World Economidc Forum (WEF). "Jika kamu tidak ingin tersisih dengan cepat, kamu harus memiliki IQ yang baik," tambahnya. Tetapi, lanjut Jack Ma,  “Jika kamu ingin dihormati, kamu harus memiliki LQ - hasil dari mencintai,” jelasnya. "Otak akan digantikan oleh mesin, tetapi mesin tidak akan pernah bisa menggantikan hatimu," demikian alasan Jack Ma. ( Kompas.com 11/1/2020 )

Sayangnya, beberapa orang masih dengan gigihnya memiliki kepercayaan tentang kurikulum sebagai faktor utama. Mereka meyakini bahwa perubahan harus kita mulai dari sana. Menurutnya,  untuk mengubah program kegiatan dan hasil pendidikan, terlebih dahulu kita harus mengubah kurikulum. Maka, aktor utamanya yang muncul adalah silabus, KKM, SKL, dan RPP.

Kepala sekolah dan guru sibuk mengurusi administrasi pembelajaran yang bertumpuk tidak ingat lagi tentang kecerdasan yang dimiliki oleh para siswa yang unik dan beragam yang dimiliki oleh setiap siswa . Yayasan sibuk dengan berbagai aturan yang kadang-kadang menjadi beban kepala sekolah dan guru . Staf bidang pendidikan menyusun program untuk meningkatkan kompetensi guru tetapi tidak berdampak terhadap  guru sehingga program hanya sebatas angin lalu saja .

Berita tentang siswi bunuh diri, bully di sekolah, dan kekerasan cyber yang menimpa murid-murid kita, seharusnya membuka kesadaran kita semua. Kita harus sadar bahwa pendidikan tidak cukup hanya menjadi sarana untuk melatih pekerja masa depan. Tidak cukup kalau hanya berfikir tentang bagaimana cara memberi makan generasi berikutnya. Pendidikan juga tidak cukup jika kita memandangnya sebagai sebuah kurikulum belaka. Seperti yang dikatakan oleh Jack Ma siswa  harus memiliki LQ (Love Quotient), The quotient of love.”

Pendidikan adalah tentang manusia bukan tentang dokumen kurikulum. Ketika pelatihan dan workshop melulu berisi tentang kajian kurikulum dan perangkat-perangkatnya, maka kapasitas murid menjadi bukan yang utama. Terlebih lagi, kapasitas mencintai. Fokus pada LQ, kecerdasan atau kemampuan mencintai. Sejak lahirnya psikologi positif, ilmu pengetahuan mengarahkan perhatiannya pada sisi positif manusia; mengembangkan potensi, optimisme, dan rasa mencintai. Manusia tidak hanya ingin terbebas dari masalah tetapi juga mendambakan kebahagiaan.

Apakah kemampuan mencintai bisa diajarkan ? Bisa , menurut Jack Ma semakin dini memulai semakin besar hasil yang kita dapatkan . Mulai dari rumah , PAUD . TK , SD dan seterusnya . Dia menyarankan untuk berinvestasi banyak di tingkat PAUD karena di usia dini  anak-anak membangun keterampilan dan nilai-nilai yang sangat dibutuhkan di masa depan . Demikian juga dengan  TK dan sekolah dasar memiliki pengaruh luar biasa untuk membentuk anak-anak. Jack Ma juga menganjurkan mendukung guru lebih kuat. “Jika kita menghormati guru, kita menghormati pengetahuan dan kita menghormati masa depan,” katanya. "Tingkatkan gaji mereka dan bantu kepala sekolah dengan pelatihan kepemimpinan, karena 60 persen guru meninggalkan profesi karena mereka tidak menyukai kepala sekolah mereka," ujarnya. Tentu rumusan pendidikan menurut Jack Ma ini bisa kita renungkan agar kita mempunyai kecintaan terhadap anak didik kita .Mulailah dengan kepedulian dan rasa hormat terhadap diri sendiri. Kemudian, peduli kepada setiap murid dan menghormati setiap orang. Setiap kita memiliki cara yang berbeda dalam mengungkapkan cinta dan peduli. Apapun cara yang kita pilih, menyampaikan dan memberikan cinta harus dengan penuh rasa cinta pula.(abc)




Jumat, 15 Januari 2021

Sekolah telah dibuka...

foto : Trimbunnewscom

 

"Kamu harus tetap bersekolah.  Kamu harus kuliah. Kamu harus mendapatkan gelarmu. Karena itu satu hal yang tidak bisa diambil orang darimu adalah pendidikanmu. Dan itu sepadan dengan investasi." - Michelle Obama


Tahun pelajaran semester genap telah di buka , guru dan siswa mulai melakukan akitvitas pembelajaran . Ada dua pilihan sekolah di buka pada masa pademi covid 19 yaitu : Pertama, mereka yang ingin membawa kembali murid-murid ke gedung sekolah untuk menghentikan dampak learning loss (kehilangan masa belajar ) .  Kedua, mereka yang tetap memilih Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) atau home learning dengan memperbaiki dan menyempurnakan metodenya. Termasuk dalam golongan kedua adalah mereka yang menginginkan blended learning. Hal ini berkaitan dengan fasiltas belajar atau akses pendidikan . Mereka yang memiliki akses memadai terhadap PJJ, maka para pendidiknya merasa tertantang untuk melanjutkan PJJ dengan menyempurnakan metode belajar yan tepat untuk PJJ. Sebaliknya, mereka yang minim fasilitas sangat mendambakan belajar tatap muka.

Namun masa pademi covid 19 banyak di daerah-daerah di Indonesia termasuk DKI Jakarta memutuskan untuk melanjutkan PJJ . Belum ada data penelitian di Indonesia tentang efektifitas PJJ satu semester ini sehingga tidak bisa mengambarkan kondisi siswa saat ini ketika implementasi PPJ dilakukan di sekolah . Di Amerika hal ini sudah dilakukan dan  dimuat di www.mckinsey.com tanggal 8 Desember, Curriculum Associates i-Ready merilis sebuah analisis tentang nilai ujian terakhir di masa PJJ. Di Indonesia kita sebut Penilaian Akhir Semester (PAS).

Penelitian tersebut menyoroti hasil belajar murid kulit putih dan kulit berwarna. Jika kita melihatnya secara netral, maka kita bisa membacanya sebagai hasil belajar murid yang memiliki fasilitas memadai untuk PJJ dan mereka yang kurang memadai.

Laporan tersebut menjelaskan  bahwa murid kulit putih hanya mampu menyerap materi sebesar 67% untuk matematika, sedang siswa kulit berwarna hanya 59%. Jadi, jika kita ukur dari awal tahun pelajaran maka waktu total adalah enam bulan. Kemampuan menyerap hanya 59%, berarti para murid hanya belajar selama tiga bulan. Tentu ini kondisi di Amerika yang akan berbeda dengan di Indonesia . 

Berdasarkan pengamatan melalui media , berbicara dengan guru atau dengan siswa kita bisa memberi sekilas gambaran tentang efektivitas PJJ ini yaitu :

Siswa tidak belajar sama sekali karena membantu orangtua bekerja. Setiap hari sudah merasa asyik bermain fisik atau menghabiskan waktu dengan main HP dan laptop. Merasa nyaman begadang dan bangun siang. Merasa nyaman dengan sekolah yang longgar dan sebentar. Merasa nyaman selalu bisa mencari jawaban di mesin pencari saat ulangan. Merasa nyaman memiliki alasan tidak ada kuota atau gangguan jaringan. Bosan ,lelah , banyak tugas diberikan oleh guru .Tidak mengerti penjelasan guru apalagi berkaitan dengan pelajaran eksata yang membutuhkan hitungan .

Fakta tentang guru merasa lelah menyiapkan PJJ. Banyak juga yang merasa asyik. Mencari upah tambahan sebagai penghasilan sampingan. Merasa ngos-ngosan mencari perhatian murid saat mengajar. Sibuk mengejar-ngejar tugas yang belum selesai. Sibuk mendengarkan komplain orangtua murid. Bingung dengan hasil belajar murid. Pelajaran tertentu, hampir semua siswa meraih nilai sempurna. Bingung jika ada yang belum tuntas. Mencari metode pembelajaran yang tepat , mencari aplikasi pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa .

Tentang orangtua murid  merasa tertekan untuk mendampingi anaknya , jadi guru di rumah karena anak-anaknya masih kecil .Bingung apa yang harus dikerjakan  karena urusan sekarang bertambah dengan adanya anak yang tidak paham tentang pelajarannya .Pengin cepat ada tatap muka sehingga siswa bisa belajar di sekolah . Itu gambaran tentang PJJ yang selama hampir 8 bulan dilakukan di rumah . Mau tidak mau , PJJ harus di lakukan dan dipaksa kita untuk berubah . Peristiwa selama 6 bulan ini atau satu semester bisa menjadi pengalaman untuk berbuat lebih baik .Mari kita sambut semester dua ini dengan menarik  napas dalam-dalam dan yakinkan diri bahwa kita semua harus bekerja sama untuk berjuang melewati ini semua, saling dukung dan saling menguatkan.

Kita memandang PJJ ini sebagai kesempatan melangkah lebih maju dalam meningkatkan kualitas pendidikan kita? Semoga .(abc)


Selasa, 12 Januari 2021

Sekali lagi tentang Asessment Nasional...

Foto : Fix Indonesia-Pikiran Rakya
 

Assessment bukanlah pertunjukan sulap yang siapapun cukup berlatih berulang-ulang dan menghafal polanya, maka pertunjukan bisa sukses.( Ali Fauzi )

Mas mentri mengatakan bahwa Ujian Nasional ditiadakan dan diganti dengan asesmen kompetensi minimal , survey karakter dan survey lingkungan belajar .Tetapi menurut pemahaman saya sebagai guru  asessment bukan pengganti ujian nasional . Karena Assessment Nasional berbeda dengan Ujian Nasional baik pelaksanaan ,  kapan, untuk siapa , materi, dan tujuannya . Maka, menurut saya  Assessment Nasional  bukan pengganti Uiian Nasional. Namun dalam persiapan menghadapi Asessmen Nasional para guru diperhadapkan dengan contoh-contoh soal dan cara menjawabnya. Sehingga, kita tahu trik dan kisi-kisinya. Bahkan sekarang sudah ramai dan sibuk tentang Assessment Nasional  ini. Di  sekolah, dibentuk tim pengumpul soal model AKM. Diadakan  seminar tentang trik-trik lolos AKM, trik-trik menjawab soalnya, dan trik menghafalnya. Mirip dengan tim Ujian Nasional. Banyak guru berpendapat  AN menjadi alat ukur pengembangan pendidikan . Jadi sebagai guru harus menyiapkan murid untuk menghadapi AN ini. Ya, seperti UN lah. Kalau UN sekolah kita bagus, maka sekolah kita dianggap berhasil. Tetapi, kalau hasil AN sekolah kita tidak baik, maka sekolah dianggap gagal. Orangtua murid itu mencari sekolah yang hasil UN nya bagus. Nah, sekarang mereka tentu juga mencari sekolah yang AN-nya bagus. Padahal kita tahu bahwa AN beda dengan UN tetapi para guru mempunyai persepsi yang sama tentang AN yaitu mempersiapkan siswa seperti UN .

Menurut Ali Fauzi Asesmen (dalam bentuk apapun) itu seni membaca kemungkinan. Banyak negara mengubah cara untuk mengetest  murid sekolahnya hanya demi menghadapi perubahan zaman. Ibarat pilot, maka dia harus mampu memperkirakan adanya cuaca buruk, awan tebal, kecepatan angin, dst. Semua kemungkinan itu harus siap kita hadapi. Jadi, ketika pemerintah mau menaikkan standar pendidikan, maka salah satu cara yang ditempuh pemerintah adalah mengubah cara testnya . Ini bagus, meskipun rawan.Ketika pemerintah membahas tentang Asesmen Nasional, sebenarnya dibicarakan bukan asesmennya. Pemerintah  membicarakan model pembelajaran yang harus diubah. Jika ingin memperbaiki kualitas pendidikan, maka perbaiki kualitas pembelajarannya. Dan kualitas pembelajaran semua prosesnya ada di kelas. Maka, ubah terlebih dahulu proses di kelas. Dengan demikian  bukan diminta membantu siswa untuk bisa lulus pada AKM, tetapi kita harus mengubah cara mengajar kita. Kalau proses pembelajaran berubah, maka hasil belajar juga berubah.

Hasil Asesmen Nasional akan diperlihatkan sejauh mana sekolah itu memenuhi standart yang telah ditentukan oleh pemerintah . Apakah sekolah itu telah memenuhi standart pemerintah , melebihi standart pemerintah atau kurang dari standart pemerintah . Tentu apa hasilnya menjadi alat evaluasi sekolah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan . Asesmen Nasional terdiri dari kompetensi literasi dan numerik . Untuk itu guru mulai mempersiapkan pembelajaran bagi siswa untuk meningkatkan kedua kompetensi tersebut bukan mencari soal-soal AKM , trik-trik menjawab soal atau menghafal isi jawaban yang dilakukan seperti bimbingan test . Sekolah bukan bimbingan test tetapi tempat belajar siswa untuk mencapai kedewasaan .Semoga (abc).


Organisasi Bayangan versi Nadiem

                   Nadiem dengan belajar merdeka "Pendikan adalah paspor untuk masa depan karena hari esok adalah milik mereka yang mem...